Cari Blog Ini

Shahih Al-Bukhari hadits nomor 240

٧٣ - بَابٌ إِذَا أُلۡقِيَ عَلَى ظَهۡرِ الۡمُصَلِّي قَذَرٌ أَوۡ جِيفَةٌ لَمۡ تَفۡسُدۡ عَلَيۡهِ صَلَاتُهُ
73. Bab apabila najis atau bangkai busuk dilemparkan ke atas punggung orang yang salat, maka salatnya tidak rusak karenanya


وَكَانَ ابۡنُ عُمَرَ إِذَا رَأَى فِي ثَوۡبِهِ دَمًا، وَهُوَ يُصَلِّي، وَضَعَهُ وَمَضَى فِي صَلَاتِهِ. 

Dahulu Ibnu ‘Umar jika melihat darah di pakaiannya ketika sedang salat, beliau meletakkannya dan tetap melanjutkan salatnya. 

قَالَ ابۡنُ الۡمُسَيَّبِ وَالشَّعۡبِيُّ: إِذَا صَلَّى وَفِي ثَوۡبِهِ دَمٌ أَوۡ جَنَابَةٌ، أَوۡ لِغَيۡرِ الۡقِبۡلَةِ، أَوۡ تَيَمَّمَ فَصَلَّى ثُمَّ أَدۡرَكَ الۡمَاءَ فِي وَقۡتِهِ، لَا يُعِيدُ. 

Ibnu Al-Musayyab dan Asy-Sya’bi berkata, “Apabila seseorang salat sementara (dia tidak tahu) di pakaiannya ada darah atau bekas junub, atau dia menghadap selain kiblat (karena keliru), atau tayamum lalu salat kemudian setelah itu mendapatkan air untuk bersuci dan masih di dalam waktu salat, maka dia tidak usah mengulang salat. 

٢٤٠ - حَدَّثَنَا عَبۡدَانُ قَالَ: أَخۡبَرَنِي أَبِي، عَنۡ شُعۡبَةَ، عَنۡ أَبِي إِسۡحَاقَ، عَنۡ عَمۡرِو بۡنِ مَيۡمُونٍ، عَنۡ عَبۡدِ اللهِ قَالَ: بَيۡنَا رَسُولُ اللهِ ﷺ سَاجِدٌ (ح). وَحَدَّثَنِي أَحۡمَدُ بۡنُ عُثۡمَانَ قَالَ: حَدَّثَنَا شُرَيۡحُ بۡنُ مَسۡلَمَةَ قَالَ: حَدَّثَنَا إِبۡرَاهِيمُ بۡنُ يُوسُفَ، عَنۡ أَبِيهِ، عَنۡ أَبِي إِسۡحَاقَ قَالَ: حَدَّثَنِي عَمۡرُو بۡنُ مَيۡمُونٍ: أَنَّ عَبۡدَ اللهِ بۡنَ مَسۡعُودٍ حَدَّثَهُ: 

240. ‘Abdan telah menceritakan kepada kami. Beliau berkata: Ayahku mengabarkan kepadaku dari Syu’bah, dari Abu Ishaq, dari ‘Amr bin Maimun, dari ‘Abdullah. Beliau berkata: Ketika Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—sedang sujud. (Dalam riwayat lain) Ahmad bin ‘Utsman telah menceritakan kepadaku. Beliau berkata: Syuraih bin Maslamah menceritakan kepada kami. Beliau berkata: Ibrahim bin Yusuf menceritakan kepada kami dari ayahnya, dari Abu Ishaq. Beliau berkata: ‘Amr bin Maimun menceritakan kepadaku: Bahwa ‘Abdullah bin Mas’ud menceritakan kepadanya: 

أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ كَانَ يُصَلِّي عِنۡدَ الۡبَيۡتِ، وَأَبُو جَهۡلٍ وَأَصۡحَابٌ لَهُ جُلُوسٌ، إِذۡ قَالَ بَعۡضُهُمۡ لِبَعۡضٍ: أَيُّكُمۡ يَجِيءُ بِسَلَى جَزُورِ بَنِي فُلَانٍ، فَيَضَعُهُ عَلَى ظَهۡرِ مُحَمَّدٍ إِذَا سَجَدَ؟ فَانۡبَعَثَ أَشۡقَى الۡقَوۡمِ فَجَاءَ بِهِ، فَنَظَرَ حَتَّى إِذَا سَجَدَ النَّبِيُّ ﷺ، وَضَعَهُ عَلَى ظَهۡرِهِ بَيۡنَ كَتِفَيۡهِ، وَأَنَا أَنۡظُرُ لَا أُغَيِّرُ شَيۡئًا، لَوۡ كَانَ لِي مَنۡعَةٌ، 

Bahwa Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—pernah salat di dekat Kakbah, sementara Abu Jahl dan sahabat-sahabatnya sedang duduk. Tiba-tiba sebagian mereka berkata kepada yang lain, “Siapa di antara kalian yang berani membawa ari-ari unta bani Polan, lalu dia letakkan di atas punggung Muhammad ketika dia sedang sujud?” 

Lalu seseorang yang paling celaka bangkit dan membawakannya. Dia menunggu hingga ketika Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—sujud, dia letakkan di atas punggung di antara kedua pundaknya. Aku melihat namun aku tidak bisa berbuat apa-apa. Andai waktu itu aku bisa menghalangi mereka. 

قَالَ: فَجَعَلُوا يَضۡحَكُونَ وَيُحِيلُ بَعۡضُهُمۡ عَلَى بَعۡضٍ، وَرَسُولُ اللهِ ﷺ سَاجِدٌ لَا يَرۡفَعُ رَأۡسَهُ، حَتَّى جَاءَتۡهُ فَاطِمَةُ، فَطَرَحَتۡ عَنۡ ظَهۡرِهِ، فَرَفَعَ رَأۡسَهُ ثُمَّ قَالَ: (اللّٰهُمَّ عَلَيۡكَ بِقُرَيۡشٍ) ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، فَشَقَّ عَلَيۡهِمۡ إِذۡ دَعَا عَلَيۡهِمۡ، قَالَ: وَكَانُوا يُرَوۡنَ أَنَّ الدَّعۡوَةَ فِي ذٰلِكَ الۡبَلَدِ مُسۡتَجَابَةٌ، ثُمَّ سَمَّى: (اللّٰهُمَّ عَلَيۡكَ بِأَبِي جَهۡلٍ، وَعَلَيۡكَ بِعُتۡبَةَ بۡنِ رَبِيعَةَ، وَشَيۡبَةَ بۡنِ رَبِيعَةَ، وَالۡوَلِيدِ بۡنِ عُتۡبَةَ، وَأُمَيَّةَ بۡنِ خَلَفٍ، وَعُقۡبَةَ بۡنِ أَبِي مُعَيۡطٍ). وَعَدَّ السَّابِعَ فَلَمۡ نَحۡفَظۡهُ، قَالَ: فَوَالَّذِي نَفۡسِي بِيَدِهِ لَقَدۡ رَأَيۡتُ الَّذِينَ عَدَّ رَسُولُ اللهِ ﷺ صَرۡعَى فِي الۡقَلِيبِ قَلِيبِ بَدۡرٍ. 

[الحديث ٢٤٠ – أطرافه في: ٥٢٠، ٢٩٣٤، ٣١٨٥، ٣٨٥٤، ٣٩٦٠]. 

‘Abdullah bin Mas’ud berkata: Mereka tertawa dan saling menuding, sementara Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—terus sujud tidak mengangkat kepalanya. Hingga Fathimah mendatangi beliau lalu membuang kotoran dari punggungnya. Lalu beliau mengangkat kepalanya kemudian berdoa, “Ya Allah, binasakanlah orang-orang kafir Quraisy!” Sebanyak tiga kali. Doa kebinasaan itu terasa berat bagi mereka. 

‘Abdullah bin Mas’ud berkata: Mereka berpendapat bahwa doa di negeri itu mustajab. Kemudian Rasulullah menyebut nama mereka, “Ya Allah binasakanlah Abu Jahl, binasakanlah ‘Utbah bin Rabi’ah, Syaibah bin Rabi’ah, Al-Walid bin ‘Utbah, Umayyah bin Khalaf, dan ‘Uqbah bin Abu Mu’aith.” Beliau menyebutkan orang ketujuh, namun kami tidak menghafalnya. 

‘Abdullah bin Mas’ud berkata: Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh aku melihat orang-orang yang Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—sebutkan itu bergelimpangan di dalam sumur Badr.