Cari Blog Ini

Shahih Al-Bukhari hadits nomor 7488

٣٤ - بَابُ قَوۡلِ اللهِ تَعَالَى: ﴿أَنۡزَلَهُ بِعِلۡمِهِ وَالۡمَلَائِكَةُ يَشۡهَدُونَ﴾ [النساء: ١٦٦]
34. Bab firman Allah taala, “Allah menurunkannya dengan ilmu-Nya; dan malaikat-malaikat pun menjadi saksi.” (QS. An-Nisa`: 166)


قَالَ مُجَاهِدٌ: ﴿يَتَنَزَّلُ الۡأَمۡرُ بَيۡنَهُنَّ﴾ [الطلاق: ١٢] بَيۡنَ السَّمَاءِ السَّابِعَةِ وَالۡأَرۡضِ السَّابِعَةِ. 

Mujahid berkata, “Perintah Allah turun di antara mereka,” (QS. Ath-Thalaq: 12), yaitu antara langit ketujuh dengan bumi ketujuh. 

٧٤٨٨ - حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ: حَدَّثَنَا أَبُو الۡأَحۡوَصِ: حَدَّثَنَا أَبُو إِسۡحَاقَ الۡهَمۡدَانِيُّ، عَنِ الۡبَرَاءِ بۡنِ عَازِبٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (يَا فُلَانُ، إِذَا أَوَيۡتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَقُلِ: اللّٰهُمَّ أَسۡلَمۡتُ نَفۡسِي إِلَيۡكَ، وَوَجَّهۡتُ وَجۡهِي إِلَيۡكَ، وَفَوَّضۡتُ أَمۡرِي إِلَيۡكَ، وَأَلۡجَأۡتُ ظَهۡرِي إِلَيۡكَ، رَغۡبَةً وَرَهۡبَةً إِلَيۡكَ، لَا مَلۡجَأَ وَلَا مَنۡجَا مِنۡكَ إِلَّا إِلَيۡكَ، آمَنۡتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنۡزَلۡتَ، وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرۡسَلۡتَ. فَإِنَّكَ إِنۡ مُتَّ فِي لَيۡلَتِكَ مُتَّ عَلَى الۡفِطۡرَةِ، وَإِنۡ أَصۡبَحۡتَ أَصَبۡتَ أَجۡرًا). [طرفه في: ٢٤٧]. 

7488. Musaddad telah menceritakan kepada kami: Abu Al-Ahwash menceritakan kepada kami: Abu Ishaq Al-Hamdani menceritakan kepada kami dari Al-Bara` bin ‘Azib. Beliau berkata: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Wahai Polan, apabila engkau beranjak ke tempat tidurmu, berdoalah, ‘Ya Allah aku serahkan diriku kepada-Mu, aku hadapkan wajahku kepada-Mu, aku pasrahkan urusanku kepada-Mu, dan aku sandarkan punggungku kepada-Mu dengan rasa harap cemas kepada-Mu. Tidak ada tempat berlindung dan tidak ada tempat keselamatan dari-Mu kecuali kepada-Mu. Aku beriman dengan kitab-Mu yang Engkau turunkan dan dengan Nabi-Mu yang Engkau utus.’ Jika engkau meninggal di malam itu, maka sungguh engkau meninggal di atas fitrah. Jika engkau masih hidup di pagi harinya, maka engkau mendapatkan pahala.”

Shahih Al-Bukhari hadits nomor 6315

٩ - بَابُ النَّوۡمِ عَلَى الشِّقِّ الۡأَيۡمَنِ
9. Bab tidur di atas sisi kanan


٦٣١٥ - حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ: حَدَّثَنَا عَبۡدُ الۡوَاحِدِ بۡنُ زِيَادٍ: حَدَّثَنَا الۡعَلَاءُ بۡنُ الۡمُسَيَّبِ قَالَ: حَدَّثَنِي أَبِي، عَنِ الۡبَرَاءِ بۡنِ عَازِبٍ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللهِ ﷺ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ نَامَ عَلَى شِقِّهِ الۡأَيۡمَنِ، ثُمَّ قَالَ: (اللّٰهُمَّ أَسۡلَمۡتُ نَفۡسِي إِلَيۡكَ، وَوَجَّهۡتُ وَجۡهِي إِلَيۡكَ، وَفَوَّضۡتُ أَمۡرِي إِلَيۡكَ، وَأَلۡجَأۡتُ ظَهۡرِي إِلَيۡكَ، رَغۡبَةً وَرَهۡبَةً إِلَيۡكَ، لَا مَلۡجَأَ وَلَا مَنۡجَا مِنۡكَ إِلَّا إِلَيۡكَ، آمَنۡتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنۡزَلۡتَ، وَنَبِيِّكَ الَّذِي أَرۡسَلۡتَ). وَقَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (مَنۡ قَالَهُنَّ ثُمَّ مَاتَ تَحۡتَ لَيۡلَتِهِ مَاتَ عَلَى الۡفِطۡرَةِ). 

6315. Musaddad telah menceritakan kepada kami: ‘Abdul Wahid bin Ziyad menceritakan kepada kami: Al-‘Ala` bin Al-Musayyab menceritakan kepada kami. Beliau berkata: Ayahku menceritakan kepadaku dari Al-Bara` bin ‘Azib. Beliau mengatakan: 

Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—apabila beranjak ke tempat tidurnya, beliau tidur di atas sisi tubuh yang kanan. Kemudian beliau berdoa, “Ya Allah, aku serahkan diriku kepada-Mu, aku hadapkan wajahku kepada-Mu, aku serahkan urusanku kepada-Mu, dan aku sandarkan punggungku kepada-Mu dengan rasa harap cemas kepada-Mu. Tidak ada tempat berlindung dan tidak ada tempat keselamatan dari-Mu kecuali kepada-Mu. Aku beriman dengan kitab-Mu yang Engkau turunkan dan dengan Nabi-Mu yang Engkau utus.” 

Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Siapa saja yang mengucapkannya kemudian meninggal di malam itu, maka dia meninggal di atas fitrah.” 

﴿اسۡتَرۡهَبُوهُمۡ﴾ [الأعراف: ١١٦] مِنَ الرَّهۡبَةِ. ﴿مَلَكُوتَ﴾ [الأنعام: ٧٥] مُلۡكٌ، مَثَلُ: رَهَبُوتٌ خَيۡرٌ مِنۡ رَحَمُوتٍ، تَقُولُ: تَرۡهَبُ خَيۡرٌ مِنۡ أَنۡ تَرۡحَمَ. [طرفه في: ٢٤٧]. 

istarhabuhum (membuat mereka takut)” (QS. Al-A’raf: 116) dari kata rahbah

malakut” (QS. Al-An’am: 75) artinya kekuasaan. Contoh (yang sama dengan wazan malakut) adalah ungkapan “rahabut (ketakutan yang sangat) lebih baik daripada rahamut (kasih sayang).” Engkau katakan, “Engkau takut lebih baik daripada engkau menyayangi.”

Shahih Al-Bukhari hadits nomor 6313

٦٣١٣ - حَدَّثَنَا سَعِيدُ بۡنُ الرَّبِيعِ، وَمُحَمَّدُ بۡنُ عَرۡعَرَةَ قَالَا: حَدَّثَنَا شُعۡبَةُ، عَنۡ أَبِي إِسۡحَاقَ: سَمِعَ الۡبَرَاءَ بۡنَ عَازِبٍ: أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ أَمَرَ رَجُلًا (ح). وَحَدَّثَنَا آدَمُ: حَدَّثَنَا شُعۡبَةُ: حَدَّثَنَا أَبُو إِسۡحَاقَ الۡهَمۡدَانِيُّ عَنِ الۡبَرَاءِ بۡنِ عَازِبٍ: أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ أَوۡصَى رَجُلًا فَقَالَ: (إِذَا أَرَدۡتَ مَضۡجَعَكَ فَقُلِ: اللّٰهُمَّ أَسۡلَمۡتُ نَفۡسِي إِلَيۡكَ، وَفَوَّضۡتُ أَمۡرِي إِلَيۡكَ، وَوَجَّهۡتُ وَجۡهِي إِلَيۡكَ، وَأَلۡجَأۡتُ ظَهۡرِي إِلَيۡكَ، رَغۡبَةً وَرَهۡبَةً إِلَيۡكَ، لَا مَلۡجَأَ وَلَا مَنۡجَا مِنۡكَ إِلَّا إِلَيۡكَ، آمَنۡتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنۡزَلۡتَ، وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرۡسَلۡتَ. فَإِنۡ مُتَّ مُتَّ عَلَى الۡفِطۡرَةِ). [طرفه في: ٢٤٧].

6313. Sa’id bin Ar-Rabi’ dan Muhammad bin ‘Ar’arah telah menceritakan kepada kami. Keduanya berkata: Syu’bah menceritakan kepada kami dari Abu Ishaq: Beliau mendengar Al-Bara` bin ‘Azib: Bahwa Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—memerintahkan seseorang. 

(Dalam riwayat lain) Adam telah menceritakan kepada kami: Syu’bah menceritakan kepada kami: Abu Ishaq Al-Hamdani menceritakan kepada kami dari Al-Bara` bin ‘Azib: 

Bahwa Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—mewasiatkan seseorang lalu bersabda, “Apabila engkau hendak ke tempat berbaringmu, maka berdoalah, ‘Ya Allah, aku serahkan diriku kepada-Mu, aku pasrahkan urusanku kepada-Mu, aku hadapkan wajahku kepada-Mu, aku sandarkan punggungku kepada-Mu, dengan rasa harap cemas kepada-Mu. Tidak ada tempat berlindung dan tidak ada tempat keselamatan dari-Mu kecuali kepada-Mu. Aku beriman dengan kitab-Mu yang Engkau turunkan dan dengan Nabi-Mu yang Engkau utus.’ Apabila engkau mati, maka engkau mati di atas fitrah.”

Shahih Al-Bukhari hadits nomor 1136

١١٣٦ - حَدَّثَنَا حَفۡصُ بۡنُ عُمَرَ قَالَ: حَدَّثَنَا خَالِدُ بۡنُ عَبۡدِ اللهِ، عَنۡ حُصَيۡنٍ، عَنۡ أَبِي وَائِلٍ، عَنۡ حُذَيۡفَةَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ: أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ كَانَ إِذَا قَامَ لِلتَّهَجُّدِ مِنَ اللَّيۡلِ، يَشُوصُ فَاهُ بِالسِّوَاكِ.

1136. Hafsh bin ‘Umar telah menceritakan kepada kami. Beliau berkata: Khalid bin ‘Abdullah menceritakan kepada kami dari Hushain, dari Abu Wa`il, dari Hudzaifah—radhiyallahu ‘anhu—: Bahwa Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—apabila bangun malam untuk salat tahajud, beliau membersihkan mulut menggunakan siwak.

Shahih Al-Bukhari hadits nomor 889

٨٨٩ - حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ كَثِيرٍ قَالَ: أَخۡبَرَنَا سُفۡيَانُ، عَنۡ مَنۡصُورٍ وَحُصَيۡنٍ، عَنۡ أَبِي وَائِلٍ، عَنۡ حُذَيۡفَةَ قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ ﷺ إِذَا قَامَ مِنَ اللَّيۡلِ يَشُوصُ فَاهُ. 

[طرفه في: ٢٤٥]. 

889. Muhammad bin Katsir telah menceritakan kepada kami. Beliau berkata: Sufyan mengabarkan kepada kami dari Manshur dan Hushain, dari Abu Wa`il, dari Hudzaifah. Beliau berkata: Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—apabila bangun malam, beliau membersihkan mulutnya.