Shahih Al-Bukhari hadits nomor 1561, 1562, dan 1563

٣٤ – بَابُ التَّمَتُّعِ وَالۡإِقۡرَانِ وَالۡإِفۡرَادِ بِالۡحَجِّ، وَفَسۡخِ الۡحَجِّ لِمَنۡ لَمۡ يَكُنۡ مَعَهُ هَدۡيٌ
34. Bab haji tamatuk, kiran, dan ifrad; serta membatalkan haji (menjadi umrah) bagi siapa saja yang tidak membawa hadyu

١٥٦١ – حَدَّثَنَا عُثۡمَانُ: حَدَّثَنَا جَرِيرٌ، عَنۡ مَنۡصُورٍ، عَنۡ إِبۡرَاهِيمَ، عَنِ الۡأَسۡوَدِ، عَنۡ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهَا: خَرَجۡنَا مَعَ النَّبِيِّ ﷺ وَلَا نُرَى إِلَّا أَنَّهُ الۡحَجُّ، فَلَمَّا قَدِمۡنَا تَطَوَّفۡنَا بِالۡبَيۡتِ، فَأَمَرَ النَّبِيُّ ﷺ مَنۡ لَمۡ يَكُنۡ سَاقَ الۡهَدۡيَ أَنۡ يَحِلَّ، فَحَلَّ مَنۡ لَمۡ يَكُنۡ سَاقَ الۡهَدۡيَ، وَنِسَاؤُهُ لَمۡ يَسُقۡنَ فَأَحۡلَلۡنَ، قَالَتۡ عَائِشَةُ رَضِيَ اللهُ عَنۡهَا: فَحِضۡتُ، فَلَمۡ أَطُفۡ بِالۡبَيۡتِ، فَلَمَّا كَانَتۡ لَيۡلَةُ الۡحَصۡبَةِ، قَالَتۡ: يَا رَسُولَ اللهِ، يَرۡجِعُ النَّاسُ بِعُمۡرَةٍ وَحَجَّةٍ، وَأَرۡجِعُ أَنَا بِحَجَّةٍ؟ قَالَ: (وَمَا طُفۡتِ لَيَالِي قَدِمۡنَا مَكَّةَ؟) قُلۡتُ: لَا، قَالَ: (فَاذۡهَبِي مَعَ أَخِيكِ إِلَى التَّنۡعِيمِ، فَأَهِلِّي بِعُمۡرَةٍ، ثُمَّ مَوۡعِدُكِ كَذَا وَكَذَا). قَالَتۡ صَفِيَّةُ: مَا أُرَانِي إِلَّا حَابِسَتَهُمۡ، قَالَ: (عَقۡرَى حَلۡقَى، أَوَمَا طُفۡتِ يَوۡمَ النَّحۡرِ؟) قَالَتۡ: قُلۡتُ: بَلَى، قَالَ: (لَا بَأۡسَ انۡفِرِي). قَالَتۡ عَائِشَةُ رَضِيَ اللهُ عَنۡهَا: فَلَقِيَنِي النَّبِيُّ ﷺ، وَهُوَ مُصۡعِدٌ مِنۡ مَكَّةَ وَأَنَا مُنۡهَبِطَةٌ عَلَيۡهَا، أَوۡ أَنَا مُصۡعِدَةٌ وَهُوَ مُنۡهَبِطٌ مِنۡهَا. [طرفه في: ٢٩٤].
1561. ‘Utsman telah menceritakan kepada kami: Jarir menceritakan kepada kami, dari Manshur, dari Ibrahim, dari Al-Aswad, dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha: Kami keluar bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan kami menyangka hanya untuk melakuan haji. Tatkala kami sudah sampai, kami (Nabi dan para sahabat) tawaf di Ka’bah. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan barang siapa yang tidak membawa hadyu agar tahalul. Maka, siapa saja yang tidak membawa hadyu pun bertahalul. Istri-istri beliau tidak membawa hadyu, maka mereka pun tahalul. ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan: Aku haid sehingga tidak tawaf di Ka’bah. Ketika tiba malam Hashbah (ketika singgah di Muhashshab), ‘Aisyah mengatakan: Wahai Rasulullah, orang-orang kembali dengan umrah dan haji. Adapun aku hanya pulang dengan haji saja. Nabi bersabda, “Apa engkau tidak tawaf di malam ketika kita sampai di Makkah?” Aku menjawab: Tidak. Nabi bersabda, “Kalau begitu, pergilah bersama saudaramu ke Tan’im. Mulailah ihram untuk umrah kemudian kembali ke tempat demikian dan demikian.” Shafiyyah berkata: Tidaklah aku menyangka kecuali aku menghalangi mereka. Nabi bersabda, “Celaka. Bukankah engkau telah tawaf pada hari nahar?” Beliau mengatakan: Aku berkata: Tentu. Beliau bersabda, “Tidak mengapa kamu meneruskan perjalanan.” ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertemu kembali denganku pada saat beliau naik dari Makkah dan aku turun ke Makkah, atau aku naik dan beliau turun dari Makkah.
١٥٦٢ – حَدَّثَنَا عَبۡدُ اللهِ بۡنُ يُوسُفَ: أَخۡبَرَنَا مَالِكٌ، عَنۡ أَبِي الۡأَسۡوَدِ مُحَمَّدِ بۡنِ عَبۡدِ الرَّحۡمٰنِ بۡنِ نَوۡفَلٍ، عَنۡ عُرۡوَةَ بۡنِ الزُّبَيۡرِ، عَنۡ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهَا أَنَّهَا قَالَتۡ: خَرَجۡنَا مَعَ رَسُولِ اللهِ ﷺ عَامَ حَجَّةِ الۡوَدَاعِ، فَمِنَّا مَنۡ أَهَلَّ بِعُمۡرَةٍ، وَمِنَّا مَنۡ أَهَلَّ بِحَجَّةٍ وَعُمۡرَةٍ، وَمِنَّا مَنۡ أَهَلَّ بِالۡحَجِّ، وَأَهَلَّ رَسُولُ اللهِ ﷺ بِالۡحَجِّ، فَأَمَّا مَنۡ أَهَلَّ بِالۡحَجِّ، أَوۡ جَمَعَ الۡحَجَّ وَالۡعُمۡرَةَ، لَمۡ يَحِلُّوا حَتَّى كَانَ يَوۡمُ النَّحۡرِ. [طرفه في: ٢٩٤].
1562. ‘Abdullah bin Yusuf telah menceritakan kepada kami: Malik mengabarkan kepada kami, dari Abul Aswad Muhammad bin ‘Abdurrahman bin Naufal, dari ‘Urwah bin Az-Zubair, dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwa beliau mengatakan: Kami keluar bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada tahun haji wadak. Di antara kami ada yang memulai ihram dengan umrah, di antara kami ada yang memulai ihram dengan haji dan umrah, dan di antara kami ada yang memulai ihram dengan haji saja. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memulai ihram dengan haji. Adapun barang siapa yang memulai ihram untuk haji atau mengumpulkan haji dan umrah, maka mereka tidak tahalul sampai hari nahar.
١٥٦٣ – حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ بَشَّارٍ: حَدَّثَنَا غُنۡدَرٌ: حَدَّثَنَا شُعۡبَةُ، عَنِ الۡحَكَمِ، عَنۡ عَلِيِّ بۡنِ حُسَيۡنٍ، عَنۡ مَرۡوَانَ بۡنِ الۡحَكَمِ قَالَ: شَهِدۡتُ عُثۡمَانَ وَعَلِيًّا رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا: وَعُثۡمَانُ يَنۡهَى عَنِ الۡمُتۡعَةِ، وَأَنۡ يُجۡمَعَ بَيۡنَهُمَا، فَلَمَّا رَأَى عَلِيٌّ أَهَلَّ بِهِمَا: لَبَّيۡكَ بِعُمۡرَةٍ وَحَجَّةٍ، قَالَ: مَا كُنۡتُ لِأَدَعَ سُنَّةَ النَّبِيِّ ﷺ لِقَوۡلِ أَحَدٍ. [الحديث ١٥٦٣ – طرفه في: ١٥٦٩].
1563. Muhammad bin Basysyar telah menceritakan kepada kami: Ghundar menceritakan kepada kami: Syu’bah menceritakan kepada kami, dari Al-Hakam, dari ‘Ali bin Husain, dari Marwan bin Al-Hakam, beliau mengatakan: Aku menyaksikan ‘Utsman dan ‘Ali radhiyallahu ‘anhuma: ‘Utsman melarang dari haji tamatuk dan dari mengumpulkan haji dan umrah (haji kiran). Ketika ‘Ali melihat hal tersebut, beliau memulai ihram dengan keduanya: Labbaika bi ‘umratin wa hajjatin, beliau mengatakan: Aku tidak akan meninggalkan sunah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam karena ucapan seseorang.