Shahih Al-Bukhari hadits nomor 780

١١١ – بَابُ جَهۡرِ الۡإِمَامِ بِالتَّأۡمِينِ

111. Bab imam mengeraskan suara saat membaca amin

وَقَالَ عَطَاءٌ: آمِينَ دُعَاءٌ، أَمَّنَ ابۡنُ الزُّبَيۡرِ وَمَنۡ وَرَاءَهُ، حَتَّى إِنَّ لِلۡمَسۡجِدِ لَلَجَّةً. وَكَانَ أَبُو هُرَيۡرَةَ يُنَادِي الۡإِمَامَ: لَا تَفُتۡنِي بِآمِينَ. وَقَالَ نَافِعٌ: كَانَ ابۡنُ عُمَرَ لَا يَدَعُهُ، وَيَحُضُّهُمۡ، وَسَمِعۡتُ مِنۡهُ فِي ذٰلِكَ خَيۡرًا.
'Atha` berkata: Aamiin adalah doa. Ibnuz Zubair dan orang-orang yang dibelakang beliau mengucapkan amin sampai bergemuruh suara di dalam masjid. Abu Hurairah dulu menyeru kepada imam: Janganlah engkau mendahuluiku dengan bacaan amin. Nafi' berkata: Ibnu 'Umar dahulu tidak pernah meninggalkannya, beliau selalu menganjurkan mereka, dan aku mendengar dari beliau kebaikan dalam hal itu.
٧٨٠ – حَدَّثَنَا عَبۡدُ اللهِ بۡنُ يُوسُفَ قَالَ: أَخۡبَرَنَا مَالِكٌ، عَنِ ابۡنِ شِهَابٍ، عَنۡ سَعِيدِ بۡنِ الۡمُسَيَّبِ وَأَبِي سَلَمَةَ بۡنِ عَبۡدِ الرَّحۡمٰنِ: أَنَّهُمَا أَخۡبَرَاهُ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ: أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَالَ: (إِذَا أَمَّنَ الۡإِمَامُ فَأَمِّنُوا، فَإِنَّهُ مَنۡ وَافَقَ تَأۡمِينُهُ تَأۡمِينَ الۡمَلَائِكَةِ، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنۡ ذَنۡبِهِ). وَقَالَ ابۡنُ شِهَابٍ: وَكَانَ رَسُولُ اللهِ ﷺ يَقُولُ: (آمِينَ). [الحديث ٧٨٠ – طرفه في: ٦٤٠٢].
780. 'Abdullah bin Yusuf telah menceritakan kepada kami, beliau berkata: Malik mengabarkan kepada kami, dari Ibnu Syihab, dari Sa'id bin Al-Musayyab dan Abu Salamah bin 'Abdurrahman: Bahwa keduanya mengabarkan kepadanya, dari Abu Hurairah: Bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Apabila imam mengucapkan amin, maka kalian ucapkanlah amin. Karena siapa saja yang bacaan aminnya bertepatan dengan bacaan amin malaikat, akan diampuni dosanya yang telah lalu.” Ibnu Syihab berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dahulu mengucapkan, “Aamiin.”