Shahih Muslim hadits nomor 1353

٨٢ – بَابُ تَحۡرِيمِ مَكَّةَ وَصَيۡدِهَا وَخَلَاهَا وَشَجَرِهَا وَلُقۡطَتِهَا إِلَّا لِمُنۡشِدٍ عَلَى الدَّوَامِ
82. Bab pengharaman Makkah, binatang buruannya, rerumputan, pepohonannya, dan barang tercecernya kecuali bagi yang mengumumkannya untuk selamanya

٤٤٥ – (١٣٥٣) – حَدَّثَنَا إِسۡحَاقُ بۡنُ إِبۡرَاهِيمَ الۡحَنۡظَلِيُّ: أَخۡبَرَنَا جَرِيرٌ، عَنۡ مَنۡصُورٍ، عَنۡ مُجَاهِدٍ، عَنۡ طَاوُسٍ، عَنِ ابۡنِ عَبَّاسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ يَوۡمَ الۡفَتۡحِ، فَتۡحِ مَكَّةَ: (لَا هِجۡرَةَ وَلَكِنۡ جِهَادٌ وَنِيَّةٌ، وَإِذَا اسۡتُنۡفِرۡتُمۡ فَانۡفِرُوا).
وَقَالَ يَوۡمَ الۡفَتۡحِ، فَتۡحِ مَكَّةَ: (إِنَّ هَٰذَا الۡبَلَدَ حَرَّمَهُ اللهُ يَوۡمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالۡأَرۡضَ، فَهُوَ حَرَامٌ بِحُرۡمَةِ اللهِ إِلَىٰ يَوۡمِ الۡقِيَامَةِ، وَإِنَّهُ لَمۡ يَحِلَّ الۡقِتَالُ فِيهِ لِأَحَدٍ قَبۡلِي، وَلَمۡ يَحِلَّ لِي إِلَّا سَاعَةً مِنۡ نَهَارٍ، فَهُوَ حَرَامٌ بِحُرۡمَةِ اللهِ إِلَىٰ يَوۡمِ الۡقِيَامَةِ: لَا يُعۡضَدُ شَوۡكُهُ، وَلَا يُنَفَّرُ صَيۡدُهُ، وَلَا يَلۡتَقِطُ إِلَّا مَنۡ عَرَّفَهَا، وَلَا يُخۡتَلَىٰ خَلَاهَا) فَقَالَ الۡعَبَّاسُ: يَا رَسُولَ اللهِ، إِلَّا الۡإِذۡخِرَ، فَإِنَّهُ لِقَيۡنِهِمۡ وَلَبُيُوتِهِمۡ. فَقَالَ: (إِلَّا الۡإِذۡخِرَ).
[البخاري: كتاب الجنائز، باب الإذخر والحشيش في القبر، رقم: ١٣٤٩].
445. (1353) Ishaq bin Ibrahim Al-Hanzhali telah menceritakan kepada kami: Jarir mengabarkan kepada kami, dari Manshur, dari Mujahid, dari Thawus, dari Ibnu ‘Abbas, beliau mengatakan: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda pada hari Al-Fath, yakni Fathu Makkah, “Tidak ada hijrah akan tetapi jihad dan niat. Apabila kalian diminta untuk pergi berjihad, maka pergilah.”
Beliau juga bersabda pada hari Al-Fath, yaitu Fathu Makkah, “Sesungguhnya kota ini telah Allah sucikan pada hari Allah ciptakan langit-langit dan bumi. Maka, kota ini suci karena kesucian yang Allah berikan sampai hari kiamat. Di dalam kota ini, peperangan tidak halal bagi seorang pun sebelumku. Juga tidak dihalalkan untukku kecuali hanya sesaat di siang hari. Maka, kota ini suci karena kesucian yang Allah berikan sampai hari kiamat. Durinya tidak boleh dipatahkan, binatang buruannya tidak boleh diburu, barang tercecernya tidak boleh diambil kecuali bagi yang mengumumkannya, dan rerumputannya tidak boleh dicabut.” Al-‘Abbas mengatakan: Wahai Rasulullah, kecuali idzkhir, karena itu dibutuhkan untuk pandai besi dan rumah-rumah mereka. Beliau bersabda, “Kecuali idzkhir.”
(...) – وَحَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بۡنُ رَافِعٍ: حَدَّثَنَا يَحۡيَى بۡنُ آدَمَ: حَدَّثَنَا مُفَضَّلٌ، عَنۡ مَنۡصُورٍ، فِي هٰذَا الۡإِسۡنَادِ، بِمِثۡلِهِ. وَلَمۡ يَذۡكُرۡ (يَوۡمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالۡأَرۡضَ) وَقَالَ بَدَلَ الۡقِتَالِ (الۡقَتۡلُ)، وَقَالَ: (لَا يَلۡتَقِطُ لُقَطَتَهُ إِلَّا مَنۡ عَرَّفَهَا).
Muhammad bin Rafi’ telah menceritakan kepadaku: Yahya bin Adam menceritakan kepada kami: Mufadhdhal menceritakan kepada kami, dari Manshur, dalam sanad ini, semisal hadis ini. Beliau tidak menyebutkan, “pada hari Allah ciptakan langit-langit dan bumi.” Beliau mengatakan sebagai ganti dari kata peperangan, “pembunuhan.” Beliau juga mengatakan, “Tidak boleh memungut barang tercecernya kecuali bagi yang mengumumkannya.”