Cari Blog Ini

Shahih Al-Bukhari hadits nomor 1295

٣٦ – بَابٌ رَثَى النَّبِيُّ ﷺ سَعۡدَ ابۡنَ خَوۡلَةَ 
36. Bab dukacita Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadap Sa’d bin Khaulah 


١٢٩٥ – حَدَّثَنَا عَبۡدُ اللهِ بۡنُ يُوسُفَ: أَخۡبَرَنَا مَالِكٌ، عَنِ ابۡنِ شِهَابٍ، عَنۡ عَامِرِ بۡنِ سَعۡدِ بۡنِ أَبِي وَقَّاصٍ، عَنۡ أَبِيهِ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللهِ ﷺ يَعُودُنِي عَامَ حَجَّةِ الۡوَدَاعِ، مِنۡ وَجَعٍ اشۡتَدَّ بِي، فَقُلۡتُ: إِنِّي قَدۡ بَلَغَ بِي مِنَ الۡوَجَعِ، وَأَنَا ذُو مَالٍ، وَلَا يَرِثُنِي إِلَّا ابۡنَةٌ، أَفَأَتَصَدَّقُ بِثُلُثَيِ مَالِي؟ قَالَ: (لَا). فَقُلۡتُ: بِالشَّطۡرِ؟ فَقَالَ: (لَا). ثُمَّ قَالَ: (الثُّلُثُ وَالثُّلُثُ كَبِيرٌ، أَوۡ كَثِيرٌ، إِنَّكَ أَنۡ تَذَرَ وَرَثَتَكَ أَغۡنِيَاءَ، خَيۡرٌ مِنۡ أَنۡ تَذَرَهُمۡ عَالَةً يَتَكَفَّفُونَ النَّاسَ، وَإِنَّكَ لَنۡ تُنۡفِقَ نَفَقَةً تَبۡتَغِي بِهَا وَجۡهَ اللهِ إِلَّا أُجِرۡتَ بِهَا، حَتَّى مَا تَجۡعَلُ فِي فِي امۡرَأَتِكَ). فَقُلۡتُ: يَا رَسُولَ اللهِ، أُخَلَّفُ بَعۡدَ أَصۡحَابِي؟ قَالَ: (إِنَّكَ لَنۡ تُخَلَّفَ فَتَعۡمَلَ عَمَلًا صَالِحًا إِلَّا ازۡدَدۡتَ بِهِ دَرَجَةً وَرِفۡعَةً، ثُمَّ لَعَلَّكَ أَنۡ تُخَلَّفَ حَتَّى يَنۡتَفِعَ بِكَ أَقۡوَامٌ، وَيُضَرَّ بِكَ آخَرُونَ، اللّٰهُمَّ أَمۡضِ لِأَصۡحَابِي هِجۡرَتَهُمۡ وَلَا تَرُدَّهُمۡ عَلَى أَعۡقَابِهِمۡ، لٰكِنِ الۡبَائِسُ سَعۡدُ ابۡنُ خَوۡلَةَ). يَرۡثِي لَهُ رَسُولُ اللهِ ﷺ أَنۡ مَاتَ بِمَكَّةَ. [طرفه في: ٥٦]. 

1295. ‘Abdullah bin Yusuf telah menceritakan kepada kami: Malik mengabarkan kepada kami dari Ibnu Syihab, dari ‘Amir bin Sa’d bin Abu Waqqash, dari ayahnya radhiyallahu ‘anhu. Beliau berkata: 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menjengukku pada tahun haji wadak karena penyakit parah yang menimpaku. 

Aku berkata, “Sesungguhnya penyakit telah menimpaku dalam keadaan aku memiliki harta. Tidak ada yang mewarisiku kecuali seorang putri. Apakah aku boleh menyedekahkan dua pertiga hartaku?” 

Nabi menjawab, “Jangan.” 

Aku bertanya, “Separuh?” 

Nabi menjawab, “Jangan.” Kemudian beliau bersabda, “Sepertiga saja dan sepertiga sudah banyak. Sesungguhnya engkau meninggalkan ahli warismu dalam keadaan kaya lebih baik daripada engkau tinggalkan mereka dalam keadaan miskin sehingga mereka menengadahkan tangan mengemis kepada orang-orang. Dan sesungguhnya tidaklah engkau menafkahkan suatu nafkah yang engkau harapkan dengannya wajah Allah kecuali engkau akan diberi pahala karenanya, sampai pun apa yang engkau suapkan ke mulut istrimu.” 

Aku berkata, “Wahai Rasulullah, apakah aku akan ditinggal oleh sahabat-sahabatku?” 

Nabi bersabda, “Andai engkau ditinggal, namun engkau melakukan amal saleh, niscaya derajat dan kemuliaanmu akan bertambah. Kemudian bisa jadi engkau berumur panjang sehingga banyak orang yang akan mendapatkan manfaat dengan sebab keberadaanmu, sedangkan yang lain akan dirugikan dengan sebab keberadaanmu. Ya Allah, sempurnakan bagi para sahabatku hijrah mereka dan jangan Engkau kembalikan mereka ke belakang. Akan tetapi, orang yang malang adalah Sa’d bin Khaulah.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berbelasungkawa kepadanya karena dia meninggal di Makkah.