Ujian Kubur

Imam Ibnu Qudamah Al-Maqdisi rahimahullah (wafat 260 H) di dalam kitab Lum'atul I'tiqad berkata:
وَفِتۡنَةُ الۡقَبۡرِ حَقٌّ، وَسُؤَالُ مُنۡكَرٍ وَنَكِيرٍ حَقٌّ.
Ujian di alam kubur adalah benar. Pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir adalah benar. 
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin rahimahullah di dalam kitab Syarh Lum'atil I'tiqad berkata:
فِتۡنَةُ الۡقَبۡرِ: 
الۡفِتۡنَةُ لُغَةً: الاخۡتِبَارُ، وَفِتۡنَةُ الۡقَبۡرِ: سُؤَالُ الۡمَيِّتِ عَنۡ رَبِّهِ وَدِينِهِ وَنَبِيِّهِ. 
وَهِيَ ثَابِتَةٌ بِالۡكِتَابِ وَالسُّنَّةِ. 
Ujian kubur: 
Al-Fitnah secara bahasa artinya adalah ujian. Ujian kubur adalah pertanyaan kepada mayit tentang Rabb-nya, agamanya, dan nabinya. Ujian kubur ini adalah suatu kepastian berdasarkan Alquran dan Sunah. 
قَالَ اللهُ تَعَالىَ: ﴿يُثَبِّتُ اللهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالۡقَوۡلِ الثَّابِتِ فِي الۡحَيَاةِ الدُّنۡيَا وَفِي الۡآخِرَةِ﴾ [إبراهيم: ٢٧]. 
وَقَالَ النَّبِيُّ ﷺ: (الۡمُسۡلِمُ إِذَا سُئِلَ فِي الۡقَبۡرِ؛ شَهِدَ أَنۡ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ. فَذٰلِكَ قَوۡلُهُ تَعَالَى: ﴿يُثَبِّتُ اللهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالۡقَوۡلِ الثَّابِتِ فِي الۡحَيَاةِ الدُّنۡيَا وَفِي الۡآخِرَةِ﴾ [إبراهيم: ٢٧]) مُتَّفَقٌ عَلَيۡهِ. 
Allah taala berfirman (yang artinya), “Allah akan meneguhkan orang-orang yang beriman dengan perkataan yang kokoh di kehidupan dunia dan di akhirat.” (QS. Ibrahim: 27). 
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seorang muslim ketika ditanya di dalam kubur, dia akan bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasul Allah. Maka itulah firman Allah taala (yang artinya): Allah akan meneguhkan orang-orang yang beriman dengan perkataan yang kokoh di kehidupan dunia dan di akhirat. (QS. Ibrahim: 27).” (Muttafaqun ‘alaih. HR. Al-Bukhari nomor 1369). 
وَالسَّائِلُ مَلَكَانِ لِقَوۡلِ النَّبِيِّ ﷺ: (إِنَّ الۡعَبۡدَ إِذَا وُضِعَ فِي قَبۡرِهِ وَتَوَلَّى عَنۡهُ أَصۡحَابُهُ إِنَّهُ لَيَسۡمَعُ قَرۡعَ نِعَالِهِمۡ، قَالَ: يَأۡتِيهِ مَلَكَانِ فَيُقۡعِدَانِهِ). رَوَاهُ مُسۡلِمٌ. وَاسۡمُهُمَا: مُنۡكَرٌ وَنَكِيرٌ كَمَا رَوَاهُ التِّرۡمِذِيُّ عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ مَرۡفُوعًا، وَقَالَ: حَسَنٌ غَرِيبٌ.. قَالَ الۡأَلۡبَانِيُّ: وَسَنَدُهُ حَسَنٌ وَهُوَ عَلَى شَرۡطِ مُسۡلِمٍ. 
Yang bertanya adalah dua malaikat berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya seorang hamba ketika telah diletakkan di dalam kuburnya dan para pengiringnya pergi meninggalkannya, maka dia benar-benar mendengar suara derap sandal-sandal mereka.” Nabi melanjutkan, “Akan ada dua malaikat yang mendatanginya dan mendudukkannya.”(HR. Muslim nomor 2870). Nama kedua malaikat itu adalah Munkar dan Nakir sebagaimana diriwayatkan oleh At-Tirmidzi (nomor 1071) dari Abu Hurairah secara marfuk dan beliau berkata: hasan garib. Al-Albani berkata: Sanadnya hasan dan sesuai dengan syarat Muslim. 
وَالسُّؤَالُ عَامٌّ لِلۡمُكَلَّفِينَ مِنَ الۡمُؤۡمِنِينَ وَالۡكَافِرِينَ وَمِنۡ هَٰذِهِ الۡأُمَّةِ وَغَيۡرِهِمۡ عَلَى الۡقَوۡلِ الصَّحِيحِ وَفِي غَيۡرِ الۡمُكَلَّفِينَ خِلَافٌ. 
Pertanyaan ini umum diajukan baik kepada mukalaf dari kaum mukmin dan kafir, baik dari umat ini maupun selain mereka, menurut pendapat yang sahih. Sedangkan untuk selain mukalaf, maka ada perselisihan. 
وَظَاهِرُ كَلَامِ ابۡنِ الۡقَيِّمِ فِي كِتَابِ (الرُّوحِ) تَرۡجِيحَ السُّؤَالِ. وَيُسۡتَثۡنَى مِنۡ ذٰلِكَ الشَّهِيدُ لِحَدِيثٍ رَوَاهُ النَّسَائِيُّ، وَمَنۡ مَاتَ مُرَابِطًا فِي سَبِيلِ اللهِ لِحَدِيثٍ رَوَاهُ مُسۡلِمٌ. 
Lahiriah ucapan Ibnu Al-Qayyim dalam kitab Ar-Ruh menguatkan pendapat adanya pertanyaan malaikat. Yang dikecualikan dari hal itu adalah orang yang mati syahid berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh An-Nasa`i (nomor 2053). Juga orang yang meninggal dalam keadaan berjaga di perbatasan wilayah kaum muslimin di jalan Allah berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Muslim (nomor 1913).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar