Shahih Muslim hadits nomor 2220

٣٣ - بَابُ لَا عَدۡوَىٰ وَلَا طِيَرَةَ وَلَا هَامَةَ وَلَا صَفَرَ وَلَا نَوۡءَ وَلَا غُولَ، وَلَا يُورِدُ مُمۡرِضٌ عَلَى مُصِحٍّ 
33. Bab tidak ada penyakit yang menular dengan sendirinya, tidak ada thiyarah (anggapan sial karena burung atau semacamnya), tidak ada hamah (semacam burung hantu yang membawa kesialan), tidak ada shafar (penyakit mematikan yang menyerang perut karena cacing), tidak ada bintang (yang mengatur kejadian alam), tidak ada ghul (setan yang mampu menyesatkan dan mencelakakan), dan pemilik unta yang sakit tidak boleh membawa untanya ke tempat pemilik unta yang sehat 

١٠١ - (٢٢٢٠) - حَدَّثَنِي أَبُو الطَّاهِرِ وَحَرۡمَلَةُ بۡنُ يَحۡيَىٰ، وَاللَّفۡظُ لِأَبِي الطَّاهِرِ، قَالَا: أَخۡبَرَنَا ابۡنُ وَهۡبٍ: أَخۡبَرَنِي يُونُسُ. قَالَ ابۡنُ شِهَابٍ: فَحَدَّثَنِي أَبُو سَلَمَةَ بۡنُ عَبۡدِ الرَّحۡمَٰنِ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ، حِينَ قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (لَا عَدۡوَى، وَلَا صَفَرَ، وَلَا هَامَةَ). فَقَالَ أَعۡرَابِيٌّ: يَا رَسُولَ اللهِ، فَمَا بَالُ الۡإِبِلِ تَكُونُ فِي الرَّمۡلِ كَأَنَّهَا الظِّبَاءُ، فَيَجِيءُ الۡبَعِيرُ الۡأَجۡرَبُ، فَيَدۡخُلُ فِيهَا، فَيُجۡرِبُهَا كُلَّهَا؟ قَالَ: (فَمَنۡ أَعۡدَى الۡأَوَّلَ؟). 
101. (2220). Abu Ath-Thahir dan Harmalah bin Yahya telah menceritakan kepadaku. Lafal hadis ini milik Abu Ath-Thahir. Keduanya berkata: Ibnu Wahb mengabarkan kepada kami: Yunus mengabarkan kepadaku. Ibnu Syihab berkata: Abu Salamah bin ‘Abdurrahman menceritakan kepadaku dari Abu Hurairah. Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada penyakit yang menular dengan sendirinya, tidak ada shafar (penyakit mematikan yang menyerang perut karena cacing), dan tidak ada hamah (semacam burung hantu yang membawa kesialan),” maka ada seorang arab badui berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimana dengan sekumpulan unta dalam sebuah kafilah seperti rusa-rusa (yang bersih kulitnya dan bebas dari penyakit), lalu ada seekor unta kudisan datang dan masuk ke dalamnya sehingga menyebabkan semua unta tadi kudisan?” Nabi menjawab, “Lalu siapa yang menulari unta yang pertama kali kudisan?” 
١٠٢ - (...) - وَحَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بۡنُ حَاتِمٍ وَحَسَنٌ الۡحُلۡوَانِيُّ. قَالَا: حَدَّثَنَا يَعۡقُوبُ، وَهُوَ ابۡنُ إِبۡرَاهِيمَ بۡنِ سَعۡدٍ: حَدَّثَنَا أَبِي، عَنۡ صَالِحٍ، عَنِ ابۡنِ شِهَابٍ: أَخۡبَرَنِي أَبُو سَلَمَةَ بۡنُ عَبۡدِ الرَّحۡمَٰنِ وَغَيۡرُهُ، أَنَّ أَبَا هُرَيۡرَةَ قَالَ: إِنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ: (لَا عَدۡوَىٰ، وَلَا طِيَرَةَ، وَلَا صَفَرَ، وَلَا هَامَةَ)، فَقَالَ أَعۡرَابِيٌّ: يَا رَسُولَ اللهِ... بِمِثۡلِ حَدِيثِ يُونُسَ. 
[البخاري: كتاب الطب، باب لا صفر وهو داء يأخذ البطن، رقم: ٥٧١٧]. 
102. Muhammad bin Hatim dan Hasan Al-Hulwani telah menceritakan kepadaku. Keduanya berkata: Ya’qub bin Ibrahim bin Sa’d menceritakan kepada kami: Ayahku menceritakan kepada kami dari Shalih, dari Ibnu Syihab: Abu Salamah bin ‘Abdurrahman dan selain beliau mengabarkan kepadaku bahwa Abu Hurairah mengatakan: Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada penyakit yang menular dengan sendirinya, tidak ada thiyarah, tidak ada shafar, dan tidak ada hamah.” Lalu seorang arab badui berkata, “Wahai Rasulullah…” Semisal hadis Yunus. 
١٠٣ - (...) - وَحَدَّثَنِي عَبۡدُ اللهِ بۡنُ عَبۡدِ الرَّحۡمَٰنِ الدَّارِمِيُّ: أَخۡبَرَنَا أَبُو الۡيَمَانِ، عَنۡ شُعَيۡبٍ، عَنِ الزُّهۡرِيِّ. أَخۡبَرَنِي سِنَانُ بۡنُ أَبِي سِنَانٍ الدُّؤَلِيُّ، أَنَّ أَبَا هُرَيۡرَةَ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: (لَا عَدۡوَىٰ)، فَقَامَ أَعۡرَابِيٌّ... فَذَكَرَ بِمِثۡلِ حَدِيثِ يُونُسَ وَصَالِحٍ. 
وَعَنۡ شُعَيۡبٍ، عَنِ الزُّهۡرِيِّ قَالَ: حَدَّثَنِي السَّائِبُ بۡنُ يَزِيدَ بۡنِ أُخۡتِ نَمِرٍ، أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَالَ: (لَا عَدۡوَىٰ، وَلَا صَفَرَ، وَلَا هَامَةَ). 
103. ‘Abdullah bin ‘Abdurrahman Ad-Darimi telah menceritakan kepadaku: Abu Al-Yaman mengabarkan kepada kami dari Syu’aib, dari Az-Zuhri. Sinan bin Abu Sinan Ad-Du`ali mengabarkan kepadaku bahwa Abu Hurairah mengatakan: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada penyakit yang menular dengan sendirinya.” Lalu seorang arab badui berdiri… lalu beliau menyebutkan semisal hadis Yunus dan Shalih. 
Dan dari Syu’aib, dari Az-Zuhri. Beliau berkata: As-Sa`ib bin Yazid bin Ukhti Namir menceritakan kepadaku bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada penyakit yang menular dengan sendirinya, tidak ada shafar, dan tidak ada hamah.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar