Cari Blog Ini

Sunan An-Nasa`i hadits nomor 3057

٢١٧ - بَابُ الۡتِقَاطِ الۡحَصَى
217. Bab memungut kerikil


٣٠٥٧ – (صحيح) أَخۡبَرَنَا يَعۡقُوبُ بۡنُ إِبۡرَاهِيمَ الدَّوۡرَقِيُّ قَالَ: حَدَّثَنَا ابۡنُ عُلَيَّةَ قَالَ: حَدَّثَنَا عَوۡفٌ قَالَ: حَدَّثَنَا زِيَادُ بۡنُ حُصَيۡنٍ عَنۡ أَبِي الۡعَالِيَةِ قَالَ: قَالَ ابۡنُ عَبَّاسٍ، قَالَ لِي رَسُولُ اللهِ ﷺ - غَدَاةَ الۡعَقَبَةِ، وَهُوَ عَلَى رَاحِلَتِهِ -: (هَاتِ؛ الۡقُطۡ لِي)، فَلَقَطۡتُ لَهُ حَصَيَاتٍ - هُنَّ حَصَى الۡخَذۡفِ -، فَلَمَّا وَضَعۡتُهُنَّ فِي يَدِهِ؛ قَالَ: (بِأَمۡثَالِ هَٰؤُلَاءِ؛ وَإِيَّاكُمۡ وَالۡغُلُوَّ فِي الدِّينِ؛ فَإِنَّمَا أَهۡلَكَ مَنۡ كَانَ قَبۡلَكُمُ الۡغُلُوُّ فِي الدِّينِ). [(ابن ماجه)(٣٠٢٩)، (تخريج السنة لابن أبي عاصم)(٩٨)]. 

3057. [Sahih] Ya’qub bin Ibrahim Ad-Dauraqi telah mengabarkan kepada kami. Beliau berkata: Ibnu ‘Ulayyah menceritakan kepada kami. Beliau berkata: ‘Auf menceritakan kepada kami. Beliau berkata: Ziyad bin Hushain menceritakan kepada kami dari Abu Al-‘Aliyah. Beliau berkata: Ibnu ‘Abbas berkata: 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadaku—pada esok hari ‘Aqabah dalam keadaan beliau di atas tunggangannya—, “Kemarikan, pungutkan untukku.” 

Aku pun memungutkan beberapa kerikil untuk beliau—kerikil khadzf (seukuran kacang)—, ketika aku telah meletakkannya di tangan beliau, beliau bersabda, “Gunakan batu semisal ukuran ini! Waspadalah kalian dari sikap berlebih-lebihan di dalam agama, karena sikap berlebihan-lebihan di dalam agama telah membuat orang-orang sebelum kalian binasa.”

As-Sunnah Ibnu Abu 'Ashim hadits nomor 102

١٠٢ – ثنا الۡمُقَدَّمِيُّ، ثنا حَمَّادُ بۡنُ زَيۡدٍ، عَنۡ عَوۡفٍ، عَنۡ أَبِي الۡعَالِيَةِ، عَنِ ابۡنِ عَبَّاسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (إِيَّاكُمۡ وَالۡغُلُوَّ فِي الدِّينِ، فَإِنَّمَا هَلَكَ مَنۡ كَانَ قَبۡلَكُمۡ بِالۡغُلُوِّ فِي الدِّينِ). 

102. Al-Muqaddami telah menceritakan kepada kami: Hammad bin Zaid menceritakan kepada kami dari ‘Auf, dari Abu Al-‘Aliyah, dari Ibnu ‘Abbas. Beliau mengatakan: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Waspadalah kalian dari sikap berlebih-lebihan adalam agama, karena orang-orang sebelum kalian telah binasa dengan sebab sikap berlebih-lebihan dalam agama.”

Sunan Ad-Darimi hadits nomor 435

٤٣٥ - أَخۡبَرَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ الۡعَلَاءِ، حَدَّثَنَا ابۡنُ نُمَيۡرٍ، عَنۡ مُجَالِدٍ، عَنۡ عَامِرٍ، عَنۡ جَابِرٍ: أَنَّ عُمَرَ بۡنَ الۡخَطَّابِ أَتَى رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيۡهِ وَسَلَّمَ بِنُسۡخَةٍ مِنَ التَّوۡرَاةِ، فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ، هَٰذِهِ نُسۡخَةٌ مِنَ التَّوۡرَاةِ، فَسَكَتَ، فَجَعَلَ يَقۡرَأُ وَوَجۡهُ رَسُولِ اللهِ يَتَغَيَّرُ، فَقَالَ أَبُو بَكۡرٍ: ثَكِلَتۡكَ الثَّوَاكِلُ! مَا تَرَى مَا بِوَجۡهِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيۡهِ وَسَلَّمَ، فَنَظَرَ عُمَرُ إِلَى وَجۡهِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيۡهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: أَعُوذُ بِاللهِ مِنۡ غَضَبِ اللهِ وَغَضَبِ رَسُولِهِ صَلَّى اللهُ عَلَيۡهِ وَسَلَّمَ، رَضِينَا بِاللهِ رَبًّا، وَبِالۡإِسۡلَامِ دِينًا، وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليۡهِ وَسَلَّمَ: (وَالَّذِي نَفۡسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ، لَوۡ بَدَا لَكُمۡ مُوسَى فَاتَّبَعۡتُمُوهُ وَتَرَكۡتُمُونِي؛ لَضَلَلۡتُمۡ عَنۡ سَوَاءِ السَّبِيلِ، وَلَوۡ كَانَ حَيًّا وَأَدۡرَكَ نُبُوَّتِي لَاتَّبَعَنِي). 

435. Muhammad bin Al-‘Ala` telah mengabarkan kepada kami: Ibnu Numair menceritakan kepada kami dari Mujalid, dari ‘Amir, dari Jabir: 

Bahwa ‘Umar bin Al-Khaththab datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membawa sebuah salinan Taurat. 

‘Umar berkata, “Wahai Rasulullah, ini adalah sebuah salinan Taurat.” 

Rasulullah diam. ‘Umar mulai membaca sementara raut muka Rasulullah berubah. 

Abu Bakr berkata, “Para ibu kehilangan engkau! Tidakkah engkau melihat raut muka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?”

‘Umar memandang wajah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu mengatakan, “Aku berlindung kepada Allah dari kemurkaan Allah dan kemurkaan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kami rida Allah sebagai rabb, Islam sebagai agama, dan Muhammad sebagai nabi.” 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Demi Allah yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, andai Nabi Musa muncul kepada kalian, lalu kalian mengikutinya dan meninggalkanku, niscaya kalian sesat dari jalan yang lurus. Andai beliau hidup dan menjumpai masa kenabianku, niscaya beliau akan mengikutiku.”

Sunan Ad-Darimi hadits nomor 2755

٤١ – بَابُ الۡإِسۡلَامِ بَدَأَ غَرِيبًا
41. Bab Islam mulai dalam keadaan asing


٢٧٥٥ – حَدَّثَنَا زَكَرِيَّا بۡنُ عَدِيٍّ، حَدَّثَنَا حَفۡصُ بۡنُ غِيَاثٍ، عَنِ الۡأَعۡمَشِ، عَنۡ أَبِي إِسۡحَاقَ، عَنۡ أَبِي الۡأَحۡوَصِ، عَنۡ عَبۡدِ اللهِ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيۡهِ وَسَلَّمَ: (إِنَّ الۡإِسۡلَامَ بَدَأَ غَرِيبًا، وَسَيَعُودُ غَرِيبًا) أَظُنُّ حَفۡصًا قَالَ: (فَطُوبَى لِلۡغُرَبَاءِ) قِيلَ: وَمَنِ الۡغُرَبَاءُ؟ قَالَ: (النُّزَّاعُ مِنَ الۡقَبَائِلِ). 

2755. Zakariyya bin ‘Adi telah menceritakan kepada kami: Hafsh bin Ghiyats menceritakan kepada kami dari Al-A’masy, dari Abu Ishaq, dari Abu Al-Ahwash, dari ‘Abdullah. Beliau mengatakan: 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Islam mulai dalam keadaan garib dan akan kembali dalam keadaan garib.” 

Aku menyangka Hafsh berkata, “Maka, kebahagiaan bagi orang-orang yang garib.” 

Ada yang bertanya, “Siapa orang-orang yang garib itu?” 

Rasulullah menjawab, “Orang-orang yang terasing dari kabilah-kabilah.”

Shahih Muslim hadits nomor 486

٢٢٢ – (٤٨٦) - حَدَّثَنَا أَبُو بَكۡرِ بۡنُ أَبِي شَيۡبَةَ: حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ: حَدَّثَنِي عُبَيۡدُ اللهِ بۡنُ عُمَرَ، عَنۡ مُحَمَّدِ بۡنِ يَحۡيَىٰ بۡنِ حَبَّانَ، عَنِ الۡأَعۡرَجِ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ، عَنۡ عَائِشَةَ؛ قَالَتۡ: فَقَدۡتُ رَسُولَ اللهِ ﷺ لَيۡلَةً مِنَ الۡفِرَاشِ، فَالۡتَمَسۡتُهُ، فَوَقَعَتۡ يَدِي عَلَى بَطۡنِ قَدَمَيۡهِ وَهُوَ فِي الۡمَسۡجِدِ - وَهُمَا مَنۡصُوبَتَانِ - وَهُوَ يَقُولُ: (اللّٰهُمَّ أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنۡ سَخَطِكَ، وَبِمُعَافَاتِكَ مِنۡ عُقُوبَتِكَ. وَأَعُوذُ بِكَ مِنۡكَ لَا أُحۡصِي ثَنَاءً عَلَيۡكَ، أَنۡتَ كَمَا أَثۡنَيۡتَ عَلَى نَفۡسِكَ). 

222. (486). Abu Bakr bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami: Abu Usamah menceritakan kepada kami: ‘Ubaidullah bin ‘Umar menceritakan kepadaku dari Muhammad bin Yahya bin Habban, dari Al-A’raj, dari Abu Hurairah, dari ‘Aisyah. Beliau mengatakan: Aku kehilangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari kasur. Aku mencari-cari beliau dengan tanganku, lalu tanganku menyentuh kedua telapak kaki beliau sementara beliau di tempat salat—kedua kaki beliau dalam keadaan tegak—. Beliau sedang berdoa, “Ya Allah, aku berlindung dengan keridaan-Mu dari kemurkaan-Mu, dengan pemaafan-Mu dari hukuman-Mu. Aku berlindung kepada-Mu dari-Mu. Aku tidak dapat menyebut semua sanjungan kepada-Mu sebagaimana Engkau menyanjung Diri-Mu.”