٧٤٧٥ - حَدَّثَنَا يَسَرَةُ بۡنُ صَفۡوَانَ بۡنِ جَمِيلٍ اللَّخۡمِيُّ:
حَدَّثَنَا إِبۡرَاهِيمُ بۡنُ سَعۡدٍ، عَنِ الزُّهۡرِيِّ، عَنۡ سَعِيدِ بۡنِ
الۡمُسَيَّبِ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (بَيۡنَا
أَنَا نَائِمٌ، رَأَيۡتُنِي عَلَى قَلِيبٍ، فَنَزَعۡتُ مَا شَاءَ اللهُ أَنۡ
أَنۡزِعَ، ثُمَّ أَخَذَهَا ابۡنُ أَبِي قُحَافَةَ، فَنَزَعَ ذَنُوبًا أَوۡ
ذَنُوبَيۡنِ، وَفِي نَزۡعِهِ ضَعۡفٌ، وَاللهُ يَغۡفِرُ لَهُ، ثُمَّ أَخَذَهَا
عُمَرُ، فَاسۡتَحَالَتۡ غَرۡبًا، فَلَمۡ أَرَ عَبۡقَرِيًّا مِنَ النَّاسِ
يَفۡرِي فَرِيَّهُ، حَتَّى ضَرَبَ النَّاسُ حَوۡلَهُ بِعَطَنٍ). [طرفه في:
٣٦٦٤].
7475. Yasarah bin Shafwan bin Jamil Al-Lakhmi telah menceritakan kepada kami:
Ibrahim bin Sa’d menceritakan kepada kami dari Az-Zuhri, dari Sa’id bin
Al-Musayyab, dari Abu Hurairah. Beliau berkata: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi
wa sallam—berkata, “Ketika aku tidur, aku mimpi berada di tepi sumur. Lalu aku
menimba sebanyak yang Allah kehendaki. Kemudian Ibnu Abu Quhafah mengambilnya,
lalu dia menimba satu atau dua timba. Meski ada kelemahan dalam penimbaannya,
Allah mengampuninya. Kemudian ‘Umar mengambilnya, lalu timbanya berubah
menjadi timba yang lebih besar. Aku belum pernah melihat orang cerdas yang
melakukan pekerjaan yang luar biasa sepertinya sampai orang-orang membuat
tempat unta menderum di sekelilingnya.”