Shahih Muslim hadits nomor 95

٤١ - بَابُ تَحۡرِيمِ قَتۡلِ الۡكَافِرِ بَعۡدَ أَنۡ قَالَ: لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ 
41. Bab pengharaman membunuh orang kafir setelah dia mengucapkan: Laa ilaaha illallaah (Tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi kecuali Allah) 

١٥٥ - (٩٥) - حَدَّثَنَا قُتَيۡبَةُ بۡنُ سَعِيدٍ: حَدَّثَنَا لَيۡثٌ. (ح) وَحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ رُمۡحٍ - وَاللَّفۡظُ مُتَقَارِبٌ -: أَخۡبَرَنَا اللَّيۡثُ، عَنِ ابۡنِ شِهَابٍ، عَنۡ عَطَاءِ بۡنِ يَزِيدَ اللَّيۡثِيِّ، عَنۡ عُبَيۡدِ اللهِ بۡنِ عَدِيِّ بۡنِ الۡخِيَارِ، عَنِ الۡمِقۡدَادِ بۡنِ الۡأَسۡوَدِ، أَنَّهُ أَخۡبَرَهُ أَنَّهُ قَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ، أَرَأَيۡتَ إِنۡ لَقِيتُ رَجُلًا مِنَ الۡكُفَّارِ، فَقَاتَلَنِي، فَضَرَبَ إِحۡدَى يَدَيَّ بِالسَّيۡفِ فَقَطَعَهَا، ثُمَّ لَاذَ مِنِّي بِشَجَرَةٍ، فَقَالَ: أَسۡلَمۡتُ لِلهِ. أَفَأَقۡتُلُهُ يَا رَسُولَ اللهِ بَعۡدَ أَنۡ قَالَهَا؟ قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (لَا تَقۡتُلۡهُ). قَالَ: فَقُلۡتُ: يَا رَسُولَ اللهِ، إِنَّهُ قَدۡ قَطَعَ يَدِي، ثُمَّ قَالَ ذٰلِكَ بَعۡدَ أَنۡ قَطَعَهَا، أَفَأَقۡتُلُهُ؟ قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (لَا تَقۡتُلۡهُ فَإِنۡ قَتَلۡتَهُ فَإِنَّهُ بِمَنۡزِلَتِكَ قَبۡلَ أَنۡ تَقۡتُلَهُ. وَإِنَّكَ بِمَنۡزِلَتِهِ قَبۡلَ أَنۡ يَقُولَ كَلِمَتَهُ الَّتِي قَالَ). 
[البخاري: كتاب المغازي، باب شهود الملائكة بدرًا، رقم: ٣٧٩٤]. 
155. (95). Qutaibah bin Sa’id telah menceritakan kepada kami: Laits menceritakan kepada kami. (Dalam riwayat lain) Muhammad bin Rumh telah menceritakan kepada kami—dan lafal hadis ini saling berdekatan—: Al-Laits mengabarkan kepada kami dari Ibnu Syihab, dari ‘Atha` bin Yazid Al-Laitsi, dari ‘Ubaidullah bin ‘Adi bin Al-Khiyar, dari Al-Miqdad bin Al-Aswad, bahwa beliau mengabarkan kepadanya bahwa beliau mengatakan, “Wahai Rasulullah, apa pendapatmu apabila aku bertemu salah seorang kafir, lalu dia memerangiku, menebas salah satu tanganku dengan pedang, dan dia berhasil memotongnya. Kemudian dia kabur dariku dan berlindung di suatu pohon seraya berkata: Aku berserah diri kepada Allah. Apakah aku boleh membunuhnya, wahai Rasulullah, setelah dia mengucapkan itu?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jangan engkau bunuh dia.” Al-Miqdad berkata: Aku berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya dia telah memutus tanganku kemudian dia mengatakan hal itu setelah memutusnya, apa aku boleh membunuhnya?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jangan engkau bunuh dia. Jika engkau membunuhnya, maka sesungguhnya dia berada di kedudukanmu sebelum engkau membunuhnya. Dan sesungguhnya engkau berada di kedudukannya sebelum mengatakan ucapannya.” 
١٥٦ - (...) - حَدَّثَنَا إِسۡحَاقُ بۡنُ إِبۡرَاهِيمَ وَعَبۡدُ بۡنُ حُمَيۡدٍ، قَالَا: أَخۡبَرَنَا عَبۡدُ الرَّزَّاقِ قَالَ: أَخۡبَرَنَا مَعۡمَرٌ. (ح) وَحَدَّثَنَا إِسۡحَاقُ بۡنُ مُوسَى الۡأَنۡصَارِيُّ: حَدَّثَنَا الۡوَلِيدُ بۡنُ مُسۡلِمٍ، عَنِ الۡأَوۡزَاعِيِّ. (ح) وَحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ رَافِعٍ: حَدَّثَنَا عَبۡدُ الرَّزَّاقِ: أَخۡبَرَنَا ابۡنُ جُرَيۡجٍ، جَمِيعًا عَنِ الزُّهۡرِيِّ، بِهَٰذَا الۡإِسۡنَادِ. 
أَمَّا الۡأَوۡزَاعِيُّ وَابۡنُ جُرَيۡجٍ، فَفِي حَدِيثِهِمَا قَالَ: أَسۡلَمۡتُ لِلهِ. كَمَا قَالَ اللَّيۡثُ فِي حَدِيثِهِ. وَأَمَّا مَعۡمَرٌ فَفِي حَدِيثِهِ: فَلَمَّا أَهۡوَيۡتُ لِأَقۡتُلَهُ قَالَ: لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ. 
156. Ishaq bin Ibrahim dan ‘Abd bin Humaid telah menceritakan kepada kami. Keduanya berkata: ‘Abdurrazzaq mengabarkan kepada kami. Beliau berkata: Ma’mar mengabarkan kepada kami. (Dalam riwayat lain) Ishaq bin Musa Al-Anshari telah menceritakan kepada kami: Al-Walid bin Muslim menceritakan kepada kami dari Al-Auza’i. (Dalam riwayat lain) Muhammad bin Rafi’ telah menceritakan kepada kami: ‘Abdurrazzaq menceritakan kepada kami: Ibnu Juraij mengabarkan kepada kami. Semuanya dari Az-Zuhri melalui sanad ini. 
Adapun Al-Auza’i dan Ibnu Juraij, maka di dalam hadis keduanya, dia berkata: Aku berserah diri kepada Allah. Sebagaimana yang dikatakan oleh Al-Laits dalam hadisnya. Adapun Ma’mar, dalam hadisnya: Ketika aku hendak membunuhnya dia berkata: Laa ilaaha illallaah (tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi kecuali Allah). 
١٥٧ - (...) - وَحَدَّثَنِي حَرۡمَلَةُ بۡنُ يَحۡيَىٰ: أَخۡبَرَنَا ابۡنُ وَهۡبٍ، قَالَ: أَخۡبَرَنِي يُونُسُ، عَنِ ابۡنِ شِهَابٍ، قَالَ: حَدَّثَنِي عَطَاءُ بۡنُ يَزِيدَ اللَّيۡثِيُّ، ثُمَّ الۡجُنۡدَعِيُّ: أَنَّ عُبَيۡدَ اللهِ بۡنَ عَدِيِّ بۡنِ الۡخِيَارِ أَخۡبَرَهُ: أَنَّ الۡمِقۡدَادَ بۡنَ عَمۡرِو ابۡنَ الۡأَسۡوَدِ الۡكِنۡدِيَّ - وَكَانَ حَلِيفًا لِبَنِي زُهۡرَةَ، وَكَانَ مِمَّنۡ شَهِدَ بَدۡرًا مَعَ رَسُولِ اللهِ ﷺ - أَنَّهُ قَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ، أَرَأَيۡتَ إِنۡ لَقِيتُ رَجُلًا مِنَ الۡكُفَّارِ؟ ثُمَّ ذَكَرَ بِمِثۡلِ حَدِيثِ اللَّيۡثِ. 
157. Harmalah bin Yahya telah menceritakan kepadaku: Ibnu Wahb mengabarkan kepada kami. Beliau berkata: Yunus mengabarkan kepadaku dari Ibnu Syihab. Beliau berkata: ‘Atha` bin Yazid Al-Laitsi kemudian Al-Junda’i menceritakan kepadaku: Bahwa ‘Ubaidullah bin ‘Adi bin Al-Khiyar mengabarkan kepadanya: Bahwa Al-Miqdad bin ‘Amr bin Al-Aswad Al-Kindi—dahulu beliau adalah sekutu Bani Zuhrah dan beliau termasuk orang yang mengikuti perang Badr bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam—bahwa beliau mengatakan, “Wahai Rasulullah, apa pendapatmu jika aku bertemu salah seorang kafir?” Kemudian beliau menyebutkan semisal hadis Al-Laits.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar