As-Sunnah Ibnu Abu 'Ashim hadis nomor 947

٩٤٧ - حَدَّثَنَا أَبُو بَكۡرٍ، ثنا أَبُو مُعَاوِيَةَ، عَنِ الۡأَعۡمَشِ، عَنۡ خَيۡثَمَةَ، عَنۡ سُوَيۡدِ بۡنِ غَفَلَةَ قَالَ: قَالَ عَلِيٌّ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ: إِذَا حَدَّثۡتُكُمۡ عَنۡ رَسُولِ اللهِ ﷺ فَلَأَنۡ أَخِرَّ مِنَ السَّمَاءِ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنۡ أَنۡ أَكۡذِبَ عَلَى رَسُولِ اللهِ ﷺ. وَإِذَا حَدَّثۡتُكُمۡ عَنۡ غَيۡرِهِ فَإِنَّمَا أَنَا رَجُلٌ مُحَارِبٌ، وَالۡحَرۡبُ خُدۡعَةٌ، سَمِعۡتُ رَسُولَ اللهِ ﷺ يَقُولُ: (يَخۡرُجُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ قَوۡمٌ أَحۡدَاثُ الۡأَسۡنَانِ سُفَهَاءُ الۡأَحۡلَامِ، يَقُولُونَ مِنۡ خَيۡرِ قَوۡلِ الۡبَرِيَّةِ، لَا يُجَاوِزُ إِيمَانُهُمۡ حَنَاجِرَهُمۡ، فَأَيۡنَمَا لَقِيتُمُوهُمۡ فَاقۡتُلُوهُمۡ، فَإِنَّ لِمَنۡ قَتَلَهُمۡ أَجۡرًا يَوۡمَ الۡقِيَامَةِ). 

947. Abu Bakr telah menceritakan kepada kami: Abu Mu’awiyah menceritakan kepada kami dari Al-A’masy, dari Khaitsamah, dari Suwaid bin Ghaflah. Beliau berkata: ‘Ali radhiyallahu ‘anhu mengatakan: Apabila aku menceritakan kepada kalian dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sungguh aku jatuh dari langit lebih aku sukai daripada berdusta atas nama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan apabila aku menceritakan kepada kalian dari selain beliau, maka aku hanyalah seorang prajurit dan perang adalah siasat. Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Suatu kaum akan keluar di akhir zaman. Mereka muda-muda umurnya, bodoh akalnya. Mereka berkata dari sebaik-baik ucapan makhluk, namun iman mereka tidak melampaui laring mereka. Di mana saja kalian menjumpai mereka, maka bunuhlah mereka (di bawah komando pemerintah). Karena bagi siapa saja yang membunuh mereka akan mendapatkan pahala di hari kiamat.”

Sunan At-Tirmidzi hadits nomor 2188

٢٤ - بَابٌ فِي صِفَةِ الۡمَارِقَةِ 
24. Bab tentang sifat kaum pemberontak 


٢١٨٨ – (حسن صحيح) حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيۡبٍ مُحَمَّدُ بۡنُ الۡعَلَاءِ، قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو بَكۡرِ بۡنُ عَيَّاشٍ، عَنۡ عَاصِمٍ، عَنۡ زِرٍّ، عَنۡ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ مَسۡعُودٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (يَخۡرُجُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ قَوۡمٌ أَحۡدَاثُ الۡأَسۡنَانِ سُفَهَاءُ الۡأَحۡلَامِ، يَقۡرَءُونَ الۡقُرۡآنَ لَا يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمۡ، يَقُولُونَ مِنۡ قَوۡلِ خَيۡرِ الۡبَرِيَّةِ، يَمۡرُقُونَ مِنَ الدِّينِ كَمَا يَمۡرُقُ السَّهۡمُ مِنَ الرَّمِيَّةِ). وَفِي الۡبَابِ عَنۡ عَلِيٍّ، وَأَبِي سَعِيدٍ، وَأَبِي ذَرٍّ. وَهَٰذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ. وَقَدۡ رُوِيَ فِي غَيۡرِ هَٰذَا الۡحَدِيثِ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ حَيۡثُ وَصَفَ هَٰؤُلَاءِ الۡقَوۡمَ الَّذِينَ يَقۡرَءُونَ الۡقُرۡآنَ لَا يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمۡ، يَمۡرُقُونَ مِنَ الدِّينِ كَمَا يَمۡرُقُ السَّهۡمُ مِنَ الرَّمِيَّةِ، إِنَّمَا هُمُ الۡخَوَارِجُ وَالۡحَرُورِيَّةُ وَغَيۡرُهُمۡ مِنَ الۡخَوَارِجِ. [(ابن ماجه)(١٦٨): ق]. 

2188. [Hasan Sahih] Abu Kuraib Muhammad bin Al-‘Ala telah menceritakan kepada kami. Beliau berkata: Abu Bakr bin ‘Ayyasy menceritakan kepada kami dari ‘Ashim, dari Zirr, dari ‘Abdullah bin Mas’ud. Beliau mengatakan: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Suatu kaum akan keluar di akhir zaman. Mereka muda-muda umurnya, bodoh akalnya. Mereka membaca Alquran namun tidak melampaui tulang-tulang selangka mereka. Mereka berkata dari ucapan makhluk terbaik namun mereka keluar dari agama sebagaimana anak panah melesat menembus keluar dari sasaran.” 

Di dalam bab ini ada riwayat dari ‘Ali, Abu Sa’id, dan Abu Dzarr. Ini adalah hadis hasan sahih. 

Dan telah diriwayatkan tentang hadis ini dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau menggambarkan kaum ini adalah orang-orang yang membaca Alquran namun tidak melampaui tulang-tulang selangka mereka. Mereka keluar dari agama sebagaimana anak panah melesat menembus keluar dari sasaran. Mereka adalah khawarij, haruriyyah, dan kelompok khawarij selain mereka.

Shahih Muslim hadits nomor 1855

١٧ - بَابُ خِيَارِ الۡأَئِمَّةِ وَشِرَارِهِمۡ 
17. Bab sebaik-baik dan sejelek-jelek pemimpin 


٦٥ – (١٨٥٥) - حَدَّثَنَا إِسۡحَاقُ بۡنُ إِبۡرَاهِيمَ الۡحَنۡظَلِيُّ: أَخۡبَرَنَا عِيسَى بۡنُ يُونُسَ: حَدَّثَنَا الۡأَوۡزَاعِيُّ، عَنۡ يَزِيدَ بۡنِ يَزِيدَ بۡنِ جَابِرٍ، عَنۡ رُزَيۡقِ بۡنِ حَيَّانَ، عَنۡ مُسۡلِمِ بۡنِ قَرَظَةَ، عَنۡ عَوۡفِ بۡنِ مَالِكٍ، عَنۡ رَسُولِ اللهِ ﷺ قَالَ: (خِيَارُ أَئِمَّتِكُمُ الَّذِينَ تُحِبُّونَهُمۡ وَيُحِبُّونَكُمۡ، وَيُصَلُّونَ عَلَيۡكُمۡ وَتُصَلُّونَ عَلَيۡهِمۡ. وَشِرَارُ أَئِمَّتِكُمُ الَّذِينَ تُبۡغِضُونَهُمۡ وَيُبۡغِضُونَكُمۡ، وَتَلۡعَنُونَهُمۡ وَيَلۡعَنُونَكُمۡ) قِيلَ: يَا رَسُولَ اللهِ، أَفَلَا نُنَابِذُهُمۡ بِالسَّيۡفِ؟ فَقَالَ: (لَا، مَا أَقَامُوا فِيكُمُ الصَّلَاةَ. وَإِذَا رَأَيۡتُمۡ مِنۡ وُلَاتِكُمۡ شَيۡئًا تَكۡرَهُونَهُ، فَاكۡرَهُوا عَمَلَهُ، وَلَا تَنۡزِعُوا يَدًا مِنۡ طَاعَةٍ). 

65. (1855). Ishaq bin Ibrahim Al-Hanzhali telah menceritakan kepada kami: ‘Isa bin Yunus mengabarkan kepada kami: Al-Auza’i menceritakan kepada kami dari Yazid bin Yazid bin Jabir, dari Ruzaiq bin Hayyan, dari Muslim bin Qarazhah, dari ‘Auf bin Malik, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

Beliau bersabda, “Pemimpin kalian yang terbaik adalah orang-orang yang kalian mencintai mereka dan mereka mencintai kalian. Mereka mendoakan kebaikan kalian dan kalian mendoakan kebaikan mereka. Sedangkan pemimpin kalian yang paling jelek adalah orang-orang yang kalian membenci mereka dan mereka membenci kalian. Kalian melaknat mereka dan mereka melaknat kalian.” 

Ada yang bertanya, “Wahai Rasulullah, bolehkah kami menghunuskan pedang kepada mereka?” 

Rasulullah menjawab, “Tidak boleh selama mereka menegakkan salat di tengah-tengah kalian. Apabila kalian melihat sesuatu yang kalian benci pada pemimpin kalian, maka bencilah amalannya dan jangan kalian menarik tangan dari ketaatan.” 

٦٦ – (...) – حَدَّثَنَا دَاوُدُ بۡنُ رُشَيۡدٍ: حَدَّثَنَا الۡوَلِيدُ – يَعۡنِي ابۡنَ مُسۡلِمٍ -: حَدَّثَنَا عَبۡدُ الرَّحۡمَٰنِ بۡنُ يَزِيدَ بۡنِ جَابِرٍ: أَخۡبَرَنِي مَوۡلَىٰ بَنِي فَزَارَةَ، - وَهُوَ رُزَيۡقُ بۡنُ حَيَّانَ -؛ أَنَّهُ سَمِعَ مُسۡلِمَ بۡنَ قَرَظَةَ، ابۡنَ عَمِّ عَوۡفِ بۡنِ مَالِكٍ الۡأَشۡجَعِيِّ، يَقُولُ: سَمِعۡتُ عَوۡفَ بۡنَ مَالِكٍ الۡأَشۡجَعِيَّ يَقُولُ: سَمِعۡتُ رَسُولَ اللهِ ﷺ يَقُولُ: (خِيَارُ أَئِمَّتِكُمُ الَّذِينَ تُحِبُّونَهُمۡ وَيُحِبُّونَكُمۡ، وَتُصَلُّونَ عَلَيۡهِمۡ وَيُصَلُّونَ عَلَيۡكُمۡ. وَشِرَارُ أَئِمَّتِكُمُ الَّذِينَ تُبۡغِضُونَهُمۡ وَيُبۡغِضُونَكُمۡ، وَتَلۡعَنُونَهُمۡ وَيَلۡعَنُونَكُمۡ) قَالُوا: قُلۡنَا: يَا رَسُولَ اللهِ، أَفَلَا نُنَابِذُهُمۡ عِنۡدَ ذٰلِكَ؟ قَالَ: (لَا، مَا أَقَامُوا فِيكُمُ الصَّلَاةَ. لَا، مَا أَقَامُوا فِيكُمُ الصَّلَاةَ. أَلَا مَنۡ وَلِيَ عَلَيۡهِ وَالٍ، فَرَآهُ يَأۡتِي شَيۡئًا مِنۡ مَعۡصِيَةِ اللهِ، فَلۡيَكۡرَهۡ مَا يَأۡتِي مِنۡ مَعۡصِيَةِ اللهِ، وَلَا يَنۡزِعَنَّ يَدًا مِنۡ طَاعَةٍ). 

66. Dawud bin Rusyaid telah menceritakan kepada kami: Al-Walid bin Muslim menceritakan kepada kami: ‘Abdurrahman bin Yazid bin Jabir menceritakan kepada kami: Maula bani Fazarah—yaitu Ruzaiq bin Hayyan—mengabarkan kepadaku; Bahwa beliau mendengar Muslim bin Qarazhah sepupu ‘Auf bin Malik Al-Asyja’i berkata: Aku mendengar ‘Auf bin Malik Al-Asyja’i mengatakan: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Pemimpin kalian yang terbaik adalah orang-orang yang kalian mencintai mereka dan mereka mencintai kalian. Kalian mendoakan kebaikan mereka dan mereka mendoakan kebaikan kalian. Adapun pemimpin kalian yang paling buruk adalah orang-orang yang kalian membenci mereka dan mereka membenci kalian. Kalian melaknat mereka dan mereka melaknat kalian.” 

Para sahabat berkata: Kami bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah boleh kami melawan mereka ketika itu?” 

Rasulullah bersabda, “Tidak boleh selama mereka menegakkan salat di tengah-tengah kalian. Tidak boleh selama mereka menegakkan salat di tengah-tengah kalian. Tahukah, siapa saja yang dipimpin oleh seseorang, lalu dia melihat pemimpin itu melakukan suatu kemaksiatan kepada Allah, maka hendaknya dia benci kemaksiatan itu, namun jangan sampai dia menarik tangan dari ketaatan.” 

قَالَ ابۡنُ جَابِرٍ: فَقُلۡتُ - يَعۡنِي لِرُزَيۡقٍ -، حِينَ حَدَّثَنِي بِهَٰذَا الۡحَدِيثِ: آللهِ، يَا أَبَا الۡمِقۡدَامِ، لَحَدَّثَكَ بِهَٰذَا، أَوۡ سَمِعۡتَ هَٰذَا، مِنۡ مُسۡلِمِ بۡنِ قَرَظَةَ يَقُولُ: سَمِعۡتُ عَوۡفًا يَقُولُ: سَمِعۡتُ رَسُولَ اللهِ ﷺ؟ قَالَ: فَجَثَا عَلَى رُكۡبَتَيۡهِ وَاسۡتَقۡبَلَ الۡقِبۡلَةَ فَقَالَ: إِي وَاللهِ الَّذِي لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ، لَسَمِعۡتُهُ مِنۡ مُسۡلِمِ بۡنِ قَرَظَةَ يَقُولُ: سَمِعۡتُ عَوۡفَ بۡنَ مَالِكٍ يَقُولُ: سَمِعۡتُ رَسُولَ اللهِ ﷺ.‏ 

Ibnu Jabir berkata: Aku berkata—yakni Ruzaiq—ketika dia menceritakan hadis ini kepadaku: Demi Allah, wahai Abu Al-Miqdam apa dia menceritakan ini kepadamu atau engkau mendengar ini dari Muslim bin Qarazhah; beliau berkata: Aku mendengar ‘Auf berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

Beliau berkata: Maka beliau berlutut, menghadap kiblat, lalu berkata: Ya, demi Allah yang tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi kecuali Dia, aku benar-benar mendengarnya dari Muslim bin Qarazhah; beliau berkata: Aku mendengar ‘Auf bin Malik berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

(...) - وَحَدَّثَنَا إِسۡحَاقُ بۡنُ مُوسَى الۡأَنۡصَارِيُّ: حَدَّثَنَا الۡوَلِيدُ بۡنُ مُسۡلِمٍ: حَدَّثَنَا ابۡنُ جَابِرٍ، بِهَٰذَا الۡإِسۡنَادِ. وَقَالَ: رُزَيۡقٌ مَوۡلَىٰ بَنِي فَزَارَةَ ‏.‏ 

قَالَ مُسۡلِمٌ: وَرَوَاهُ مُعَاوِيَةُ بۡنُ صَالِحٍ، عَنۡ رَبِيعَةَ بۡنِ يَزِيدَ، عَنۡ مُسۡلِمِ بۡنِ قَرَظَةَ، عَنۡ عَوۡفِ بۡنِ مَالِكٍ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ... بِمِثۡلِهِ. 

Ishaq bin Musa Al-Anshari telah menceritakan kepada kami: Al-Walid bin Muslim menceritakan kepada kami: Ibnu Jabir menceritakan kepada kami melalui sanad ini. Beliau berkata: Ruzaiq maula bani Fazarah. 

Muslim berkata: Mu’awiyah bin Shalih meriwayatkannya dari Rabi’ah bin Yazid, dari Muslim bin Qarazhah, dari ‘Auf bin Malik, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam… semisal hadis tersebut.

As-Sunnah Ibnu Abu 'Ashim hadis nomor 1130, 1131, dan 1132

١٩١ – بَابُ: كَيۡفَ نَصِيحَةُ الرَّعِيَّةِ لِلۡوُلَاةِ 
191. Bagaimana rakyat menasihati penguasa 


١١٣٠ - حَدَّثَنَا عَمۡرُو بۡنُ عُثۡمَانَ، حَدَّثَنَا بَقِيَّةُ، حَدَّثَنَا صَفۡوَانُ بۡنُ عَمۡرٍو، عَنۡ شُرَيۡحِ بۡنِ عُبَيۡدٍ قَالَ: قَالَ عِيَاضُ بۡنُ غَنۡمٍ لِهِشَامِ بۡنِ حَكِيمٍ: أَلَمۡ تَسۡمَعۡ بِقَوۡلِ رَسُولِ اللهِ ﷺ: (مَنۡ أَرَادَ أَنۡ يَنۡصَحَ لِذِي سُلۡطَانٍ، فَلَا يُبۡدِهِ عَلَانِيَةً، وَلَكِنۡ يَأۡخُذُ بِيَدِهِ، فَيَخۡلُوا بِهِ، فَإِنۡ قَبِلَ مِنۡهُ فَذَاكَ، وَإِلَّا كَانَ قَدۡ أَدَّى الَّذِي عَلَيۡهِ). 

1130. ‘Amr bin ‘Utsman telah menceritakan kepada kami: Baqiyyah menceritakan kepada kami: Shafwan bin ‘Amr menceritakan kepada kami dari Syuraih bin ‘Ubaid. Beliau berkata: ‘Iyadh bin Ghanm berkata kepada Hisyam bin Hakim: Apa engkau belum mendengar sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapa saja yang ingin menasihati penguasa, maka janganlah dia lakukan terang-terangan. Tetapi hendaknya dia mengambil tangan penguasa lalu bersendiri dengannya. Jika penguasa itu menerima nasihatnya, maka itu yang diharapkan. Namun jika tidak, maka dia telah menunaikan kewajibannya.” 

١١٣١ - حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ عَوۡفٍ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ إِسۡمَاعِيلَ، ثنا أَبِي، عَنۡ ضَمۡضَمِ بۡنِ زُرۡعَةَ، عَنۡ شُرَيۡحِ بۡنِ عُبَيۡدٍ قَالَ: قَالَ جُبَيۡرُ بۡنُ نُفَيۡرٍ: قَالَ: قَالَ عِيَاضُ بۡنُ غَنۡمٍ لِهِشَامِ بۡنِ حَكِيمٍ: أَوَ لَمۡ تَسۡمَعۡ رَسُولَ اللهِ ﷺ يَقُولُ : (مَنۡ أَرَادَ أَنۡ يَنۡصَحَ لِذِي سُلۡطَانٍ فِي أَمۡرٍ؛ فَلَا يُبۡدِهِ عَلَانِيَةً، وَلَكِنۡ لِيَأۡخُذۡ بِيَدِهِ فَيَخۡلُوا بِهِ، فَإِنۡ قَبِلَ مِنۡهُ فَذَاكَ، وَإِلَّا كَانَ قَدۡ أَدَّى الَّذِي عَلَيۡهِ). 

1131. Muhammad bin ‘Auf telah menceritakan kepada kami: Muhammad bin Isma’il menceritakan kepada kami: Ayahku menceritakan kepada kami dari Dhamdham bin Zur’ah, dari Syuraih bin ‘Ubaid. Beliau berkata: Jubair bin Nufair berkata: ‘Iyadh bin Ghanm berkata kepada Hisyam bin Hakim: Apakah engkau belum mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa saja yang ingin menasihati penguasa dalam suatu perkara, maka janganlah dia menampakkannya secara terang-terangan. Tetapi hendaknya dia ambil tangan penguasa itu lalu menyepi dengannya. Apabila penguasa itu menerima darinya, maka itulah yang diharapkan. Namun jika tidak, maka dia telah menunaikan kewajibannya.” 

١١٣٢ - حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ عَوۡفٍ، ثنا عَبۡدُ الۡحَمِيدِ بۡنُ إِبۡرَاهِيمَ، عَنۡ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ سَالِمٍ، عَنِ الزُّبَيۡدِيِّ، عَنِ الۡفُضَيۡلِ بۡنِ فَضَالَةَ يَرُدُّهُ إِلَى ابۡنِ عَائِذٍ ، يَرُدُّهُ ابۡنُ عَائِذٍ إِلَى جُبَيۡرِ بۡنِ نُفَيۡرٍ، عَنۡ عِيَاضِ بۡنِ غَنۡمٍ قَالَ لِهِشَامِ بۡنِ حَكِيمٍ: أَلَمۡ تَسۡمَعۡ يَا هِشَامُ رَسُولَ اللهِ ﷺ إِذۡ يَقُولُ؟ (مَنۡ كَانَتۡ عِنۡدَهُ نَصِيحَةٌ لِذِي سُلۡطَانٍ فَلۡيَأۡخُذۡ بِيَدِهِ فَلۡيَخۡلُوا بِهِ، فَإِنۡ قَبِلَهَا قَبِلَهَا، وَإِنۡ رَدَّهَا كَانَ قَدۡ أَدَّى الَّذِي عَلَيۡهِ). 

1132. Muhammad bin ‘Auf telah menceritakan kepada kami: ‘Abdul Hamid bin Ibrahim menceritakan kepada kami dari ‘Abdullah bin Salim, dari Az-Zubaidi, dari Al-Fudhail bin Fadhalah yang beliau kembalikan kepada Ibnu ‘A`idz. Ibnu ‘A`idz mengembalikannya kepada Jubair bin Nufair dari ‘Iyadh bin Ghanm. Beliau berkata kepada Hisyam bin Hakim: Apakah engkau belum mendengar—wahai Hisyam—Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berkata, “Siapa saja yang memiliki nasihat untuk penguasa, maka hendaknya dia mengambil tangan penguasa itu dan menyepi dengannya. Jika penguasa itu menerimanya, maka itu yang dimaukan. Namun jika penguasa itu menolaknya, maka dia telah menunaikan kewajibannya.”

As-Sunnah 'Abdullah bin Ahmad hadis nomor 1511

[١٥١١] حَدَّثَنَا هُدۡبَةُ بۡنُ خَالِدٍ الۡأَزۡدِيُّ، نا دَيۡلَمٌ أَبُو غَالِبٍ، عَنۡ مَيۡمُونَ الۡكُرۡدِيِّ عَنۡ أَبِي عُثۡمَانَ النَّهۡدِيِّ، عَنۡ أَبِي سَعِيدٍ الۡخُدۡرِيِّ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ: (تَمۡرُقُ مَارِقَةٌ فِي فُرۡقَةٍ مِنَ الۡمُسۡلِمِينَ يَقۡتُلُهَا أَوۡلَى الطَّائِفَتَيۡنِ بِالۡحَقِّ). 

1511. Hudbah bin Khalid Al-Azdi telah menceritakan kepada kami: Dailam Abu Ghalib menceritakan kepada kami dari Maimun Al-Kurdi, dari Abu ‘Utsman An-Nahdi, dari Abu Sa’id Al-Khudri, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Suatu kelompok sempalan akan muncul ketika terjadi perpecahan di antara kaum muslimin. Pihak yang membunuh kelompok itu adalah salah satu dari dua pihak yang paling cocok dengan kebenaran.”

As-Sunnah 'Abdullah bin Ahmad hadis nomor 1471

[١٤٧١] حَدَّثَنِي أَبِي، نا وَكِيعٌ، نا جَرِيرُ بۡنُ حَازِمٍ وَأَبُو عَمۡرِو بۡنُ الۡعَلَاءِ، عَنِ ابۡنِ سِيرِينَ سَمِعۡنَاهُ عَنۡ عَبِيدَةَ، عَنۡ عَلِيٍّ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (يَخۡرُجُ قَوۡمٌ فِيهِمۡ رَجُلٌ مُودَنُ الۡيَدِ، أَوۡ مَثۡدُونُ الۡيَدِ، أَوۡ مُخۡدَجُ الۡيَدِ، وَلَوۡلَا أَنۡ تَبۡطَرُوا لَأَنۡبَأۡتُكُمۡ بِمَا وَعَدَ اللهُ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَهُمۡ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّهِ). 

قَالَ عَبِيۡدَةُ: قُلۡتُ لِعَلِيٍّ: أَنۡتَ سَمِعۡتَهُ مِنۡ رَسُولِ اللهِ ﷺ؟ قَالَ : إِي وَرَبِّ الۡكَعۡبَةِ، إِي وَرَبِّ الۡكَعۡبَةِ، إِي وَرَبِّ الۡكَعۡبَةِ. 

1471. Ayahku telah menceritakan kepadaku: Waki’ menceritakan kepada kami: Jarir bin Hazim dan Abu ‘Amr Al-‘Ala` menceritakan kepada kami dari Ibnu Sirin: Kami mendengarnya dari ‘Abidah, dari ‘Ali radhiyallahu ‘anhu. Beliau mengatakan: 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Suatu kaum akan keluar. Di antara mereka ada seorang pria yang tangannya tidak sempurna atau pendek. Andai kalian tidak jatuh dalam kesombongan, niscaya aku akan beritakan kepada kalian dengan janji Allah melalui lisan Nabi-Nya kepada orang-orang yang membunuh mereka.” 

‘Abidah berkata: Aku bertanya kepada ‘Ali: Apakah engkau mendengarnya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

‘Ali menjawab: Iya, demi Rabb Kakbah. Iya, demi Rabb Kakbah. Iya, demi Rabb Kakbah.

As-Sunnah 'Abdullah bin Ahmad hadis nomor 1512

[١٥١٢] حَدَّثَنِي أَبِي، نا وَكِيعٌ، نا عِكۡرِمَةُ بۡنُ عَمَّارٍ، عَنۡ عَاصِمِ بۡنِ شُمَيۡجٍ، عَنۡ أَبِي سَعِيدٍ الۡخُدۡرِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللهِ ﷺ إِذَا حَلفَ فِي الۡيَمِينِ قَالَ: (وَالَّذِي نَفۡسِ أَبِي الۡقَاسِمِ بِيَدِهِ لَيَخۡرُجُنَّ قَوۡمٌ تَحۡقِرُونَ أَعۡمَالَكُمۡ عِنۡدَ أَعۡمَالِهِمۡ يَقۡرَأُونَ الۡقُرۡآنَ لَا يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمۡ، يَمۡرُقُونَ مِنَ الۡإِسۡلَامِ كَمَا يَمۡرُقُ السَّهۡمُ مِنَ الرَّمِيَّةِ)، قَالُوا: فَهَلۡ مِنۡ عَلَامَةٍ يُعۡرَفُونَ بِهَا؟ قَالَ: (فِيهِمۡ رَجُلٌ ذُو ثُدَيَّةٍ مُحَلِّقِي رُؤُوسِهِمۡ)، قَالَ أَبُو سَعِيدٍ: فَحَدَّثَنِي عِشۡرُونَ أَوۡ بِضۡعُ وَعِشۡرُونَ مِنۡ أَصۡحَابِ رَسُولِ اللهِ ﷺ أَنَّ عَلِيًّا وَلِيَ قَتۡلَهُمۡ. قَالَ: فَرَأَيۡتُ أَبَا سَعِيدٍ بَعۡدَمَا كَبُرَ وَيَدَاهُ تَرۡتَعِشَانِ يَقُولُ: إِنَّ قِتَالَهُمۡ عِنۡدِي أَجَلُّ مِنۡ قِتَالِ عِدَّتِهِمۡ مِنَ التُّرۡكِ. 

1512. Ayahku telah menceritakan kepadaku: Waki’ menceritakan kepada kami: ‘Ikrimah bin ‘Ammar menceritakan kepada kami dari ‘Ashim bin Syumaij, dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu. Beliau mengatakan: 

Dahulu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ketika bersumpah, beliau bersabda, “Demi Allah yang jiwa Abu Al-Qasim berada di tangan-Nya, suatu kaum pasti akan keluar. Kalian akan menganggap kecil amalan kalian dibanding amalan mereka. Mereka membaca Alquran namun tidak melampaui tulang-tulang selangka mereka. Mereka keluar dari Islam sebagaimana anak panah melesat keluar menembus sasaran.” 

Para sahabat bertanya, “Apakah mereka bisa dikenali dengan suatu tanda?” 

Beliau bersabda, “Di tengah-tengah mereka ada Dzu Tsudayyah. Mereka adalah orang-orang yang menggundul kepala-kepala mereka.” 

Abu Sa’id berkata: Dua puluh atau dua puluh lebih dari kalangan sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan kepadaku bahwa ‘Ali yang memimpin penumpasan mereka. 

‘Ashim berkata: Lalu aku melihat Abu Sa’id ketika telah tua dan kedua tangannya gemetar, beliau berkata: Sesungguhnya memerangi mereka menurutku lebih mulia daripada memerangi bangsa Turki yang jumlahnya berlipat kali mereka.

As-Sunnah 'Abdullah bin Ahmad hadis nomor 1487

[١٤٨٧] حَدَّثَنِي أَبِي وَأَبُو خَيۡثَمَةَ قَالَا: نا أَبُو مُعَاوِيَةَ، نا الۡأَعۡمَشُ، عَنۡ خَيۡثَمَةَ، عَنۡ سُوَيۡدِ بۡنِ غَفۡلَةَ قَالَ: قَالَ عَلِيٌّ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ: إِذَا حَدَّثۡتُكُمۡ عَنۡ رَسُولِ اللهِ ﷺ (حَدِيثًا) فَلَأَنۡ أَخِرَّ مِنَ السَّمَاءِ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنۡ أَنۡ أَكۡذِبَ عَلَيۡهِ. وَإِذَا حَدَّثۡتُكُمۡ عَنۡ غَيۡرِهِ فَإِنَّمَا أَنَا مُحَارِبٌ وَالۡحَرۡبُ خَدۡعَةٌ، سَمِعۡتُ رَسُولَ اللهِ ﷺ يَقُولُ: (يَخۡرُجُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ قَوۡمٌ أَحۡدَاثُ الۡأَسۡنَانِ، سُفَهَاءُ الۡأَحۡلَامِ، يَقُولُونَ مِنۡ خَيۡرِ قَوۡلِ الۡبَرِيَّةِ، لَا يُجَاوِزُ إِيمَانُهُمۡ حَنَاجِرَهُمۡ، فَأَيۡنَمَا لَقِيتُمُوهُمۡ فَاقۡتُلُوهُمۡ، فَإِنَّ قَتۡلَهُمۡ أَجۡرٌ لِمَنۡ قَتَلَهُمۡ يَوۡمَ الۡقِيَامَةِ). 

1487. Ayahku dan Abu Khaitsamah telah menceritakan kepadaku. Keduanya berkata: Abu Mu’awiyah menceritakan kepada kami: Al-A’masy menceritakan kepada kami dari Khaitsamah, dari Suwaid bin Ghaflah. Beliau berkata: ‘Ali radhiyallahu ‘anhu mengatakan: Apabila aku menceritakan kepada kalian dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam suatu hadis, maka sungguh aku jatuh dari langit lebih aku sukai daripada aku berdusta atas nama beliau. Dan apabila aku menceritakan kepada kalian dari selain beliau, maka aku hanyalah seorang prajurit dan perang adalah muslihat. Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Suatu kaum akan keluar di akhir zaman. Mereka muda-muda umurnya, bodoh akalnya. Mereka berkata dari sebaik-baik ucapan manusia namun iman mereka tidak melampaui laring-laring mereka. Di mana saja kalian menjumpai mereka, maka bunuhlah mereka (di bawah komando pemerintah). Karena ada pahala di hari kiamat bagi siapa saja yang membunuh mereka.”

Sunan Abu Dawud hadits nomor 4667

٤٦٦٧ – (صحيح) حَدَّثَنَا مُسۡلِمُ بۡنُ إِبۡرَاهِيمَ، نا الۡقَاسِمُ بۡنُ الۡفَضۡلِ، عَنۡ أَبِي نَضۡرَةَ، عَنۡ أَبِي سَعِيدٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (تَمۡرُقُ مَارِقَةٌ عِنۡدَ فُرۡقَةٍ مِنَ الۡمُسۡلِمِينَ يَقۡتُلُهَا أَوۡلَى الطَّائِفَتَيۡنِ بِالۡحَقِّ). [م (٣/١١٣)]. 

4667. [Sahih] Muslim bin Ibrahim telah menceritakan kepada kami: Al-Qasim bin Al-Fadhl menceritakan kepada kami dari Abu Nadhrah, dari Abu Sa’id. Beliau mengatakan: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Suatu kelompok sempalan akan muncul ketika terjadi perpecahan kaum muslimin. Pihak yang membunuh kelompok tersebut adalah salah satu dari dua pihak yang paling cocok dengan kebenaran.”

Shahih Muslim hadits nomor 1065

١٤٩ – (١٠٦٥) - وَحَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بۡنُ الۡمُثَنَّى: حَدَّثَنَا ابۡنُ أَبِي عَدِيٍّ، عَنۡ سُلَيۡمَانَ، عَنۡ أَبِي نَضۡرَةَ، عَنۡ أَبِي سَعِيدٍ؛ أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ ذَكَرَ قَوۡمًا يَكُونُونَ فِي أُمَّتِهِ يَخۡرُجُونَ فِي فُرۡقَةٍ مِنَ النَّاسِ، سِيمَاهُمُ التَّحَالُقُ. قَالَ: (هُمۡ شَرُّ الۡخَلۡقِ - أَوۡ مِنۡ أَشَرِّ الۡخَلۡقِ -. يَقۡتُلُهُمۡ أَدۡنَى الطَّائِفَتَيۡنِ إِلَى الۡحَقِّ). قَالَ: فَضَرَبَ النَّبِيُّ ﷺ لَهُمۡ مَثَلًا، أَوۡ قَالَ قَوۡلًا، (الرَّجُلُ يَرۡمِي الرَّمِيَّةَ - أَوۡ قَالَ: الۡغَرَضَ - فَيَنۡظُرُ فِي النَّصۡلِ فَلَا يَرَىٰ بَصِيرَةً، وَيَنۡظُرُ فِي النَّضِيِّ فَلَا يَرَىٰ بَصِيرَةً، وَيَنۡظُرُ فِي الۡفُوقِ فَلَا يَرَىٰ بَصِيرَةً). 

قَالَ: قَالَ أَبُو سَعِيدٍ: وَأَنۡتُمۡ قَتَلۡتُمُوهُمۡ يَا أَهۡلَ الۡعِرَاقِ. 

149. (1065). Muhammad bin Al-Mutsanna telah menceritakan kepadaku: Ibnu Abu ‘Adi menceritakan kepada kami dari Sulaiman, dari Abu Nadhrah, dari Abu Sa’id; bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut suatu kaum yang akan ada di umatnya. Mereka muncul ketika terjadi perpecahan kaum muslimin. Tanda-tanda mereka adalah menggundul kepala. Nabi bersabda, “Mereka adalah sejahat-jahat makhluk. Yang membunuh mereka adalah salah satu dari dua kelompok yang lebih dekat kepada kebenaran.” Abu Sa’id berkata: Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membuat suatu permisalan untuk mereka atau mengatakan suatu ucapan, “Seseorang yang memanah buruan, lalu dia melihat di ujung panah, namun dia tidak melihat ada bekas darah. Dia melihat di batang panah, namun dia tidak melihat ada bekas darah. Dan dia melihat di baur panah, namun dia tidak melihat ada bekas darah.” 

Abu Nadhrah berkata: Abu Sa’id berkata: Kalian yang membunuh mereka wahai penduduk ‘Iraq. 

١٥٠ – (...) - حَدَّثَنَا شَيۡبَانُ بۡنُ فَرُّوخَ: حَدَّثَنَا الۡقَاسِمُ - وَهُوَ ابۡنُ الۡفَضۡلِ الۡحُدَّانِيُّ -: حَدَّثَنَا أَبُو نَضۡرَةَ عَنۡ أَبِي سَعِيدٍ الۡخُدۡرِيِّ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (تَمۡرُقُ مَارِقَةٌ عِنۡدَ فُرۡقَةٍ مِنَ الۡمُسۡلِمِينَ، يَقۡتُلُهَا أَوۡلَى الطَّائِفَتَيۡنِ بِالۡحَقِّ). 

150. Syaiban bin Farrukh telah menceritakan kepada kami: Al-Qasim bin Al-Fadhl Al-Huddani menceritakan kepada kami: Abu Nadhrah menceritakan kepada kami dari Abu Sa’id Al-Khudri. Beliau mengatakan: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Akan ada kelompok sempalan yang keluar ketika terjadi perpecahan kaum muslimin. Pihak yang membunuhnya adalah satu kelompok yang paling berhak dengan kebenaran dari dua kelompok itu.” 

١٥١ – (...) - حَدَّثَنَا أَبُو الرَّبِيعِ الزَّهۡرَانِيُّ وَقُتَيۡبَةُ بۡنُ سَعِيدٍ. قَالَ قُتَيۡبَةُ: حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ، عَنۡ قَتَادَةَ، عَنۡ أَبِي نَضۡرَةَ، عَنۡ أَبِي سَعِيدٍ الۡخُدۡرِيِّ؛ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (يَكُونُ فِي أُمَّتِي فِرۡقَتَانِ، فَتَخۡرُجُ مِنۡ بَيۡنِهِمَا مَارِقَةٌ، يَلِي قَتۡلَهُمۡ أَوۡلَاهُمۡ بِالۡحَقِّ). 

151. Abu Ar-Rabi’ Az-Zahrani dan Qutaibah bin Sa’id telah menceritakan kepada kami. Qutaibah berkata: Abu ‘Awanah menceritakan kepada kami dari Qatadah, dari Abu Nadhrah, dari Abu Sa’id Al-Khudri. Beliau mengatakan: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Akan ada di umatku dua kelompok. Lalu ada satu kelompok sempalan yang keluar dari antara keduanya. Yang melakukan pembunuhan terhadap kelompok sempalan itu adalah kelompok yang lebih cocok dengan kebenaran.” 

١٥٢ – (...) - حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ الۡمُثَنَّى: حَدَّثَنَا عَبۡدُ الۡأَعۡلَىٰ: حَدَّثَنَا دَاوُدُ، عَنۡ أَبِي نَضۡرَةَ، عَنۡ أَبِي سَعِيدٍ الۡخُدۡرِيِّ؛ أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ: (تَمۡرُقُ مَارِقَةٌ فِي فُرۡقَةٍ مِنَ النَّاسِ، فَيَلِي قَتۡلَهُمۡ أَوۡلَى الطَّائِفَتَيۡنِ بِالۡحَقِّ). 

152. Muhammad bin Al-Mutsanna telah menceritakan kepada kami: ‘Abdul A’la menceritakan kepada kami: Dawud menceritakan kepada kami dari Abu Nadhrah, dari Abu Sa’id Al-Khudri; Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Suatu kelompok sempalan akan muncul ketika terjadi perpecahan di antara kaum muslimin. Yang melakukan pembunuhan terhadap kelompok sempalan itu adalah satu kelompok dari dua kelompok kaum muslimin yang lebih cocok dengan kebenaran.” 

١٥٣ – (...) - حَدَّثَنِي عُبَيۡدُ اللهِ الۡقَوَارِيرِيُّ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ الزُّبَيۡرِ: حَدَّثَنَا سُفۡيَانُ، عَنۡ حَبِيبِ بۡنِ أَبِي ثَابِتٍ، عَنِ الضَّحَّاكِ الۡمِشۡرَقِيِّ، عَنۡ أَبِي سَعِيدٍ الۡخُدۡرِيِّ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ، فِي حَدِيثٍ ذَكَرَ فِيهِ (قَوۡمًا يَخۡرُجُونَ عَلَىٰ فُرۡقَةٍ مُخۡتَلِفَةٍ، يَقۡتُلُهُمۡ أَقۡرَبُ الطَّائِفَتَيۡنِ مِنَ الۡحَقِّ). 

153. ‘Ubaidullah Al-Qawariri telah menceritakan kepadaku: Muhammad bin ‘Abdullah bin Az-Zubair menceritakan kepada kami: Sufyan menceritakan kepada kami dari Habib bin Abu Tsabit, dari Adh-Dhahhak Al-Misyraqi, dari Abu Sa’id Al-Khudri, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang sebuah hadis yang beliau sebutkan padanya, “Suatu kaum akan keluar pada kelompok yang berselisih. Yang membunuh kaum itu adalah salah satu dari dua kelompok yang lebih dekat dari kebenaran.”

Sunan Ibnu Majah hadits nomor 172

١٧٢ – (صحيح) حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ الصَّبَّاحِ، قَالَ: أَنۡبَأَنَا سُفۡيَانُ بۡنُ عُيَيۡنَةَ، عَنۡ أَبِي الزُّبَيۡرِ، عَنۡ جَابِرِ بۡنِ عَبۡدِ اللهِ؛ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللهِ ﷺ بِالۡجِعِرَّانَةِ وَهُوَ يَقۡسِمُ التِّبۡرَ وَالۡغَنَائِمَ، وَهُوَ فِي حِجۡرِ بِلَالٍ، فَقَالَ رَجُلٌ: اعۡدِلۡ يَا مُحَمَّدُ! فَإِنَّكَ لَمۡ تَعۡدِلۡ ‏.‏ فَقَالَ: (وَيۡلَكَ! وَمَنۡ يَعۡدِلُ بَعۡدِي إِذَا لَمۡ أَعۡدِلۡ؟). فَقَالَ عُمَرُ: دَعۡنِي يَا رَسُولَ اللهِ! حَتَّى أَضۡرِبَ عُنُقَ هَٰذَا الۡمُنَافِقِ. فَقَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (إِنَّ هَٰذَا فِي أَصۡحَابٍ - أَوۡ أُصَيۡحَابٍ – لَهُ، يَقۡرَءُونَ الۡقُرۡآنَ لَا يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمۡ، يَمۡرُقُونَ مِنَ الدِّينِ كَمَا يَمۡرُقُ السَّهۡمُ مِنَ الرَّمِيَّةِ). [(الظلال)(٩٤٣)]. 

172. [Sahih] Muhammad bin Ash-Shabbah telah menceritakan kepada kami. Beliau berkata: Sufyan bin ‘Uyainah memberitakan kepada kami dari Abu Az-Zubair, dari Jabir bin ‘Abdullah. Beliau mengatakan: 

Dahulu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah di Ji’irranah. Beliau membagi-bagi emas dan harta ganimah dan beliau berada di samping Bilal. 

Lalu seorang pria berkata, “Berbuat adillah, wahai Muhammad! Karena engkau tidak adil.” 

Rasulullah bersabda, “Celaka engkau! Siapa yang bisa berbuat adil setelahku jika aku tidak adil?” 

‘Umar berkata, “Biarkan aku, wahai Rasulullah, agar aku bisa memenggal leher orang munafik ini.” 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya pria ini bersama dengan sahabat-sahabatnya. Mereka membaca Alquran namun tidak melampaui tulang-tulang selangka mereka. Mereka keluar dari agama sebagaimana anak panah melesat keluar dari sasaran.”

Sunan Ibnu Majah hadits nomor 168

١٦٨ – (حسن صحيح) حَدَّثَنَا أَبُو بَكۡرِ بۡنُ أَبِي شَيۡبَةَ، وَعَبۡدُ اللهِ بۡنُ عَامِرِ بۡنِ زُرَارَةَ، قَالَا: حَدَّثَنَا أَبُو بَكۡرِ بۡنُ عَيَّاشٍ، عَنۡ عَاصِمٍ، عَنۡ زِرٍّ، عَنۡ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ مَسۡعُودٍ؛ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (يَخۡرُجُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ قَوۡمٌ أَحۡدَاثُ الۡأَسۡنَانِ، سُفَهَاءُ الۡأَحۡلَامِ، يَقُولُونَ مِنۡ خَيۡرِ قَوۡلِ النَّاسِ، يَقۡرَؤُونَ الۡقُرۡآنَ، لَا يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمۡ، يَمۡرُقُونَ مِنَ الۡإِسۡلَامِ كَمَا يَمۡرُقُ السَّهۡمُ مِنَ الرَّمِيَّةِ، فَمَنۡ لَقِيَهُمۡ فَلۡيَقۡتُلۡهُمۡ، فَإِنَّ قَتۡلَهُمۡ أَجۡرٌ عِنۡدَ اللهِ لِمَنۡ قَتَلَهُمۡ). [(الظلال)(٩١٤)، (الروض)(٦٨٤): ق – علي رضي الله عنه]. 

168. [Hasan Sahih] Abu Bakr bin Abu Syaibah dan ‘Abdullah bin ‘Amir bin Zurarah telah menceritakan kepada kami. Keduanya berkata: Abu Bakr bin ‘Ayyasy menceritakan kepada kami dari ‘Ashim, dari Zirr, dari ‘Abdullah bin Mas’ud. Beliau mengatakan: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Suatu kaum akan keluar di akhir zaman. Mereka muda-muda umurnya, bodoh akalnya. Mereka berkata dari sebaik-baik ucapan manusia, membaca Alquran, namun tidak melampaui tulang-tulang selangka mereka. Mereka keluar dari Islam sebagaimana anak panah menembus keluar dari sasaran. Siapa saja yang menjumpai mereka, maka hendaknya dia membunuh mereka (di bawah perintah pemimpin). Karena ada pahala di sisi Allah bagi siapa saja yang membunuh mereka.”

Shahih Al-Bukhari hadits nomor 6934

٦٩٣٤ - حَدَّثَنَا مُوسَى بۡنُ إِسۡمَاعِيلَ: حَدَّثَنَا عَبۡدُ الۡوَاحِدِ: حَدَّثَنَا الشَّيۡبَانِيُّ: حَدَّثَنَا يُسَيۡرُ بۡنُ عَمۡرٍو قَالَ: قُلۡتُ لِسَهۡلِ بۡنِ حُنَيۡفٍ: هَلۡ سَمِعۡتَ النَّبِيَّ ﷺ يَقُولُ فِي الۡخَوَارِجِ شَيۡئًا؟ قَالَ: سَمِعۡتُهُ يَقُولُ، وَأَهۡوَى بِيَدِهِ قِبَلَ الۡعِرَاقِ: (يَخۡرُجُ مِنۡهُ قَوۡمٌ يَقۡرَءُونَ الۡقُرۡآنَ، لَا يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمۡ، يَمۡرُقُونَ مِنَ الۡإِسۡلَامِ مُرُوقَ السَّهۡمِ مِنَ الرَّمِيَّةِ). 

6934. Musa bin Isma’il telah menceritakan kepada kami: ‘Abdul Wahid menceritakan kepada kami: Asy-Syaibani menceritakan kepada kami: Yusair bin ‘Amr menceritakan kepada kami. Beliau berkata: Aku bertanya kepada Sahl bin Hunaif: Apakah engkau mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata sesuatu tentang khawarij? Sahl menjawab: Aku mendengar beliau bersabda sembari mengarahkan tangan beliau ke arah ‘Iraq, “Suatu kaum akan keluar darinya. Mereka membaca Alquran namun tidak melampui kerongkongan mereka. Mereka keluar dari Islam seperti anak panah menembus keluar dari sasaran.”

Shahih Muslim hadits nomor 1063

٤٧ - بَابُ ذِكۡرِ الۡخَوَارِجِ وَصِفَاتِهِمۡ 
47. Bab penyebutan khawarij dan ciri-ciri mereka 


١٤٢ – (١٠٦٣) - حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ رُمۡحِ بۡنِ الۡمُهَاجِرِ: أَخۡبَرَنَا اللَّيۡثُ، عَنۡ يَحۡيَىٰ بۡنِ سَعِيدٍ، عَنۡ أَبِي الزُّبَيۡرِ، عَنۡ جَابِرِ بۡنِ عَبۡدِ اللهِ قَالَ: أَتَىٰ رَجُلٌ رَسُولَ اللهِ ﷺ بِالۡجِعۡرَانَةِ مُنۡصَرَفَهُ مِنۡ حُنَيۡنٍ، وَفِي ثَوۡبِ بِلَالٍ فِضَّةٌ وَرَسُولُ اللهِ ﷺ يَقۡبِضُ مِنۡهَا يُعۡطِي النَّاسَ. فَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ، اعۡدِلۡ. قَالَ: (وَيۡلَكَ، وَمَنۡ يَعۡدِلُ إِذَا لَمۡ أَكُنۡ أَعۡدِلُ؟ لَقَدۡ خِبۡتُ وَخَسِرۡتُ إِنۡ لَمۡ أَكُنۡ أَعۡدِلُ). فَقَالَ عُمَرُ بۡنُ الۡخَطَّابِ رَضِىَ اللهُ عَنۡهُ: دَعۡنِي يَا رَسُولَ اللهِ فَأَقۡتُلَ هَٰذَا الۡمُنَافِقَ. فَقَالَ: (مَعَاذَ اللهِ! أَنۡ يَتَحَدَّثَ النَّاسُ أَنِّي أَقۡتُلُ أَصۡحَابِي، إِنَّ هَٰذَا وَأَصۡحَابَهُ يَقۡرَءُونَ الۡقُرۡآنَ لَا يُجَاوِزُ حَنَاجِرَهُمۡ، يَمۡرُقُونَ مِنۡهُ كَمَا يَمۡرُقُ السَّهۡمُ مِنَ الرَّمِيَّةِ). 

142. (1063). Muhammad bin Rumh bin Al-Muhajir telah menceritakan kepada kami: Al-Laits mengabarkan kepada kami dari Yahya bin Sa’id, dari Abu Az-Zubair, dari Jabir bin ‘Abdullah. Beliau mengatakan: 

Seorang pria datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di Ji’ranah sepulang beliau dari Hunain. Ketika itu di baju Bilal ada perak sedangkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengambil segenggam darinya lalu memberikannya kepada orang-orang. 

Pria itu berkata, “Wahai Muhammad, berbuat adillah!” 

Rasulullah bersabda, “Celaka engkau, siapa lagi yang akan berbuat adil apabila aku tidak adil? Aku benar-benar binasa dan rugi apabila aku tidak adil.” 

‘Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu berkata, “Biarkan aku, wahai Rasulullah, untuk membunuh orang munafik ini.” 

Rasulullah bersabda, “Aku berlindung kepada Allah. Nanti orang-orang akan bercerita bahwa aku membunuh para sahabatku. Sesungguhnya pria ini dan para sahabatnya membaca Alquran namun tidak melampaui laring mereka. Mereka keluar darinya sebagaimana anak panah menembus keluar dari sasaran.” 

(...) - حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ الۡمُثَنَّى: حَدَّثَنَا عَبۡدُ الۡوَهَّابِ الثَّقَفِيُّ قَالَ: سَمِعۡتُ يَحۡيَىٰ بۡنَ سَعِيدٍ يَقُولُ: أَخۡبَرَنِي أَبُو الزُّبَيۡرِ؛ أَنَّهُ سَمِعَ جَابِرَ بۡنَ عَبۡدِ اللهِ. (ح) وَحَدَّثَنَا أَبُو بَكۡرِ بۡنُ أَبِي شَيۡبَةَ: حَدَّثَنَا زَيۡدُ بۡنُ الۡحُبَابِ: حَدَّثَنِي قُرَّةُ بۡنُ خَالِدٍ: حَدَّثَنِي أَبُو الزُّبَيۡرِ عَنۡ جَابِرِ بۡنِ عَبۡدِ اللهِ؛ أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ كَانَ يَقۡسِمُ مَغَانِمَ. وَسَاقَ الۡحَدِيثَ. 

Muhammad bin Al-Mutsanna telah menceritakan kepada kami: ‘Abdul Wahhab Ats-Tsaqafi menceritakan kepada kami. Beliau berkata: Aku mendengar Yahya bin Sa’id berkata: Abu Az-Zubair mengabarkan kepadaku bahwa beliau mendengar Jabir bin ‘Abdullah. (Dalam riwayat lain) Abu Bakr bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami: Zaid bin Al-Hubab menceritakan kepada kami: Qurrah bin Khalid menceritakan kepadaku: Abu Az-Zubair menceritakan kepadaku dari Jabir bin ‘Abdullah; bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dahulu pernah membagi harta ganimah. Lalu beliau menyebutkan hadis itu.

Shahih Muslim hadits nomor 1068

١٥٩ – (١٠٦٨) - حَدَّثَنَا أَبُو بَكۡرِ بۡنُ أَبِي شَيۡبَةَ: حَدَّثَنَا عَلِيُّ بۡنُ مُسۡهِرٍ، عَنِ الشَّيۡبَانِيِّ، عَنۡ يُسَيۡرِ بۡنِ عَمۡرٍو قَالَ: سَأَلۡتُ سَهۡلَ بۡنَ حُنَيۡفٍ: هَلۡ سَمِعۡتَ النَّبِيَّ ﷺ يَذۡكُرُ الۡخَوَارِجَ؟ فَقَالَ: سَمِعۡتُهُ - وَأَشَارَ بِيَدِهِ نَحۡوَ الۡمَشۡرِقِ – (قَوۡمٌ يَقۡرَؤُونَ الۡقُرۡآنَ بِأَلۡسِنَتِهِمۡ لَا يَعۡدُو تَرَاقِيَهُمۡ، يَمۡرُقُونَ مِنَ الدِّينِ كَمَا يَمۡرُقُ السَّهۡمُ مِنَ الرَّمِيَّةِ). 

[البخاري: كتاب استتابة المرتدين، باب من ترك قتال الخوارج للتأليف...، رقم: ٦٩٣٤]. 

159. (1068). Abu Bakr bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami: ‘Ali bin Mushir menceritakan kepada kami dari Asy-Syaibani, dari Yusair bin ‘Amr. Beliau berkata: Aku bertanya kepada Sahl bin Hunaif: Apakah engkau mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut khawarij? Beliau menjawab: Aku mendengar beliau—beliau memberi isyarat dengan tangannya ke arah timur—, “Ada suatu kaum yang membaca Alquran dengan lisan-lisan mereka namun tidak melebihi kerongkongan. Mereka keluar dari agama sebagaimana anak panah menembus keluar dari sasarannya.” 

(...) - وَحَدَّثَنَاهُ أَبُو كَامِلٍ: حَدَّثَنَا عَبۡدُ الۡوَاحِدِ: حَدَّثَنَا سُلَيۡمَانُ الشَّيۡبَانِيُّ، بِهَٰذَا الۡإِسۡنَادِ. وَقَالَ: يَخۡرُجُ مِنۡهُ أَقۡوَامٌ. 

Abu Kamil telah menceritakannya kepada kami: ‘Abdul Wahid menceritakan kepada kami: Sulaiman Asy-Syaibani menceritakan kepada kami melalui sanad ini. Dan beliau berkata: Ada orang-orang yang akan keluar darinya. 

١٦٠ – (...) - حَدَّثَنَا أَبُو بَكۡرِ بۡنُ أَبِي شَيۡبَةَ وَإِسۡحَاقُ. جَمِيعًا عَنۡ يَزِيدَ. قَالَ أَبُو بَكۡرٍ: حَدَّثَنَا يَزِيدُ بۡنُ هَارُونَ، عَنِ الۡعَوَّامِ بۡنِ حَوۡشَبٍ: حَدَّثَنَا أَبُو إِسۡحَاقَ الشَّيۡبَانِيُّ عَنۡ أُسَيۡرِ بۡنِ عَمۡرٍو، عَنۡ سَهۡلِ بۡنِ حُنَيۡفٍ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: (يَتِيهُ قَوۡمٌ قِبَلَ الۡمَشۡرِقِ مُحَلَّقَةٌ رُءُوسُهُمۡ). 

160. Abu Bakr bin Abu Syaibah dan Ishaq telah menceritakan kepada kami. Semuanya dari Yazid. Abu Bakr berkata: Yazid bin Harun menceritakan kepada kami dari Al-‘Awwam bin Hausyab: Abu Ishaq Asy-Syaibani menceritakan kepada kami dari Usair bin ‘Amr, dari Sahl bin Hunaif, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau bersabda, “Akan ada suatu kaum yang pergi kebingungan di arah timur. Kepala mereka gundul.”

Sunan An-Nasa`i hadits nomor 4101

٤١٠١ – (صحيح) أَخۡبَرَنَا مَحۡمُودُ بۡنُ غَيۡلَانَ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَبۡدُ الرَّزَّاقِ، قَالَ: أَنۡبَأَنَا الثَّوۡرِيُّ، عَنۡ أَبِيهِ، عَنِ ابۡنِ أَبِي نُعۡمٍ، عَنۡ أَبِي سَعِيدٍ الۡخُدۡرِيِّ، قَالَ: بَعَثَ عَلِيٌّ إِلَى النَّبِيِّ ﷺ - وَهُوَ بِالۡيَمَنِ - بِذُهَيۡبَةٍ فِي تُرۡبَتِهَا، فَقَسَمَهَا بَيۡنَ الۡأَقۡرَعِ بۡنِ حَابِسٍ الۡحَنۡظَلِيِّ، ثُمَّ أَحَدِ بَنِي مُجَاشِعٍ، وَبَيۡنَ عُيَيۡنَةَ بۡنِ بَدۡرٍ الۡفَزَارِيِّ، وَبَيۡنَ عَلۡقَمَةَ بۡنِ عُلَاثَةَ الۡعَامِرِيِّ، ثُمَّ أَحَدِ بَنِي كِلَابٍ، وَبَيۡنَ زَيۡدِ الۡخَيۡلِ الطَّائِيِّ، ثُمَّ أَحَدِ بَنِي نَبۡهَانَ، قَالَ: فَغَضِبَتۡ قُرَيۡشٌ وَالۡأَنۡصَارُ، وَقَالُوا: يُعۡطِي صَنَادِيدَ أَهۡلِ نَجۡدٍ وَيَدَعُنَا! فَقَالَ: (إِنَّمَا أَتَأَلَّفُهُمۡ). فَأَقۡبَلَ رَجُلٌ غَائِرَ الۡعَيۡنَيۡنِ، نَاتِىءُ الۡوَجۡنَتَيۡنِ، كَثَّ اللِّحۡيَةِ، مَحۡلُوقَ الرَّأۡسِ، فَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ! اتَّقِ اللهَ! قَالَ: (مَنۡ يُطِعِ اللهَ إِذَا عَصَيۡتُهُ؟! أَيَأۡمَنُنِي عَلَى أَهۡلِ الۡأَرۡضِ، وَلَا تَأۡمَنُونِي؟!)، فَسَأَلَ رَجُلٌ مِنَ الۡقَوۡمِ قَتۡلَهُ، فَمَنَعَهُ، فَلَمَّا وَلَّى، قَالَ: (إِنَّ مِنۡ ضِئۡضِئِ هَٰذَا قَوۡمًا يَخۡرُجُونَ، يَقۡرَءُونَ الۡقُرۡآنَ، لَا يُجَاوِزُ حَنَاجِرَهُمۡ، يَمۡرُقُونَ مِنَ الدِّينِ مُرُوقَ السَّهۡمِ مِنَ الرَّمِيَّةِ، يَقۡتُلُونَ أَهۡلَ الۡإِسۡلَامِ، وَيَدَعُونَ أَهۡلَ الۡأَوۡثَانِ، لَئِنۡ أَنَا أَدۡرَكۡتُهُمۡ لَأَقۡتُلَنَّهُمۡ قَتۡلَ عَادٍ). [ق]. 

4101. [Sahih] Mahmud bin Ghailan telah mengabarkan kepada kami. Beliau berkata: ‘Abdurrazzaq menceritakan kepada kami. Beliau berkata: Ats-Tsauri memberitakan kepada kami dari ayahnya, dari Ibnu Abu Nu’m, dari Abu Sa’id Al-Khudri. 

Beliau berkata: ‘Ali yang berada di Yaman mengirimkan emas yang masih bercampur tanah kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu beliau membaginya antara Al-Aqra’ bin Habis Al-Hanzhali kemudian salah satu bani Mujasyi’, ‘Uyainah bin Badr Al-Fazari, ‘Alqamah bin ‘Ulatsah Al-‘Amiri kemudian salah satu bani Kilab, dan Zaid Al-Khail Ath-Tha`i kemudian salah satu bani Nabhan. 

Abu Sa’id berkata: Orang-orang Quraisy dan ansar marah dan berkata, “Anda memberi para pembesar penduduk Najd dan tidak memberi kami.” 

Nabi bersabda, “Aku hanya melunakkan hati mereka.” 

Datanglah seorang lelaki yang kedua matanya cekung, tulang pipinya timbul, jenggotnya lebat, dan kepalanya gundul. Dia berkata, “Wahai Muhammad, bertakwalah kepada Allah!” 

Nabi bersabda, “Siapa lagi yang akan taat kepada Allah apabila aku mendurhakainya?! Apakah kalian tidak percaya kepadaku sementara Allah telah memercayaiku (untuk diutus) kepada penduduk bumi?!” 

Salah seorang sahabat meminta kepada Nabi agar membunuh orang tadi, namun Nabi mencegahnya. 

Ketika orang tadi berbalik pergi, Nabi bersabda, “Sungguh dari keturunan orang ini akan ada suatu kaum yang keluar. Mereka membaca Alquran namun tidak melampaui laring mereka. Mereka keluar dari agama seperti anak panah menembus keluar dari sasarannya. Mereka membunuh kaum muslimin dan membiarkan para penyembah berhala. Jika aku menjumpai mereka, benar-benar aku bunuh mereka seperti pembunuhan kaum ‘Ad.”

Sunan An-Nasa`i hadits nomor 4102

٤١٠٢ – (صحيح) أَخۡبَرَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ بَشَّارٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَبۡدُ الرَّحۡمَٰنِ، قَالَ: حَدَّثَنَا سُفۡيَانُ، عَنِ الۡأَعۡمَشِ، عَنۡ خَيۡثَمَةَ، عَنۡ سُوَيۡدِ بۡنِ غَفَلَةَ، عَنۡ عَلِيٍّ، قَالَ: سَمِعۡتُ رَسُولَ اللهِ ﷺ، يَقُولُ: (يَخۡرُجُ قَوۡمٌ فِي آخِرِ الزَّمَانِ، أَحۡدَاثُ الۡأَسۡنَانِ، سُفَهَاءُ الۡأَحۡلَامِ، يَقُولُونَ مِنۡ خَيۡرِ قَوۡلِ الۡبَرِيَّةِ، لَا يُجَاوِزُ إِيمَانُهُمۡ حَنَاجِرَهُمۡ، يَمۡرُقُونَ مِنَ الدِّينِ كَمَا يَمۡرُقُ السَّهۡمُ مِنَ الرَّمِيَّةِ، فَإِذَا لَقِيتُمُوهُمۡ فَاقۡتُلُوهُمۡ؛ فَإِنَّ قَتۡلَهُمۡ أَجۡرٌ لِمَنۡ قَتَلَهُمۡ يَوۡمَ الۡقِيَامَةِ) [(ظلال الجنة)(٩١٤)، ق]. 

4102. [Sahih] Muhammad bin Basysyar telah mengabarkan kepada kami. Beliau berkata: ‘Abdurrahman menceritakan kepada kami. Beliau berkata: Sufyan menceritakan kepada kami dari Al-A’masy, dari Khaitsamah, dari Suwaid bin Ghaflah, dari ‘Ali. Beliau berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Suatu kaum akan keluar di akhir zaman. Mereka muda-muda umurnya dan bodoh akalnya. Mereka berkata dari ucapan manusia terbaik, namun iman mereka tidak melampaui laring/tenggorokan mereka. Mereka keluar dari agama sebagaimana anak panah menembus keluar dari sasarannya. Apabila kalian menjumpai mereka, maka bunuhlah mereka (di bawah perintah penguasa). Karena ada pahala bagi yang membunuh mereka pada hari kiamat.”

Sunan Abu Dawud hadits nomor 4765 dan 4766

٤٧٦٥ – (صحيح) حَدَّثَنَا نَصۡرُ بۡنُ عَاصِمٍ الۡأَنۡطَاكِيُّ، نا الۡوَلِيدُ وَمُبَشِّرٌ - يَعۡنِي ابۡنَ إِسۡمَاعِيلَ – الۡحَلَبِيَّ، بِإِسۡنَادِهِ عَنۡ أَبِي عَمۡرٍو، قَالَ - يَعۡنِي الۡوَلِيدَ -: ثنا أَبُو عَمۡرٍو، قَالَ: حَدَّثَنِي قَتَادَةُ، عَنۡ أَبِي سَعِيدٍ الۡخُدۡرِيِّ وَأَنَسِ بۡنِ مَالِكٍ، عَنۡ رَسُولِ اللهِ ﷺ قَالَ: (سَيَكُونُ فِي أُمَّتِي اخۡتِلَافٌ وَفُرۡقَةٌ، قَوۡمٌ يُحۡسِنُونَ الۡقِيلَ وَيُسِيئُونَ الۡفِعۡلَ، يَقۡرَءُونَ الۡقُرۡآنَ لَا يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمۡ، يَمۡرُقُونَ مِنَ الدِّينِ مُرُوقَ السَّهۡمِ مِنَ الرَّمِيَّةِ، [ثُمَّ] لَا يَرۡجِعُونَ حَتَّى يَرۡتَدَّ عَلَى فُوقِهِ، هُمۡ شَرُّ الۡخَلۡقِ وَالۡخَلِيقَةِ، طُوبَى لِمَنۡ قَتَلَهُمۡ وَقَتَلُوهُ، يَدۡعُونَ إِلَى كِتَابِ اللهِ وَلَيۡسُوا مِنۡهُ فِي شَىۡءٍ، مَنۡ قَاتَلَهُمۡ كَانَ أَوۡلَى بِاللهِ تَعَالَى مِنۡهُمۡ) قَالُوا ‏:‏ يَا رَسُولَ اللهِ، مَا سِيمَاهُمۡ؟ قَالَ: (التَّحۡلِيقُ). [(الظلال)(٩٤٠)]. 

4765. [Sahih] Nashr bin ‘Ashim Al-Anthaki telah menceritakan kepada kami: Al-Walid dan Mubasysyir bin Isma’il Al-Halabi menceritakan kepada kami dengan sanadnya dari Abu ‘Amr. Al-Walid berkata: Abu ‘Amr menceritakan kepada kami. Beliau berkata: Qatadah menceritakan kepadaku dari Abu Sa’id Al-Khudri dan Anas bin Malik, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau bersabda, “Akan terjadi perselisihan dan perpecahan di dalam umatku. Ada suatu kaum yang memperindah ucapan namun jelek dalam perbuatan. Mereka membaca Alquran namun tidak melampaui kerongkongan mereka. Mereka keluar dari agama seperti keluarnya anak panah menembus dari sasarannya. Kemudian mereka tidak kembali sampai anak panah itu kembali ekornya. Mereka adalah sejelek-jelek makhluk. Alangkah beruntung orang yang membunuh mereka dan dibunuh oleh mereka. Mereka mengajak kepada kitab Allah padahal mereka tidak memiliki sedikitpun bagian darinya. Siapa saja yang memerangi mereka (di bawah perintah pemimpin negara) lebih pantas mendapat pertolongan Allah taala daripada mereka.” 

Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apa tanda-tanda mereka?” 

Beliau menjawab, “Menggundul kepala.” 

٤٧٦٦ – (صحيح) حَدَّثَنَا الۡحَسَنُ بۡنُ عَلِيٍّ، نا عَبۡدُ الرَّزَّاقِ، نا مَعۡمَرٌ، عَنۡ قَتَادَةَ، عَنۡ أَنَسٍ، أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ، [ذَكَرَ] نَحۡوَهُ، قَالَ: (سِيمَاهُمُ التَّحۡلِيقُ وَالتَّسۡمِيدُ، فَإِذَا رَأَيۡتُمُوهُمۡ فَأَنِيمُوهُمۡ). [(ابن ماجه)(١٧٥)]. 

4766. [Sahih] Al-Hasan bin ‘Ali telah menceritakan kepada kami: ‘Abdurrazzaq menceritakan kepada kami: Ma’mar menceritakan kepada kami dari Qatadah, dari Anas, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam—beliau menyebutkan semisal hadis tersebut—bersabda, “Ciri-ciri mereka adalah menggundul kepala. Apabila kalian melihat mereka, maka bunuhlah mereka (di bawah perintah pemimpin negara).”

Sunan Abu Dawud hadits nomor 4767

٤٧٦٧ – (صحيح) حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ كَثِيرٍ، نا سُفۡيَانُ، نا الۡأَعۡمَشُ، عَنۡ خَيۡثَمَةَ، عَنۡ سُوَيۡدِ بۡنِ غَفَلَةَ قَالَ: قَالَ عَلِيٌّ: إِذَا حَدَّثۡتُكُمۡ عَنۡ رَسُولِ اللهِ ﷺ حَدِيثًا فَلَأَنۡ أَخِرَّ مِنَ السَّمَاءِ أَحَبُّ إِلَىَّ مِنۡ أَنۡ أَكۡذِبَ عَلَيۡهِ، وَإِذَا حَدَّثۡتُكُمۡ فِيمَا بَيۡنِي وَبَيۡنَكُمۡ فَإِنَّمَا الۡحَرۡبُ خُدۡعَةٌ، سَمِعۡتُ رَسُولَ اللهِ ﷺ يَقُولُ: (يَأۡتِي فِي آخِرِ الزَّمَانِ قَوۡمٌ حُدَثَاءُ الۡأَسۡنَانِ، سُفَهَاءُ الۡأَحۡلَامِ، يَقُولُونَ [مِنۡ خَيۡرِ قَوۡلِ الۡبَرِيَّةِ]، يَمۡرُقُونَ مِنَ الۡإِسۡلَامِ كَمَا يَمۡرُقُ السَّهۡمُ مِنَ الرَّمِيَّةِ، لَا يُجَاوِزُ إِيمَانُهُمۡ حَنَاجِرَهُمۡ، فَأَيۡنَمَا لَقِيتُمُوهُمۡ فَاقۡتُلُوهُمۡ، فَإِنَّ قَتۡلَهُمۡ أَجۡرٌ لِمَنۡ قَتَلَهُمۡ يَوۡمَ الۡقِيَامَةِ). [(الظلال)(٩١٤): ق]. 

4767. [Sahih] Muhammad bin Katsir telah menceritakan kepada kami: Sufyan menceritakan kepada kami: Al-A’masy menceritakan kepada kami dari Khaitsamah, dari Suwaid bin Ghaflah. Beliau berkata: ‘Ali berkata: Apabila aku menceritakan kepada kalian dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka sungguh aku jatuh dari langit lebih aku sukai daripada aku berdusta atas nama beliau. Dan apabila aku menceritakan kepada kalian antara aku dengan kalian, maka perang adalah tipu daya. Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Di akhir zaman, akan datang suatu kaum yang muda umurnya dan bodoh akalnya. Mereka berkata dari ucapan makhluk yang terbaik, namun mereka keluar dari Islam sebagaimana anak panah menembus keluar sasarannya. Iman mereka tidak melampaui laring/tenggorokan mereka. Di mana saja kalian temui mereka, maka bunuhlah mereka (di bawah perintah pemimpin), karena ada pahala di hari kiamat bagi yang membunuh mereka.”

Shahih Muslim hadits nomor 1066

٤٨ - بَابُ التَّحۡرِيضِ عَلَى قَتۡلِ الۡخَوَارِجِ 
48. Bab penyemangatan untuk membunuh khawarij 


١٥٤ - (١٠٦٦) - حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ نُمَيۡرٍ وَعَبۡدُ اللهِ بۡنُ سَعِيدٍ الۡأَشَجُّ. جَمِيعًا عَنۡ وَكِيعٍ. قَالَ الۡأَشَجُّ: حَدَّثَنَا وَكِيعٌ: حَدَّثَنَا الۡأَعۡمَشُ، عَنۡ خَيۡثَمَةَ، عَنۡ سُوَيۡدِ بۡنِ غَفَلَةَ قَالَ: قَالَ عَلِيٌّ: إِذَا حَدَّثۡتُكُمۡ عَنۡ رَسُولِ اللهِ ﷺ، فَلَأَنۡ أَخِرَّ مِنَ السَّمَاءِ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنۡ أَنۡ أَقُولَ عَلَيۡهِ مَا لَمۡ يَقُلۡ. وَإِذَا حَدَّثۡتُكُمۡ فِيمَا بَيۡنِي وَبَيۡنَكُمۡ فَإِنَّ الۡحَرۡبَ خَدۡعَةٌ، سَمِعۡتُ رَسُولَ اللهِ ﷺ يَقُولُ: (سَيَخۡرُجُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ قَوۡمٌ أَحۡدَاثُ الۡأَسۡنَانِ، سُفَهَاءُ الۡأَحۡلَامِ، يَقُولُونَ مِنۡ خَيۡرِ قَوۡلِ الۡبَرِيَّةِ، يَقۡرَءُونَ الۡقُرۡآنَ لَا يُجَاوِزُ حَنَاجِرَهُمۡ، يَمۡرُقُونَ مِنَ الدِّينِ كَمَا يَمۡرُقُ السَّهۡمُ مِنَ الرَّمِيَّةِ، فَإِذَا لَقِيتُمُوهُمۡ فَاقۡتُلُوهُمۡ، فَإِنَّ فِي قَتۡلِهِمۡ أَجۡرًا لِمَنۡ قَتَلَهُمۡ عِنۡدَ اللهِ يَوۡمَ الۡقِيَامَةِ). 


154. (1066). Muhammad bin ‘Abdullah bin Numair dan ‘Abdullah bin Sa’id Al-Asyajj telah menceritakan kepada kami. Semuanya dari Waki’. Al-Asyajj berkata: Waki’ menceritakan kepada kami: Al-A’masy menceritakan kepada kami dari Khaitsamah, dari Suwaid bin Ghaflah. Beliau berkata: ‘Ali mengatakan: Apabila aku menceritakan kepada kalian hadis dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka sungguh aku jatuh dari langit lebih aku sukai daripada aku mengatakan atas beliau apa yang tidak beliau ucapkan. Dan apabila aku menceritakan kepada kalian tentang antara aku dengan kalian, maka sesungguhnya perang adalah tipu muslihat. Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Suatu kaum akan keluar di akhir zaman. Mereka muda-muda umurnya dan bodoh akalnya. Mereka mengatakan perkataan dari ucapan makhluk terbaik. Mereka membaca Alquran namun tidak melampaui laring/tenggorokannya. Mereka melesat keluar dari agama sebagaimana anak panah menembus keluar dari sasarannya. Apabila kalian menjumpai mereka, maka bunuhlah mereka (di bawah perintah penguasa), karena dalam perbuatan membunuh mereka ada pahala bagi yang membunuh mereka di sisi Allah pada hari kiamat.” 

(...) - حَدَّثَنَا إِسۡحَاقُ بۡنُ إِبۡرَاهِيمَ: أَخۡبَرَنَا عِيسَى بۡنُ يُونُسَ. (ح) وَحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ أَبِي بَكۡرٍ الۡمُقَدَّمِيُّ وَأَبُو بَكۡرِ بۡنُ نَافِعٍ. قَالَا: حَدَّثَنَا عَبۡدُ الرَّحۡمَٰنِ بۡنُ مَهۡدِيٍّ: حَدَّثَنَا سُفۡيَانُ. كِلَاهُمَا عَنِ الۡأَعۡمَشِ، بِهَٰذَا الۡإِسۡنَادِ، مِثۡلَهُ. 

Ishaq bin Ibrahim telah menceritakan kepada kami: ‘Isa bin Yunus mengabarkan kepada kami. (Dalam riwayat lain) Muhammad bin Abu Bakr Al-Muqaddami dan Abu Bakr bin Nafi’ telah menceritakan kepada kami. Keduanya berkata: ‘Abdurrahman bin Mahdi menceritakan kepada kami: Sufyan menceritakan kepada kami. Masing-masing keduanya dari Al-A’masy, melalui sanad ini, semisal hadis tersebut. 

(...) - حَدَّثَنَا عُثۡمَانُ بۡنُ أَبِي شَيۡبَةَ: حَدَّثَنَا جَرِيرٌ. (ح) وَحَدَّثَنَا أَبُو بَكۡرِ بۡنُ أَبِي شَيۡبَةَ وَأَبُو كُرَيۡبٍ وَزُهَيۡرُ بۡنُ حَرۡبٍ. قَالُوا: حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ. كِلَاهُمَا عَنِ الۡأَعۡمَشِ، بِهَٰذَا الۡإِسۡنَادِ. 

وَلَيۡسَ فِي حَدِيثِهِمَا: (يَمۡرُقُونَ مِنَ الدِّينِ كَمَا يَمۡرُقُ السَّهۡمُ مِنَ الرَّمِيَّةِ). 

‘Utsman bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami: Jarir menceritakan kepada kami. (Dalam riwayat lain) Abu Bakr bin Abu Syaibah, Abu Kuraib, dan Zuhair bin Harb telah menceritakan kepada kami. Mereka berkata: Abu Mu’awiyah menceritakan kepada kami. Masing-masing keduanya dari Al-A’masy melalui sanad ini. 

Di dalam hadis keduanya tidak ada ucapan, “Mereka melesat keluar dari agama sebagaimana anak panah menembus keluar dari sasarannya.” 

١٥٥ - (...) - وَحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ أَبِي بَكۡرٍ الۡمُقَدَّمِيُّ: حَدَّثَنَا ابۡنُ عُلَيَّةَ وَحَمَّادُ بۡنُ زَيۡدٍ. (ح) وَحَدَّثَنَا قُتَيۡبَةُ بۡنُ سَعِيدٍ: حَدَّثَنَا حَمَّادُ بۡنُ زَيۡدٍ. (ح) وَحَدَّثَنَا أَبُو بَكۡرِ بۡنُ أَبِي شَيۡبَةَ وَزُهَيۡرُ بۡنُ حَرۡبٍ - وَاللَّفۡظُ لَهُمَا - قَالَا: حَدَّثَنَا إِسۡمَاعِيلُ بۡنُ عُلَيَّةَ، عَنۡ أَيُّوبَ، عَنۡ مُحَمَّدٍ، عَنۡ عَبِيدَةَ، عَنۡ عَلِيٍّ. قَالَ: ذَكَرَ الۡخَوَارِجَ فَقَالَ: فِيهِمۡ رَجُلٌ مُخۡدَجُ الۡيَدِ، أَوۡ مُودَنُ الۡيَدِ، أَوۡ مَثۡدُونُ الۡيَدِ، لَوۡلَا أَنۡ تَبۡطَرُوا لَحَدَّثۡتُكُمۡ بِمَا وَعَدَ اللهُ الَّذِينَ يَقۡتُلُونَهُمۡ عَلَىٰ لِسَانِ مُحَمَّدٍ ﷺ. قَالَ: قُلۡتُ: آنۡتَ سَمِعۡتَهُ مِنۡ مُحَمَّدٍ ﷺ؟ قَالَ: إِي وَرَبِّ الۡكَعۡبَةِ، إِي وَرَبِّ الۡكَعۡبَةِ، إِي وَرَبِّ الۡكَعۡبَةِ. 

155. Muhammad bin Abu Bakr Al-Muqaddami telah menceritakan kepada kami: Ibnu ‘Ulayyah dan Hammad bin Zaid menceritakan kepada kami. (Dalam riwayat lain) Qutaibah bin Sa’id telah menceritakan kepada kami: Hammad bin Zaid menceritakan kepada kami. (Dalam riwayat lain) Abu Bakr bin Abu Syaibah dan Zuhair bin Harb telah menceritakan kepada kami. Redaksi hadis ini milik mereka berdua. Keduanya berkata: Isma’il bin ‘Ulayyah menceritakan kepada kami dari Ayyub, dari Muhammad, dari ‘Abidah, dari ‘Ali. 

‘Abidah berkata: ‘Ali menyebutkan khawarij, lalu beliau berkata, “Di kalangan mereka ada seseorang pria yang tangannya tidak sempurna atau pendek. Andai kalian tidak jatuh dalam kesombongan, niscaya aku akan ceritakan kepada kalian dengan janji Allah kepada orang-orang yang membunuh mereka sebagaimana yang diucapkan melalui lisan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.” 

‘Abidah berkata: Aku bertanya, “Apakah engkau mendengarnya dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam?” 

‘Ali menjawab, “Iya, demi Tuhan Kakbah. Iya, demi Tuhan Kakbah. Iya, demi Tuhan Kakbah.” 

(...) - حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ الۡمُثَنَّى: حَدَّثَنَا ابۡنُ أَبِي عَدِيٍّ، عَنِ ابۡنِ عَوۡنٍ، عَنۡ مُحَمَّدٍ، عَنۡ عَبِيدَةَ قَالَ: لَا أُحَدِّثُكُمۡ إِلَّا مَا سَمِعۡتُ مِنۡهُ: فَذَكَرَ عَنۡ عَلِيٍّ، نَحۡوَ حَدِيثِ أَيُّوبَ، مَرۡفُوعًا. 

Muhammad bin Al-Mutsanna telah menceritakan kepada kami: Ibnu Abu ‘Adi menceritakan kepada kami dari Ibnu ‘Aun, dari Muhammad, dari ‘Abidah. Beliau berkata: Aku tidak menceritakan kepada kalian kecuali yang aku mendengarnya. Lalu beliau menyebutkan dari ‘Ali semisal hadis Ayyub secara marfuk. 

١٥٦ - (...) - حَدَّثَنَا عَبۡدُ بۡنُ حُمَيۡدٍ: حَدَّثَنَا عَبۡدُ الرَّزَّاقِ بۡنُ هَمَّامٍ: حَدَّثَنَا عَبۡدُ الۡمَلِكِ بۡنُ أَبِي سُلَيۡمَانَ: حَدَّثَنَا سَلَمَةُ بۡنُ كُهَيۡلٍ: حَدَّثَنِي زَيۡدُ بۡنُ وَهۡبٍ الۡجُهَنِيُّ؛ أَنَّهُ كَانَ فِي الۡجَيۡشِ الَّذِينَ كَانُوا مَعَ عَلِيٍّ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ، الَّذِينَ سَارُوا إِلَى الۡخَوَارِجِ، فَقَالَ عَلِيٌّ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ: أَيُّهَا النَّاسُ، إِنِّي سَمِعۡتُ رَسُولَ اللهِ ﷺ يَقُولُ: (يَخۡرُجُ قَوۡمٌ مِنۡ أُمَّتِي يَقۡرَءُونَ الۡقُرۡآنَ، لَيۡسَ قِرَاءَتُكُمۡ إِلَىٰ قِرَاءَتِهِمۡ بِشَيۡءٍ، وَلَا صَلَاتُكُمۡ إِلَىٰ صَلَاتِهِمۡ بِشَيۡءٍ، وَلَا صِيَامُكُمۡ إِلَىٰ صِيَامِهِمۡ بِشَيۡءٍ، يَقۡرَءُونَ الۡقُرۡآنَ يَحۡسِبُونَ أَنَّهُ لَهُمۡ وَهُوَ عَلَيۡهِمۡ، لَا تُجَاوِزُ صَلَاتُهُمۡ تَرَاقِيَهُمۡ، يَمۡرُقُونَ مِنَ الۡإِسۡلَامِ كَمَا يَمۡرُقُ السَّهۡمُ مِنَ الرَّمِيَّةِ). لَوۡ يَعۡلَمُ الۡجَيۡشُ الَّذِينَ يُصِيبُونَهُمۡ، مَا قُضِيَ لَهُمۡ عَلَىٰ لِسَانِ نَبِيِّهِمۡ ﷺ لَاتَّكَلُوا عَنِ الۡعَمَلِ، وَآيَةُ ذٰلِكَ أَنَّ فِيهِمۡ رَجُلًا لَهُ عَضُدٌ وَلَيۡسَ لَهُ ذِرَاعٌ، عَلَىٰ رَأۡسِ عَضُدِهِ مِثۡلُ حَلَمَةِ الثَّدۡيِ، عَلَيۡهِ شَعَرَاتٌ بِيضٌ، فَتَذۡهَبُونَ إِلَىٰ مُعَاوِيَةَ وَأَهۡلِ الشَّامِ وَتَتۡرُكُونَ هَٰؤُلَاءِ يَخۡلُفُونَكُمۡ فِي ذَرَارِيِّكُمۡ وَأَمۡوَالِكُمۡ! وَاللهِ، إِنِّي لَأَرۡجُو أَنۡ يَكُونُوا هَٰؤُلَاءِ الۡقَوۡمَ، فَإِنَّهُمۡ قَدۡ سَفَكُوا الدَّمَ الۡحَرَامَ، وَأَغَارُوا فِي سَرۡحِ النَّاسِ، فَسِيرُوا عَلَى اسۡمِ اللهِ. 

156. ‘Abd bin Humaid telah menceritakan kepada kami: ‘Abdurrazzaq bin Hammam menceritakan kepada kami: ‘Abdul Malik bin Abu Sulaiman menceritakan kepada kami: Salamah bin Kuhail menceritakan kepada kami: Zaid bin Wahb Al-Juhani menceritakan kepadaku bahwa beliau dahulu berada dalam pasukan yang bersama ‘Ali radhiyallahu ‘anhu. Yaitu orang-orang yang berperang menghadapi khawarij. 

‘Ali radhiyallahu ‘anhu berkata: Wahai sekalian manusia, sesungguhnya aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Akan muncul suatu kaum dari umatku yang membaca Alquran. Qiraah kalian tidak ada apa-apanya dibanding qiraah mereka. Salat kalian juga tidak ada apa-apanya dibandingkan salat mereka. Siam kalian tidak ada apa-apanya dibanding siam mereka. Mereka membaca Alquran dalam keadaan menyangka bahwa Alquran itu mendukung mereka padahal sedang mengancam mereka. Salat mereka tidak melampaui tenggorokan mereka. Mereka melesat keluar dari Islam sebagaimana anak panah menembus keluar dari sasarannya.” 

Andai pasukan yang akan menyerang orang-orang khawarij mengetahui apa yang ditetapkan untuk mereka melalui lisan Nabi mereka shallallahu ‘alaihi wa sallam, niscaya mereka akan berpangku tangan dari beramal. Tanda orang khawarij itu adalah bahwa pada mereka ada seorang pria yang memiliki lengan atas namun tidak memiliki lengan bawah. Di ujung lengan atasnya ada semisal puting payudara yang di atasnya ada bulu-bulu berwarna putih. Lalu apakah kalian ingin pergi kepada Mu’awiyah dan penduduk Syam dan kalian meninggalkan mereka ini tinggal di belakang kalian bersama keturunan dan harta kalian? Demi Allah, sungguh aku berharap orang-orang khawarij itu adalah mereka ini, karena mereka telah menumpahkan darah yang suci dan merampas binatang ternak orang-orang. Maka berangkatlah kalian dengan nama Allah. 

قَالَ سَلَمَةُ بۡنُ كُهَيۡلٍ: فَنَزَّلَنِي زَيۡدُ بۡنُ وَهۡبٍ مَنۡزِلًا حَتَّىٰ قَالَ: مَرَرۡنَا عَلَىٰ قَنۡطَرَةٍ، فَلَمَّا الۡتَقَيۡنَا وَعَلَىٰ الۡخَوَارِجِ يَوۡمَئِذٍ عَبۡدُ اللهِ بۡنُ وَهۡبٍ الرَّاسِبِيُّ، فَقَالَ لَهُمۡ: أَلۡقُوا الرِّمَاحَ، وَسُلُّوا سُيُوفَكُمۡ مِنۡ جُفُونِهَا، فَإِنِّي أَخَافُ أَنۡ يُنَاشِدُوكُمۡ كَمَا نَاشَدُوكُمۡ يَوۡمَ حَرُورَاءَ، فَرَجَعُوا فَوَحَّشُوا بِرِمَاحِهِمۡ، وَسَلُّوا السُّيُوفَ، وَشَجَرَهُمُ النَّاسُ بِرِمَاحِهِمۡ. قَالَ: وَقُتِلَ بَعۡضُهُمۡ عَلَىٰ بَعۡضٍ، وَمَا أُصِيبَ مِنَ النَّاسِ يَوۡمَئِذٍ إِلَّا رَجُلَانِ. فَقَالَ عَلِيٌّ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ: الۡتَمِسُوا فِيهِمُ الۡمُخۡدَجَ. فَالۡتَمَسُوهُ فَلَمۡ يَجِدُوهُ. فَقَامَ عَلِيٌّ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ بِنَفۡسِهِ حَتَّىٰ أَتَىٰ نَاسًا قَدۡ قُتِلَ بَعۡضُهُمۡ عَلَى بَعۡضٍ. قَالَ: أَخِّرُوهُمۡ. فَوَجَدُوهُ مِمَّا يَلِي الۡأَرۡضَ، فَكَبَّرَ، ثُمَّ قَالَ: صَدَقَ اللهُ وَبَلَّغَ رَسُولُهُ. قَالَ: فَقَامَ إِلَيۡهِ عَبِيدَةُ السَّلۡمَانِيُّ فَقَالَ: يَا أَمِيرَ الۡمُؤۡمِنِينَ، أَلِلَّهَ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ، لَسَمِعۡتَ هَٰذَا الۡحَدِيثَ مِنۡ رَسُولِ اللهِ ﷺ؟ فَقَالَ: إِي وَاللهِ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ، حَتَّىٰ اسۡتَحۡلَفَهُ ثَلَاثًا وَهُوَ يَحۡلِفُ لَهُ. 

Salamah bin Kuhail berkata: Zaid bin Wahb menunjukkan kepadaku tempat-tempat singgah pasukan itu satu demi satu, hingga beliau berkata: Kami melewati sebuah jembatan. 

Ketika kami berjumpa dengan orang-orang khawarij pada hari itu, mereka dipimpin oleh ‘Abdullah bin Wahb Ar-Rasibi. Dia berkata kepada mereka: Lemparkan tombak-tombak dan hunuskan pedang-pedang kalian dari sarungnya, karena aku khawatir mereka akan meminta kalian untuk kembali pulang sebagaimana mereka telah minta kalian untuk kembali pada hari Harura`. 

Mereka kembali, melempar tombak-tombak mereka, dan menghunus pedang-pedang. Lalu pasukan ‘Ali menyerang orang-orang khawarij dengan tombak-tombak mereka sendiri. Sehingga sebagian mereka terbunuh di atas mayat sebagian lainnya dan tidak ada yang terbunuh dari pasukan ‘Ali pada hari itu kecuali dua orang. 

‘Ali radhiyallahu ‘anhu berkata: Carilah orang yang buntung di antara mereka. 

Mereka pun mencarinya, namun tidak menemukannya. ‘Ali radhiyallahu ‘anhu bangkit sendiri sampai beliau mendatangi korban-korban yang saling bertindihan.

Beliau berkata: Singkirkan mereka. 

Mereka pun mendapati orang yang dimaksud menempel di atas tanah, lalu beliau bertakbir. Kemudian beliau berkata: Allah Mahabenar dan Rasul-Nya telah menyampaikan. 

Beliau berkata: ‘Abidah As-Salmani berdiri menghadapnya seraya berkata: Wahai amirulmukminin, demi Allah yang tidak ada sesembahan yang benar kecuali Dia, apakah engkau benar-benar mendengar hadis ini dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

‘Ali menjawab: Iya demi Allah yang tidak ada sesembahan yang benar kecuali Dia. 

Sampai ‘Abidah meminta beliau bersumpah dan ‘Ali pun bersumpah untuknya. 

١٥٧ - (...) - حَدَّثَنِي أَبُو الطَّاهِرِ وَيُونُسُ بۡنُ عَبۡدِ الۡأَعۡلَىٰ. قَالَا: أَخۡبَرَنَا عَبۡدُ اللهِ بۡنُ وَهۡبٍ: أَخۡبَرَنِي عَمۡرُو بۡنُ الۡحَارِثِ، عَنۡ بُكَيۡرِ بۡنِ الۡأَشَجِّ، عَنۡ بُسۡرِ بۡنِ سَعِيدٍ، عَنۡ عُبَيۡدِ اللهِ بۡنِ أَبِي رَافِعٍ، مَوۡلَىٰ رَسُولِ اللهِ ﷺ؛ أَنَّ الۡحَرُورِيَّةَ لَمَّا خَرَجَتۡ، وَهُوَ مَعَ عَلِيِّ بۡنِ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ، قَالُوا: لَا حُكۡمَ إِلَّا لِلهِ. قَالَ عَلِيٌّ: كَلِمَةُ حَقٍّ أُرِيدَ بِهَا بَاطِلٌ، إِنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ وَصَفَ نَاسًا إِنِّي لَأَعۡرِفُ صِفَتَهُمۡ فِي هَٰؤُلَاءِ، (يَقُولُونَ الۡحَقَّ بِأَلۡسِنَتِهِمۡ لَا يَجُوزُ هَٰذَا مِنۡهُمۡ - وَأَشَارَ إِلَىٰ حَلۡقِهِ -، مِنۡ أَبۡغَضِ خَلۡقِ اللهِ إِلَيۡهِ، مِنۡهُمۡ أَسۡوَدُ، إِحۡدَىٰ يَدَيۡهِ طُبۡيُ شَاةٍ أَوۡ حَلَمَةُ ثَدۡيٍ). فَلَمَّا قَتَلَهُمۡ عَلِيُّ بۡنُ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ قَالَ: انۡظُرُوا، فَنَظَرُوا فَلَمۡ يَجِدُوا شَيۡئًا. فَقَالَ: ارۡجِعُوا، فَوَاللهِ مَا كَذَبۡتُ وَلَا كُذِبۡتُ، مَرَّتَيۡنِ أَوۡ ثَلَاثًا، ثُمَّ وَجَدُوهُ فِي خَرِبَةٍ، فَأَتَوۡا بِهِ حَتَّىٰ وَضَعُوهُ بَيۡنَ يَدَيۡهِ. قَالَ عُبَيۡدُ اللهِ: وَأَنَا حَاضِرُ ذٰلِكَ مِنۡ أَمۡرِهِمۡ، وَقَوۡلِ عَلِيٍّ فِيهِمۡ. 

زَادَ يُونُسُ فِي رِوَايَتِهِ: قَالَ بُكَيۡرٌ: وَحَدَّثَنِي رَجُلٌ، عَنِ ابۡنِ حُنَيۡنٍ أَنَّهُ قَالَ: رَأَيۡتُ ذٰلِكَ الۡأَسۡوَدَ. 

157. Abu Ath-Thahir dan Yunus bin ‘Abdul A’la telah menceritakan kepadaku. Keduanya berkata: ‘Abdullah bin Wahb mengabarkan kepada kami: ‘Amr bin Al-Harits mengabarkan kepadaku dari Bukair bin Al-Asyajj, dari Busr bin Sa’id, dari ‘Ubaidullah bin Abu Rafi’ maula Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam; Bahwa haruriyyah (kelompok khawarij) ketika muncul—‘Ubaidullah bersama pihak ‘Ali bin Abu Thalib radhiyallahu ‘anhu—mereka berkata: Tidak ada hukum kecuali milik Allah. ‘Ali berkata, “Kalimat kebenaran namun yang dimaukan kebatilan. Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyifati suatu orang-orang dan sungguh aku mengetahui sifat mereka ada pada mereka ini. Yaitu, “Mereka mengatakan kebenaran dengan lisan-lisan mereka, namun tidak melampaui ini—beliau memberi isyarat ke arah tenggorokannya—. Mereka termasuk makhluk yang paling Allah murkai. Di antara mereka ada orang hitam, salah satu dari kedua tangannya seperti pentil kambing atau puting payudara.” 

Ketika ‘Ali bin Abu Thalib radhiyallahu ‘anhu telah membunuh mereka, beliau berkata: Carilah! 

Orang-orang pun mencari namun mereka tidak mendapatkan apa-apa. 

‘Ali berkata: Ulangilah! Demi Allah aku tidak dusta dan aku tidak dibohongi. Sebanyak dua atau tiga kali. 

Lalu orang-orang mendapatinya ada di reruntuhan. Dia dibawa sampai mereka letakkan di hadapan ‘Ali. 

‘Ubaidullah berkata: Aku hadir di tempat itu, baik ketika terjadinya peristiwa mereka dan ucapan ‘Ali kepada mereka. 

Yunus menambahkan dalam riwayatnya: Bukair berkata: Seorang pria menceritakan kepadaku dari Ibnu Hunain, bahwa beliau berkata: Aku melihat orang hitam itu.

Shahih Muslim hadits nomor 194

٣٢٧ – (١٩٤) - حَدَّثَنَا أَبُو بَكۡرِ بۡنُ أَبِي شَيۡبَةَ، وَمُحَمَّدُ بۡنُ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ نُمَيۡرٍ - وَاتَّفَقَا فِي سِيَاقِ الۡحَدِيثِ، إِلَّا مَا يَزِيدُ أَحَدُهُمَا مِنَ الۡحَرۡفِ بَعۡدَ الۡحَرۡفِ – قَالَا: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ بِشۡرٍ: حَدَّثَنَا أَبُو حَيَّانَ، عَنۡ أَبِي زُرۡعَةَ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ قَالَ: أُتِيَ رَسُولُ اللهِ ﷺ يَوۡمًا بِلَحۡمٍ، فَرُفِعَ إِلَيۡهِ الذِّرَاعُ، وَكَانَتۡ تُعۡجِبُهُ، فَنَهَسَ مِنۡهَا نَهۡسَةً فَقَالَ: (أَنَا سَيِّدُ النَّاسِ يَوۡمَ الۡقِيَامَةِ. وَهَلۡ تَدۡرُونَ بِمَ ذَاكَ؟ يَجۡمَعُ اللهُ يَوۡمَ الۡقِيَامَةِ الۡأَوَّلِينَ وَالۡآخِرِينَ فِي صَعِيدٍ وَاحِدٍ، فَيُسۡمِعُهُمُ الدَّاعِي وَيَنۡفُذُهُمُ الۡبَصَرُ، وَتَدۡنُو الشَّمۡسُ، فَيَبۡلُغُ النَّاسَ مِنَ الۡغَمِّ وَالۡكَرۡبِ مَا لَا يُطِيقُونَ، وَمَا لَا يَحۡتَمِلُونَ. فَيَقُولُ بَعۡضُ النَّاسِ لِبَعۡضٍ: أَلَا تَرَوۡنَ مَا أَنۡتُمۡ فِيهِ؟ أَلَا تَرَوۡنَ مَا قَدۡ بَلَغَكُمۡ؟ أَلَا تَنۡظُرُونَ مَنۡ يَشۡفَعُ لَكُمۡ إِلَى رَبِّكُمۡ؟ 

327. (194). Abu Bakr bin Abu Syaibah dan Muhammad bin ‘Abdullah bin Numair telah menceritakan kepada kami. Keduanya sepakat dalam konteks hadis ini hanya saja salah satu dari keduanya menambah sedikit huruf saja. Keduanya berkata: Muhammad bin Bisyr menceritakan kepada kami: Abu Hayyan menceritakan kepada kami dari Abu Zur’ah, dari Abu Hurairah. Beliau mengatakan: Pada suatu hari dihidangkan masakan daging kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu bagian lengannya disodorkan kepada beliau. Itu adalah bagian yang beliau senangi. Beliau pun menggigitnya, lalu bersabda, 

“Aku adalah pemuka manusia pada hari kiamat. Apakah kalian tahu bagaimana bisa begitu? Allah akan mengumpulkan orang-orang pada hari kiamat dari awal sampai akhir di sebuah daratan. Penyeru akan bisa memperdengarkan suara kepada mereka semua dan pandangan akan menjangkau mereka semua. Matahari akan mendekat sehingga orang-orang akan mengalami kepayahan dan kesulitan yang tidak mampu mereka menanggungnya dan memikulnya. 

Sebagian orang berkata kepada sebagian yang lain, “Tidakkah kalian melihat yang kalian alami? Tidakkah kalian melihat apa yang menimpa kalian? Tidakkah kalian mencari orang yang dapat memberi syafaat untuk kalian kepada Rabb kalian?” 

فَيَقُولُ بَعۡضُ النَّاسِ لِبَعۡضٍ: ائۡتُوا آدَمَ، فَيَأۡتُونَ آدَمَ. فَيَقُولُونَ: يَا آدَمُ، أَنۡتَ أَبُو الۡبَشَرِ، خَلَقَكَ اللهُ بِيَدِهِ وَنَفَخَ فِيكَ مِنۡ رُوحِهِ وَأَمَرَ الۡمَلَائِكَةَ فَسَجَدُوا لَكَ، اشۡفَعۡ لَنَا إِلَى رَبِّكَ، أَلَا تَرَى إِلَى مَا نَحۡنُ فِيهِ؟ أَلَا تَرَى إِلَى مَا قَدۡ بَلَغَنَا؟ فَيَقُولُ آدَمُ: إِنَّ رَبِّي غَضِبَ الۡيَوۡمَ غَضَبًا لَمۡ يَغۡضَبۡ قَبۡلَهُ مِثۡلَهُ، وَلَنۡ يَغۡضَبَ بَعۡدَهُ مِثۡلَهُ، وَإِنَّهُ نَهَانِي عَنِ الشَّجَرَةِ فَعَصَيۡتُهُ. نَفۡسِي، نَفۡسِي. اذۡهَبُوا إِلَى غَيۡرِي. اذۡهَبُوا إِلَى نُوحٍ. 

Sebagian orang berkata kepada yang lain, “Kalian datangilah Adam.” 

Mereka datang kepada Adam, lalu berkata, “Wahai Adam, engkau adalah bapak manusia. Allah telah menciptakanmu dengan tangan-Nya, meniupkan ruh ciptaan-Nya kepadamu, dan memerintahkan malaikat sujud kepadamu. Berilah syafaat untuk kami kepada Rabb-mu. Tidakkah engkau lihat keadaan yang kami alami? Tidakkah engkau melihat apa yang menimpa kami?” 

Adam berkata, “Sesungguhnya Rabb-ku pada hari ini marah dengan kemarahan yang belum pernah seperti ini sebelumnya dan tidak akan marah seperti ini sesudahnya. Sungguh Allah telah melarangku dari sebuah pohon, namun aku mendurhakai-Nya. Diriku, diriku. Pergilah kalian kepada selain aku. Pergilah kalian kepada Nuh.” 

فَيَأۡتُونَ نُوحًا فَيَقُولُونَ: يَا نُوحُ، أَنۡتَ أَوَّلُ الرُّسُلِ إِلَى الۡأَرۡضِ، وَسَمَّاكَ اللهُ: عَبۡدًا شَكُورًا، اشۡفَعۡ لَنَا إِلَى رَبِّكَ. أَلَا تَرَى مَا نَحۡنُ فِيهِ؟ أَلَا تَرَى مَا قَدۡ بَلَغَنَا؟ فَيَقُولُ لَهُمۡ: إِنَّ رَبِّي قَدۡ غَضِبَ الۡيَوۡمَ غَضَبًا لَمۡ يَغۡضَبۡ قَبۡلَهُ مِثۡلَهُ، وَلَنۡ يَغۡضَبَ بَعۡدَهُ مِثۡلَهُ، وَإِنَّهُ قَدۡ كَانَتۡ لِي دَعۡوَةٌ دَعَوۡتُ بِهَا عَلَى قَوۡمِي. نَفۡسِي، نَفۡسِي. اذۡهَبُوا إِلَى إِبۡرَاهِيمَ ﷺ. 

Mereka datang kepada Nuh, lalu berkata, “Wahai Nuh, sesungguhnya engkau adalah rasul pertama kepada penduduk bumi. Allah telah menyebut engkau sebagai hamba yang banyak bersyukur. Berilah syafaat untuk kami kepada Rabb-mu. Tidakkah engkau melihat apa yang sedang kami alami? Tidakkah engkau melihat apa yang menimpa kami?” 

Nuh berkata kepada mereka, “Sesungguhnya Rabb-ku pada hari ini marah dengan kemarahan yang belum pernah seperti ini sebelumnya dan tidak akan marah seperti ini sesudahnya. Sungguh dahulu aku memiliki suatu doa yang telah aku panjatkan untuk kaumku. Diriku, diriku. Pergilah kalian kepada selain aku. Pergilah kalian kepada Ibrahim shallallahu ‘alaihi wa sallam.” 

فَيَأۡتُونَ إِبۡرَاهِيمَ فَيَقُولُونَ: أَنۡتَ نَبِيُّ اللهِ وَخَلِيلُهُ مِنۡ أَهۡلِ الۡأَرۡضِ، اشۡفَعۡ لَنَا إِلَى رَبِّكَ. أَلَا تَرَى إِلَى مَا نَحۡنُ فِيهِ؟ أَلَا تَرَى إِلَى مَا قَدۡ بَلَغَنَا؟ فَيَقُولُ لَهُمۡ إِبۡرَاهِيمُ: إِنَّ رَبِّي قَدۡ غَضِبَ الۡيَوۡمَ غَضَبًا لَمۡ يَغۡضَبۡ قَبۡلَهُ مِثۡلَهُ وَلَا يَغۡضَبُ بَعۡدَهُ مِثۡلَهُ. وَذَكَرَ كَذَبَاتِهِ. نَفۡسِي، نَفۡسِي. اذۡهَبُوا إِلَى غَيۡرِي اذۡهَبُوا إِلَى مُوسَىٰ. 

Mereka datang kepada Ibrahim, lalu berkata, “Wahai Ibrahim, engkau adalah nabi dan khalil Allah dari kalangan penduduk bumi. Berilah syafaat untuk kami kepada Rabb-mu. Tidakkah engkau melihat apa yang kami alami? Tidakkah engkau melihat apa yang menimpa kami?” 

Ibrahim berkata kepada mereka, “Sesungguhnya Rabb-ku pada hari ini marah dengan kemarahan yang belum pernah seperti ini sebelumnya dan tidak akan marah seperti ini sesudahnya. Beliau menyebutkan kebohongannya. Diriku, diriku. Pergilah kalian kepada selain aku. Pergilah kepada Musa.” 

فَيَأۡتُونَ مُوسَىٰ ﷺ فَيَقُولُونَ: يَا مُوسَىٰ، أَنۡتَ رَسُولُ اللهِ، فَضَّلَكَ اللهُ بِرِسَالَاتِهِ وَبِتَكۡلِيمِهِ عَلَى النَّاسِ، اشۡفَعۡ لَنَا إِلَى رَبِّكَ. أَلَا تَرَى إِلَى مَا نَحۡنُ فِيهِ؟ أَلَا تَرَى مَا قَدۡ بَلَغَنَا؟ فَيَقُولُ لَهُمۡ مُوسَىٰ ﷺ: إِنَّ رَبِّي قَدۡ غَضِبَ الۡيَوۡمَ غَضَبًا لَمۡ يَغۡضَبۡ قَبۡلَهُ مِثۡلَهُ وَلَنۡ يَغۡضَبَ بَعۡدَهُ مِثۡلَهُ. وَإِنِّي قَتَلۡتُ نَفۡسًا لَمۡ أُومَرۡ بِقَتۡلِهَا، نَفۡسِي. نَفۡسِي. اذۡهَبُوا إِلَى عِيسَى ﷺ. 

Mereka datang kepada Musa shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu berkata, “Wahai Musa, engkau adalah rasul Allah. Allah telah mengutamakan engkau di atas manusia dengan risalah-Nya dan pembicaraan langsung dengan-Nya. Berilah syafaat untuk kami kepada Rabb-mu. Tidakkah engkau lihat apa yang kami alami? Tidakkah engkau melihat apa yang menimpa kami?” 

Musa shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada mereka, “Sesungguhnya Rabb-ku pada hari ini marah dengan kemarahan yang belum pernah seperti ini sebelumnya dan tidak akan marah seperti ini sesudahnya. Sesungguhnya aku telah membunuh satu jiwa yang aku tidak diperintah untuk membunuhnya. Diriku, diriku. Pergilah kalian kepada selainku. Pergilah kalian kepada ‘Isa shallallahu ‘alaihi wa sallam.” 

فَيَأۡتُونَ عِيسَىٰ فَيَقُولُونَ: يَا عِيسَىٰ، أَنۡتَ رَسُولُ اللهِ، وَكَلَّمۡتَ النَّاسَ فِي الۡمَهۡدِ، وَكَلِمَةٌ مِنۡهُ أَلۡقَاهَا إِلَى مَرۡيَمَ، وَرُوحٌ مِنۡهُ، فَاشۡفَعۡ لَنَا إِلَى رَبِّكَ. أَلَا تَرَى مَا نَحۡنُ فِيهِ؟ أَلَا تَرَى مَا قَدۡ بَلَغَنَا؟ فَيَقُولُ لَهُمۡ عِيسَى ﷺ: إِنَّ رَبِّي قَدۡ غَضِبَ الۡيَوۡمَ غَضَبًا لَمۡ يَغۡضَبۡ قَبۡلَهُ مِثۡلَهُ وَلَنۡ يَغۡضَبَ بَعۡدَهُ مِثۡلَهُ. وَلَمۡ يَذۡكُرۡ لَهُ ذَنۡبًا. نَفۡسِي. نَفۡسِي. اذۡهَبُوا إِلَى غَيۡرِي. اذۡهَبُوا إِلَى مُحَمَّدٍ ﷺ. 

Mereka datang kepada ‘Isa, lalu berkata, “Wahai ‘Isa, engkau adalah rasul Allah. Engkau berbicara kepada manusia saat di buaian. Engkau adalah kalimat dari-Nya yang Dia sampaikan kepada Maryam dan ruh dari ciptaan-Nya. Berilah syafaat untuk kami kepada Rabb-mu. Tidakkah engkau melihat apa yang kami alami? Tidakkah engkau melihat apa yang menimpa kami?” 

‘Isa shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada mereka, “Sesungguhnya Rabb-ku pada hari ini marah dengan kemarahan yang belum pernah seperti ini sebelumnya dan tidak akan marah seperti ini sesudahnya. Beliau tidak menyebutkan satu dosa pun. Diriku, diriku. Pergilah kalian kepada selainku. Pergilah kepada Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.” 

فَيَأۡتُونِّي فَيَقُولُونَ: يَا مُحَمَّدُ، أَنۡتَ رَسُولُ اللهِ وَخَاتَمُ الۡأَنۡبِيَاءِ. وَغَفَرَ اللهُ لَكَ مَا تَقَدَّمَ مِنۡ ذَنۡبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ، اشۡفَعۡ لَنَا إِلَى رَبِّكَ. أَلَا تَرَى مَا نَحۡنُ فِيهِ؟ أَلَا تَرَى مَا قَدۡ بَلَغَنَا؟ فَأَنۡطَلِقُ فَآتِي تَحۡتَ الۡعَرۡشِ فَأَقَعُ سَاجِدًا لِرَبِّي. ثُمَّ يَفۡتَحُ اللهُ عَلَىَّ وَيُلۡهِمُنِي مِنۡ مَحَامِدِهِ وَحُسۡنِ الثَّنَاءِ عَلَيۡهِ شَيۡئًا لَمۡ يَفۡتَحۡهُ لِأَحَدٍ قَبۡلِي. ثُمَّ يُقَالُ: يَا مُحَمَّدُ، ارۡفَعۡ رَأۡسَكَ، سَلۡ تُعۡطَهۡ، اشۡفَعۡ تُشَفَّعۡ، فَأَرۡفَعُ رَأۡسِي فَأَقُولُ: يَا رَبِّ، أُمَّتِي أُمَّتِي. فَيُقَالُ: يَا مُحَمَّدُ، أَدۡخِلِ الۡجَنَّةَ مِنۡ أُمَّتِكَ، مَنۡ لَا حِسَابَ عَلَيۡهِ، مِنَ الۡبَابِ الأَيۡمَنِ مِنۡ أَبۡوَابِ الۡجَنَّةِ. وَهُمۡ شُرَكَاءُ النَّاسِ فِيمَا سِوَى ذٰلِكَ مِنَ الۡأَبۡوَابِ. وَالَّذِي نَفۡسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ، إِنَّ مَا بَيۡنَ الۡمِصۡرَاعَيۡنِ مِنۡ مَصَارِيعِ الۡجَنَّةِ لَكَمَا بَيۡنَ مَكَّةَ وَهَجَرٍ - أَوۡ كَمَا بَيۡنَ مَكَّةَ وَبُصۡرَى -). 

[البخاري: كتاب أحاديث الأنبياء، باب يزفون النسلان في المشي، رقم: ٣٣٦١]. 

Mereka datang kepadaku, lalu berkata, “Wahai Muhammad engkau adalah Rasulullah dan penutup para nabi. Allah telah mengampuni dosa yang lalu dan yang akan datang. Berilah syafaat untuk kami kepada Rabb-mu. Tidakkah engkau melihat apa yang kami alami? Tidakkah engkau melihat apa yang menimpa kami?” 

Aku pergi dan datang ke bawah ‘arsy. Aku menyungkur sujud kepada Rabb-ku. Kemudian Allah bukakan untukku pujian dan sanjungan yang indah untuk-Nya yang belum pernah Allah bukakan kepada seorang pun sebelumku. 

Kemudian ada yang berkata, “Wahai Muhammad, angkat kepalamu. Mintalah, engkau akan diberi. Berilah syafaat, engkau akan dikabulkan.” 

Aku mengangkat kepalaku lalu berkata, “Wahai Rabb-ku, umatku, umatku.” 

Lalu ada yang berkata, “Wahai Muhammad, masukkanlah ke janah dari umatmu siapa saja yang tidak dihisab dari pintu janah paling kanan. Mereka boleh masuk di pintu selain itu bersama dengan orang-orang yang lain.” 

Demi Allah yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sesungguhnya jarak antara dua sisi pintu janah benar-benar seperti jarak antara Makkah dengan Hajar, atau seperti jarak antara Makkah dengan Busra.” 

٣٢٨ – (...) - وَحَدَّثَنِي زُهَيۡرُ بۡنُ حَرۡبٍ: حَدَّثَنَا جَرِيرٌ، عَنۡ عُمَارَةَ بۡنِ الۡقَعۡقَاعِ، عَنۡ أَبِي زُرۡعَةَ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ قَالَ: وُضِعَتۡ بَيۡنَ يَدَىۡ رَسُولِ اللهِ ﷺ قَصۡعَةٌ مِنۡ ثَرِيدٍ وَلَحۡمٍ، فَتَنَاوَلَ الذِّرَاعَ. وَكَانَتۡ أَحَبَّ الشَّاةِ إِلَيۡهِ، فَنَهَسَ نَهۡسَةً فَقَالَ: (أَنَا سَيِّدُ النَّاسِ يَوۡمَ الۡقِيَامَةِ)، ثُمَّ نَهَسَ أُخۡرَى فَقَالَ: (أَنَا سَيِّدُ النَّاسِ يَوۡمَ الۡقِيَامَةِ)، فَلَمَّا رَأَى أَصۡحَابَهُ لَا يَسۡأَلُونَهُ قَالَ: (أَلَا تَقُولُونَ كَيۡفَهۡ؟) قَالُوا: كَيۡفَهۡ يَا رَسُولَ اللهِ؟ قَالَ: (يَقُومُ النَّاسُ لِرَبِّ الۡعَالَمِينَ...) وَسَاقَ الۡحَدِيثَ بِمَعۡنَىٰ حَدِيثِ أَبِي حَيَّانَ عَنۡ أَبِي زُرۡعَةَ. وَزَادَ فِي قِصَّةِ إِبۡرَاهِيمَ فَقَالَ: وَذَكَرَ قَوۡلَهُ فِي الۡكَوۡكَبِ: ﴿هَٰذَا رَبِّي﴾ [الأنعام: ٧٧]. وَقَوۡلَهُ لِآلِهَتِهِمۡ: ﴿بَلۡ فَعَلَهُ كَبِيرُهُمۡ هَٰذَا﴾ [الأنبياء: ٦٣]. وَقَوۡلَهُ: ﴿إِنِّي سَقِيمٌ﴾ [الصافات: ٨٩] قَالَ: (وَالَّذِي نَفۡسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ، إِنَّ مَا بَيۡنَ الۡمِصۡرَاعَيۡنِ مِنۡ مَصَارِيعِ الۡجَنَّةِ إِلَى عِضَادَتَيِ الۡبَابِ لَكَمَا بَيۡنَ مَكَّةَ وَهَجَرٍ - أَوۡ هَجَرٍ وَمَكَّةَ -). قَالَ: لَا أَدۡرِي أَىَّ ذٰلِكَ قَالَ. 

328. Zuhair bin Harb telah menceritakan kepadaku: Jarir menceritakan kepada kami dari ‘Umarah bin Al-Qa’qa’, dari Abu Zur’ah, dari Abu Hurairah. Beliau mengatakan: 

Semangkuk tsarid dan daging dihidangkan di hadapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu beliau mengambil daging bagian lengan. Itu adalah bagian daging yang paling beliau sukai. 

Beliau menggigitnya, lalu bersabda, “Aku adalah pemuka manusia pada hari kiamat.” 

Kemudian beliau menggigit lagi, lalu bersabda, “Aku adalah pemuka manusia pada hari kiamat.” 

Ketika beliau melihat para sahabatnya tidak bertanya kepadanya, beliau bersabda, “Mengapa kalian tidak bertanya bagaimana itu?” 

Para sahabat bertanya, “Bagaimana bisa begitu, wahai Rasulullah?” 

Rasulullah menjawab, “Manusia akan berdiri menghadap Rabb alamin…” 

Dan beliau menuturkan hadis semakna hadis Abu Hayyan dari Abu Zur’ah. Beliau menambahkan dalam kisah Ibrahim. Beliau berkata: Dan beliau menyebutkan ucapan Ibrahim tentang bintang, “Ini Rabb-ku.” (QS. Al-An’am: 77). Dan ucapan Ibrahim kepada sesembahan orang musyrik, “Sebenarnya patung besar ini yang melakukannya.” (QS. Al-Anbiya`: 63). Dan ucapan Ibrahim, “Sesungguhnya aku sakit.” (QS. Ash-Shaffat: 89). 

Rasulullah bersabda, “Demi Allah yang jiwa Muhammad di tangan-Nya, sesungguhnya jarak antara dua daun pintu janah sampai ke tiang kosen pintu benar-benar seperti antara Makkah dengan Hajar, atau Hajar dengan Makkah.” 

Beliau berkata: Aku tidak tahu yang mana yang beliau katakan.

Shahih Muslim hadits nomor 2278

٢ - بَابُ تَفۡضِيلِ نَبِيِّنَا ﷺ عَلَى جَمِيعِ الۡخَلَائِقِ ‏‏ 
2. Bab pengutamaan Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas seluruh makhluk 


٣ – (٢٢٧٨) - حَدَّثَنِي الۡحَكَمُ بۡنُ مُوسَىٰ، أَبُو صَالِحٍ: حَدَّثَنَا هِقۡلٌ، يَعۡنِي ابۡنَ زِيَادٍ، عَنِ الۡأَوۡزَاعِيِّ: حَدَّثَنِي أَبُو عَمَّارٍ: حَدَّثَنِي عَبۡدُ اللهِ بۡنُ فَرُّوخَ: حَدَّثَنِي أَبُو هُرَيۡرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ:‏ (أَنَا سَيِّدُ وَلَدِ آدَمَ يَوۡمَ الۡقِيَامَةِ، وَأَوَّلُ مَنۡ يَنۡشَقُّ عَنۡهُ الۡقَبۡرُ، وَأَوَّلُ شَافِعٍ وَأَوَّلُ مُشَفَّعٍ). 

3. (2278). Al-Hakam bin Musa Abu Shalih telah menceritakan kepadaku: Hiql bin Ziyad menceritakan kepada kami dari Al-Auza’i: Abu ‘Ammar menceritakan kepadaku: ‘Abdullah bin Farrukh menceritakan kepadaku: Abu Hurairah menceritakan kepadaku. Beliau berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku penghulu anak Adam pada hari kiamat. Aku adalah orang pertama yang kuburnya terbelah. Dan aku adalah yang pertama memberi syafaat dan yang pertama dikabulkan syafaatnya.”

Shahih Al-Bukhari hadits nomor 3655

٤ - بَابُ فَضۡلِ أَبِي بَكۡرٍ بَعۡدَ النَّبِيِّ ﷺ 
4. Bab keutamaan Abu Bakr setelah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam 


٣٦٥٥ - حَدَّثَنَا عَبۡدُ الۡعَزِيزِ بۡنُ عَبۡدِ اللهِ: حَدَّثَنَا سُلَيۡمَانُ، عَنۡ يَحۡيَى بۡنِ سَعِيدٍ، عَنۡ نَافِعٍ، عَنِ ابۡنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا قَالَ: كُنَّا نُخَيِّرُ بَيۡنَ النَّاسِ فِي زَمَنِ النَّبِيِّ ﷺ، فَنُخَيِّرُ أَبَا بَكۡرٍ، ثُمَّ عُمَرَ بۡنَ الۡخَطَّابِ، ثُمَّ عُثۡمَانَ بۡنَ عَفَّانَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمۡ. [الحديث ٣٦٥٥ – طرفه في: ٣٦٩٧]. 

3655. ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah telah menceritakan kepada kami: Sulaiman menceritakan kepada kami dari Yahya bin Sa’id, dari Nafi’, dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma. Beliau mengatakan: Kami dahulu memilih di antara kaum muslimin di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka kami memilih Abu Bakr, kemudian ‘Umar bin Al-Khaththab, kemudian ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhum.

Shahih Al-Bukhari hadits nomor 3650

٣٦٥٠ - حَدَّثَنِي إِسۡحَاقُ: حَدَّثَنَا النَّضۡرُ: أَخۡبَرَنَا شُعۡبَةُ، عَنۡ أَبِي جَمۡرَةَ: سَمِعۡتُ زَهۡدَمَ بۡنَ مُضَرِّبٍ: سَمِعۡتُ عِمۡرَانَ بۡنَ حُصَيۡنٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (خَيۡرُ أُمَّتِي قَرۡنِي، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمۡ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمۡ - قَالَ عِمۡرَانُ: فَلَا أَدۡرِي: أَذَكَرَ بَعۡدَ قَرۡنِهِ قَرۡنَيۡنِ أَوۡ ثَلَاثًا - ثُمَّ إِنَّ بَعۡدَكُمۡ قَوۡمًا يَشۡهَدُونَ وَلَا يُسۡتَشۡهَدُونَ، وَيَخُونُونَ وَلَا يُؤۡتَمَنُونَ، وَيَنۡذُرُونَ وَلَا يَفُونَ، وَيَظۡهَرُ فِيهِمُ السِّمَنُ). [طرفه في: ٢٦٥١]. 

3650. Ishaq telah menceritakan kepadaku: An-Nadhr menceritakan kepada kami: Syu’bah mengabarkan kepada kami dari Abu Jamrah: Aku mendengar Zahdam bin Mudharrib: Aku mendengar ‘Imran bin Hushain radhiyallahu ‘anhuma berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Umat terbaik adalah kurunku, kemudian orang-orang setelah mereka, kemudian orang-orang setelah mereka—‘Imran berkata: Aku tidak tahu apakah beliau menyebutkan setelah kurunnya dua atau tiga kurun—kemudian sungguh setelah kalian ada suatu kaum yang memberi persaksian padahal mereka tidak diminta bersaksi, mereka berkhianat tanpa diberi amanah, mereka bernazar namun tidak memenuhinya, dan tampak kegemukan pada mereka.”

Shahih Al-Bukhari hadits nomor 4712

٥ – بَابُ ﴿ذُرِّيَّةَ مَنۡ حَمَلۡنَا مَعَ نُوحٍ إِنَّهُ كَانَ عَبۡدًا شَكُورًا﴾ ۝٣ 
5. Bab “(yaitu) anak cucu dari orang-orang yang Kami bawa bersama-sama Nuh. Sesungguhnya dia adalah hamba (Allah) yang banyak bersyukur.” (QS. Al-Isra`: 3) 


٤٧١٢ - حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ مُقَاتِلٍ: أَخۡبَرَنَا عَبۡدُ اللهِ: أَخۡبَرَنَا أَبُو حَيَّانَ التَّيۡمِيُّ، عَنۡ أَبِي زُرۡعَةَ بۡنِ عَمۡرِو بۡنِ جَرِيرٍ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ قَالَ: أُتِيَ رَسُولُ اللهِ ﷺ بِلَحۡمٍ، فَرُفِعَ إِلَيۡهِ الذِّرَاعُ، وَكَانَتۡ تُعۡجِبُهُ، فَنَهَسَ مِنۡهَا نَهۡسَةً ثُمَّ قَالَ: 

4712. Muhammad bin Muqatil telah menceritakan kepada kami: ‘Abdullah mengabarkan kepada kami: Abu Hayyan At-Taimi mengabarkan kepada kami dari Abu Zur’ah bin ‘Amr bin Jarir, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Beliau mengatakan: Sebuah daging dibawa kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu bagian lengannya disodorkan kepada beliau dan bagian itu beliau senangi. Beliau menggigitnya kemudian bersabda, 

(أَنَا سَيِّدُ النَّاسِ يَوۡمَ الۡقِيَامَةِ، وَهَلۡ تَدۡرُونَ مِمَّ ذٰلِكَ؟ يَجۡمَعُ اللهُ النَّاسَ الۡأَوَّلِينَ وَالۡآخِرِينَ فِي صَعِيدٍ وَاحِدٍ، يُسۡمِعُهُمُ الدَّاعِي وَيَنۡفُذُهُمُ الۡبَصَرُ، وَتَدۡنُو الشَّمۡسُ، فَيَبۡلُغُ النَّاسَ مِنَ الۡغَمِّ وَالۡكَرۡبِ مَا لَا يُطِيقُونَ وَلَا يَحۡتَمِلُونَ، فَيَقُولُ النَّاسُ: أَلَا تَرَوۡنَ مَا قَدۡ بَلَغَكُمۡ، أَلَا تَنۡظُرُونَ مَنۡ يَشۡفَعُ لَكُمۡ إِلَى رَبِّكُمۡ؟ فَيَقُولُ بَعۡضُ النَّاسِ لِبَعۡضٍ: عَلَيۡكُمۡ بِآدَمَ، 

Aku adalah penghulu manusia pada hari kiamat. Apakah kalian tahu tentang hal itu? Allah akan mengumpulkan manusia dari awal sampai akhir di sebuah dataran. Yang menyeru akan bisa memperdengarkan kepada mereka semua, pandangan akan menjangkau mereka semua, dan matahari akan mendekat. Maka, kesusahan dan kepayahan akan menimpa manusia sehingga mereka tidak mampu menanggung dan memikulnya. 

Manusia pun berkata, “Bukankah kalian telah melihat apa yang menimpa kalian? Mengapa kalian tidak mencari orang yang dapat memberi syafaat untuk menyampaikan permohonan kalian kepada Rabb kalian?” 

Maka sebagian orang berkata kepada sebagian yang lain, “Kalian datangi Adam.” 

فَيَأۡتُونَ آدَمَ عَلَيۡهِ السَّلَامُ فَيَقُولُونَ لَهُ: أَنۡتَ أَبُو الۡبَشَرِ، خَلَقَكَ اللهُ بِيَدِهِ، وَنَفَخَ فِيكَ مِنۡ رُوحِهِ، وَأَمَرَ الۡمَلَائِكَةَ فَسَجَدُوا لَكَ، اشۡفَعۡ لَنَا إِلَى رَبِّكَ، أَلَا تَرَى إِلَى مَا نَحۡنُ فِيهِ، أَلَا تَرَى إِلَى مَا قَدۡ بَلَغَنَا؟ فَيَقُولُ آدَمُ: إِنَّ رَبِّي قَدۡ غَضِبَ الۡيَوۡمَ غَضَبًا لَمۡ يَغۡضَبۡ قَبۡلَهُ مِثۡلَهُ، وَلَنۡ يَغۡضَبَ بَعۡدَهُ مِثۡلَهُ، وَإِنَّهُ نَهَانِي عَنِ الشَّجَرَةِ فَعَصَيۡتُهُ، نَفۡسِي نَفۡسِي نَفۡسِي، اذۡهَبُوا إِلَى غَيۡرِي، اذۡهَبُوا إِلَى نُوحٍ. 

Mereka datang kepada Adam ‘alaihis salam, lalu berkata kepada beliau, “Engkau bapak manusia. Allah telah menciptakan engkau dengan tangan-Nya, meniupkan ruh ciptaan-Nya kepadamu, dan memerintahkan malaikat sujud kepadamu. Berilah syafaat untuk kami kepada Rabb-mu. Tidakkah engkau lihat keadaan yang kami alami? Tidakkah engkau melihat apa yang menimpa kami?” 

Adam berkata, “Sesungguhnya Rabb-ku pada hari ini marah dengan kemarahan yang belum pernah seperti ini sebelumnya dan tidak akan marah seperti ini sesudahnya. Sungguh Allah telah melarangku dari sebuah pohon, namun aku mendurhakai-Nya. Diriku, diriku, diriku. Pergilah kalian kepada selain aku. Pergilah kalian kepada Nuh.” 

فَيَأۡتُونَ نُوحًا فَيَقُولُونَ: يَا نُوحُ، إِنَّكَ أَنۡتَ أَوَّلُ الرُّسُلِ إِلَى أَهۡلِ الۡأَرۡضِ، وَقَدۡ سَمَّاكَ اللهُ عَبۡدًا شَكُورًا، اشۡفَعۡ لَنَا إِلَى رَبِّكَ، أَلَا تَرَى إِلَى مَا نَحۡنُ فِيهِ؟ فَيَقُولُ: إِنَّ رَبِّي عَزَّ وَجَلَّ قَدۡ غَضِبَ الۡيَوۡمَ غَضَبًا لَمۡ يَغۡضَبۡ قَبۡلَهُ مِثۡلَهُ، وَلَنۡ يَغۡضَبَ بَعۡدَهُ مِثۡلَهُ، وَإِنَّهُ قَدۡ كَانَتۡ لِي دَعۡوَةٌ دَعَوۡتُهَا عَلَى قَوۡمِي، نَفۡسِي نَفۡسِي نَفۡسِي، اذۡهَبُوا إِلَى غَيۡرِي، اذۡهَبُوا إِلَى إِبۡرَاهِيمَ. 

Mereka datang kepada Nuh, lalu berkata, “Wahai Nuh, sesungguhnya engkau adalah rasul pertama kepada penduduk bumi. Allah telah menyebut engkau sebagai hamba yang banyak bersyukur. Berilah syafaat untuk kami kepada Rabb-mu. Tidakkah engkau melihat apa yang sedang kami alami?” 

Nuh berkata, “Sesungguhnya Rabb-ku azza wajalla pada hari ini marah dengan kemarahan yang belum pernah seperti ini sebelumnya dan tidak akan marah seperti ini sesudahnya. Sungguh dahulu aku memiliki suatu doa yang telah aku panjatkan untuk kaumku. Diriku, diriku, diriku. Pergilah kalian kepada selain aku. Pergilah kalian kepada Ibrahim.” 

فَيَأۡتُونَ إِبۡرَاهِيمَ فَيَقُولُونَ: يَا إِبۡرَاهِيمُ، أَنۡتَ نَبِيُّ اللهِ وَخَلِيلُهُ مِنۡ أَهۡلِ الۡأَرۡضِ، اشۡفَعۡ لَنَا إِلَى رَبِّكَ أَلَا تَرَى إِلَى مَا نَحۡنُ فِيهِ؟ فَيَقُولُ لَهُمۡ: إِنَّ رَبِّي قَدۡ غَضِبَ الۡيَوۡمَ غَضَبًا لَمۡ يَغۡضَبۡ قَبۡلَهُ مِثۡلَهُ، وَلَنۡ يَغۡضَبَ بَعۡدَهُ مِثۡلَهُ، وَإِنِّي قَدۡ كُنۡتُ كَذَبۡتُ ثَلاَثَ كَذَبَاتٍ ـ فَذَكَرَهُنَّ أَبُو حَيَّانَ فِي الۡحَدِيثِ ـ نَفۡسِي نَفۡسِي نَفۡسِي، اذۡهَبُوا إِلَى غَيۡرِي، اذۡهَبُوا إِلَى مُوسَى. 

Mereka datang kepada Ibrahim, lalu berkata, “Wahai Ibrahim, engkau adalah nabi dan khalil Allah dari kalangan penduduk bumi. Berilah syafaat untuk kami kepada Rabb-mu. Tidakkah engkau melihat apa yang kami alami?” 

Ibrahim berkata kepada mereka, “Sesungguhnya Rabb-ku pada hari ini marah dengan kemarahan yang belum pernah seperti ini sebelumnya dan tidak akan marah seperti ini sesudahnya. Sungguh aku dahulu pernah berbohong tiga kebohongan—Abu Hayyan menyebutkan tiga kebohongan itu di dalam hadis—. Diriku, diriku, diriku. Pergilah kalian kepada selain aku. Pergilah kepada Musa.” 

فَيَأۡتُونَ مُوسَى فَيَقُولُونَ: يَا مُوسَى، أَنۡتَ رَسُولُ اللهِ، فَضَّلَكَ اللهُ بِرِسَالَتِهِ وَبِكَلَامِهِ عَلَى النَّاسِ، اشۡفَعۡ لَنَا إِلَى رَبِّكَ، أَلَا تَرَى إِلَى مَا نَحۡنُ فِيهِ؟ فَيَقُولُ: إِنَّ رَبِّي قَدۡ غَضِبَ الۡيَوۡمَ غَضَبًا لَمۡ يَغۡضَبۡ قَبۡلَهُ مِثۡلَهُ، وَلَنۡ يَغۡضَبَ بَعۡدَهُ مِثۡلَهُ، وَإِنِّي قَدۡ قَتَلۡتُ نَفۡسًا لَمۡ أُومَرۡ بِقَتۡلِهَا، نَفۡسِي نَفۡسِي نَفۡسِي، اذۡهَبُوا إِلَى غَيۡرِي، اذۡهَبُوا إِلَى عِيسَى. 

Mereka datang kepada Musa, lalu berkata, “Wahai Musa, engkau adalah rasul Allah. Allah telah mengutamakan engkau di atas manusia dengan risalah-Nya dan pembicaraan langsung dengan-Nya. Berilah syafaat untuk kami kepada Rabb-mu. Tidakkah engkau lihat apa yang kami alami?” 

Musa berkata, “Sesungguhnya Rabb-ku pada hari ini marah dengan kemarahan yang belum pernah seperti ini sebelumnya dan tidak akan marah seperti ini sesudahnya. Sesungguhnya aku telah membunuh satu jiwa yang aku tidak diperintah untuk membunuhnya. Diriku, diriku, diriku. Pergilah kalian kepada selainku. Pergilah kalian kepada ‘Isa.” 

فَيَأۡتُونَ عِيسَى فَيَقُولُونَ: يَا عِيسَى، أَنۡتَ رَسُولُ اللهِ، وَكَلِمَتُهُ أَلۡقَاهَا إِلَى مَرۡيَمَ وَرُوحٌ مِنۡهُ، وَكَلَّمۡتَ النَّاسَ فِي الۡمَهۡدِ صَبِيًّا، اشۡفَعۡ لَنَا أَلَا تَرَى إِلَى مَا نَحۡنُ فِيهِ؟ فَيَقُولُ عِيسَى: إِنَّ رَبِّي قَدۡ غَضِبَ الۡيَوۡمَ غَضَبًا لَمۡ يَغۡضَبۡ قَبۡلَهُ مِثۡلَهُ، وَلَنۡ يَغۡضَبَ بَعۡدَهُ مِثۡلَهُ ـ وَلَمۡ يَذۡكُرۡ ذَنۡبًا ـ نَفۡسِي نَفۡسِي نَفۡسِي، اذۡهَبُوا إِلَى غَيۡرِي، اذۡهَبُوا إِلَى مُحَمَّدٍ ﷺ. 

Mereka datang kepada ‘Isa, lalu berkata, “Wahai ‘Isa, engkau adalah rasul Allah, kalimat-Nya yang Dia sampaikan kepada Maryam, dan ruh dari ciptaan-Nya. Engkau berbicara kepada manusia saat masih bayi di buaian. Berilah syafaat untuk kami. Tidakkah engkau melihat apa yang kami alami?” 

‘Isa berkata, “Sesungguhnya Rabb-ku pada hari ini marah dengan kemarahan yang belum pernah seperti ini sebelumnya dan tidak akan marah seperti ini sesudahnya—beliau tidak menyebutkan satu dosa pun—. Diriku, diriku, diriku. Pergilah kalian kepada selainku. Pergilah kepada Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.” 

فَيَأۡتُونَ مُحَمَّدًا ﷺ فَيَقُولُونَ: يَا مُحَمَّدُ أَنۡتَ رَسُولُ اللهِ، وَخَاتَمُ الۡأَنۡبِيَاءِ، وَقَدۡ غَفَرَ اللهُ لَكَ مَا تَقَدَّمَ مِنۡ ذَنۡبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ، اشۡفَعۡ لَنَا إِلَى رَبِّكَ، أَلَا تَرَى إِلَى مَا نَحۡنُ فِيهِ؟ فَأَنۡطَلِقُ فَآتِي تَحۡتَ الۡعَرۡشِ، فَأَقَعُ سَاجِدًا لِرَبِّي عَزَّ وَجَلَّ، ثُمَّ يَفۡتَحُ اللهُ عَلَىَّ مِنۡ مَحَامِدِهِ وَحُسۡنِ الثَّنَاءِ عَلَيۡهِ شَيۡئًا لَمۡ يَفۡتَحۡهُ عَلَى أَحَدٍ قَبۡلِي، ثُمَّ يُقَالُ: يَا مُحَمَّدُ ارۡفَعۡ رَأۡسَكَ، سَلۡ تُعۡطَهۡ، وَاشۡفَعۡ تُشَفَّعۡ، فَأَرۡفَعُ رَأۡسِي فَأَقُولُ: أُمَّتِي يَا رَبِّ، أُمَّتِي يَا رَبِّ، فَيُقَالُ: يَا مُحَمَّدُ أَدۡخِلۡ مِنۡ أُمَّتِكَ مَنۡ لَا حِسَابَ عَلَيۡهِمۡ مِنَ الۡبَابِ الأَيۡمَنِ مِنۡ أَبۡوَابِ الۡجَنَّةِ، وَهُمۡ شُرَكَاءُ النَّاسِ فِيمَا سِوَى ذٰلِكَ مِنَ الۡأَبۡوَابِ، ثُمَّ قَالَ: وَالَّذِي نَفۡسِي بِيَدِهِ، إِنَّ مَا بَيۡنَ الۡمِصۡرَاعَيۡنِ مِنۡ مَصَارِيعِ الۡجَنَّةِ، كَمَا بَيۡنَ مَكَّةَ وَحِمۡيَرَ، أَوۡ: كَمَا بَيۡنَ مَكَّةَ وَبُصۡرَى). [طرفه في: ٣٣٤٠]. 

Mereka datang kepada Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu berkata, “Wahai Muhammad engkau adalah Rasulullah dan penutup para nabi. Allah telah mengampuni dosa yang lalu dan yang akan datang. Berilah syafaat untuk kami kepada Rabb-mu. Tidakkah engkau melihat apa yang kami alami?” 

Aku pergi dan datang ke bawah ‘arsy. Aku menyungkur sujud kepada Rabb-ku azza wajalla. Kemudian Allah bukakan untukku pujian dan sanjungan yang indah untuk-Nya yang belum pernah Allah bukakan kepada seorang pun sebelumku. 

Kemudian ada yang berkata, “Wahai Muhammad, angkat kepalamu. Mintalah, engkau akan diberi. Berilah syafaat, akan dikabulkan.” 

Aku mengangkat kepalaku lalu berkata, “Umatku wahai Rabb-ku. Umatku wahai Rabb-ku.” 

Lalu ada yang berkata, “Wahai Muhammad, masukkanlah dari umatmu siapa saja yang tidak dihisab dari pintu surga paling kanan. Mereka boleh masuk di pintu selain itu bersama dengan orang-orang yang lain.” 

Kemudian beliau berkata, “Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya jarak antara dua sisi pintu surga seperti jarak antara Makkah dengan Himyar, atau seperti jarak antara Makkah dengan Busra.”