Sunan An-Nasa`i hadits nomor 2316 dan 2317

٦٣ - تَأۡوِيلُ قَوۡلِ اللهِ -عَزَّ وَجَلَّ-: ﴿وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدۡيَةٌ طَعَامُ مِسۡكِينٍ﴾
63. Takwil firman Allah azza wajalla, “Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidiah, (yaitu) memberi makan seorang miskin.”

٢٣١٦ – (صحيح) أَخۡبَرَنَا قُتَيۡبَةُ قَالَ: أَنۡبَأَنَا بَكۡرٌ وَهُوَ ابۡنُ مُضَرَ عَنۡ عَمۡرِو بۡنِ الۡحَارِثِ عَنۡ بُكَيۡرٍ عَنۡ يَزِيدَ مَوۡلَى سَلَمَةَ بۡنِ الۡأَكۡوَعِ عَنۡ سَلَمَةَ بۡنِ الۡأَكۡوَعِ، قَالَ: لَمَّا نَزَلَتۡ هَٰذِهِ الۡآيَةُ: ﴿وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدۡيَةٌ طَعَامُ مِسۡكِينٍ﴾؛ كَانَ مَنۡ أَرَادَ مِنَّا أَنۡ يُفۡطِرَ وَيَفۡتَدِيَ؛ حَتَّى نَزَلَتِ الۡآيَةُ الَّتِي بَعۡدَهَا، فَنَسَخَتۡهَا. [(الترمذي)(٨٠٢)، ق].
2316. Qutaibah telah mengabarkan kepada kami, beliau berkata: Bakr bin Mudhar memberitakan kepada kami dari ‘Amr bin Al-Harits, dari Bukair, dari Yazid maula Salamah bin Al-Akwa’, dari Salamah bin Al-Akwa’, beliau mengatakan: Ketika ayat ini turun, “Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidiah, (yaitu) memberi makan seorang miskin”, maka ketika itu siapa saja di antara kami yang ingin tidak berpuasa, dia membayar fidiah. Sampai ayat setelahnya turun, sehingga menasakhkannya.
٢٣١٧ – (صحيح) أَخۡبَرَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ إِسۡمَاعِيلَ بۡنِ إِبۡرَاهِيمَ قَالَ: حَدَّثَنَا يَزِيدُ قَالَ: أَنۡبَأَنَا وَرۡقَاءُ عَنۡ عَمۡرِو بۡنِ دِينَارٍ عَنۡ عَطَاءٍ عَنِ ابۡنِ عَبَّاسٍ فِي قَوۡلِهِ -عَزَّ وَجَلَّ-: ﴿وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدۡيَةٌ طَعَامُ مِسۡكِينٍ﴾؛ يُطِيقُونَهُ: يُكَلَّفُونَهُ، فِدۡيَةٌ طَعَامُ مِسۡكِينٍ وَاحِدٍ؛ ﴿فَمَنۡ تَطَوَّعَ خَيۡرًا﴾، طَعَامُ مِسۡكِينٍ آخَرَ، لَيۡسَتۡ بِمَنۡسُوخَةٍ، ﴿فَهُوَ خَيۡرٌ لَهُ وَأَنۡ تَصُومُوا خَيۡرٌ لَكُمۡ﴾؛ لَا يُرَخَّصُ فِي هَٰذَا إِلَّا لِلَّذِي لَا يُطِيقُ الصِّيَامَ، أَوۡ مَرِيضٍ لَا يُشۡفَى. [(إرواء الغليل)(٩١٢)، خ نحوه].
2317. Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim telah mengabarkan kepada kami, beliau berkata: Yazid menceritakan kepada kami, beliau berkata: Warqa` memberitakan kepada kami dari ‘Amr bin Dinar, dari ‘Atha`, dari Ibnu ‘Abbas tentang firman Allah azza wajalla, “Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidiah, (yaitu) memberi makan seorang miskin.” Yuthiqunahu artinya terbebani. (Maka) membayar fidiah, yaitu memberi makan orang miskin satu orang. Faman tathawwa’a khairan: memberi makan lagi orang miskin yang lain. Ayat ini tidak mansukh. “Maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” Dalam ayat ini, tidaklah diberi keringanan kecuali bagi yang tidak mampu puasa atau orang sakit yang tidak bisa sembuh.