Shahih Al-Bukhari hadits nomor 1718

١٢٣ – بَابٌ يُتَصَدَّقُ بِجِلَالِ الۡبُدۡنِ
123. Bab jilal unta sembelihan haji disedekahkan

١٧١٨ – حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيۡمٍ: حَدَّثَنَا سَيۡفُ بۡنُ أَبِي سُلَيۡمَانَ قَالَ: سَمِعۡتُ مُجَاهِدًا يَقُولُ: حَدَّثَنِي ابۡنُ أَبِي لَيۡلَى: أَنَّ عَلِيًّا رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ حَدَّثَهُ قَالَ: أَهۡدَى النَّبِيُّ ﷺ مِائَةَ بَدَنَةٍ، فَأَمَرَنِي بِلُحُومِهَا فَقَسَمۡتُهَا، ثُمَّ أَمَرَنِي بِجِلَالِهَا فَقَسَمۡتُهَا، ثُمَّ بِجُلُودِهَا فَقَسَمۡتُهَا. [طرفه في: ١٧٠٧].
1718. Abu Nu’aim telah menceritakan kepada kami: Saif bin Abu Sulaiman menceritakan kepada kami, beliau mengatakan: Aku mendengar Mujahid mengatakan: Ibnu Abu Laila menceritakan kepadaku: Bahwa ‘Ali radhiyallahu ‘anhu menceritakan kepadanya, beliau mengatakan: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkurban haji sebanyak seratus ekor unta. Beliau memerintahkanku untuk membagi-bagi dagingnya, kemudian beliau memerintahkanku untuk membagi-bagi jilal (selubung di punggung unta)nya, kemudian beliau memerintahkanku untuk membagi-bagi kulitnya.

١٢٤ – بَابٌ
124. Bab

﴿وَإِذْ بَوَّأْنَا لِإِبْرَٰهِيمَ مَكَانَ ٱلْبَيْتِ أَن لَّا تُشْرِكْ بِى شَيْئًا وَطَهِّرْ بَيْتِىَ لِلطَّآئِفِينَ وَٱلْقَآئِمِينَ وَٱلرُّكَّعِ ٱلسُّجُودِ ۞ وَأَذِّن فِى ٱلنَّاسِ بِٱلْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَىٰ كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِن كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ ۞ لِّيَشْهَدُوا۟ مَنَـٰفِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا۟ ٱسْمَ ٱللَّهِ فِىٓ أَيَّامٍ مَّعْلُومَـٰتٍ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُم مِّنۢ بَهِيمَةِ ٱلْأَنْعَـٰمِ ۖ فَكُلُوا۟ مِنْهَا وَأَطْعِمُوا۟ ٱلْبَآئِسَ ٱلْفَقِيرَ ۞ ثُمَّ لْيَقْضُوا۟ تَفَثَهُمْ وَلْيُوفُوا۟ نُذُورَهُمْ وَلْيَطَّوَّفُوا۟ بِٱلْبَيْتِ ٱلْعَتِيقِ ۞ ذ‌ٰلِكَ وَمَن يُعَظِّمْ حُرُمَـٰتِ ٱللَّهِ فَهُوَ خَيْرٌ لَّهُۥ عِندَ رَبِّهِۦ﴾ [الحج: ٢٦ – ٣٠].
“Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan): Janganlah kamu memperserikatkan sesuatupun dengan Aku dan sucikanlah rumahKu ini bagi orang-orang yang tawaf, dan orang-orang yang beribadah dan orang-orang yang rukuk dan sujud. Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh, supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebagian darinya dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir. Kemudian, hendaklah mereka menghilangkan kotoran yang ada pada badan mereka dan hendaklah mereka menyempurnakan nazar-nazar mereka dan hendaklah mereka melakukan melakukan tawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah). Demikianlah (perintah Allah). Dan barang siapa mengagungkan apa-apa yang terhormat di sisi Allah maka itu adalah lebih baik baginya di sisi Rabbnya.” (QS. Al-Hajj: 26-30).