Cari Blog Ini

Khudz 'Aqidatak - Syirik Akbar

الشِّرۡكُ الۡأَكۡبَرُ

س١ - : مَا هُوَ أَعۡظَمُ الذُّنُوبِ عِنۡدَ اللهِ؟
ج١ - : أَعۡظَمُ الذُّنُوبِ الشِّرۡكُ بِاللهِ، وَالدَّلِيلُ قَوۡلُهُ تَعَالَى: ﴿يَـٰبُنَىَّ لَا تُشۡرِكۡ بِٱللَّهِ ۖ إِنَّ ٱلشِّرۡكَ لَظُلۡمٌ عَظِيمٌ﴾ (سورة لقمان).
وَلَمَّا سُئِلَ رَسُولُ اللهِ ﷺ :أَيُّ الذَّنۡبِ أَعۡظَمُ؟ قَالَ: (أَنۡ تَجۡعَلَ لِلهِ نِدًّا وَهُوَ خَلَقَكَ) (مُتَّفَقٌ عَلَيۡهِ) (النِّدُّ: الشَّرِيكُ).
Soal 1: Apakah dosa terbesar di sisi Allah?
Jawab 1: Dosa terbesar adalah menyekutukan Allah. Dalilnya adalah firman Allah ta’ala yang artinya, “Wahai anakku, janganlah engkau menyekutukan Allah. Sesungguhnya menyekutukan (Allah) itu benar-benar kezaliman yang sangat besar.” (QS. Luqman: 13). Dan tatkala Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya: Dosa apakah yang paling besar? Beliau menjawab, “Engkau menjadikan tandingan bagi Allah padahal Dialah yang telah menciptakan engkau.” (Muttafaqun ‘alaihi). An-Nidd (tandingan) adalah asy-syarik (sekutu).

س٢ - : مَا هُوَ الشِّرۡكُ الۡأَكۡبَرُ؟
ج٢ - : الشِّرۡكُ الۡأَكۡبَرُ هُوَ صَرۡفُ الۡعِبَادَةِ لِغَيۡرِ اللهِ، كَدُعَاءِ غَيۡرِ اللهِ، وَالۡاسۡتِغَاثَةِ بِالۡأَمۡوَاتِ أَوِ الۡأَحۡيَاءِ الۡغَائِبِينَ.
قَالَ تَعَالَى: ﴿وَٱعۡبُدُوا۟ ٱللَّهَ وَلَا تُشۡرِكُوا۟ بِهِۦ شَيۡـئًا﴾ (سورة النساء).
وَقَالَ ﷺ: (مِنۡ أَكۡبَرِ الۡكَبَائِرِ: الشِّرۡكُ بِاللهِ) (رَوَاهُ الۡبُخَارِيُّ).
Soal 2: Apakah syirik besar itu?
Jawab 2: Syirik besar adalah memalingkan ibadah untuk selain Allah. Seperti berdoa kepada selain Allah, istighatsah kepada orang yang sudah meninggal atau orang yang masih hidup tapi tidak hadir. Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Dan sembahlah Allah dan jangan kalian sekutukan Dia dengan sesuatu apapun.” (QS. An-Nisa`: 36). Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Termasuk dosa besar yang paling besar adalah menyekutukan Allah.” (HR. Al-Bukhari).

س٣ - : هَلۡ الشِّرۡكُ مَوۡجُودٌ فِي هَٰذِهِ الۡأُمَّةِ؟
ج٣ - : نَعَمۡ مَوۡجُودٌ، وَالدَّلِيلُ قَوۡلُهُ تَعَالَى: ﴿وَمَا يُؤۡمِنُ أَكۡثَرُهُم بِٱللَّهِ إِلَّا وَهُم مُّشۡرِكُونَ﴾ (سورة يوسف).
وَقَالَ ﷺ: (لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَلۡحَقُ قَبَائِلُ مِنۡ أُمَّتِي بِالۡمُشۡرِكِينَ، وَحَتَّى تَعۡبُدَ الۡأَوۡثَانَ) (صَحِيحٌ رَوَاهُ التِّرۡمِذِيِّ).
Soal 3: Apakah kesyirikan terjadi pada umat ini?
Jawab 3: Iya terjadi. Dalilnya adalah firman Allah ta’ala yang artinya, “Dan sebagian besar mereka tidak beriman kepada Allah melainkan dalam keadaan mempersekutukan Allah (dengan sembahan-sembahan lain).” (QS. Yusuf: 106). Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah terjadi hari kiamat sehingga kabilah-kabilah dari umatku akan bergabung dengan kaum musyrikin dan sehingga kabilah-kabilah itu menyembah berhala.” (Sahih diriwayatkan oleh At-Tirmidzi).

س٤ - : مَا حُكۡمُ دُعَاءِ الۡأَمۡوَاتِ أَوِ الۡغَائِبِينَ؟
ج٤ - : دُعَاءُ الۡأَمۡوَاتِ أَوِ الۡغَائِبِينَ مِنَ الشِّرۡكِ الۡأَكۡبَرِ، قَالَ تَعَالَى: ﴿وَلَا تَدۡعُ مِن دُونِ ٱللَّهِ مَا لَا يَنفَعُكَ وَلَا يَضُرُّكَ ۖ فَإِن فَعَلۡتَ فَإِنَّكَ إِذًا مِّنَ ٱلظَّـٰلِمِينَ﴾ (أَيۡ الۡمُشۡرِكِينَ) (سورة يونس)
وَقَالَ ﷺ: (مَنۡ مَاتَ وَهُوَ يَدۡعُو مِنۡ دُونِ اللهِ نِدًّا دَخَلَ النَّارَ) (رَوَاهُ الۡبُخَارِيُّ).
Soal 4: Apa hukumnya berdoa kepada orang yang sudah meninggal dan orang yang tidak hadir?
Jawab 4: Berdoa kepada orang mati atau orang yang tidak hadir termasuk syirik akbar. Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Dan janganlah engkau berdoa kepada selain Allah, sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat kepadamu dan tidak pula memberi mudharat kepadamu. Jika engkau tetap melakukannya, maka sungguh engkau termasuk orang-orang yang zalim.” Yakni musyrik. (QS. Yunus: 106). Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa saja yang mati dalam keadaan berdoa kepada tandingan selain Allah, maka ia akan masuk neraka.” (HR. Al-Bukhari).

س٥ - : هَلِ الدُّعَاءُ عِبَادَةٌ؟
ج٥ - : نَعَمۡ الدُّعَاءُ عِبَادَةٌ. قَالَ تَعَالَى: ﴿وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدۡعُونِىٓ أَسۡتَجِبۡ لَكُمۡ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسۡتَكۡبِرُونَ عَنۡ عِبَادَتِى سَيَدۡخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ﴾ (أَيۡ ذَلِيلِينَ) (سورة غافر).
وَقَالَ ﷺ: (الدُّعَاءُ هُوَ الۡعِبَادَةُ). (رَوَاهُ أَحۡمَدُ، وَقَالَ التِّرۡمِذِيُّ حَسَنٌ صَحِيحٌ).
Soal 5: Apakah doa itu ibadah?
Jawab 5: Iya, doa adalah ibadah. Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Rabb kalian berkata: Berdoalah kalian kepadaKu, niscaya akan Aku perkenankan untuk kalian. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah kepadaKu, mereka akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina.” Yakni rendah. (QS. Ghafir: 60). Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Doa itu adalah ibadah.” (HR. Ahmad. At-Tirmidzi berkata hadits hasan sahih).

س٦ - : هَلۡ يَسۡمَعُ الۡأَمۡوَاتُ الدُّعَاءَ؟
ج٦ - : لَا يَسۡمَعُونَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى:
١ – ﴿إِنَّكَ لَا تُسۡمِعُ ٱلۡمَوۡتَىٰ﴾ (سورة النمل).
٢ - ﴿وَمَآ أَنتَ بِمُسۡمِعٍ مَّن فِى ٱلۡقُبُورِ﴾ (سورة فاطر).
Soal 6: Apakah orang yang sudah meninggal dapat mendengar doa?
Jawab 6: Mereka tidak dapat mendengar. Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Sesungguhnya engkau tidak dapat menjadikan orang yang mati bisa mendengar.” (QS. An-Naml: 80). “Dan engkau tidak sanggup menjadikan mayit di dalam kubur bisa mendengar.” (QS. Fathir: 22).