Hadits-hadits tentang Menuntut Ilmu

Pertanyaan:

Assalaamu'alaikum. Tentang hadits: "... tuntutlah ilmu sampai liang lahat", apa betul riwayat Al-Bukhariy? Bagaimana derajat hadits: "Thalabul 'ilmi fariidhatun 'alaa kulli muslim wa muslimah"? Harap dimuat. Syukran. (08122234***)

Jawaban:

Wa'alaikumus salaam warahmatullaah. Hadits yang menyatakan: "Tuntutlah ilmu dari buaian sampai liang lahat!" tidak terdapat baik dalam Shahih Al-Bukhariy, Muslim, Ash-haabus Sunan ataupun yang lainnya tetapi terdapat dalam kitab Kasyfuzh Zhunuun 1/51 yang tidak disebutkan sanad dan derajat keabsahannya, sehingga hadits tersebut tergolong dalam kategori hadits dha'if.

Sedangkan yang shahih adalah atsar yang diucapkan oleh 'ulama salaf seperti Al-Imam Ahmad bin Hanbal, beliau menyatakan: "Sesungguhnya aku menuntut ilmu sampai aku masuk kubur." dan ucapan 'ulama lainnya. (Lihat Miftaah Daaris Sa'aadah 1/74, diambil dari Aadaabu Thaalibil 'Ilmi hal73-74)

Demikian juga hadits: "Tuntutlah ilmu walaupun ke negeri Cina!" adalah hadits yang bathil. (Lihat Silsilatul Ahaadiits Adh-Dha'iifah jilid I nomor hadits:416, karya Asy-Syaikh Al-Albaniy)

Adapun hadits yang berbunyi: "Thalabul 'ilmi fariidhatun 'alaa kulli muslim wa muslimah." (Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim dan muslimah) adalah hadits dha'if sedangkan yang shahih bunyinya: "Thalabul 'ilmi fariidhatun 'alaa kulli muslim." {muslimah tentunya tercakup dalam lafazh 'muslim'} (HR. Ibnu Majah dan lainnya dari Anas bin Malik, lihat Shahiih At-Targhiib wat Targhiib jilid I nomor hadits:72 dan Shahiihul Jaami' nomor hadits:3808, keduanya karya Asy-Syaikh Al-Albaniy)

Dengan keterangan ini, berarti kita harus menggunakan lafazh yang terdapat dalam hadits yang shahih, jangan menggunakan lafazh yang terdapat dalam hadits yang dha'if walaupun maknanya sama karena kita dilarang menggunakan hadits yang dha'if.

Wallaahu A'lam.

Sumber: Buletin Jumat Al-Wala` Wal-Bara` edisi ke-47 Tahun ke-2 / 15 Oktober 2004 M / 01 Ramadhan 1425 H.