Cari Blog Ini

Shahih Al-Bukhari hadits nomor 48 dan 49

٣٧ - بَابُ خَوۡفِ الۡمُؤۡمِنِ مِنۡ أَنۡ يَحۡبَطَ عَمَلُهُ وَهُوَ لَا يَشۡعُرُ 
37. Bab kekhawatiran seorang mukmin apabila amalannya terhapus dalam keadaan dia tidak menyadarinya 


وَقَالَ إِبۡرَاهِيمُ التَّيۡمِيُّ: مَا عَرَضۡتُ قَوۡلِي عَلَى عَمَلِي إِلَّا خَشِيتُ أَنۡ أَكُونَ مُكَذِّبًا، وَقَالَ ابۡنُ أَبِي مُلَيۡكَةَ: أَدۡرَكۡتُ ثَلَاثِينَ مِنۡ أَصۡحَابِ النَّبِيِّ ﷺ كُلُّهُمۡ يَخَافُ النِّفَاقَ عَلَى نَفۡسِهِ، مَا مِنۡهُمۡ أَحَدٌ يَقُولُ: إِنَّهُ عَلَى إِيمَانِ جِبۡرِيلَ وَمِيكَائِيلَ. وَيُذۡكَرُ عَنِ الۡحَسَنِ: مَا خَافَهُ إِلَّا مُؤۡمِنٌ، وَلَا أَمِنَهُ إِلَّا مُنَافِقٌ، وَمَا يُحۡذَرُ مِنَ الۡإِصۡرَارِ عَلَى النِّفَاقِ وَالۡعِصۡيَانِ مِنۡ غَيۡرِ تَوۡبَةٍ، لِقَوۡلِ اللهِ تَعَالَى: ﴿وَلَمۡ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمۡ يَعۡلَمُونَ﴾ [آل عمران: ١٣٥] 

Ibrahim At-Taimi berkata, “Tidaklah aku bandingkan ucapanku dengan amalanku kecuali aku khawatir aku menjadi orang yang mendustakan.” Ibnu Abu Mulaikah berkata, “Aku menjumpai tiga puluh sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, mereka semuanya khawatir ada kemunafikan pada dirinya. Tidak seorang pun dari mereka yang mengatakan bahwa dirinya beriman seperti imannya malaikat Jibril dan Mikail.” Disebutkan dari Al-Hasan, ”Tidaklah yang mengkhawatirkan kemunafikan kecuali seorang mukmin dan tidaklah yang merasa aman darinya kecuali seorang munafik.” Dan (bab) peringatan dari terus-menerus dalam kemunafikan dan kemaksiatan tanpa tobat, berdasarkan firman Allah taala yang artinya, “Dan mereka tidak terus-menerus melakukan apa yang mereka perbuat itu dalam keadaan mereka mengetahui.” (QS. Ali ‘Imran: 135). 

٤٨ - حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ عَرۡعَرَةَ قَالَ: حَدَّثَنَا شُعۡبَةُ، عَنۡ زُبَيۡدٍ قَالَ: سَأَلۡتُ أَبَا وَائِلٍ عَنِ الۡمُرۡجِئَةِ فَقَالَ: حَدَّثَنِي عَبۡدُ اللهِ: أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَالَ: (سِبَابُ الۡمُسۡلِمِ فُسُوقٌ، وَقِتَالُهُ كُفۡرٌ). [الحديث ٤٨ – طرفاه في: ٦٠٤٤، ٧٠٧٦]. 

48. Muhammad bin ‘Ar’arah telah menceritakan kepada kami. Beliau berkata: Syu’bah menceritakan kepada kami dari Zubaid. Beliau berkata: Aku bertanya kepada Abu Wa`il tentang kelompok Murji`ah, lalu beliau berkata: ‘Abdullah menceritakan kepadaku bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Mencaci seorang muslim adalah kefasikan dan memeranginya adalah kekufuran.” 

٤٩ - أَخۡبَرَنَا قُتَيۡبَةُ بۡنُ سَعِيدٍ: حَدَّثَنَا إِسۡمَاعِيلُ بۡنُ جَعۡفَرٍ، عَنۡ حُمَيۡدٍ، عَنۡ أَنَسٍ قَالَ: أَخۡبَرَنِي عُبَادَةُ بۡنُ الصَّامِتِ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ خَرَجَ يُخۡبِرُ بِلَيۡلَةِ الۡقَدۡرِ، فَتَلاَحَى رَجُلَانِ مِنَ الۡمُسۡلِمِينَ فَقَالَ: (إِنِّي خَرَجۡتُ لِأُخۡبِرَكُمۡ بِلَيۡلَةِ الۡقَدۡرِ، وَإِنَّهُ تَلَاحَى فُلَانٌ وَفُلَانٌ، فَرُفِعَتۡ، وَعَسَى أَنۡ يَكُونَ خَيۡرًا لَكُمۡ، الۡتَمِسُوهَا فِي السَّبۡعِ وَالتِّسۡعِ وَالخَمۡسِ). 
[الحديث ٤٩ – طرفاه في: ٢٠٢٣، ٦٠٤٩]. 

49. Qutaibah bin Sa’id telah mengabarkan kepada kami: Isma’il bin Ja’far menceritakan kepada kami dari Humaid, dar Anas. Beliau berkata: ‘Ubadah bin Ash-Shamit mengabarkan kepadaku bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar akan mengabarkan lailatulkadar. Namun ada dua orang muslim yang saling mencela, lalu beliau bersabda, “Sesungguhnya aku keluar untuk mengabarkan kepada kalian tentang lailatulkadar, namun si Polan dan si Polan saling mencela sehingga (ilmu tentang lailatulkadar) diangkat. Semoga hal ini baik bagi kalian. Kalian carilah di malam kedua puluh tujuh, dua puluh sembilan, dan dua puluh lima.”