Cari Blog Ini

Al-Isti'ab - 2434. Al-Miswar bin Makhramah

٢٤٣٤ - [الۡمِسۡوَرُ بۡنُ مَخۡرَمَةَ الزُّهۡرِيُّ]:
2434. Al-Miswar bin Makhramah Az-Zuhri


الۡمِسۡوَرُ بۡنُ مَخۡرَمَةَ بۡنِ نَوۡفَلٍ الۡقُرَشِيُّ الزُّهۡرِيُّ. أَبُو عَبۡدِ الرَّحۡمَنِ، قَدۡ ذَكَرۡنَا نَسَبَ أَبِيهِ مَخۡرَمَةَ بۡنِ نَوۡفَلٍ إِلَى زُهۡرَةَ فَغَنِينَا بِذٰلِكَ. أُمُّهُ الشِّفَاءُ بِنۡتُ عَوۡفٍ أُخۡتُ عَبۡدِ الرَّحۡمَنِ بۡنِ عَوۡفٍ، [وَيُقَالُ بَلۡ أُمُّهُ عَاتِكَةُ بِنۡتُ عَوۡفٍ أُخۡتُ عَبۡدِ الرَّحۡمٰنِ بۡنِ عَوۡفٍ]، وُلِدَ بِمَكَّةَ بَعۡدَ الۡهِجۡرَةِ بِسَنَتَيۡنِ، وَقَدِمَ بِهِ أَبُوهُ الۡمَدِينَةَ فِي عَقِبِ ذِي الۡحِجَّةِ سَنَةَ ثَمَانٍ، وَهُوَ أَصۡغَرُ مِنَ ابۡنِ الزُّبَيۡرِ بِأَرۡبَعَةِ أَشۡهُرٍ، وَقُبِضَ النَّبِيُّ ﷺ وَالۡمِسۡوَرُ ابۡنُ ثَمَانِ سِنِينَ، وَسَمِعَ مِنَ النَّبِيِّ ﷺ وَحَفِظَ عَنۡهُ.

Al-Miswar bin Makhramah bin Naufal Al-Qurasyi Az-Zuhri. Abu ‘Abdurrahman. Kami telah menyebutkan nasab ayahnya, Makhramah bin Naufal, sampai ke Zuhrah sehingga kami tidak perlu mengulangnya. Ibunya adalah Asy-Syifa` binti ‘Auf, saudara perempuan ‘Abdurrahman bin ‘Auf. Ada yang berpendapat bahwa ibunya adalah ‘Atikah binti ‘Auf, saudara perempuan ‘Abdurrahman bin ‘Auf. Ia dilahirkan di Makkah dua tahun setelah hijrah. Ayahnya membawanya tiba di Madinah pada akhir bulan Zulhijah tahun ke-8 H. Ia lebih muda empat bulan daripada Ibnu Az-Zubair. Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—wafat ketika Al-Miswar berusia 8 tahun. Ia mendengar langsung dari Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—dan menghafal darinya.

وَحَدَّثَ عَنۡ عُمَرَ بۡنِ الۡخَطَّابِ، وَعَبۡدِ الرَّحۡمَنِ بۡنِ عَوۡفٍ، وَعَمۡرِو بۡنِ عَوۡفٍ. وَكَانَ فَقِيهًا مِنۡ أَهۡلِ الۡفَضۡلِ وَالدِّينِ، لَمۡ يَزَلۡ مَعَ خَالِهِ عَبۡدِ الرَّحۡمَنِ بۡنِ عَوۡفٍ مُقۡبِلًا وَمُدۡبِرًا فِي أَمۡرِ الشُّورَى، وَبَقِيَ بِالۡمَدِينَةِ إِلَى أَنۡ قُتِلَ عُثۡمَانُ، ثُمَّ انۡحَدَرَ إِلَى مَكَّةَ، فَلَمۡ يَزَلۡ بِهَا حَتَّى تُوُفِّيَ مُعَاوِيَةُ - ذَكَرَهُ رَبِيعَةُ بۡنُ يَزِيدَ؛ فَلَمۡ يَزَلۡ بِمَكَّةَ حَتَّى قَدِمَ الۡحُصَيۡنُ بۡنُ نُمَيۡرٍ مَكَّةَ لِقِتَالِ ابۡنِ الزُّبَيۡرِ؛ وَذٰلِكَ فِي عَقِبِ الۡمُحَرَّمِ، أَوۡ صَدۡرِ صَفَرٍ، وَحَاصَرَ مَكَّةَ، وَفِي حِصَارِهِ وَمُحَارَبَتِهِ أَهۡلَ مَكَّةَ أَصَابَ الۡمِسۡوَرَ حَجَرٌ مِنۡ حِجَارَةِ الۡمَنۡجَنِيقِ، وَهُوَ يُصَلِّي فِي الۡحِجۡرِ، فَقَتَلَهُ، وَذٰلِكَ مُسۡتَهَلُّ رَبِيعٍ الۡأَوَّلِ سَنَةَ أَرۡبَعٍ وَسِتِّينَ، وَصَلَّى عَلَيۡهِ ابۡنُ الزُّبَيۡرِ بِالۡحَجُونِ، وَهُوَ مَعۡدُودٌ فِي الۡمَكِّيِّينَ. تُوُفِّيَ وَهُوَ ابۡنُ اثۡنَتَيۡنِ وَسِتِّينَ سَنَةً. وَقِيلَ: وَفَاتُهُ كَانَتۡ يَوۡمَ جَاءَ نَعۡيُ يَزِيدَ إِلَى ابۡنِ الزُّبَيۡرِ، وَحُصَيۡنُ بۡنُ نُمَيۡرٍ مُحَاصِرٌ لِابۡنِ الزُّبَيۡرِ، وَجَاءَ نَعۡيُ يَزِيدَ إِلَى مَكَّةَ يَوۡمَ ثَلَاثَ عَشۡرَةَ رَبِيعٍ الۡآخِرِ سَنَةَ أَرۡبَعٍ وَسِتِّينَ.

Ia meriwayatkan hadis dari ‘Umar bin Al-Khaththab, ‘Abdurrahman bin ‘Auf, dan ‘Amr bin ‘Auf. Ia seorang ahli fikih dari kalangan ulama yang memiliki keutamaan dan keteguhan agama. Ia senantiasa mendampingi paman dari pihak ibunya, ‘Abdurrahman bin ‘Auf, berbolak-balik mengurus perkara musyawarah (pemilihan khalifah). Ia tetap tinggal di Madinah sampai ‘Utsman terbunuh, kemudian ia pindah ke Makkah dan terus menetap di sana hingga Mu’awiyah wafat. Hal ini disebutkan oleh Rabi’ah bin Yazid.

Ia terus tinggal di Makkah sampai Al-Hushain bin Numair datang ke Makkah untuk memerangi Ibnu Az-Zubair, yaitu pada akhir bulan Muharam atau awal bulan Safar, lalu ia mengepung Makkah. Dalam pengepungan dan pertempurannya melawan penduduk Makkah tersebut, Al-Miswar terkena lemparan batu dari batu-batu manjanik ketika ia sedang salat di Al-Hijr (Hijir Ismail) hingga menewaskannya. Peristiwa itu terjadi pada awal bulan Rabiulawal tahun 64. Ibnu Az-Zubair menyalatinya di Al-Hajun, dan ia dimasukkan dalam kelompok penduduk Makkah. Ia wafat pada usia 62 tahun. Ada yang berpendapat bahwa wafatnya terjadi pada hari datangnya kabar kematian Yazid kepada Ibnu Az-Zubair, saat Al-Hushain bin Numair sedang mengepung Ibnu Az-Zubair. Berita kematian Yazid sampai ke Makkah pada hari ke-13 bulan Rabiulakhir tahun 64.

رَوَى عَنۡهُ عُرۡوَةُ بۡنُ الزُّبَيۡرِ، وَعَلِيُّ بۡنُ الۡحُسَيۡنِ، وَعُبَيۡدُ اللهِ بۡنُ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ عُتۡبَةَ وَكَانَ الۡمِسۡوَرُ لِفَضۡلِهِ وَدِينِهِ وَحُسۡنِ رَأۡيِهِ تَغۡشَاهُ الۡخَوَارِجُ، وَتُعَظِّمُهُ وَتُبَجِّلُ رَأۡيَهُ، وَقَدۡ بَرَّأَهُ اللهُ مِنۡهُمۡ. وَرَوَى ابۡنُ الۡقَاسِمِ، عَنۡ مَالِكٍ، قَالَ: بَلَغَنِي أَنَّ الۡمِسۡوَرَ بۡنَ مَخۡرَمَةَ دَخَلَ عَلَى مَرۡوَانَ فَجَلَسَ مَعَهُ، وَحَادَثَهُ، فَقَالَ الۡمِسۡوَرُ لِمَرۡوَانَ فِي شَيۡءٍ سَمِعَهُ: بِئۡسَ مَا قُلۡتَ! فَرَكَضَهُ مَرۡوَانُ بِرِجۡلِهِ، فَخَرَجَ الۡمِسۡوَرُ. ثُمَّ إِنَّ مَرۡوَانَ نَامَ فَأُتِيَ فِي الۡمَنَامِ فَقِيلَ لَهُ: مَا لَكَ وَلِلۡمِسۡوَرِ! كُلٌّ يَعۡمَلُ عَلَى شَاكِلَتِهِ، فَرَبُّكُمۡ أَعۡلَمُ بِمَنۡ هُوَ أَهۡدَى سَبِيلًا قَالَ: فَأَرۡسَلَ مَرۡوَانُ إِلَى الۡمِسۡوَرِ، فَقَالَ: إِنِّي زُجِرۡتُ عَلَيۡكَ فِي الۡمَنَامِ، وَأَخۡبَرَهُ بِالَّذِي رَأَى. فَقَالَ الۡمِسۡوَرُ: لَقَدۡ نُهِيتَ عَنۡهُ فِي الۡيَقَظَةِ وَالنَّوۡمِ، وَمَا أَرَاكَ تَنۡتَهِي.

‘Urwah bin Az-Zubair, ‘Ali bin Al-Husain, dan ‘Ubaidullah bin ‘Abdullah bin ‘Utbah meriwayatkan hadis darinya. Karena keutamaan, ketaatan agama, dan kebaikan pandangannya, Al-Miswar sering didatangi oleh kaum Khawarij; mereka mengagungkannya dan memuliakan pendapatnya, padahal Allah telah membebaskannya dari paham mereka.

Ibnu Al-Qasim meriwayatkan dari Malik. Ia berkata: Telah sampai kepadaku bahwa Al-Miswar bin Makhramah masuk menemui Marwan, lalu duduk bersamanya dan berbincang-bincang dengannya. Al-Miswar berkata kepada Marwan mengenai sesuatu yang ia dengar, “Betapa buruk apa yang engkau katakan!”

Kemudian Marwan menendangnya dengan kakinya, lalu Al-Miswar keluar. Kemudian Marwan tidur dan didatangi dalam mimpi, lalu dikatakan kepadanya, “Ada apa antara engkau dan Al-Miswar! Setiap orang berbuat sesuai dengan keadaannya masing-masing. Maka Rab kalian lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya.”

Malik berkata: Lalu Marwan mengutus utusan kepada Al-Miswar dan berkata, “Sesungguhnya aku ditegur keras tentang dirimu di dalam mimpi,” lalu ia memberitahukan apa yang dilihatnya.

Al-Miswar berkata, “Sungguh engkau telah dilarang darinya saat terjaga maupun tidur, namun aku tidak melihatmu akan berhenti!”