Sunan Abu Dawud hadits nomor 2315 dan 2316

٢ - بَابُ نَسۡخِ قَوۡلِهِ تَعَالَى ﴿وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدۡيَةٌ﴾ 
2. Bab nasakh firman Allah taala (yang artinya), “Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) untuk membayar fidiah” 

٢٣١٥ – (صحيح) حَدَّثَنَا قُتَيۡبَةُ بۡنُ سَعِيدٍ، نا بَكۡرٌ - يَعۡنِي ابۡنَ مُضَرَ -، عَنۡ عَمۡرِو بۡنِ الۡحَارِثِ، عَنۡ بُكَيۡرٍ، عَنۡ يَزِيدَ مَوۡلَى سَلَمَةَ، عَنۡ سَلَمَةَ بۡنِ الۡأَكۡوَعِ قَالَ: لَمَّا نَزَلَتۡ هَٰذِهِ الۡآيَةُ: ﴿وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدۡيَةٌ طَعَامُ مِسۡكِينٍ﴾ كَانَ مَنۡ أَرَادَ مِنَّا أَنۡ يُفۡطِرَ وَيَفۡتَدِيَ فَعَلَ، حَتَّى نَزَلَتۡ هَٰذِهِ الۡآيَةُ الَّتِي بَعۡدَهَا فَنَسَخَتۡهَا. [ق]. 
2315. Qutaibah bin Sa’id telah menceritakan kepada kami: Bakr bin Mudhar menceritakan kepada kami dari ‘Amr bin Al-Harits, dari Bukair, dari Yazid maula Salamah, dari Salamah bin Al-Akwa’. Beliau mengatakan: Ketika ayat ini turun (yang artinya), “Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) untuk membayar fidiah, (yaitu): memberi makan seorang miskin,” maka siapa saja yang ingin untuk tidak berpuasa dan membayar fidiah, dia boleh melakukannya. Sampai ayat setelahnya turun dan menasakhkannya. 
٢٣١٦ – (حسن) حَدَّثَنَا أَحۡمَدُ بۡنُ مُحَمَّدٍ، نا عَلِيُّ بۡنُ حُسَيۡنٍ، عَنۡ أَبِيهِ، عَنۡ يَزِيدَ النَّحۡوِيِّ، عَنۡ عِكۡرَمَةَ، عَنِ ابۡنِ عَبَّاسٍ: ﴿وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدۡيَةٌ طَعَامُ مِسۡكِينٍ﴾، فَكَانَ مَنۡ شَاءَ مِنۡهُمۡ أَنۡ يَفۡتَدِيَ بِطَعَامِ مِسۡكِينٍ افۡتَدَى وَتَمَّ لَهُ صَوۡمُهُ، فَقَالَ عَزَّ وَجَلَّ: ﴿فَمَنۡ تَطَوَّعَ خَيۡرًا فَهُوَ خَيۡرٌ لَهُ وَأَنۡ تَصُومُوا خَيۡرٌ لَكُمۡ﴾ وَقَالَ: ﴿فَمَنۡ شَهِدَ مِنۡكُمُ الشَّهۡرَ فَلۡيَصُمۡهُ وَمَنۡ كَانَ مَرِيضًا أَوۡ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنۡ أَيَّامٍ أُخَرَ﴾ 
2316. Ahmad bin Muhammad telah menceritakan kepada kami: ‘Ali bin Husain menceritakan kepada kami dari ayahnya, dari Yazid An-Nahwi, dari ‘Ikrimah, dari Ibnu ‘Abbas. (Ayat yang artinya), “Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) untuk membayar fidiah, (yaitu): memberi makan seorang miskin,” dahulu siapa saja di antara mereka yang ingin membayar fidiah dengan memberi makan seorang miskin, maka dia boleh membayar fidiah dan puasanya tetap sempurna. Lalu Allah azza wajalla berfirman (yang artinya), “Barang siapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu.” Dan Allah berfirman (yang artinya), “Karena itu, barang siapa di antara kalian hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu. Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar