Zadul Ma’ad

Zadul Ma'ad

Bekal Menuju Akhirat


Membaca karya-karya Ibnul Qayyim rahimahullah seakan menyelami lautan nasihat nan berharga. Nasihat yang disampaikan oleh seorang dokter bagi jiwa yang membutuhkan penyembuhan dan terapi hati. Karya-karya beliau pun mencerminkan pengajaran yang sarat dengan bimbingan untuk sampai kepada ridha ilahi. Beliau adalah salah seorang dokter spesialis yang mengetahui penyakit kronis yang ditimbulkan dari bakteri “syaithan” dan virus “nafsu” yang mengganggu. Namun jangan salah, selain pakar dalam hal ini beliau juga ahli dalam berbagai cabang-cabang ilmu agama lainnya. Oleh karenanya, tidak salah kalau beliau disebut Syaikhul Islam, murid dari Syaikhul Islam pula. Salah satu karya tulis yang begitu bernilai bagi kaum muslimin yang beliau tulis adalah kitab Zadul Ma’ad.

Nama lengkap dari kitab ini adalah Zadul Ma’ad fi Hadyi Khairil ‘Ibad. Karya tulis ini beliau tulis di atas kuda saat perjalanan naik haji. Perjalanan jauh yang melelahkan tidak menjadikan beliau berhenti dari berkarya. Bahkan kitab ini banyak dipuji oleh para ulama karena metode penyusunannya yang begitu tertib dan tertata. Tema yang disajikan pun sangat penting. Yaitu, tema yang banyak didapati dalam kehidupan manusia.

Beliau banyak menyebutkan dasar Kitabullah dan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada pembahasan. Asalnya, kitab ini adalah kitab tarikh. Namun beliau banyak memasukkan di dalamnya pembahasan seputar kedokteran (pengobatan yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam), fikih, akhlak, hadits, adab dst. Oleh karenanya, kitab-kitab tentang sejarah Islam yang dikarang setelahnya hampir-hampir tidak lepas dari Kitab Zadul Ma’ad sebagai referensi.

Buku ini bercorak ensiklopedis yang membahas berbagai macam persoalan yang termuat dalam berbagai cabang dan disiplin ilmu. Dalam permasalah fikih, beliau juga membungkusnya dengan metode pengajaran dan pembahasan yang menarik, dengan corak pembahasan khas beliau rahimahullah. Sangat tepatlah bila buku ini dinamai dengan nama tersebut, yang artinya “bekal menuju akhirat dalam petunjuk hamba pilihan”.

Dalam manuskrip aslinya, kitab ini terdiri dari enam jilid, masing-masing jilid mengetengahkan pokok pembahasan yang berbeda. Dengan bahasan yang terperinci dan teratur, kitab ini mampu menarik pembaca untuk terus membaca dan menelaahnya. Pada awal pembahasan kitab ini penulis banyak membahas seputar masalah ma’rifatullah dengan menyebutkan Dzat, sifat, dan nama-Nya. Disebutkan pula hak dan konsekuensi dari nama dan sifat Allah tersebut. Kemudian disusul dengan ulasan mengenai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang Allah jadikan sebagai pembawa risalah sekaligus sebagai penutup para nabi dan rasul.

Kitab ini juga mengupas fikih dengan berbagai masalah hukum secara umum, hukum pernikahan dan segala permasalahannya serta berbagai masalah jual beli. Masalah zakat, sedekah, puasa, haji, dan berbagai adab, serta dzikir-dzikir dan doa yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ajarkan terkandung di dalam kitab ini. Kitab ini juga mengupas masalah jihad yang syar’i.

Sirah (perjalanan hidup) beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga dikupas di buku ini. Semenjak berada di Makkah hingga hijrah ke Madinah, hingga terjadi berbagai peperangan dengan bermacam-macam musuh. Di sinilah nampak kepiawaian beliau dalam pembahasan seputar tarikh dan sirah.

Kemudian kitab ini pun mengupas masalah pengobatan nabawi, yang berkaitan dengan cara penyembuhan dan obat-obatan yang sesuai dengan tuntunan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. Pembaca yang ingin mengetahui seluk beluk kedokteran dalam konteks dan metode yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ajarkan, bisa melihat ke dalamnya.

Semua pembahasan ini senantiasa beliau dukung dengan dalil-dalil yang terdapat dalam Al Quran atau sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, demikian pula terkadang beliau menyebutkan sejumlah pendapat dari para ulama, atau pendapat mazhab-mazhab fikih kemudian beliau ambil pendapat yang paling rajih dari berbagai pendapat yang ada tersebut. Bila ada hadits yang perlu untuk diulas, beliau pun mengulasnya dengan menyebutkan hukum sanad dan matannya. Tentulah kita dapat membayangkan ulasan seorang Syaikhul Islam tatkala membahas sebuah hadits, penuh dengan pembahasan yang ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan keabsahannya. Demikianlah kitab ini dibuat, dengan senantiasa mengedepankan dalil, beliau mampu mengajak para pembaca untuk memahami pelbagai permasalahan agama dengan begitu cerdas dan apik.

Semoga Allah memberi manfaat kepada kaum muslimin melalui buku ini, dan menganugerahkan pahala atas ilmu yang beliau berikan kepada kita melalui karya-karya tulisnya. Wallahu ta’ala a’lam.



Sumber: Majalah Qudwah edisi 9 vol.01 1434H/2013M rubrik Maktabah. Pemateri: Ustadz Abu Abdirrahman Hammam.