Cari Blog Ini

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 3094

٣٠٩٤ - حَدَّثَنَا إِسۡحَاقُ بۡنُ مُحَمَّدٍ الۡفَرۡوِيُّ: حَدَّثَنَا مَالِكُ بۡنُ أَنَسٍ، عَنِ ابۡنِ شِهَابٍ، عَنۡ مَالِكِ بۡنِ أَوۡسِ بۡنِ الۡحَدَثَانِ، وَكَانَ مُحَمَّدُ بۡنُ جُبَيۡرٍ ذَكَرَ لِي ذِكۡرًا مِنۡ حَدِيثِهِ ذٰلِكَ، فَانۡطَلَقۡتُ حَتَّى أَدۡخُلَ عَلَى مَالِكِ بۡنِ أَوۡسٍ، فَسَأَلۡتُهُ عَنۡ ذٰلِكَ الۡحَدِيثِ، فَقَالَ مَالِكٌ: بَيۡنَا أَنَا جَالِسٌ فِي أَهۡلِي حِينَ مَتَعَ النَّهَارُ، إِذَا رَسُولُ عُمَرَ بۡنِ الۡخَطَّابِ يَأۡتِينِي، فَقَالَ: أَجِبۡ أَمِيرَ الۡمُؤۡمِنِينَ، فَانۡطَلَقۡتُ مَعَهُ حَتَّى أَدۡخُلَ عَلَى عُمَرَ، فَإِذَا هُوَ جَالِسٌ عَلَى رِمَالِ سَرِيرٍ، لَيۡسَ بَيۡنَهُ وَبَيۡنَهُ فِرَاشٌ مُتَّكِىءٌ عَلَى وِسَادَةٍ مِنۡ أَدَمٍ، فَسَلَّمۡتُ عَلَيۡهِ ثُمَّ جَلَسۡتُ،

3094. Ishaq bin Muhammad Al-Farwi telah menceritakan kepada kami: Malik bin Anas menceritakan kepada kami dari Ibnu Syihab, dari Malik bin Aus bin Al-Hadatsan. Ibnu Syihab berkata: Muhammad bin Jubair pernah menyebutkan sebagian hadisnya kepadaku. Lalu aku pergi hingga masuk ke tempat Malik bin Aus untuk menanyakan hadis tersebut. Malik berkata:

Suatu hari ketika aku sedang duduk bersama keluargaku di siang hari yang panas, tiba-tiba ada utusan ‘Umar bin Al-Khaththab mendatangiku. Dia berkata, “Penuhilah panggilan amirulmukminin!”

Aku pergi bersamanya sampai aku masuk ke tempat ‘Umar. Saat itu beliau sedang duduk di atas tempat tidur dari tenunan pelepah pohon kurma. Tidak ada kasur antar beliau dengan tempat tidur. Beliau sedang duduk bersandar pada sebuah bantal dari kulit. Aku mengucapkan salam kepada beliau kemudian duduk.

فَقَالَ: يَا مَالِ، إِنَّهُ قَدِمَ عَلَيۡنَا مِنۡ قَوۡمِكَ أَهۡلُ أَبۡيَاتٍ، وَقَدۡ أَمَرۡتُ فِيهِمۡ بِرَضۡخٍ، فَاقۡبِضۡهُ فَاقۡسِمۡهُ بَيۡنَهُمۡ، فَقُلۡتُ: يَا أَمِيرَ الۡمُؤۡمِنِينَ لَوۡ أَمَرۡتَ بِهِ غَيۡرِي، قَالَ: اقۡبِضۡهُ أَيُّهَا الۡمَرۡءُ، فَبَيۡنَا أَنَا جَالِسٌ عِنۡدَهُ أَتَاهُ حَاجِبُهُ يَرۡفَأُ، فَقَالَ: هَلۡ لَكَ فِي عُثۡمَانَ وَعَبۡدِ الرَّحۡمٰنِ بۡنِ عَوۡفٍ وَالزُّبَيۡرِ وَسَعۡدِ بۡنِ أَبِي وَقَّاصٍ يَسۡتَأۡذِنُونَ؟ قَالَ: نَعَمۡ، فَأَذِنَ لَهُمۡ فَدَخَلُوا فَسَلَّمُوا وَجَلَسُوا، ثُمَّ جَلَسَ يَرۡفَأُ يَسِيرًا، ثُمَّ قَالَ: هَلۡ لَكَ فِي عَلِيٍّ وَعَبَّاسٍ؟ قَالَ: نَعَمۡ، فَأَذِنَ لَهُمَا فَدَخَلَا فَسَلَّمَا فَجَلَسَا،

‘Umar berkata, “Wahai Malik, sesungguhnya ada beberapa penduduk dari kaummu datang kepada kami dan aku telah memerintahkan untuk memberikan sedikit pemberian untuk mereka. Peganglah pemberian itu dan bagikanlah kepada mereka!”

Aku berkata, “Wahai amirulmukminin, andai saja engkau memerintahkan orang selain aku.”

‘Umar berkata, “Peganglah!”

Ketika aku sedang duduk di dekatnya, Yarfa`, penjaga pintu beliau, mendatangi beliau seraya berkata, “Apakah engkau mengizinkan ‘Utsman, ‘Abdurrahman bin ‘Auf, Az-Zubair, dan Sa’d bin Abu Waqqash masuk?”

‘Umar berkata, “Iya.” ‘Umar mengizinkan, lalu mereka masuk, mengucapkan salam, dan duduk.

Yarfa` duduk sebentar kemudian berkata, “Apakah engkau mengizinkan ‘Ali dan ‘Abbas masuk?”

‘Umar berkata, “Iya.” ‘Umar mengizinkan, lalu mereka berdua masuk, mengucapkan salam, dan duduk.

فَقَالَ عَبَّاسٌ: يَا أَمِيرَ الۡمُؤۡمِنِينَ اقۡضِ بَيۡنِي، وَبَيۡنَ هٰذَا، وَهُمَا يَخۡتَصِمَانِ فِيمَا أَفَاءَ اللهُ عَلَى رَسُولِهِ ﷺ مِنۡ بَنِي النَّضِيرِ، فَقَالَ الرَّهۡطُ، عُثۡمَانُ وَأَصۡحَابُهُ: يَا أَمِيرَ الۡمُؤۡمِنِينَ اقۡضِ بَيۡنَهُمَا، وَأَرِحۡ أَحَدَهُمَا مِنَ الۡآخَرِ، قَالَ عُمَرُ: تَيۡدَكُمۡ، أَنۡشُدُكُمۡ بِاللهِ الَّذِي بِإِذۡنِهِ تَقُومُ السَّمَاءُ وَالۡأَرۡضُ، هَلۡ تَعۡلَمُونَ أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ: (لَا نُورَثُ مَا تَرَكۡنَا صَدَقَةٌ) يُرِيدُ رَسُولُ اللهِ ﷺ نَفۡسَهُ؟ قَالَ الرَّهۡطُ: قَدۡ قَالَ ذٰلِكَ،

‘Abbas berkata, “Wahai amirulmukminin, putuskanlah perkara antara aku dengan orang ini (‘Ali)!”

Keduanya sedang berdebat dalam masalah harta fai yang Allah berikan kepada Rasul-Nya—shallallahu ‘alaihi wa sallam—dari bani Nadhir. Rombongan ‘Utsman berkata, “Wahai amirulmukminin, putuskanlah perkara mereka berdua dan jadikanlah salah seorang dari mereka merasa tenang dari yang lain!”

‘Umar berkata, “Sabarlah! Aku tanya kalian, demi Allah yang langit dan bumi ini tegak dengan izin-Nya, apakah kalian mengetahui bahwa Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, ‘Harta kami tidak diwarisi. Segala yang kami tinggalkan adalah sedekah,’ yang beliau maksudkan adalah Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—sendiri?”

Rombongan ‘Utsman berkata, “Rasulullah telah mengatakan hal itu.”

فَأَقۡبَلَ عُمَرُ عَلَى عَلِيٍّ وَعَبَّاسٍ، فَقَالَ: أَنۡشُدُكُمَا اللهَ، أَتَعۡلَمَانِ أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَدۡ قَالَ ذٰلِكَ؟ قَالَا: قَدۡ قَالَ ذٰلِكَ، قَالَ عُمَرُ: فَإِنِّي أُحَدِّثُكُمۡ عَنۡ هٰذَا الۡأَمۡرِ، إِنَّ اللهَ قَدۡ خَصَّ رَسُولَهُ ﷺ فِي هٰذَا الۡفَيۡءِ بِشَىۡءٍ لَمۡ يُعۡطِهِ أَحَدًا غَيۡرَهُ، ثُمَّ قَرَأَ: ﴿وَمَا أَفَاءَ اللهُ عَلَى رَسُولِهِ مِنۡهُمۡ﴾ إِلَى قَوۡلِهِ: ﴿قَدِيرٌ﴾ [الحشر: ٦]. فَكَانَتۡ هٰذِهِ خَالِصَةً لِرَسُولِ اللهِ ﷺ، وَاللهِ مَا احۡتَازَهَا دُونَكُمۡ، وَلَا اسۡتَأۡثَرَ بِهَا عَلَيۡكُمۡ، قَدۡ أَعۡطَاكُمُوهُ وَبَثَّهَا فِيكُمۡ، حَتَّى بَقِيَ مِنۡهَا هٰذَا الۡمَالُ، فَكَانَ رَسُولُ اللهِ ﷺ يُنۡفِقُ عَلَى أَهۡلِهِ نَفَقَةَ سَنَتِهِمۡ مِنۡ هٰذَا الۡمَالِ، ثُمَّ يَأۡخُذُ مَا بَقِيَ فَيَجۡعَلُهُ مَجۡعَلَ مَالِ اللهِ، فَعَمِلَ رَسُولُ اللهِ ﷺ بِذٰلِكَ حَيَاتَهُ، أَنۡشُدُكُمۡ بِاللهِ هَلۡ تَعۡلَمُونَ ذٰلِكَ؟ قَالُوا نَعَمۡ:

Lalu ‘Umar menghadap ke ‘Ali dan ‘Abbas dan berkata, “Aku bertanya kepada kalian berdua, demi Allah, apakah kalian mengetahui bahwa Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—mengucapkan hal itu?”

Keduanya menjawab, “Beliau telah mengucapkannya.”

‘Umar berkata:

Sesungguhnya aku akan menceritakan tentang urusan ini kepada kalian. Sesungguhnya Allah telah mengkhususkan Rasul-Nya—shallallahu ‘alaihi wa sallam—dalam harta fai ini—dengan suatu kekhususan yang tidak Allah berikan kepada seorang pun selain beliau. Kemudian ‘Umar membaca ayat, “Harta fai apapun yang Allah berikan kepada Rasul-Nya dari mereka,” sampai firman Allah, “Maha Kuasa.” (QS. Al-Hasyr: 6). Sehingga harta ini khusus untuk Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—.

Demi Allah, beliau tidak mengumpulkannya dan tidak menguasainya untuk pribadi beliau. Beliau telah memberikannya kepada kalian dan membagi-bagikannya kepada kalian sampai hanya tersisa harta ini. Dahulu Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—biasa memberi nafkah tahunan keluarganya dari harta ini, kemudian beliau mengambil sisanya dan menyalurkannya di jalan Allah. Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—mengelola harta itu (dengan cara demikian) di masa hidupnya.

Aku bertanya kepada kalian, demi Allah, apakah kalian mengetahui hal itu?

Mereka menjawab, “Iya.”

ثُمَّ قَالَ لِعَلِيٍّ وَعَبَّاسٍ: أَنۡشُدُكُمَا بِاللهِ هَلۡ تَعۡلَمَانِ ذٰلِكَ؟ قَالَ عُمَرُ: ثُمَّ تَوَفَّى اللهُ نَبِيَّهُ ﷺ، فَقَالَ أَبُو بَكۡرٍ: أَنَا وَلِيُّ رَسُولِ اللهِ ﷺ، فَقَبَضَهَا أَبُو بَكۡرٍ، فَعَمِلَ فِيهَا بِمَا عَمِلَ رَسُولُ اللهِ ﷺ، وَاللهُ يَعۡلَمُ إِنَّهُ فِيهَا لَصَادِقٌ بَارٌّ رَاشِدٌ تَابِعٌ لِلۡحَقِّ،

Kemudian ‘Umar bertanya kepada ‘Ali dan ‘Abbas, “Aku bertanya kepada kalian berdua, demi Allah, apakah kalian berdua mengetahui hal itu?”

‘Umar berkata:

Kemudian Allah mewafatkan Nabi-Nya—shallallahu ‘alaihi wa sallam—, lalu Abu Bakr berkata, “Aku yang mengurus urusan Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—.”

Lalu Abu Bakr memegang urusan harta fai tersebut dan mengelolanya dengan cara yang telah dilakukan oleh Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—. Allah mengetahui bahwa Abu Bakr benar-benar jujur, baik, tepat, dan mengikuti kebenaran dalam kepengurusannya.

ثُمَّ تَوَفَّى اللهُ أَبَا بَكۡرٍ، فَكُنۡتُ أَنَا وَلِيَّ أَبِي بَكۡرٍ، فَقَبَضۡتُهَا سَنَتَيۡنِ مِنۡ إِمَارَتِي، أَعۡمَلُ فِيهَا بِمَا عَمِلَ رَسُولُ اللهِ ﷺ وَمَا عَمِلَ فِيهَا أَبُو بَكۡرٍ، وَاللهُ يَعۡلَمُ إِنِّي فِيهَا لَصَادِقٌ بَارٌّ رَاشِدٌ تَابِعٌ لِلۡحَقِّ، ثُمَّ جِئۡتُمَانِي تُكَلِّمَانِي، وَكَلِمَتُكُمَا وَاحِدَةٌ، وَأَمۡرُكُمَا وَاحِدٌ، جِئۡتَنِي يَا عَبَّاسُ تَسۡأَلُنِي نَصِيبَكَ مِنِ ابۡنِ أَخِيكَ، وَجَاءَنِي هٰذَا - يُرِيدُ عَلِيًّا - يُرِيدُ نَصِيبَ امۡرَأَتِهِ مِنۡ أَبِيهَا، فَقُلۡتُ لَكُمَا: إِنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ: (لَا نُورَثُ مَا تَرَكۡنَا صَدَقَةٌ).

Kemudian Allah mewafatkan Abu Bakr, lalu aku yang melanjutkan tugas Abu Bakr. Aku memegang urusan harta fai tersebut itu selama dua tahun kepemimpinanku. Aku mengelolanya dengan cara yang dilakukan oleh Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—dan Abu Bakr. Allah mengetahui bahwa aku benar-benar berusaha jujur, baik, tepat, dan mengikuti kebenaran dalam pengelolaannya.

Kemudian kalian berdua datang dan berbicara kepadaku. Ucapan kalian dan masalah kalian sama. Wahai ‘Abbas, engkau mendatangiku untuk meminta bagianmu dari sepupumu. Sementara orang ini—yakni ‘Ali—menginginkan bagian istrinya dari ayahnya. Maka, aku katakan kepada kalian berdua bahwa Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Harta kami tidak diwarisi. Semua yang kami tinggalkan adalah sedekah.”

فَلَمَّا بَدَا لِي أَنۡ أَدۡفَعَهُ إِلَيۡكُمَا، قُلۡتُ: إِنۡ شِئۡتُمَا دَفَعۡتُهَا إِلَيۡكُمَا، عَلَى أَنَّ عَلَيۡكُمَا عَهۡدَ اللهِ وَمِيثَاقَهُ: لَتَعۡمَلَانِ فِيهَا بِمَا عَمِلَ فِيهَا رَسُولُ اللهِ ﷺ، وَبِمَا عَمِلَ فِيهَا أَبُو بَكۡرٍ، وَبِمَا عَمِلۡتُ فِيهَا مُنۡذُ وَلِيتُهَا، فَقُلۡتُمَا: ادۡفَعۡهَا إِلَيۡنَا، فَبِذٰلِكَ دَفَعۡتُهَا إِلَيۡكُمَا، فَأَنۡشُدُكُمۡ بِاللهِ هَلۡ دَفَعۡتُهَا إِلَيۡهِمَا بِذٰلِكَ؟ قَالَ الرَّهۡطُ: نَعَمۡ، ثُمَّ أَقۡبَلَ عَلَى عَلِيٍّ وَعَبَّاسٍ، فَقَالَ: أَنۡشُدُكُمَا بِاللهِ، هَلۡ دَفَعۡتُهَا إِلَيۡكُمَا بِذٰلِكَ؟ قَالَا: نَعَمۡ، قَالَ: فَتَلۡتَمِسَانِ مِنِّي قَضَاءً غَيۡرَ ذٰلِكَ، فَوَاللهِ الَّذِي بِإِذۡنِهِ تَقُومُ السَّمَاءُ وَالۡأَرۡضُ لَا أَقۡضِي فِيهَا قَضَاءً غَيۡرَ ذٰلِكَ، فَإِنۡ عَجَزۡتُمَا عَنۡهَا فَادۡفَعَاهَا إِلَيَّ، فَإِنِّي أَكۡفِيكُمَاهَا. [طرفه في: ٢٩٠٤].

Ketika terpikirkan olehku untuk menyerahkannya kepada kalian berdua, aku katakan, ‘Jika kalian ingin, aku akan serahkan kepada kalian dengan syarat kalian harus memenuhi perjanjian Allah. Yaitu kalian harus mengelolanya dengan cara Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—, Abu Bakr, dan caraku sejak aku mengurusinya.’ Lalu kalian berdua katakan, ‘Serahkan itu kepada kami!’ Maka dengan itu, aku menyerahkannya kepada kalian berdua.

Aku bertanya kepada kalian, demi Allah, apakah aku telah menyerahkannya kepada mereka berdua?

Rombongan ‘Utsman berkata, “Ya.”

Kemudian ‘Umar menghadap ke ‘Ali dan ‘Abbas seraya berkata, “Aku bertanya kepada kalian berdua, demi Allah, apakah aku telah menyerahkannya kepada kalian berdua?”

Keduanya berkata, “Ya.”

‘Umar berkata, “Lalu kalian berdua meminta dariku ketetapan selain itu. Demi Allah, yang langit dan bumi tegak dengan izin-Nya, aku tidak memutuskan ketetapan selain itu. Jika kalian tidak mampu melaksankan keputusan tersebut, serahkan kembali kepadaku, karena aku akan mencukupi kalian berdua dari tugas mengurusinya.”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 3984 dan 3985

١٠ – بَابٌ
10. Bab


٣٩٨٤ - حَدَّثَنِي عَبۡدُ اللهِ بۡنُ مُحَمَّدٍ الۡجُعۡفِيُّ: حَدَّثَنَا أَبُو أَحۡمَدَ الزُّبَيۡرِيُّ: حَدَّثَنَا عَبۡدُ الرَّحۡمٰنِ ابۡنُ الۡغَسِيلِ، عَنۡ حَمۡزَةَ بۡنِ أَبِي أُسَيۡدٍ، وَالزُّبَيۡرِ بۡنِ الۡمُنۡذِرِ بۡنِ أَبِي أُسَيۡدٍ، عَنۡ أَبِي أُسَيۡدٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ قَالَ: قَالَ لَنَا رَسُولُ اللهِ ﷺ يَوۡمَ بَدۡرٍ: (إِذَا أَكۡثَبُوكُمۡ فَارۡمُوهُمۡ، وَاسۡتَبۡقُوا نَبۡلَكُمۡ). [طرفه في: ٢٩٠٠].

3984. ‘Abdullah bin Muhammad Al-Ju’fi telah menceritakan kepadaku: Abu Ahmad Az-Zubairi menceritakan kepada kami: ‘Abdurrahman bin Al-Ghasil menceritakan kepada kami dari Hamzah bin Abu Usaid dan Az-Zubair bin Al-Mundzir bin Abu Usaid, dari Abu Usaid—radhiyallahu ‘anhu—. Beliau mengatakan: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—berkata kepada kami pada hari perang Badr, “Jika mereka telah mendekati kalian, panahilah mereka dan hematlah anak panah kalian.”

٣٩٨٥ - حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بۡنُ عَبۡدِ الرَّحِيمِ: حَدَّثَنَا أَبُو أَحۡمَدَ الزُّبَيۡرِيُّ: حَدَّثَنَا عَبۡدُ الرَّحۡمٰنِ ابۡنُ الۡغَسِيلِ، عَنۡ حَمۡزَةَ بۡنِ أَبِي أُسَيۡدٍ وَالۡمُنۡذِرِ بۡنِ أَبِي أُسَيۡدٍ، عَنۡ أَبِي أُسَيۡدٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ قَالَ: قَالَ لَنَا رَسُولُ اللهِ ﷺ يَوۡمَ بَدۡرٍ: (إِذَا أَكۡثَبُوكُمۡ - يَعۡنِي كَثَرُوكُمۡ - فَارۡمُوهُمۡ، وَاسۡتَبۡقُوا نَبۡلَكُمۡ). [طرفه في: ٢٩٠٠].

3985. Muhammad bin ‘Abdurrahim telah menceritakan kepadaku: Abu Ahmad Az-Zubairi menceritakan kepada kami: ‘Abdurrahman bin Al-Ghasil menceritakan kepada kami dari Hamzah bin Abu Usaid dan Al-Mundzir bin Abu Usaid, dari Abu Usaid—radhiyallahu ‘anhu—. Beliau mengatakan: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—berkata kepada kami pada hari perang Badr, “Apabila sudah banyak dari mereka yang mendekati kalian, panahilah mereka dan tahanlah anak panah kalian sampai waktu yang dibutuhkan tiba.”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 7371 dan 7372

١ – بَابُ مَا جَاءَ فِي دُعَاءِ النَّبِيِّ ﷺ أُمَّتَهُ إِلَى تَوۡحِيدِ اللهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى
1. Bab riwayat tentang dakwah Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—kepada umatnya untuk menauhidkan Allah—tabaraka wa ta’ala


٧٣٧١ - حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ: حَدَّثَنَا زَكَرِيَّاءُ بۡنُ إِسۡحَاقَ عَنۡ يَحۡيَى بۡنِ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ صَيۡفِيٍّ، عَنۡ أَبِي مَعۡبَدٍ، عَنِ ابۡنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا: أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ بَعَثَ مُعَاذًا إِلَى الۡيَمَنِ. [طرفه في: ١٣٩٥].

7371. Abu ‘Ashim telah menceritakan kepada kami: Zakariyya` bin Ishaq menceritakan kepada kami dari Yahya bin ‘Abdullah bin Shaifi, dari Abu Ma’bad, dari Ibnu ‘Abbas—radhiyallahu ‘anhuma—: Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—mengutus Mu’adz ke Yaman.

٧٣٧٢ - وَحَدَّثَنِي عَبۡدُ اللهِ بۡنُ أَبِي الۡأَسۡوَدِ: حَدَّثَنَا الۡفَضۡلُ بۡنُ الۡعَلَاءِ: حَدَّثَنَا إِسۡمَاعِيلُ بۡنُ أُمَيَّةَ، عَنۡ يَحۡيَى بۡنِ مُحَمَّدِ بۡنِ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ صَيۡفِيٍّ: أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا مَعۡبَدٍ مَوۡلَى ابۡنِ عَبَّاسٍ، يَقُولُ: سَمِعۡتُ ابۡنَ عَبَّاسٍ يَقُولُ: لَمَّا بَعَثَ النَّبِيُّ ﷺ مُعَاذًا نَحۡوَ الۡيَمَنِ، قَالَ لَهُ: (إِنَّكَ تَقۡدَمُ عَلَى قَوۡمٍ مِنۡ أَهۡلِ الۡكِتَابِ، فَلۡيَكُنۡ أَوَّلَ مَا تَدۡعُوهُمۡ إِلَى أَنۡ يُوَحِّدُوا اللهَ تَعَالَى، فَإِذَا عَرَفُوا ذٰلِكَ، فَأَخۡبِرۡهُمۡ أَنَّ اللهَ فَرَضَ عَلَيۡهِمۡ خَمۡسَ صَلَوَاتٍ فِي يَوۡمِهِمۡ وَلَيۡلَتِهِمۡ، فَإِذَا صَلُّوا، فَأَخۡبِرۡهُمۡ أَنَّ اللهَ افۡتَرَضَ عَلَيۡهِمۡ زَكَاةً فِي أَمۡوَالِهِمۡ، تُؤۡخَذُ مِنۡ غَنِيِّهِمۡ فَتُرَدُّ عَلَى فَقِيرِهِمۡ، فَإِذَا أَقَرُّوا بِذٰلِكَ فَخُذۡ مِنۡهُمۡ، وَتَوَقَّ كَرَائِمَ أَمۡوَالِ النَّاسِ). [طرفه في: ١٣٩٥].

7372. ‘Abdullah bin Abu Al-Aswad telah menceritakan kepada kami: Al-Fadhl bin Al-‘Ala` menceritakan kepada kami: Isma’il bin Umayyah menceritakan kepada kami dari Yahya bin Muhammad bin ‘Abdullah bin Shaifi: Beliau mendengar Abu Ma’bad maula Ibnu ‘Abbas berkata: Aku mendengar Ibnu ‘Abbas mengatakan:

Ketika Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—mengutus Mu’adz ke Yaman, beliau berpesan kepadanya, “Sesungguhnya engkau akan mendatangi orang-orang dari kalangan ahli kitab. Jadikanlah hal pertama yang engkau ajak mereka adalah agar mereka menauhidkan Allah taala. Apabila mereka telah mengetahuinya, beritahukan kepada mereka bahwa Allah mewajibkan salat lima waktu kepada mereka dalam sehari semalam. Apabila mereka sudah melakukan salat, beritahu mereka bahwa Allah mewajibkan zakat pada harta mereka yang diambil dari orang kaya dan diserahkan kepada orang fakir. Apabila mereka mengakuinya, ambillah harta dari mereka dan tahanlah dari mengambil harta berharga manusia.”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 6438, 6439, dan 6440

٦٤٣٨ - حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيۡمٍ: حَدَّثَنَا عَبۡدُ الرَّحۡمٰنِ بۡنُ سُلَيۡمَانَ ابۡنِ الۡغَسِيلِ، عَنۡ عَبَّاسِ بۡنِ سَهۡلِ بۡنِ سَعۡدٍ قَالَ: سَمِعۡتُ ابۡنَ الزُّبَيۡرِ عَلَى الۡمِنۡبَرِ بِمَكَّةَ فِي خُطۡبَتِهِ يَقُولُ: يَا أَيُّهَا النَّاسُ، إِنَّ النَّبِيَّ ﷺ كَانَ يَقُولُ: (لَوۡ أَنَّ ابۡنَ آدَمَ أُعۡطِيَ وَادِيًا مَلۡأً مِنۡ ذَهَبٍ أَحَبَّ إِلَيۡهِ ثَانِيًا، وَلَوۡ أُعۡطِيَ ثَانِيًا أَحَبَّ إِلَيۡهِ ثَالِثًا، وَلَا يَسُدُّ جَوۡفَ ابۡنِ آدَمَ إِلَّا التُّرَابُ، وَيَتُوبُ اللهُ عَلَى مَنۡ تَابَ).

6438. Abu Nu’aim telah menceritakan kepada kami: ‘Abdurrahman bin Sulaiman bin Al-Ghasil menceritakan kepada kami dari ‘Abbas bin Sahl bin Sa’d. Beliau berkata: Aku mendengar Ibnu Az-Zubair berkata di atas mimbar di Makkah dalam khotbahnya: Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—pernah bersabda, “Andai manusia diberi satu lembah penuh emas, dia suka untuk diberi yang kedua. Andai dia diberi yang kedua, dia suka untuk diberi yang ketiga. Tidak ada yang bisa menyumpal rongga tubuh manusia kecuali tanah dan Allah menerima tobat orang yang bertobat.”

٦٤٣٩ - حَدَّثَنَا عَبۡدُ الۡعَزِيزِ بۡنُ عَبۡدِ اللهِ: حَدَّثَنَا إِبۡرَاهِيمُ بۡنُ سَعۡدٍ، عَنۡ صَالِحٍ، عَنِ ابۡنِ شِهَابٍ قَالَ: أَخۡبَرَنِي أَنَسُ بۡنُ مَالِكٍ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ: (لَوۡ أَنَّ لِابۡنِ آدَمَ وَادِيًا مِنۡ ذَهَبٍ أَحَبَّ أَنۡ يَكُونَ لَهُ وَادِيَانِ، وَلَنۡ يَمۡلَأَ فَاهُ إِلَّا التُّرَابُ، وَيَتُوبُ اللهُ عَلَى مَنۡ تَابَ).

6439. ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah telah menceritakan kepada kami: Ibrahim bin Sa’d menceritakan kepada kami dari Shalih, dari Ibnu Syihab. Beliau berkata: Anas bin Malik mengabarkan kepadaku: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Andai ibnu Adam memiliki satu lembah emas, dia suka untuk memiliki dua lembah. Tidak akan ada yang bisa memenuhi mulutnya kecuali tanah dan Allah menerima tobat orang yang bertobat.”

٦٤٤٠ - وَقَالَ لَنَا أَبُو الۡوَلِيدِ: حَدَّثَنَا حَمَّادُ بۡنُ سَلَمَةَ، عَنۡ ثَابِتٍ، عَنۡ أَنَسٍ، عَنۡ أُبَىٍّ قَالَ: كُنَّا نَرَى هٰذَا مِنَ الۡقُرۡآنِ حَتَّى نَزَلَتۡ: ﴿أَلۡهَاكُمُ التَّكَاثُرُ﴾.

6440. Abu Al-Walid berkata kepada kami: Hammad bin Salamah menceritakan kepada kami dari Tsabit, dari Anas, dari Ubay. Beliau berkata: Dahulu kami berpandangan bahwa ucapan tersebut termasuk Alquran sampai surah At-Takatsur turun.

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 3507

٤ - بَابُ نِسۡبَةِ الۡيَمَنِ إِلَى إِسۡمَاعِيلَ
4. Bab nisbah pribumi Yaman kepada Nabi Isma’il


مِنۡهُمۡ: أَسۡلَمُ بۡنُ أَفۡصَى بۡنِ حَارِثَةَ بۡنِ عَمۡرِو بۡنِ عَامِرٍ، مِنۡ خُزَاعَةَ.

Di antara mereka adalah Aslam bin Afsha bin Haritsah bin ‘Amr bin ‘Amir dari Khuza’ah.

٣٥٠٧ - حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ: حَدَّثَنَا يَحۡيَى، عَنۡ يَزِيدَ بۡنِ أَبِي عُبَيۡدٍ: حَدَّثَنَا سَلَمَةُ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ قَالَ: خَرَجَ رَسُولُ اللهِ ﷺ عَلَى قَوۡمٍ مِنۡ أَسۡلَمَ يَتَنَاضَلُونَ بِالسُّوقِ، فَقَالَ: (ارۡمُوا بَنِي إِسۡمَاعِيلَ، فَإِنَّ أَبَاكُمۡ كَانَ رَامِيًا، وَأَنَا مَعَ بَنِي فُلَانٍ). لِأَحَدِ الۡفَرِيقَيۡنِ، فَأَمۡسَكُوا بِأَيۡدِيهِمۡ، فَقَالَ: (مَا لَهُمۡ؟) قَالُوا: وَكَيۡفَ نَرۡمِي وَأَنۡتَ مَعَ بَنِي فُلَانٍ؟ قَالَ: (ارۡمُوا وَأَنَا مَعَكُمۡ كُلِّكُمۡ). [طرفه في: ٢٨٩٩].

3507. Musaddad telah menceritakan kepada kami: Yahya menceritakan kepada kami dari Yazid bin Abu ‘Ubaid: Salamah—radhiyallahu ‘anhu—menceritakan kepada kami. Beliau berkata:

Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—keluar menemui orang-orang dari Aslam yang sedang berlomba memanah di pasar. Beliau bersabda kepada salah satu, “Memanahlah kalian wahai bani Isma’il! Karena ayah kalian dahulu adalah seorang pemanah. Aku bersama bani Polan,” kepada salah satu pihak.

Mereka berhenti memanah. Rasulullah bertanya, “Ada apa dengan mereka?”

Mereka menjawab, “Bagaimana kami akan memanah sementara engkau bersama bani Polan?”

Rasulullah bersabda, “Memanahlah kalian! Aku bersama kalian semua.”