Shahih Al-Bukhari hadits nomor 1604, 1605, dan 1606

٥٧ – بَابُ الرَّمَلِ فِي الۡحَجِّ وَالۡعُمۡرَةِ
57. Bab berjalan cepat dalam haji dan umrah

١٦٠٤ – حَدَّثَنِي مُحَمَّدٌ: حَدَّثَنَا سُرَيۡجُ بۡنُ النُّعۡمَانِ: حَدَّثَنَا فُلَيۡحٌ، عَنۡ نَافِعٍ، عَنِ ابۡنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا قَالَ: سَعَى النَّبِيُّ ﷺ ثَلَاثَةَ أَشۡوَاطٍ، وَمَشَى أَرۡبَعَةً، فِي الۡحَجِّ وَالۡعُمۡرَةِ. تَابَعَهُ اللَّيۡثُ قَالَ: حَدَّثَنِي كَثِيرُ بۡنُ فَرۡقَدٍ، عَنۡ نَافِعٍ، عَنِ ابۡنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ. [طرفه في: ١٦٠٣].
1604. Muhammad telah menceritakan kepadaku: Suraij bin An-Nu’man menceritakan kepada kami: Fulaih menceritakan kepada kami, dari Nafi’, dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, beliau mengatakan: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berjalan cepat pada tiga putaran pertama dan berjalan biasa pada empat putaran selanjutnya dalam haji dan umrah. Hadis ini dikuatkan oleh Al-Laits, beliau mengatakan: Katsir bin Farqad menceritakan kepadaku, dari Nafi’, dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
١٦٠٥ – حَدَّثَنَا سَعِيدُ بۡنُ أَبِي مَرۡيَمَ: أَخۡبَرَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ جَعۡفَرٍ قَالَ: أَخۡبَرَنِي زَيۡدُ بۡنُ أَسۡلَمَ، عَنۡ أَبِيهِ: أَنَّ عُمَرَ بۡنَ الۡخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ قَالَ لِلرُّكۡنِ: أَمَا وَاللهِ، إِنِّي لَأَعۡلَمُ أَنَّكَ حَجَرٌ لَا تَضُرُّ وَلَا تَنۡفَعُ، وَلَوۡ لَا أَنِّي رَأَيۡتُ النَّبِيَّ ﷺ اسۡتَلَمَكَ مَا اسۡتَلَمۡتُكَ، فَاسۡتَلَمَهُ، ثُمَّ قَالَ: مَا لَنَا وَالرَّمَلَ، إِنَّمَا كُنَّا رَاءَيۡنَا بِهِ الۡمُشۡرِكِينَ، وَقَدۡ أَهۡلَكَهُمُ اللهُ، ثُمَّ قَالَ: شَيۡءٌ صَنَعَهُ النَّبِيُّ ﷺ، فَلَا نُحِبُّ أَنۡ نَتۡرُكَهُ. [طرفه في: ١٥٩٧].
1605. Sa’id bin Abu Maryam telah menceritakan kepada kami: Muhammad bin Ja’far mengabarkan kepada kami, beliau mengatakan: Zaid bin Aslam mengabarkan kepadaku, dari ayahnya: Bahwa ‘Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu berkata kepada hajar Aswad: Demi Allah, sesungguhnya aku benar-benar tahu bahwa engkau hanyalah batu yang tidak dapat memberi mudarat dan tidak mendatangkan manfaat. Seandainya aku dulu tidak melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menciummu, niscaya aku tidak menciummu. ‘Umar menciumnya lalu mengatakan: Mengapa kita tetap berjalan cepat, padahal dahulu kita hanya memperlihatkannya kepada orang-orang musyrik dan Allah telah membinasakan mereka. Kemudian beliau mengatakan: Ini adalah yang diperbuat oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, sehingga kita tidak suka untuk meninggalkannya.
١٦٠٦ – حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ: حَدَّثَنَا يَحۡيَى، عَنۡ عُبَيۡدِ اللهِ، عَنۡ نَافِعٍ، عَنِ ابۡنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا قَالَ: مَا تَرَكۡتُ اسۡتِلَامَ هٰذَيۡنِ الرُّكۡنَيۡنِ فِي شِدَّةٍ وَلَا رَخَاءٍ مُنۡذُ رَأَيۡتُ النَّبِيَّ ﷺ يَسۡتَلِمُهُمَا. قُلۡتُ لِنَافِعٍ: أَكَانَ ابۡنُ عُمَرَ يَمۡشِي بَيۡنَ الرُّكۡنَيۡنِ؟ قَالَ: إِنَّمَا كَانَ يَمۡشِي لِيَكُونَ أَيۡسَرَ لِاسۡتِلَامِهِ. [الحديث ١٦٠٦ – طرفه في: ١٦١١].
1606. Musaddad telah menceritakan kepada kami: Yahya menceritakan kepada kami, dari ‘Ubaidullah, dari Nafi’, dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, beliau mengatakan: Aku tidak pernah meninggalkan menyentuh dua rukun (rukun Yamani dan hajar Aswad) ini baik dalam keadaan sulit maupun lapang semenjak aku melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyentuh keduanya. Aku bertanya kepada Nafi’: Apakah Ibnu ‘Umar dahulu berjalan di antara dua rukun tersebut? Beliau menjawab: Beliau berjalan hanya agar lebih mudah menyentuhnya.