Sunan Abu Dawud hadits nomor 2348 dan 2349

٢٣٤٨ – (حسن صحيح) حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ عِيسَى، نا مُلَازِمُ بۡنُ عَمۡرٍو، عَنۡ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ النُّعۡمَانِ، حَدَّثَنِي قَيۡسُ بۡنُ طَلۡقٍ، عَنۡ أَبِيهِ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (كُلُوا وَاشۡرَبُوا، وَلَا يَهِيدَنَّكُمُ السَّاطِعُ الۡمُصۡعِدُ، فَكُلُوا وَاشۡرَبُوا حَتَّى يَعۡتَرِضَ لَكُمُ الۡأَحۡمَرُ). [قَالَ أَبُو دَاوُدَ: هَٰذَا مِمَّا تَفَرَّدَ بِهِ أَهۡلُ الۡيَمَامَةِ]. 
2348. Muhammad bin ‘Isa telah menceritakan kepada kami: Mulazim bin ‘Amr menceritakan kepada kami dari ‘Abdullah bin An-Nu’man: Qais bin Thalq menceritakan kepadaku dari ayahnya. Beliau berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Makan dan minumlah. Janganlah cahaya yang menjulang ke atas itu menghentikan kalian. Kalian masih boleh makan dan minum sampai cahaya merah itu menyebar.” Abu Dawud berkata: Ini termasuk hadis yang hanya diriwayatkan oleh penduduk Yamamah. 
٢٣٤٩ – (صحيح) حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ، نا حُصَيۡنُ بۡنُ نُمَيۡرٍ، ح، وَنا عُثۡمَانُ بۡنُ أَبِي شَيۡبَةَ، نا ابۡنُ إِدۡرِيسَ، الۡمَعۡنَى، عَنۡ حُصَيۡنٍ، عَنِ الشَّعۡبِيِّ، عَنۡ عَدِيِّ بۡنِ حَاتِمٍ قَالَ: لَمَّا نَزَلَتۡ هَٰذِهِ الۡآيَةُ ﴿حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الۡخَيۡطُ الۡأَبۡيَضُ مِنَ الۡخَيۡطِ الۡأَسۡوَدِ﴾ قَالَ: أَخَذۡتُ عِقَالًا أَبۡيَضَ وَعِقَالًا أَسۡوَدَ، فَوَضَعۡتُهُمَا تَحۡتَ وِسَادَتِي، فَنَظَرۡتُ فَلَمۡ أَتَبَيَّنۡ، فَذَكَرۡتُ ذٰلِكَ لِرَسُولِ اللهِ ﷺ، فَضَحِكَ فَقَالَ: (إِنَّ وِسَادَكَ إِذَنۡ [لَطَوِيلٌ عَرِيضٌ]! إِنَّمَا هُوَ اللَّيۡلُ وَالنَّهَارُ). وَقَالَ عُثۡمَانُ: (إِنَّمَا هُوَ سَوَادُ اللَّيۡلِ وَبَيَاضُ النَّهَارِ). [ق]. 
2349. Musaddad telah menceritakan kepada kami: Hushain bin Numair menceritakan kepada kami. (Dalam riwayat lain) ‘Utsman bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami: Ibnu Idris menceritakan kepada kami secara makna dari Hushain, dari Asy-Sya’bi, dari ‘Adi bin Hatim. Beliau mengatakan: Ketika turun ayat ini (yang artinya), “Hingga terang bagi kalian benang putih dari benang hitam,” beliau mengatakan: Aku mengambil seutas tali berwarna putih dan seutas tali berwarna hitam, lalu aku letakkan di bawah bantalku. Aku memandanginya namun aku tidak bisa membedakan. Aku menyebutkan hal itu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka, beliau tertawa dan bersabda, “Sesungguhnya bantalmu, kalau begitu, benar-benar panjang dan luas. Itu maksudnya adalah malam dan siang.” ‘Utsman berkata, “Itu adalah hitamnya malam dan putihnya siang.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar