Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label As-Sunnah Ibnu Abu 'Ashim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label As-Sunnah Ibnu Abu 'Ashim. Tampilkan semua postingan

As-Sunnah Ibnu Abu 'Ashim hadits nomor 102

١٠٢ – ثنا الۡمُقَدَّمِيُّ، ثنا حَمَّادُ بۡنُ زَيۡدٍ، عَنۡ عَوۡفٍ، عَنۡ أَبِي الۡعَالِيَةِ، عَنِ ابۡنِ عَبَّاسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (إِيَّاكُمۡ وَالۡغُلُوَّ فِي الدِّينِ، فَإِنَّمَا هَلَكَ مَنۡ كَانَ قَبۡلَكُمۡ بِالۡغُلُوِّ فِي الدِّينِ). 

102. Al-Muqaddami telah menceritakan kepada kami: Hammad bin Zaid menceritakan kepada kami dari ‘Auf, dari Abu Al-‘Aliyah, dari Ibnu ‘Abbas. Beliau mengatakan: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Waspadalah kalian dari sikap berlebih-lebihan adalam agama, karena orang-orang sebelum kalian telah binasa dengan sebab sikap berlebih-lebihan dalam agama.”

As-Sunnah Ibnu Abu 'Ashim hadis nomor 1105 dan 1106

١١٠٥ – ثنا هِشَامُ بۡنُ عَمَّارٍ، ثنا صَدَقَةُ بۡنُ خَالِدٍ، حَدَّثَنَا ابۡنُ جَابِرٍ، حَدَّثَنَا رُزَيۡقٌ مَوۡلَى بَنِي فَزَارَةَ، عَنۡ مُسۡلِمِ بۡنِ قَرَظَةَ قَالَ: سَمِعۡتُ عَمِّي عَوۡفَ بۡنَ مَالِكٍ يَقُولُ: سَمِعۡتُ رَسُولَ اللهِ ﷺ يَقُولُ: (خِيَارُ أَئِمَّتِكُمۡ الَّذِينَ تُحِبُّونَهُمۡ، وَيُحِبُّونَكُمۡ، وَتُصَلُّونَ عَلَيۡهِمۡ، وَيُصَلُّونَ عَلَيۡكُمۡ، وَشِرَارُ أَئِمَّتِكُمۡ الَّذِينَ تُبۡغِضُونَهُمۡ، وَيُبۡغِضُونَكُمۡ، وَتَلۡعَنُونَهُمۡ، وَيَلۡعَنُونَكُمۡ). 

قُلۡنَا: يَا رَسُولَ اللهِ! أَفَلَا نُنَابِذُهُمۡ؟ قَالَ: (لَا مَا أَقَامُوا فِيكُمُ الصَّلَاةَ، أَلَا مَنۡ وَلِيَ عَلَيۡهِ وَالٍ فَرَآهُ يَأۡتِي شَيۡئًا مِنۡ مَعۡصِيَةِ اللهِ؛ فَلۡيَكۡرَهۡ مَا يَأۡتِي مِنۡ مَعۡصِيَةِ اللهِ، وَلَا يَنۡزِعَنَّ يَدًا مِنۡ طَاعَةٍ). 

1105. Hisyam bin ‘Ammar telah menceritakan kepada kami: Shadaqah bin Khalid menceritakan kepada kami: Ibnu Jabir menceritakan kepada kami: Ruzaiq maula bani Fazarah menceritakan kepada kami dari Muslim bin Qarazhah. Beliau berkata: Aku mendengar pamanku ‘Auf bin Malik mengatakan: 

Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Pemimpin kalian yang terbaik adalah orang-orang yang kalian mencintai mereka dan mereka mencintai kalian. Kalian mendoakan kebaikan mereka dan mereka mendoakan kebaikan kalian. Pemimpin kalian yang terburuk adalah orang-orang yang kalian membenci mereka dan mereka membenci kalian. Kalian melaknat mereka dan mereka melaknat kalian.” 

Kami bertanya, “Wahai Rasulullah, bolehkah kami melawan mereka?” 

Rasulullah menjawab, “Jangan, selama mereka menegakkan salat bersama kalian. Ketahuilah siapa saja yang dipimpin oleh seorang pemimpin, lalu dia melihat pemimpin itu melakukan suatu kemaksiatan kepada Allah, maka hendaknya dia benci kemaksiatan itu, namun jangan sampai dia menarik tangan dari ketaatan.” 

١١٠٦ – ثنا يَعۡقُوبُ، ثنا الۡوَلِيدُ بۡنُ مُسۡلِمٍ، ثنا عَبۡدُ الرَّحۡمَٰنِ بۡنُ يَزِيدَ بۡنِ جَابِرٍ، حَدَّثَنِي رُزَيۡقٌ مَوۡلَى بَنِي فَزَارَةَ قَالَ: سَمِعۡتُ مُسۡلِمَ بۡنَ قَرَظَةَ يَقُولُ: سَمِعۡتُ عَمِّي عَوۡفَ بۡنَ مَالِكٍ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ مِثۡلَهُ. 

1106. Ya’qub telah menceritakan kepada kami: Al-Walid bin Muslim menceritakan kepada kami: ‘Abdurrahman bin Yazid bin Jabir menceritakan kepada kami: Ruzaiq maula bani Fazarah menceritakan kepadaku. Beliau berkata: Aku mendengar Muslim bin Qarazhah berkata: Aku mendengar pamanku, ‘Auf bin Malik, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam semisal hadis tersebut.

As-Sunnah Ibnu Abu 'Ashim hadis nomor 1135

١١٣٥ – حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ أَبِي بَكۡرٍ الۡمُقَدَّمِيُّ، ثنا حَمَّادُ بۡنُ زَيۡدٍ، ثنا الۡجَعۡدُ أَبُو عُثۡمَانَ، ثنا أَبُو رَجَاءٍ قَالَ: سَمِعۡتُ ابۡنَ عَبَّاسٍ يَرۡوِيهِ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: (مَنۡ رَأَى مِنۡ أَمِيرِهِ شَيۡئًا يَكۡرَهُهُ فَلۡيَصۡبِرۡ). 

1135. Muhammad bin Abu Bakr Al-Muqaddami telah menceritakan kepada kami: Hammad bin Zaid menceritakan kepada kami: Al-Ja’d Abu ‘Utsman menceritakan kepada kami: Abu Raja` menceritakan kepada kami. Beliau berkata: Aku mendengar Ibnu ‘Abbas meriwayatkannya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau bersabda, “Siapa saja yang melihat sesuatu yang dia benci dari amirnya, maka hendaknya dia bersabar.”

As-Sunnah Ibnu Abu 'Ashim hadis nomor 52 dan 53

٥٢ – ثنا مَحۡمُودُ بۡنُ خَالِدٍ، ثنا مَرۡوَانُ بۡنُ مُحَمَّدٍ، ثنا عَبۡدُ اللهِ بۡنُ جَعۡفَرٍ، ثنا سَعۡدُ بۡنُ إِبۡرَاهِيمَ، عَنِ الۡقَاسِمِ بۡنِ مُحَمَّدٍ، قَالَ: أَشۡهَدُ لَسَمِعۡتُ عَائِشَةَ تَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (مَنۡ عَمِلَ عَمَلًا لَيۡسَ عَلَيۡهِ أَمۡرُنَا فَهُوَ مَرۡدُودٌ). 

52. Mahmud bin Khalid telah menceritakan kepada kami: Marwan bin Muhammad menceritakan kepada kami: ‘Abdullah bin Ja’far menceritakan kepada kami: Sa’d bin Ibrahim menceritakan kepada kami dari Al-Qasim bin Muhammad. Beliau berkata: Aku bersaksi bahwa aku telah mendengar ‘Aisyah mengatakan: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa saja yang mengamalkan suatu amalan ibadah yang tidak ada perintahnya dari kami, maka amalan itu tertolak.” 

٥٣ – ثنا أَبُو شُرَحۡبِيلَ، حَدَّثَنَا أَبُو الۡيَمَانِ، عَنۡ إِسۡمَاعِيلَ، عَنۡ مُحَمَّدِ بۡنِ إِسۡحَاقَ، عَنۡ عَبۡدِ الۡوَاحِدِ بۡنِ أَبِي عَوۡنٍ، عَنۡ سَعۡدِ بۡنِ إِبۡرَاهِيمَ، عَنِ الۡقَاسِمِ بۡنِ مُحَمَّدٍ، عَنۡ عَائِشَةَ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ: نَحۡوَهُ. 

53. Abu Syurahbil telah menceritakan kepada kami: Abu Al-Yaman menceritakan kepada kami dari Isma’il, dari Muhammad bin Ishaq, dari ‘Abdul Wahid bin Abu ‘Aun, dari Sa’d bin Ibrahim, dari Al-Qasim bin Muhammad, dari ‘Aisyah, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, semisal hadis tersebut.

As-Sunnah Ibnu Abu 'Ashim hadis nomor 68

٦٨ – ثنا أَبُو بَكۡرِ بۡنُ أَبِي شَيۡبَةَ، ثنا قَطۡنُ بۡنُ عَبۡدِ اللهِ أَبُو مُرَيٍّ، عَنۡ أَبِي غَالِبٍ، عَنۡ أَبِي أُمَامَةَ قَالَ: (افۡتَرَقَتۡ بَنُو إِسۡرَائِيلَ عَلَى إِحۡدَى وَسَبۡعِينَ فِرۡقَةً، أَوۡ قَالَ: اثۡنَتَيۡنِ وَسَبۡعِينَ فِرۡقَةً، وَتَزِيدُ هَٰذِهِ الۡأُمَّةُ فِرۡقَةً وَاحِدَةً، كُلُّهَا فِي النَّارِ إِلَّا السَّوَادَ الۡأَعۡظَمَ) فَقَالَ لَهُ رَجُلٌ: يَا أَبَا أُمَامَةَ! مِنۡ رَأۡيِكَ، أَوۡ سَمِعۡتَهُ مِنۡ رَسُولِ اللهِ ﷺ؟ قَالَ: إِنِّي إِذًا لَجَرِيءٌ، بَلۡ سَمِعۡتُهُ مِنۡ رَسُولِ اللهِ ﷺ غَيۡرَ مَرَّةٍ، وَلَا مَرَّتَيۡنِ، وَلَا ثَلَاثَةٍ. 

68. Abu Bakr bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami: Qathn bin ‘Abdullah Abu Murai menceritakan kepada kami dari Abu Ghalib, dari Abu Umamah. Beliau mengatakan, “Bani Israil terpecah menjadi tujuh puluh satu firkah/kelompok.” Atau beliau berkata, “Tujuh puluh dua firkah. Adapun umat ini lebih banyak satu firkah. Seluruhnya di neraka kecuali as-sawad al-a’zham (kelompok terbesar di zaman Nabi).” Lalu ada orang yang bertanya kepada beliau, “Wahai Abu Umamah, ini dari pikiranmu atau engkau mendengar dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?” Abu Umamah menjawab, “ (Jika ini dari pikiranku) sungguh aku telah lancang. Bahkan aku mendengarnya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak hanya satu, dua, atau tiga kali.”

As-Sunnah Ibnu Abu 'Ashim hadis nomor 70 dan 71

٧٠ – ثنا شَيۡبَانُ بۡنُ فَرُّوخٍ، ثنا الصَّعۡقُ بۡنُ حَزۡنٍ، ثنا عُقَيۡلٌ الۡجَعۡدِيُّ، عَنۡ أَبِي إِسۡحَاقَ، عَنۡ سُوَيۡدِ بۡنِ غَفۡلَةَ، عَنِ ابۡنِ مَسۡعُودٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (افۡتَرَقَ مَنۡ كَانَ قَبۡلَكُمۡ عَلَى اثۡنَتَيۡنِ وَسَبۡعِينَ فِرۡقَةً، نَجَا مِنۡهَا ثَلَاثٌ، وَهَلَكَ سَائِرُهَا). 

70. Syaiban bin Farrukh telah menceritakan kepada kami: Ash-Sha’q bin Hazn menceritakan kepada kami: ‘Uqail Al-Ja’di menceritakan kepada kami dari Abu Ishaq, dari Suwaid bin Ghaflah, dari Ibnu Mas’ud. Beliau mengatakan: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Orang sebelum kalian telah terpecah menjadi tujuh puluh dua firkah/kelompok. Di antara mereka, hanya tiga yang selamat, sedangkan yang lain semuanya binasa.” 

٧١ – حَدَّثَنَا هِشَامُ بۡنُ عَمَّارٍ، ثنا الۡوَلِيدُ بۡنُ مُسۡلِمٍ، أَخۡبَرَنِي بُكَيۡرُ بۡنُ مَعۡرُوفٍ، عَنۡ مُقَاتِلِ بۡنِ حَيَّانَ، عَنِ الۡقَاسِمِ بۡنِ عَبۡدِ الرَّحۡمَٰنِ، عَنۡ أَبِيهِ، عَنۡ جَدِّهِ، عَبۡدِ اللهِ بۡنِ مَسۡعُودٍ أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ: (إِنَّ بَنِي إِسۡرَائِيلَ افۡتَرَقَتۡ عَلَى اثۡنَتَيۡنِ وَسَبۡعِينَ فِرۡقَةً، لَمۡ يَنۡجُ مِنۡهَا إِلَّا ثَلَاثٌ). 

71. Hisyam bin ‘Ammar telah menceritakan kepada kami: Al-Walid bin Muslim menceritakan kepada kami: Bukair bin Ma’ruf mengabarkan kepadaku dari Muqatil bin Hayyan, dari Al-Qasim bin ‘Abdurrahman, dari ayahnya, dari kakeknya, yaitu ‘Abdullah bin Mas’ud, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya bani Israil telah terpecah menjadi tujuh puluh dua firkah/kelompok. Tidak ada yang selamat darinya kecuali tiga saja.”

As-Sunnah Ibnu Abu 'Ashim hadis nomor 64

٦٤ – ثنا هِشَامُ بۡنُ عَمَّارٍ، ثنا الۡوَلِيدُ بۡنُ مُسۡلِمٍ، ثنا الۡأَوۡزَاعِيُّ، ثنا قَتَادَةُ، عَنۡ أَنَسِ بۡنِ مَالِكٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (إِنَّ أُمَّتِي سَتَفۡتَرِقُ عَلَى اثۡنَتَيۡنِ وَسَبۡعِينَ، كُلُّهَا فِي النَّارِ إِلَّا وَاحِدَةً وَهِيَ الۡجَمَاعَةُ). 

64. Hisyam bin ‘Ammar telah menceritakan kepada kami: Al-Walid bin Muslim menceritakan kepada kami: Al-Auza’i menceritakan kepada kami: Qatadah menceritakan kepada kami dari Anas bin Malik. Beliau mengatakan: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya umatku akan terpecah menjadi tujuh puluh dua kelompok. Semuanya di neraka kecuali satu, yaitu al-jama’ah (pengikut sunah Nabi).”

As-Sunnah Ibnu Abu 'Ashim hadis nomor 63

٢٠ – بَابٌ:
فِيمَا أَخۡبَرَ بِهِ النَّبِيُّ – عَلَيۡهِ السَّلَامُ – أَنَّ أُمَّتَهُ سَتَفۡتَرِقُ عَلَى اثۡنَتَيۡنِ وَسَبۡعِينَ فِرۡقَةً، وَذَمَّهُ الۡفِرَقَ كُلَّهَا إِلَّا وَاحِدَةً، وَذِكۡرَ قَوۡلِهِ عَلَيۡهِ السَّلَامُ: إِنَّ قَوۡمًا سَيَرۡكَبُونَ سَنَنَ مَنۡ كَانَ قَبۡلَهُمۡ 
20. Bab tentang yang Nabi ‘alaihis salam kabarkan bahwa umatnya akan terpecah menjadi tujuh puluh dua kelompok, celaan beliau terhadap seluruh kelompok itu kecuali satu kelompok, dan penyebutan sabda beliau ‘alaihis salam: Sungguh ada suatu kaum yang akan meniti jalan orang-orang sebelum mereka 


٦٣ – ثنا عَمۡرُو بۡنُ عُثۡمَانَ، ثنا عَبَّادُ بۡنُ يُوسُفَ، حَدَّثَنِي صَفۡوَانُ بۡنُ عَمۡرٍو، عَنۡ رَاشِدِ بۡنِ سَعۡدٍ، عَنۡ عَوۡفِ بۡنِ مَالِكٍ الۡأَشۡجَعِيِّ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (افۡتَرَقَتِ الۡيَهُودُ عَلَى إِحۡدَى وَسَبۡعِينَ فِرۡقَةً، وَاحِدَةٌ فِي الۡجَنَّةِ، وَسَبۡعِينَ فِي النَّارِ، وَافۡتَرَقَتِ النَّصَارَى عَلَى اثۡنَتَيۡنِ وَسَبۡعِينَ فِرۡقَةً، فَإِحۡدَى وَسَبۡعِينَ فِي النَّارِ، وَوَاحِدَةٌ فِي الۡجَنَّةِ، وَالَّذِي نَفۡسِي بِيَدِهِ! لَتَفۡتَرِقَنَّ أُمَّتِي عَلَى ثَلَاثٍ وَسَبۡعِينَ فِرۡقَةً، فَوَاحِدَةٌ فِي الۡجَنَّةِ، وَاثۡنَتَانِ وَسَبۡعِينَ فِي النَّارِ) قِيلَ: يَا رَسُولَ اللهِ! مَنۡ هُمۡ؟ قَالَ: (هُمُ الۡجَمَاعَةُ). 

63. ‘Amr bin ‘Utsman telah menceritakan kepada kami: ‘Abbad bin Yusuf menceritakan kepada kami: Shafwan bin ‘Amr menceritakan kepadaku dari Rasyid bin Sa’d, dari ‘Auf bin Malik Al-Asyja’i. Beliau berkata: 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Yahudi terpecah menjadi tujuh puluh satu firkah/kelompok. Satu firkah di janah dan tujuh puluh di neraka. Nasrani terpecah menjadi tujuh puluh dua firkah. Tujuh puluh satu firkah di neraka dan satu firkah di janah. Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, umatku pasti akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga firkah. Satu firkah di janah dan tujuh puluh dua firkah di neraka.” 

Ada yang bertanya, “Wahai Rasulullah, siapa mereka (yang di janah)?” 

Rasulullah menjawab, “Mereka adalah al-jama’ah (pengikut sunah Nabi).”

As-Sunnah Ibnu Abu 'Ashim hadis nomor 65

٦٥ – ثنا هِشَامُ بۡنُ عَمَّارٍ، ثنا إِسۡمَاعِيلُ بۡنُ عَيَّاشٍ، عَنۡ صَفۡوَانَ بۡنِ عَمۡرٍو، عَنِ الۡأَزۡهَرِ بۡنِ عَبۡدِ اللهِ، عَنۡ أَبِي عَامِرٍ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ لُحَيٍّ، عَنۡ مُعَاوِيَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (إِنَّ هَٰذِهِ الۡأُمَّةَ سَتَفۡتَرِقُ عَلَى إِحۡدَى وَسَبۡعِينَ فِرۡقَةً، كلُّهَا فِي النَّارِ، إِلَّا وَاحِدَةً، وَهِيَ الۡجَمَاعَةُ). 

65. Hisyam bin ‘Ammar telah menceritakan kepada kami: Isma’il bin ‘Ayyasy menceritakan kepada kami dari Shafwan bin ‘Amr, dari Al-Azhar bin ‘Abdullah, dari Abu ‘Amir ‘Abdullah bin Luhai, dari Mu’awiyah. Beliau mengatakan: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya umat ini akan terpecah menjadi tujuh puluh satu firkah/kelompok. Semuanya di neraka kecuali satu, yaitu al-jama’ah (pengikut sunah Nabi).”

As-Sunnah Ibnu Abu 'Ashim hadis nomor 1

١ – ذِكۡرُ الۡأَهۡوَاءِ الۡمَذۡمُومَةِ
نَسۡتَعۡصِمُ اللهَ تَعَالَى مِنۡهَا، وَنَعُوذُ بِهِ مِنۡ كُلِّ مَا يُوجِبُ سَخَطَهُ 
1. Penyebutan hawa yang tercela; kita meminta penjagaan Allah taala darinya dan berlindung kepada-Nya dari semua hal yang mendatangkan kemurkaan-Nya 


١ - أَخۡبَرَنَا هِشَامُ بۡنُ عَمَّارِ بۡنِ نُصَيۡرٍ، أَخۡبَرَنَا إِسۡمَاعِيلُ بۡنُ عَيَّاشٍ، عَنۡ صَفۡوَانِ بۡنِ عَمۡرٍو، عَنِ الۡأَزۡهَرِ بۡنِ عَبۡدِ اللهِ الۡحَرَازِيِّ، عَنۡ أَبِي عَامِرٍ الۡهَوۡزَنِيِّ؛ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ لُحَيٍّ، عَنۡ مُعَاوِيَةَ بۡنِ أَبِي سُفۡيَانَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (يَكُونُ أَقۡوَامٌ تَتَجَارَى بِهِمۡ تِلۡكَ الۡأَهۡوَاءُ، كَمَا يَتَجَارَى الۡكَلَبُ بِصَاحِبِهِ، فَلَا يَبۡقَى مِنۡهُ مَفۡصِلٌ إِلَّا دَخَلَهُ). 

1. Hisyam bin ‘Ammar bin Nushair telah mengabarkan kepada kami: Isma’il bin ‘Ayyasy mengabarkan kepada kami dari Shafwan bin ‘Amr, dari Al-Azhar bin ‘Abdullah Al-Harazi, dari Abu ‘Amir Al-Hauzani ‘Abdullah bin Luhai, dari Mu’awiyah bin Abu Sufyan. Beliau mengatakan: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Akan ada kaum-kaum yang dijangkiti oleh hawa nafsu sebagaimana penyakit rabies menjalari penderitanya. Tidak ada satu sendi pun yang tersisa kecuali dia masuki.”

As-Sunnah Ibnu Abu 'Ashim hadis nomor 66 dan 67

٦٦ – ثنا أَبُو بَكۡرٍ، ثنا مُحَمَّدُ بۡنُ بِشۡرٍ، ثنا مُحَمَّدُ بۡنُ عَمۡرٍو، عَنۡ أَبِي سَلَمَةَ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (تَفَرَّقَتِ الۡيَهُودُ عَلَى إِحۡدَى أَوِ اثۡنَتَيۡنِ وَسَبۡعِينَ فِرۡقَةً، وَتَفۡتَرِقُ أُمَّتِي عَلَى ثَلَاثٍ وَسَبۡعِينَ فِرۡقَةً). 

66. Abu Bakr telah menceritakan kepada kami: Muhammad bin Bisyr menceritakan kepada kami: Muhammad bin ‘Amr menceritakan kepada kami dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah. Beliau mengatakan: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Yahudi terpecah menjadi tujuh puluh satu atau tujuh puluh dua firkah/kelompok. Umatku akan berpecah menjadi tujuh puluh tiga firkah.” 

٦٧ – ثنا وَهۡبَانُ، ثنا خَالِدُ بۡنُ عَبۡدِ اللهِ، وَأَبُو مُوسَى قَالَا: حَدَّثَنَا ابۡنُ أَبِي عَدِيٍّ، عَنۡ مُحَمَّدِ بۡنِ عَمۡرٍو، عَنۡ أَبِي سَلَمَةَ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ مِثۡلَهُ. 

67. Wahban telah menceritakan kepada kami: Khalid bin ‘Abdullah dan Abu Musa menceritakan kepada kami. Keduanya berkata: Ibnu Abu ‘Adi menceritakan kepada kami dari Muhammad bin ‘Amr, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam semisal hadis tersebut.

As-Sunnah Ibnu Abu 'Ashim hadis nomor 86, 87, dan 88

٨٦ – ثنا الۡحِزَامِيُّ، ثنا إِبۡرَاهِيمُ بۡنُ مُهَاجِرِ بۡنِ مِسۡمَارٍ، ثنا أَبِي، عَنۡ عَامِرِ بۡنِ سَعۡدٍ، عَنۡ أَبِيهِ قَالَ: وَقَفَ عُمَرُ بِالۡجَابِيَةِ فَقَالَ: قَامَ فِينَا رَسُولُ اللهِ ﷺ فَقَالَ: (مَنۡ أَرَادَ بُحۡبُوحَةَ الۡجَنَّةِ فَعَلَيۡهِ بِالۡجَمَاعَةِ، فَإِنَّ الشَّيۡطَانَ مَعَ الۡفَذِّ). 

86. Al-Hizami telah menceritakan kepada kami: Ibrahim bin Muhajir bin Mismar menceritakan kepada kami: Ayahku menceritakan kepada kami dari ‘Amir bin Sa’d, dari ayahnya. Beliau berkata: ‘Umar berhenti di Jabiyah lalu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berdiri di antara kami seraya bersabda, “Siapa saja yang menginginkan bagian tengah janah, maka dia wajib untuk bersama al-jama’ah (jemaah kaum muslimin yang bersatu di atas kebenaran) karena setan bersama orang yang sendirian.” 

٨٧ – ثنا سَعِيدُ بۡنُ يَحۡيَى بۡنِ سَعِيدٍ الۡأُمَوِيُّ، ثنا أَبُو بَكۡرِ بۡنُ عَيَّاشٍ، عَنۡ عَاصِمٍ، عَنۡ زِرٍّ، عَنۡ عُمَرَ بۡنِ الۡخَطَّابِ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ: (مَنۡ أَرَادَ بُحۡبُوحَةَ الۡجَنَّةِ فَلۡيَلۡزَمِ الۡجَمَاعَةَ). 

87. Sa’id bin Yahya bin Sa’id Al-Umawi telah menceritakan kepada kami: Abu Bakr bin ‘Ayyasy menceritakan kepada kami dari ‘Ashim, dari Zirr, dari ‘Umar bin Al-Khaththab. Beliau mengatakan: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa saja yang menginginkan bagian tengah janah, maka hendaknya dia menetapi al-jama’ah.” 

٨٨ – ثنا إِسۡمَاعِيلُ بۡنُ سَالِمٍ، ثنا النَّضۡرُ بۡنُ إِسۡمَاعِيلَ أَبُو الۡمُغِيرَةِ، ثنا مُحَمَّدُ بۡنُ سُوقَةَ، عَنۡ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ دِينَارٍ، عَنِ ابۡنِ عُمَرَ، عَنۡ عُمَرَ أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَالَ: (عَلَيۡكُمۡ بِالۡجَمَاعَةِ، وَإِيَّاكُمۡ وَالۡفُرۡقَةَ، فَإِنَّ الشَّيۡطَانَ مَعَ الۡوَاحِدِ، وَهُوَ مِنَ الۡإِثۡنَيۡنِ أَبۡعَدُ، وَمَنۡ أَرَادَ بَحۡبَحَةَ الۡجَنَّةِ فَعَلَيۡهِ بِالۡجَمَاعَةِ). 

88. Isma’il bin Salim telah menceritakan kepada kami: An-Nadhr bin Isma’il Abu Al-Mughirah menceritakan kepada kami: Muhammad bin Suqah menceritakan kepada kami dari ‘Abdullah bin Dinar, dari Ibnu ‘Umar, dari ‘Umar, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kalian wajib bersama al-jama’ah dan waspadalah dari perpecahan karena setan bersama orang yang sendirian dan dia lebih jauh dari dua orang. Siapa saja yang menginginkan bagian tengah janah, maka dia wajib bersama al-jama’ah.”

As-Sunnah Ibnu Abu 'Ashim hadis nomor 54

١٧ – بَابُ: مَا أَمَرَ بِهِ (ﷺ) مِنِ اتِّبَاعِ السُّنَّةِ، وَسُنَّةِ الۡخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ 
17. Bab perintah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berupa mengikuti sunah dan sunah para khalifah yang rasyid 


٥٤ – ثنا أَبُو سُفۡيَانَ عَبۡدُ الرَّحِيمِ بۡنُ مُطَرِّفٍ، ثنا عِيسَى بۡنُ يُونُسَ، عَنۡ ثَوۡرِ بۡنِ يَزِيدَ، عَنۡ خَالِدِ بۡنِ مَعۡدَانَ، عَنۡ عَبۡدِ الرَّحۡمَٰنِ بۡنِ عَمۡرٍو السُّلَمِيِّ، عَنِ الۡعِرۡبَاضِ بۡنِ سَارِيَةَ – قَالَ: وَكَانَ مِنَ الۡبَكَّائِينَ -: قَالَ: صَلَّى رَسُولُ اللهِ ﷺ صَلَاةَ الۡغَدَاةِ، ثُمَّ أَقۡبَلَ عَلَيۡنَا بِوَجۡهِهِ، فَوَعَظَنَا مَوۡعِظَةً بَلِيغَةً، ذَرَفَتۡ مِنۡهَا الۡأَعۡيُنُ، وَوَجِلَتۡ مِنۡهَا الۡقُلُوبُ، فَقَالَ رَجُلٌ: يَا رَسُولَ اللهِ! كَأَنَّ هَٰذِهِ مَوۡعِظَةُ مُوَدِّعٍ؟ فَقَالَ: (اتَّقُوا اللهَ، وَعَلَيۡكُمۡ بِالسَّمۡعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنۡ عَبۡدًا حَبَشِيًّا، وَإِنَّهُ مَنۡ يَعِشۡ مِنۡكُمۡ بَعۡدِي فَسَيَرَى اخۡتِلَافًا كَثِيرًا، فَعَلَيۡكُمۡ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الۡخُلَفَاءِ مِنۡ بَعۡدِي، الرَّاشِدِينَ الۡمَهۡدِيِّينَ، عَضُّوا عَلَيۡهَا بِالنَّوَاجِذِ، وَإِيَّاكُمۡ وَمُحۡدَثَاتِ الۡأُمُورِ؛ فَإِنَّ كُلَّ بِدۡعَةٍ ضَلَالَةٌ). 

54. Abu Sufyan ‘Abdurrahim bin Mutharrif telah menceritakan kepada kami: ‘Isa bin Yunus menceritakan kepada kami dari Tsaur bin Yazid, dari Khalid bin Ma’dan, dari ‘Abdurrahman bin ‘Amr As-Sulami, dari Al-‘Irbadh bin Sariyah—Beliau berkata: Al-‘Irbadh adalah termasuk Al-Bakka`un (orang-orang yang menangis tidak bisa mengikuti perang Tabuk karena tidak memiliki senjata dan tunggangan)—. Al-‘Irbadh mengatakan: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam salat Subuh kemudian menghadapkan wajahnya ke arah kami. Lalu beliau memberi nasihat yang sangat mengena sehingga air mata berlinang dan hati-hati bergetar karenanya. 

Seseorang berkata, “Wahai Rasulullah, seakan-akan ini adalah nasihat orang yang akan berpisah.” 

Rasulullah bersabda, “Bertakwalah kepada Allah. Kalian harus tetap mendengar dan taat walaupun dipimpin oleh budak Abyssinia (Etiopia). Sesungguhnya siapa saja di antara kalian yang masih hidup sepeninggalku, maka dia akan melihat perselisihan yang banyak. Maka, kalian wajib mengikuti sunahku dan sunah para khalifah sepeninggalku yang rasyid dan diberi petunjuk. Gigitlah sunah itu dengan gigi-gigi geraham dan waspadalah kalian dari perkara-perkara yang diada-adakan karena setiap bidah adalah kesesatan.”

As-Sunnah Ibnu Abu 'Ashim hadis nomor 947

٩٤٧ - حَدَّثَنَا أَبُو بَكۡرٍ، ثنا أَبُو مُعَاوِيَةَ، عَنِ الۡأَعۡمَشِ، عَنۡ خَيۡثَمَةَ، عَنۡ سُوَيۡدِ بۡنِ غَفَلَةَ قَالَ: قَالَ عَلِيٌّ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ: إِذَا حَدَّثۡتُكُمۡ عَنۡ رَسُولِ اللهِ ﷺ فَلَأَنۡ أَخِرَّ مِنَ السَّمَاءِ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنۡ أَنۡ أَكۡذِبَ عَلَى رَسُولِ اللهِ ﷺ. وَإِذَا حَدَّثۡتُكُمۡ عَنۡ غَيۡرِهِ فَإِنَّمَا أَنَا رَجُلٌ مُحَارِبٌ، وَالۡحَرۡبُ خُدۡعَةٌ، سَمِعۡتُ رَسُولَ اللهِ ﷺ يَقُولُ: (يَخۡرُجُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ قَوۡمٌ أَحۡدَاثُ الۡأَسۡنَانِ سُفَهَاءُ الۡأَحۡلَامِ، يَقُولُونَ مِنۡ خَيۡرِ قَوۡلِ الۡبَرِيَّةِ، لَا يُجَاوِزُ إِيمَانُهُمۡ حَنَاجِرَهُمۡ، فَأَيۡنَمَا لَقِيتُمُوهُمۡ فَاقۡتُلُوهُمۡ، فَإِنَّ لِمَنۡ قَتَلَهُمۡ أَجۡرًا يَوۡمَ الۡقِيَامَةِ). 

947. Abu Bakr telah menceritakan kepada kami: Abu Mu’awiyah menceritakan kepada kami dari Al-A’masy, dari Khaitsamah, dari Suwaid bin Ghaflah. Beliau berkata: ‘Ali radhiyallahu ‘anhu mengatakan: Apabila aku menceritakan kepada kalian dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sungguh aku jatuh dari langit lebih aku sukai daripada berdusta atas nama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan apabila aku menceritakan kepada kalian dari selain beliau, maka aku hanyalah seorang prajurit dan perang adalah siasat. Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Suatu kaum akan keluar di akhir zaman. Mereka muda-muda umurnya, bodoh akalnya. Mereka berkata dari sebaik-baik ucapan makhluk, namun iman mereka tidak melampaui laring mereka. Di mana saja kalian menjumpai mereka, maka bunuhlah mereka (di bawah komando pemerintah). Karena bagi siapa saja yang membunuh mereka akan mendapatkan pahala di hari kiamat.”

As-Sunnah Ibnu Abu 'Ashim hadis nomor 1130, 1131, dan 1132

١٩١ – بَابُ: كَيۡفَ نَصِيحَةُ الرَّعِيَّةِ لِلۡوُلَاةِ 
191. Bagaimana rakyat menasihati penguasa 


١١٣٠ - حَدَّثَنَا عَمۡرُو بۡنُ عُثۡمَانَ، حَدَّثَنَا بَقِيَّةُ، حَدَّثَنَا صَفۡوَانُ بۡنُ عَمۡرٍو، عَنۡ شُرَيۡحِ بۡنِ عُبَيۡدٍ قَالَ: قَالَ عِيَاضُ بۡنُ غَنۡمٍ لِهِشَامِ بۡنِ حَكِيمٍ: أَلَمۡ تَسۡمَعۡ بِقَوۡلِ رَسُولِ اللهِ ﷺ: (مَنۡ أَرَادَ أَنۡ يَنۡصَحَ لِذِي سُلۡطَانٍ، فَلَا يُبۡدِهِ عَلَانِيَةً، وَلَكِنۡ يَأۡخُذُ بِيَدِهِ، فَيَخۡلُوا بِهِ، فَإِنۡ قَبِلَ مِنۡهُ فَذَاكَ، وَإِلَّا كَانَ قَدۡ أَدَّى الَّذِي عَلَيۡهِ). 

1130. ‘Amr bin ‘Utsman telah menceritakan kepada kami: Baqiyyah menceritakan kepada kami: Shafwan bin ‘Amr menceritakan kepada kami dari Syuraih bin ‘Ubaid. Beliau berkata: ‘Iyadh bin Ghanm berkata kepada Hisyam bin Hakim: Apa engkau belum mendengar sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapa saja yang ingin menasihati penguasa, maka janganlah dia lakukan terang-terangan. Tetapi hendaknya dia mengambil tangan penguasa lalu bersendiri dengannya. Jika penguasa itu menerima nasihatnya, maka itu yang diharapkan. Namun jika tidak, maka dia telah menunaikan kewajibannya.” 

١١٣١ - حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ عَوۡفٍ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ إِسۡمَاعِيلَ، ثنا أَبِي، عَنۡ ضَمۡضَمِ بۡنِ زُرۡعَةَ، عَنۡ شُرَيۡحِ بۡنِ عُبَيۡدٍ قَالَ: قَالَ جُبَيۡرُ بۡنُ نُفَيۡرٍ: قَالَ: قَالَ عِيَاضُ بۡنُ غَنۡمٍ لِهِشَامِ بۡنِ حَكِيمٍ: أَوَ لَمۡ تَسۡمَعۡ رَسُولَ اللهِ ﷺ يَقُولُ : (مَنۡ أَرَادَ أَنۡ يَنۡصَحَ لِذِي سُلۡطَانٍ فِي أَمۡرٍ؛ فَلَا يُبۡدِهِ عَلَانِيَةً، وَلَكِنۡ لِيَأۡخُذۡ بِيَدِهِ فَيَخۡلُوا بِهِ، فَإِنۡ قَبِلَ مِنۡهُ فَذَاكَ، وَإِلَّا كَانَ قَدۡ أَدَّى الَّذِي عَلَيۡهِ). 

1131. Muhammad bin ‘Auf telah menceritakan kepada kami: Muhammad bin Isma’il menceritakan kepada kami: Ayahku menceritakan kepada kami dari Dhamdham bin Zur’ah, dari Syuraih bin ‘Ubaid. Beliau berkata: Jubair bin Nufair berkata: ‘Iyadh bin Ghanm berkata kepada Hisyam bin Hakim: Apakah engkau belum mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa saja yang ingin menasihati penguasa dalam suatu perkara, maka janganlah dia menampakkannya secara terang-terangan. Tetapi hendaknya dia ambil tangan penguasa itu lalu menyepi dengannya. Apabila penguasa itu menerima darinya, maka itulah yang diharapkan. Namun jika tidak, maka dia telah menunaikan kewajibannya.” 

١١٣٢ - حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ عَوۡفٍ، ثنا عَبۡدُ الۡحَمِيدِ بۡنُ إِبۡرَاهِيمَ، عَنۡ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ سَالِمٍ، عَنِ الزُّبَيۡدِيِّ، عَنِ الۡفُضَيۡلِ بۡنِ فَضَالَةَ يَرُدُّهُ إِلَى ابۡنِ عَائِذٍ ، يَرُدُّهُ ابۡنُ عَائِذٍ إِلَى جُبَيۡرِ بۡنِ نُفَيۡرٍ، عَنۡ عِيَاضِ بۡنِ غَنۡمٍ قَالَ لِهِشَامِ بۡنِ حَكِيمٍ: أَلَمۡ تَسۡمَعۡ يَا هِشَامُ رَسُولَ اللهِ ﷺ إِذۡ يَقُولُ؟ (مَنۡ كَانَتۡ عِنۡدَهُ نَصِيحَةٌ لِذِي سُلۡطَانٍ فَلۡيَأۡخُذۡ بِيَدِهِ فَلۡيَخۡلُوا بِهِ، فَإِنۡ قَبِلَهَا قَبِلَهَا، وَإِنۡ رَدَّهَا كَانَ قَدۡ أَدَّى الَّذِي عَلَيۡهِ). 

1132. Muhammad bin ‘Auf telah menceritakan kepada kami: ‘Abdul Hamid bin Ibrahim menceritakan kepada kami dari ‘Abdullah bin Salim, dari Az-Zubaidi, dari Al-Fudhail bin Fadhalah yang beliau kembalikan kepada Ibnu ‘A`idz. Ibnu ‘A`idz mengembalikannya kepada Jubair bin Nufair dari ‘Iyadh bin Ghanm. Beliau berkata kepada Hisyam bin Hakim: Apakah engkau belum mendengar—wahai Hisyam—Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berkata, “Siapa saja yang memiliki nasihat untuk penguasa, maka hendaknya dia mengambil tangan penguasa itu dan menyepi dengannya. Jika penguasa itu menerimanya, maka itu yang dimaukan. Namun jika penguasa itu menolaknya, maka dia telah menunaikan kewajibannya.”