٦٦٠٢ - حَدَّثَنَا مَالِكُ بۡنُ إِسۡمَاعِيلَ: حَدَّثَنَا إِسۡرَائِيلُ، عَنۡ
عَاصِمٍ، عَنۡ أَبِي عُثۡمَانَ، عَنۡ أُسَامَةَ قَالَ: كُنۡتُ عِنۡدَ
النَّبِيِّ ﷺ إِذۡ جَاءَهُ رَسُولُ إِحۡدَى بَنَاتِهِ، وَعِنۡدَهُ سَعۡدٌ
وَأُبَيُّ بۡنُ كَعۡبٍ وَمُعَاذٌ، أَنَّ ابۡنَهَا يَجُودُ بِنَفۡسِهِ، فَبَعَثَ
إِلَيۡهَا: (لِلهِ مَا أَخَذَ وَلِلهِ مَا أَعۡطَى، كُلٌّ بِأَجَلٍ،
فَلۡتَصۡبِرۡ وَلۡتَحۡتَسِبۡ). [طرفه في:
١٢٨٤].
6602. Malik bin Isma’il telah menceritakan kepada kami: Isra`il menceritakan
kepada kami dari ‘Ashim, dari Abu ‘Utsman, dari Usamah. Beliau berkata: Aku
pernah berada di dekat Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—ketika utusan salah
satu putrinya mendatangi beliau yang mengabarkan bahwa putra dari putri Nabi
tersebut hampir meninggal. Saat itu di dekat Nabi ada Sa’d, Ubayy bin Ka’b,
dan Mu’adz. Lalu Nabi berpesan kepada putrinya, “Sesungguhnya hanya milik
Allah segala apa yang Dia ambil dan hanya milik Allah segala apa yang Dia
berikan. Segala sesuatu ada ajalnya. Maka, hendaknya dia bersabar dan
mengharap pahala.”