Sunan Abu Dawud hadits nomor 2319, 2320, dan 2321

٤ - بَابُ الشَّهۡرِ يَكُونُ تِسۡعًا وَعِشۡرِينَ 
4. Bab satu bulan bisa dua puluh sembilan hari 

٢٣١٩ – (صحيح) حَدَّثَنَا سُلَيۡمَانُ بۡنُ حَرۡبٍ، حَدَّثَنَا شُعۡبَةُ، عَنِ الۡأَسۡوَدِ بۡنِ قَيۡسٍ، عَنۡ سَعِيدِ بۡنِ عَمۡرٍو - يَعۡنِي ابۡنَ سَعِيدِ بۡنِ الۡعَاصِ -، عَنِ ابۡنِ عُمَرَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (إِنَّا أُمَّةٌ أُمِّيَّةٌ، لَا نَكۡتُبُ، وَلَا نَحۡسُبُ، الشَّهۡرُ هَٰكَذَا، وَهَٰكَذَا، وَهَٰكَذَا) وَخَنَسَ سُلَيۡمَانُ إِصۡبَعَهُ فِي الثَّالِثَةِ، يَعۡنِي: تِسۡعًا وَعِشۡرِينَ، وَثَلَاثِينَ. [ق]. 
2319. Sulaiman bin Harb telah menceritakan kepada kami: Syu’bah menceritakan kepada kami dari Al-Aswad bin Qais, dari Sa’id bin ‘Amr bin Sa’id Al-‘Ash, dari Ibnu ‘Umar. Beliau mengatakan: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya kami adalah umat yang umi. Kami tidak bisa menulis dan berhitung. Bulan itu begini, begini, dan begini.” Sulaiman tidak mengangkat satu jarinya di kali yang ketiga, yakni: Bisa dua puluh sembilan atau tiga puluh hari. 
٢٣٢٠ – (صحيح) حَدَّثَنَا سُلَيۡمَانُ بۡنُ دَاوُدَ الۡعَتَكِيُّ، نا حَمَّادٌ، نا أَيُّوبُ، عَنۡ نَافِعٍ، عَنِ ابۡنِ عُمَرَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (الشَّهۡرُ تِسۡعٌ وَعِشۡرُونَ فَلَا تَصُومُوا حَتَّى تَرَوۡهُ، وَلَا تُفۡطِرُوا حَتَّى تَرَوۡهُ، فَإِنۡ غُمَّ عَلَيۡكُمۡ فَاقۡدُرُوا لَهُ ثَلَاثِينَ). قَالَ: فَكَانَ ابۡنُ عُمَرَ إِذَا كَانَ شَعۡبَانُ تِسۡعًا وَعِشۡرِينَ: نُظِرَ لَهُ، فَإِنۡ رُئِيَ فَذَاكَ، وَإِنۡ لَمۡ يُرَ وَلَمۡ يَحُلۡ دُونَ مَنۡظَرِهِ سَحَابٌ وَلَا قَتَرَةٌ: أَصۡبَحَ مُفۡطِرًا، فَإِنۡ حَالَ دُونَ مَنۡظَرِهِ سَحَابٌ أَوۡ قَتَرَةٌ: أَصۡبَحَ صَائِمًا، قَالَ: فَكَانَ ابۡنُ عُمَرَ يُفۡطِرُ مَعَ النَّاسِ وَلَا يَأۡخُذُ بِهَٰذَا الۡحِسَابِ. [ق دون قوله (فكان انب عمر...)]. 
2320. Sulaiman bin Dawud Al-‘Ataki telah menceritakan kepada kami: Hammad menceritakan kepada kami: Ayyub menceritakan kepada kami dari Nafi’, dari Ibnu ‘Umar. Beliau mengatakan: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bulan itu bisa dua puluh sembilan hari. Jadi kalian jangan berpuasa sampai melihat (hilal Ramadan) dan jangan selesai berpuasa (Ramadan) sampai kalian melihat (hilal Syawal). Jika awan menghalangi kalian dari melihat (hilal), maka tetapkan hitungan bulan menjadi tiga puluh hari.” Nafi’ berkata: Dahulu Ibnu ‘Umar ketika Syakban sudah dua puluh sembilan hari, maka hilal dilihat. Jika terlihat, maka esoknya Ibnu ‘Umar berpuasa. Dan jika tidak terlihat dan tidak ada awan atau debu yang menghalangi pandangannya, maka Ibnu ‘Umar tidak berpuasa di pagi harinya. Namun jika ada awan atau debu yang menghalangi pandangannya, maka Ibnu ‘Umar berpuasa di pagi harinya. Nafi’ berkata: Lalu Ibnu ‘Umar selesai berpuasa (Ramadan) bersama kaum muslimin dan tidak memasukkan puasa (ketika hilal Ramadan tidak terlihat) tersebut ke dalam hitungan (puasa Ramadan). 
٢٣٢١ – (صحيح مقطوع) حَدَّثَنَا حُمَيۡدُ بۡنُ مَسۡعَدَةَ، نا عَبۡدُ الۡوَهَّابِ، حَدَّثَنِي أَيُّوبُ: قَالَ: كَتَبَ عُمَرُ بۡنُ عَبۡدِ الۡعَزِيزِ إِلَى أَهۡلِ الۡبَصۡرَةِ: بَلَغَنَا عَنۡ رَسُولِ اللهِ ﷺ، نَحۡوَ حَدِيثِ ابۡنِ عُمَرَ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ، زَادَ: (وَإِنَّ أَحۡسَنَ مَا يُقۡدَرُ لَهُ أَنَّا إِذَا رَأَيۡنَا هِلَالَ شَعۡبَانَ لِكَذَا وَكَذَا: فَالصَّوۡمُ إِنۡ شَاءَ اللهُ لِكَذَا وَكَذَا، إِلَّا أَنۡ يَرَوُا الۡهِلَالَ قَبۡلَ ذٰلِكَ). 
2321. Humaid bin Mas’adah telah menceritakan kepada kami: ‘Abdul Wahhab menceritakan kepada kami: Ayyub menceritakan kepadaku. Beliau berkata: ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz menulis kepada penduduk Bashrah bahwa telah sampai kepada kami hadis dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam semisal hadis Ibnu ‘Umar dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau menambahkan, “Dan sesungguhnya sebaik-baik perhitungan bulan adalah bahwa kita jika telah melihat hilal Syakban di malam sekian dan sekian, maka insya Allah puasa mulai tanggal sekian dan sekian, kecuali jika orang-orang melihat hilal (Ramadan) sebelum tanggal itu.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar