Cari Blog Ini

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2445

٥ - بَابُ نَصۡرِ الۡمَظۡلُومِ
5. Bab Menolong Orang yang Dizalimi


٢٤٤٥ - حَدَّثَنَا سَعِيدُ بۡنُ الرَّبِيعِ: حَدَّثَنَا شُعۡبَةُ، عَنِ الۡأَشۡعَثِ بۡنِ سُلَيۡمٍ قَالَ: سَمِعۡتُ مُعَاوِيَةَ بۡنَ سُوَيۡدٍ: سَمِعۡتُ الۡبَرَاءَ بۡنَ عَازِبٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا قَالَ: أَمَرَنَا النَّبِيُّ ﷺ بِسَبۡعٍ، وَنَهَانَا عَنۡ سَبۡعٍ، فَذَكَرَ: عِيَادَةَ الۡمَرِيضِ، وَاتِّبَاعَ الۡجَنَائِزِ، وَتَشۡمِيتَ الۡعَاطِسِ، وَرَدَّ السَّلَامِ، وَنَصۡرَ الۡمَظۡلُومِ، وَإِجَابَةَ الدَّاعِي، وَإِبۡرَارَ الۡمُقۡسِمِ. [طرفه في: ١٢٣٩].

2445. Sa’id bin Ar-Rabi’ telah menceritakan kepada kami: Syu’bah menceritakan kepada kami dari Al-Asy’ats bin Sulaim. Beliau berkata: Aku mendengar Mu’awiyah bin Suwaid: Aku mendengar Al-Bara` bin ‘Azib—radhiyallahu ‘anhuma—. Beliau mengatakan: Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—memerintahkan tujuh hal kepada kami dan melarang kami dari tujuh hal. Lalu beliau menyebutkan (perkara yang diperintahkan): menjenguk orang sakit, mengikuti jenazah, mendoakan rahmat untuk orang yang bersin (apabila memuji Allah), menjawab salam, menolong orang yang dizalimi, memenuhi undangan, dan memenuhi permintaan orang yang bersumpah.

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 6683

٦٦٨٣ - حَدَّثَنَا مُوسَى بۡنُ إِسۡمَاعِيلَ: حَدَّثَنَا عَبۡدُ الۡوَاحِدِ: حَدَّثَنَا الۡأَعۡمَشُ، عَنۡ شَقِيقٍ، عَنۡ عَبۡدِ اللهِ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ كَلِمَةً وَقُلۡتُ أُخۡرَى: (مَنۡ مَاتَ يَجۡعَلُ لِلهِ نِدًّا أُدۡخِلَ النَّارَ). وَقُلۡتُ أُخۡرَى: مَنۡ مَاتَ لَا يَجۡعَلُ لِلهِ نِدًّا أُدۡخِلَ الۡجَنَّةَ. [طرفه في: ١٢٣٨].

6683. Musa bin Isma’il telah menceritakan kepada kami: ‘Abdul Wahid menceritakan kepada kami: Al-A’masy menceritakan kepada kami dari Syaqiq, dari ‘Abdullah—radhiyallahu ‘anhu—. Beliau mengatakan:

Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—mengucapkan satu kalimat dan aku mengucapkan satu kalimat lain, “Siapa saja yang meninggal dalam keadaan menjadikan tandingan untuk Allah, niscaya akan dimasukkan ke dalam neraka.”

Sedangkan aku mengucapkan kalimat lain, “Siapa saja yang meninggal dalam keadaan tidak menjadikan satu tandingan pun untuk Allah, niscaya akan dimasukkan ke dalam janah.”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2388

٣ - بَابُ أَدَاءِ الدُّيُونِ
3. Bab Melunasi Utang


وَقَوۡلِ اللهِ تَعَالَى: ﴿إِنَّ اللهَ يَأۡمُرُكُمۡ أَنۡ تُؤَدُّوا الۡأَمَانَاتِ إِلَى أَهۡلِهَا وَإِذَا حَكَمۡتُمۡ بَيۡنَ النَّاسِ أَنۡ تَحۡكُمُوا بِالۡعَدۡلِ إِنَّ اللهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمۡ بِهِ إِنَّ اللهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا﴾ [النساء: ٥٨].

Dan firman Allah taala, “Sesungguhnya Allah memerintahkan kalian untuk menunaikan amanah kepada yang berhak menerimanya dan apabila kalian memutuskan perkara antara manusia agar kalian memutuskan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS An-Nisa’: 58).

٢٣٨٨ - حَدَّثَنَا أَحۡمَدُ بۡنُ يُونُسَ: حَدَّثَنَا أَبُو شِهَابٍ، عَنِ الۡأَعۡمَشِ، عَنۡ زَيۡدِ بۡنِ وَهۡبٍ، عَنۡ أَبِي ذَرٍّ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ قَالَ: كُنۡتُ مَعَ النَّبِيِّ ﷺ، فَلَمَّا أَبۡصَرَ - يَعۡنِي أُحُدًا – قَالَ: (مَا أُحِبُّ أَنَّهُ يُحَوَّلُ لِي ذَهَبًا يَمۡكُثُ عِنۡدِي مِنۡهُ دِينَارٌ فَوۡقَ ثَلَاثٍ، إِلَّا دِينَارًا أُرۡصِدُهُ لِدَيۡنٍ). ثُمَّ قَالَ: (إِنَّ الۡأَكۡثَرِينَ هُمُ الۡأَقَلُّونَ، إِلَّا مَنۡ قَالَ بِالۡمَالِ هَكَذَا وَهَكَذَا - وَأَشَارَ أَبُو شِهَابٍ بَيۡنَ يَدَيۡهِ، وَعَنۡ يَمِينِهِ، وَعَنۡ شِمَالِهِ - وَقَلِيلٌ مَا هُمۡ). وَقَالَ: (مَكَانَكَ) وَتَقَدَّمَ غَيۡرَ بَعِيدٍ فَسَمِعۡتُ صَوۡتًا، فَأَرَدۡتُ أَنۡ آتِيَهُ، ثُمَّ ذَكَرۡتُ قَوۡلَهُ: (مَكَانَكَ حَتَّى آتِيَكَ). فَلَمَّا جَاءَ قُلۡتُ: يَا رَسُولَ اللهِ، الَّذِي سَمِعۡتُ، أَوۡ قَالَ: الصَّوۡتُ الَّذِي سَمِعۡتُ؟ قَالَ: (وَهَلۡ سَمِعۡتَ؟) قُلۡتُ: نَعَمۡ، قَالَ: (أَتَانِي جِبۡرِيلُ عَلَيۡهِ السَّلَامُ، فَقَالَ: مَنۡ مَاتَ مِنۡ أُمَّتِكَ لَا يُشۡرِكُ بِاللهِ شَيۡئًا دَخَلَ الۡجَنَّةَ). قُلۡتُ: وَإِنۡ فَعَلَ كَذَا وَكَذَا؟ قَالَ: (نَعَمۡ). [طرفه في: ١٢٣٧].

2388. Ahmad bin Yunus telah menceritakan kepada kami: Abu Syihab menceritakan kepada kami dari Al-A’masy, dari Zaid bin Wahb, dari Abu Dzarr—radhiyallahu ‘anhu—. Beliau berkata:

Aku pernah bersama Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—. Ketika beliau melihat Uhud, beliau berkata, “Aku tidak senang bila Uhud diubah menjadi emas untukku lalu ada satu dinar darinya yang masih tetap tinggal di tempatku lebih dari tiga malam kecuali dinar yang aku sisihkan untuk membayar utang.”

Kemudian beliau berkata, “Sesungguhnya orang-orang yang memperbanyak (harta) adalah orang-orang yang menyedikitkan (pahala), kecuali orang yang menyalurkan hartanya begini dan begitu—Abu Syihab memberi isyarat ke depan, ke kanan, dan ke kiri—dan alangkah sedikitnya mereka.”

Nabi berkata, “Tetaplah di tempatmu!”

Lalu beliau maju tidak begitu jauh, lalu aku mendengar suara. Aku ingin mendatangi beliau, namun aku ingat ucapan beliau, “Tetaplah di tempatmu sampai aku mendatangimu!”

Ketika Nabi datang, aku berkata, “Wahai Rasulullah, suara apa yang kudengar?”

Nabi bertanya, “Apakah engkau mendengar?”

Aku menjawab, “Iya.”

Nabi berkata, “Jibril—‘alaihis-salam—mendatangiku lalu berkata: Siapa saja dari umatmu yang meninggal dalam keadaan tidak menyekutukan sesuatu pun dengan Allah, niscaya akan masuk janah.”

Aku bertanya, “Walaupun dia melakukan ini dan itu?”

Nabi menjawab, “Iya.”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 6268

٦٢٦٨ - حَدَّثَنَا عُمَرُ بۡنُ حَفۡصٍ: حَدَّثَنَا أَبِي: حَدَّثَنَا الۡأَعۡمَشُ: حَدَّثَنَا زَيۡدُ بۡنُ وَهۡبٍ: حَدَّثَنَا - وَاللهِ - أَبُو ذَرٍّ بِالرَّبَذَةِ قَالَ: كُنۡتُ أَمۡشِي مَعَ النَّبِيِّ ﷺ فِي حَرَّةِ الۡمَدِينَةِ عِشَاءً، اسۡتَقۡبَلَنَا أُحُدٌ، فَقَالَ: (يَا أَبَا ذَرٍّ، مَا أُحِبُّ أَنَّ أُحُدًا لِي ذَهَبًا، يَأۡتِي عَلَيَّ لَيۡلَةٌ أَوۡ ثَلَاثٌ، عِنۡدِي مِنۡهُ دِينَارٌ إِلَّا أُرۡصِدُهُ لِدَيۡنٍ، إِلَّا أَنۡ أَقُولَ بِهِ فِي عِبَادِ اللهِ هَكَذَا وَهَكَذَا وَهَكَذَا). وَأَرَانَا بِيَدِهِ، ثُمَّ قَالَ: (يَا أَبَا ذَرٍّ). قُلۡتُ: لَبَّيۡكَ وَسَعۡدَيۡكَ يَا رَسُولَ اللهِ، قَالَ: (الۡأَكۡثَرُونَ هُمُ الۡأَقَلُّونَ، إِلَّا مَنۡ قَالَ هَكَذَا وَهَكَذَا). ثُمَّ قَالَ لِي: (مَكَانَكَ لَا تَبۡرَحۡ يَا أَبَا ذَرٍّ حَتَّى أَرۡجِعَ). فَانۡطَلَقَ حَتَّى غَابَ عَنِّي، فَسَمِعۡتُ صَوۡتًا، فَخَشِيتُ أَنۡ يَكُونَ عُرِضَ لِرَسُولِ اللهِ ﷺ، فَأَرَدۡتُ أَنۡ أَذۡهَبَ، ثُمَّ ذَكَرۡتُ قَوۡلَ رَسُولِ اللهِ ﷺ: (لَا تَبۡرَحۡ). فَمَكُثۡتُ، قُلۡتُ: يَا رَسُولَ اللهِ، سَمِعۡتُ صَوۡتًا، خَشِيتُ أَنۡ يَكُونَ عُرِضَ لَكَ، ثُمَّ ذَكَرۡتُ قَوۡلَكَ فَقُمۡتُ، فَقَالَ النَّبِيُّ ﷺ: (ذَاكَ جِبۡرِيلُ، أَتَانِي فَأَخۡبَرَنِي أَنَّهُ مَنۡ مَاتَ مِنۡ أُمَّتِي لَا يُشۡرِكُ بِاللهِ شَيۡئًا دَخَلَ الۡجَنَّةَ). قُلۡتُ: يَا رَسُولَ اللهِ، وَإِنۡ زَنَى وَإِنۡ سَرَقَ؟ قَالَ: (وَإِنۡ زَنَى وَإِنۡ سَرَقَ). قُلۡتُ لِزَيۡدٍ: إِنَّهُ بَلَغَنِي أَنَّهُ أَبُو الدَّرۡدَاءِ، فَقَالَ: أَشۡهَدُ لَحَدَّثَنِيهِ أَبُو ذَرٍّ بِالرَّبَذَةِ. قَالَ الۡأَعۡمَشُ: وَحَدَّثَنِي أَبُو صَالِحٍ، عَنۡ أَبِي الدَّرۡدَاءِ نَحۡوَهُ. وَقَالَ أَبُو شِهَابٍ: عَنِ الۡأَعۡمَشِ: (يَمۡكُثُ عِنۡدِي فَوۡقَ ثَلَاثٍ). [طرفه في: ١٢٣٧].

6268. ‘Umar bin Hafsh telah menceritakan kepada kami: Ayahku menceritakan kepada kami: Al-A’masy menceritakan kepada kami: Zaid bin Wahb menceritakan kepada kami: Demi Allah, Abu Dzarr menceritakan kepada kami di Rabadzah. Beliau berkata:

Dahulu aku pernah berjalan bersama Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—di wilayah  berbatu hitam Madinah di waktu Isya. Kami menghadap ke arah Uhud. Nabi berkata, “Wahai Abu Dzarr, aku tidak suka memiliki emas sebesar Uhud, lalu satu atau tiga malam berlalu, dalam keadaan aku masih memiliki satu dinar darinya selain yang aku sisihkan untuk utang, kecuali akan aku berikan untuk hamba-hamba Allah sekian, sekian, dan sekian.”

Beliau memperlihatkan (gerakan) tangannya kepada kami. Kemudian beliau berkata, “Wahai Abu Dzarr.”

Aku berkata, “Aku penuhi panggilanmu dengan senang hati wahai Rasulullah.”

Nabi berkata, “Orang-orang yang memperbanyak (harta) adalah orang-orang yang menyedikitkan (pahala) kecuali yang menyalurkannya begini dan begitu.”

Kemudian Nabi berkata kepadaku, “Tetap di tempatmu! Jangan tinggalkan wahai Abu Dzarr sampai aku kembali!”

Nabi pergi sampai tidak terlihat olehku, lalu aku mendengar suara. Aku khawatir suatu bahaya menimpa Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—. Aku ingin pergi, kemudian aku ingat sabda Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—, “Jangan tinggalkan!”

Aku pun tetap di tempatku. Aku berkata, “Wahai Rasulullah, tadi aku mendengar suara. Aku khawatir ada bahaya menimpamu, kemudian aku ingat ucapanmu, jadi aku tetap tinggal.”

Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Itu tadi adalah Jibril. Dia mendatangiku lalu mengabarkan kepadaku bahwa siapa saja dari umatku yang meninggal dalam keadaan tidak menyekutukan sesuatu pun dengan Allah, niscaya dia akan masuk janah.”

Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, meskipun dia berzina atau mencuri?”

Nabi menjawab, “Meskipun dia berzina atau mencuri.”

Aku berkata kepada Zaid: Kabar sampai kepadaku bahwa sahabat yang meriwayatkan hadis tersebut adalah Abu Ad-Darda`. Lalu beliau berkata: Aku bersaksi bahwa benar-benar Abu Dzarr yang menceritakannya kepadaku di Rabadzah.

Al-A’masy berkata: Abu Shalih menceritakan kepadaku dari Abu Ad-Darda` semisal hadis tersebut. Abu Syihab berkata dari Al-A’masy, “(Emas itu) tetap berada di tempatku lebih dari tiga malam.”

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 5827

٥٨٢٧ - حَدَّثَنَا أَبُو مَعۡمَرٍ: حَدَّثَنَا عَبۡدُ الۡوَارِثِ، عَنِ الۡحُسَيۡنِ، عَنۡ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ بُرَيۡدَةَ، عَنۡ يَحۡيَى بۡنِ يَعۡمَرَ حَدَّثَهُ: أَنَّ أَبَا الۡأَسۡوَدِ الدِّيلِيَّ حَدَّثَهُ: أَنَّ أَبَا ذَرٍّ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ حَدَّثَهُ، قَالَ: أَتَيۡتُ النَّبِيَّ ﷺ وَعَلَيۡهِ ثَوۡبٌ أَبۡيَضُ، وَهُوَ نَائِمٌ، ثُمَّ أَتَيۡتُهُ وَقَدِ اسۡتَيۡقَظَ، فَقَالَ: (مَا مِنۡ عَبۡدٍ قَالَ: لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ، ثُمَّ مَاتَ عَلَى ذٰلِكَ إِلَّا دَخَلَ الۡجَنَّةَ). قُلۡتُ: وَإِنۡ زَنَى وَإِنۡ سَرَقَ؟ قَالَ: (وَإِنۡ زَنَى وَإِنۡ سَرَقَ). قُلۡتُ: وَإِنۡ زَنَى وَإِنۡ سَرَقَ؟ قَالَ: (وَإِنۡ زَنَى وَإِنۡ سَرَقَ). قُلۡتُ: وَإِنۡ زَنَى وَإِنۡ سَرَقَ؟ قَالَ: (وَإِنۡ زَنَى وَإِنۡ سَرَقَ عَلَى رَغۡمِ أَنۡفِ أَبِي ذَرٍّ). وَكَانَ أَبُو ذَرٍّ إِذَا حَدَّثَ بِهٰذَا قَالَ: وَإِنۡ رَغِمَ أَنۡفُ أَبِي ذَرٍّ. قَالَ أَبُو عَبۡدِ اللهِ: هٰذَا عِنۡدَ الۡمَوۡتِ، أَوۡ قَبۡلَهُ إِذَا تَابَ وَنَدِمَ، وَقَالَ: لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ، غُفِرَ لَهُ. [طرفه في: ١٢٣٧].

5827. Abu Ma’mar telah menceritakan kepada kami: ‘Abdul Warits menceritakan kepada kami dari Al-Husain, dari ‘Abdullah bin Buraidah, dari Yahya bin Ya’mar. Beliau menceritakan kepadanya: Abu Al-Aswad Ad-Dili menceritakan kepadanya: Abu Dzarr—radhiyallahu ‘anhu—menceritakan kepadanya. Beliau berkata:

Aku mendatangi Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—ketika beliau memakai pakaian putih dan sedang tidur. Kemudian aku kembali mendatangi beliau dalam keadaan beliau sudah bangun, lalu bersabda, “Tidaklah seorang hamba pun mengucapkan: tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi kecuali Allah; kemudian meninggal dalam keadaan demikian, kecuali dia akan masuk janah.”

Aku bertanya, “Walaupun dia berzina atau mencuri?”

Nabi menjawab, “Walaupun dia berzina atau mencuri.”

Aku bertanya, “Walaupun dia berzina atau mencuri?”

Nabi menjawab, “Walaupun dia berzina atau mencuri.”

Aku bertanya, “Walaupun dia berzina atau mencuri?”

Nabi menjawab, “Walaupun dia berzina atau mencuri, meski Abu Dzarr tidak menyukainya.”

Abu Dzarr apabila menceritakan hadis ini, berkata: Walau Abu Dzarr tidak menyukainya.

Abu ‘Abdullah berkata: Ini ketika akan meninggal atau sebelumnya apabila dia telah bertobat, menyesal, dan mengucapkan: tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi kecuali Allah, niscaya dia akan diampuni.