٢٠ - بَابُ مَنۡ أَمَرَ غَيۡرَ الۡإِمَامِ بِإِقَامَةِ الۡحَدِّ غَائِبًا
عَنۡهُ
20. Bab Barang Siapa Memerintahkan Selain Imam untuk Menegakkan Hukuman
Pidana Tanpa Dihadiri olehnya
٦٨٣٥، ٦٨٣٦ - حَدَّثَنَا عَاصِمُ بۡنُ عَلِيٍّ: حَدَّثَنَا ابۡنُ أَبِي
ذِئۡبٍ، عَنِ الزُّهۡرِيِّ، عَنۡ عُبَيۡدِ اللهِ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ
وَزَيۡدِ بۡنِ خَالِدٍ: أَنَّ رَجُلًا مِنَ الۡأَعۡرَابِ جَاءَ إِلَى
النَّبِيِّ ﷺ وَهُوَ جَالِسٌ، فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ، اقۡضِ بِكِتَابِ
اللهِ، فَقَامَ خَصۡمُهُ فَقَالَ: صَدَقَ، اقۡضِ لَهُ يَا رَسُولَ اللهِ
بِكِتَابِ اللهِ، إِنَّ ابۡنِي كَانَ عَسِيفًا عَلَى هٰذَا فَزَنَى
بِامۡرَأَتِهِ، فَأَخۡبَرُونِي أَنَّ عَلَى ابۡنِي الرَّجۡمَ، فَافۡتَدَيۡتُ
بِمِائَةٍ مِنَ الۡغَنَمِ وَوَلِيدَةٍ، ثُمَّ سَأَلۡتُ أَهۡلَ الۡعِلۡمِ،
فَزَعَمُوا أَنَّ مَا عَلَى ابۡنِي جَلۡدُ مِائَةٍ وَتَغۡرِيبُ عَامٍ، فَقَالَ:
(وَالَّذِي نَفۡسِي بِيَدِهِ، لَأَقۡضِيَنَّ بَيۡنَكُمَا بِكِتَابِ اللهِ،
أَمَّا الۡغَنَمُ وَالۡوَلِيدَةُ فَرَدٌّ عَلَيۡكَ، وَعَلَى ابۡنِكَ جَلۡدُ
مِائَةٍ وَتَغۡرِيبُ عَامٍ، وَأَمَّا أَنۡتَ يَا أُنَيۡسُ، فَاغۡدُ عَلَى
امۡرَأَةِ هٰذَا فَارۡجُمۡهَا). فَغَدَا أُنَيۡسٌ فَرَجَمَهَا. [طرفه في:
٢٣١٤].
6835, 6836. ‘Ashim bin ‘Ali telah menceritakan kepada kami: Ibnu Abu Dzi`b
menceritakan kepada kami dari Az-Zuhri, dari ‘Ubaidullah, dari Abu Hurairah
dan
Zaid bin Khalid:
Seorang lelaki dari Arab Badui mendatangi Nabi—shallallahu ‘alaihi wa
sallam—ketika beliau sedang duduk, lalu berkata, “Wahai Rasulullah,
putuskanlah dengan Kitabullah.”
Lalu lawannya berdiri seraya berkata, “Ia benar, wahai Rasulullah, putuskanlah
untuknya dengan Kitabullah. Sesungguhnya anak lakiku tadinya adalah buruh yang
bekerja pada orang ini, lalu ia berzina dengan istrinya. Orang-orang
mengabarkan kepadaku bahwa anakku harus dirajam, maka aku menebusnya dengan
seratus ekor kambing dan seorang budak wanita. Kemudian aku bertanya kepada
para ahli ilmu, lalu mereka menyatakan bahwa kewajiban atas anakku hanyalah
dicambuk seratus kali dan diasingkan selama satu tahun.”
Beliau bersabda, “Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh aku
benar-benar akan memutuskan perkara di antara kalian berdua dengan Kitabullah.
Adapun kambing dan budak wanita tersebut dikembalikan kepadamu, dan atas
anakmu hukuman cambuk seratus kali serta pengasingan selama satu tahun. Dan
adapun engkau wahai
Unais, pergilah besok pagi kepada istri orang ini, lalu rajamlah ia.”
Unais pun pergi kepada wanita itu besok harinya lalu merajamnya.