Cari Blog Ini

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2465

٢٢ - بَابُ أَفۡنِيَةِ الدُّورِ وَالۡجُلُوسِ فِيهَا وَالۡجُلُوسِ عَلَى الصُّعُدَاتِ
22. Bab Halaman Rumah, Duduk di Situ, dan Duduk di Pinggir Jalan


وَقَالَتۡ عَائِشَةُ: فَابۡتَنَى أَبُو بَكۡرٍ مَسۡجِدًا بِفِنَاءِ دَارِهِ، يُصَلِّي فِيهِ وَيَقۡرَأُ الۡقُرۡآنَ، فَيَتَقَصَّفُ عَلَيۡهِ نِسَاءُ الۡمُشۡرِكِينَ وَأَبۡنَاؤُهُمۡ يَعۡجَبُونَ مِنۡهُ، وَالنَّبِيُّ ﷺ يَوۡمَئِذٍ بِمَكَّةَ.

‘Aisyah berkata: Abu Bakr membangun sebuah masjid di halaman rumahnya, ia salat di dalamnya dan membaca Al-Qur’an. Maka perempuan-perempuan kaum musyrik dan anak-anak mereka mengerumuninya, kagum kepadanya, sedangkan Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—pada waktu itu berada di Makkah.

٢٤٦٥ - حَدَّثَنَا مُعَاذُ بۡنُ فَضَالَةَ: حَدَّثَنَا أَبُو عُمَرَ حَفۡصُ بۡنُ مَيۡسَرَةَ، عَنۡ زَيۡدِ بۡنِ أَسۡلَمَ، عَنۡ عَطَاءِ بۡنِ يَسَارٍ، عَنۡ أَبِي سَعِيدٍ الۡخُدۡرِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: (إِيَّاكُمۡ وَالۡجُلُوسَ عَلَى الطُّرُقَاتِ). فَقَالُوا: مَا لَنَا بُدٌّ، إِنَّمَا هِيَ مَجَالِسُنَا نَتَحَدَّثُ فِيهَا. قَالَ: (فَإِذَا أَبَيۡتُمۡ إِلَّا الۡمَجَالِسَ، فَأَعۡطُوا الطَّرِيقَ حَقَّهَا). قَالُوا: وَمَا حَقُّ الطَّرِيقِ؟ قَالَ: (غَضُّ الۡبَصَرِ، وَكَفُّ الۡأَذَى، وَرَدُّ السَّلَامِ، وَأَمۡرٌ بِالۡمَعۡرُوفِ، وَنَهۡيٌ عَنِ الۡمُنۡكَرِ). [الحديث ٢٤٦٥ - طرفه في: ٦٢٢٩].

2465. Mu’adz bin Fadhalah telah menceritakan kepada kami: Abu ‘Umar Hafsh bin Maisarah menceritakan kepada kami dari Zaid bin Aslam, dari ‘Atha` bin Yasar, dari Abu Sa’id Al-Khudri—radhiyallahu ‘anhu—, dari Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—.

Beliau bersabda, “Jauhilah oleh kalian duduk-duduk di pinggir jalan.”

Mereka bertanya, “Kami tidak memiliki pilihan lain, itu adalah tempat-tempat majelis kami yang biasa kami jadikan tempat berbincang-bincang.”

Beliau bersabda, “Jika kalian enggan selain tetap harus duduk-duduk, maka berikanlah hak jalan tersebut.”

Mereka bertanya, “Apa hak jalan itu?”

Beliau menjawab, “Menundukkan pandangan, menahan diri dari menyakiti, menjawab salam, amar makruf nahi mungkar.”