Shahih Al-Bukhari hadits nomor 1523

٦ – بَابُ قَوۡلِ اللهِ تَعَالَى: ﴿وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيۡرَ الزَّادِ التَّقۡوَى﴾ [البقرة: ١٩٧]

6. Bab firman Allah taala yang artinya, “Berbekallah, karena sebaik-baik bekal adalah takwa” (QS. Al-Baqarah: 197)

١٥٢٣ – حَدَّثَنَا يَحۡيَى بۡنُ بِشۡرٍ: حَدَّثَنَا شَبَابَةُ، عَنۡ وَرۡقَاءَ، عَنۡ عَمۡرِو بۡنِ دِينَارٍ، عَنۡ عِكۡرِمَةَ، عَنِ ابۡنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا قَالَ: كَانَ أَهۡلُ الۡيَمَنِ يَحُجُّونَ وَلأ يَتَزَوَّدُونَ، وَيَقُولُونَ: نَحۡنُ الۡمُتَوَكِّلُونَ، فَإِذَا قَدِمُوا مَكَّةَ سَأَلُوا النَّاسَ، فَأَنۡزَلَ اللهُ تَعَالَى: ﴿وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيۡرَ الزَّادِ التَّقۡوَى﴾. رَوَاهُ ابۡنُ عُيَيۡنَةَ، عَنۡ عَمۡرٍو، عَنۡ عِكۡرِمَةَ: مُرۡسَلًا.
1523. Yahya bin Bisyr telah menceritakan kepada kami: Syababah menceritakan kepada kami, dari Warqa`, dari ‘Amr bin Dinar, dari ‘Ikrimah, dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau mengatakan: Dahulu, penduduk Yaman berhaji namun tidak membawa bekal. Mereka mengatakan: Kami adalah orang-orang yang bertawakal. Ketika mereka telah tiba di Makkah, mereka meminta-minta kepada orang-orang. Maka, Allah taala menurunkan ayat yang artinya, “Berbekallah, karena sebaik-baik bekal adalah takwa.” Diriwayatkan pula oleh Ibnu ‘Uyainah, dari ‘Amr, dari ‘Ikrimah secara mursal.