Shahih Al-Bukhari hadits nomor 1638, 1639, dan 1640

٧٧ – بَابُ طَوَافِ الۡقَارِنِ
77. Bab tawafnya orang yang haji kiran

١٦٣٨ – حَدَّثَنَا عَبۡدُ اللهِ بۡنُ يُوسُفَ: أَخۡبَرَنَا مَالِكٌ، عَنِ ابۡنِ شِهَابٍ، عَنۡ عُرۡوَةَ، عَنۡ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهَا: خَرَجۡنَا مَعَ رَسُولِ اللهِ ﷺ فِي حَجَّةِ الۡوَدَاعِ، فَأَهۡلَلۡنَا بِعُمۡرَةٍ، ثُمَّ قَالَ: (مَنۡ كَانَ مَعَهُ هَدۡيٌ فَلۡيُهِلَّ بِالۡحَجِّ وَالۡعُمۡرَةِ، ثُمَّ لَا يَحِلَّ حَتَّى يَحِلَّ مِنۡهُمَا). فَقَدِمۡتُ مَكَّةَ وَأَنَا حَائِضٌ، فَلَمَّا قَضَيۡنَا حَجَّنَا، أَرۡسَلَنِي مَعَ عَبۡدِ الرَّحۡمٰنِ إِلَى التَّنۡعِيمِ فَاعۡتَمَرۡتُ، فَقَالَ ﷺ: (هٰذِهِ مَكَانَ عُمۡرَتِكِ). فَطَافَ الَّذِينَ أَهَلُّوا بِالۡعُمۡرَةِ، ثُمَّ حَلُّوا، ثُمَّ طَافُوا طَوَافًا آخَرَ، بَعۡدَ أَنۡ رَجَعُوا مِنۡ مِنًى. وَأَمَّا الَّذِينَ جَمَعُوا بَيۡنَ الۡحَجِّ وَالۡعُمۡرَةِ، طَافُوا طَوَافًا وَاحِدًا. [طرفه في: ٢٩٤].
1638. ‘Abdullah bin Yusuf telah menceritakan kepada kami: Malik mengabarkan kepada kami, dari Ibnu Syihab, dari ‘Urwah, dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha: Kami pernah keluar bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada haji wadak. Kami memulai ihram untuk umrah. Kemudian beliau bersabda, “Siapa saja yang bersamanya ada hewan hadyu (sembelihan haji), maka hendaknya ia memulai ihram untuk haji dan umrah kemudian ia tidak tahalul sampai selesai dari keduanya.” Aku tiba di Makkah dalam keadaan haid. Ketika kami telah menyelesaikan haji, Nabi mengutusku bersama ‘Abdurrahman ke Tan’im agar aku mengerjakan umrah. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ini pengganti umrahmu.” Lalu, orang-orang yang memulai ihram untuk umrah melakukan tawaf kemudian tahalul. Kemudian mereka melakukan tawaf yang lain setelah mereka kembali dari Mina. Adapun orang-orang yang mengumpulkan antara haji dan umrah, mereka tawaf satu kali.
١٦٣٩ – حَدَّثَنَا يَعۡقُوبُ بۡنُ إِبۡرَاهِيمَ: حَدَّثَنَا ابۡنُ عُلَيَّةَ، عَنۡ أَيُّوبَ، عَنۡ نَافِعٍ: أَنَّ ابۡنَ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا، دَخَلَ ابۡنُهُ عَبۡدُ اللهِ بۡنُ عَبۡدِ اللهِ، وَظَهۡرُهُ فِي الدَّارِ، فَقَالَ: إِنِّي لَا آمَنُ أَنۡ يَكُونَ الۡعَامَ بَيۡنَ النَّاسِ قِتَالٌ، فَيَصُدُّوكَ عَنِ الۡبَيۡتِ، فَلَوۡ أَقَمۡتَ؟ فَقَالَ: قَدۡ خَرَجَ رَسُولُ اللهِ ﷺ، فَحَالَ كُفَّارُ قُرَيۡشٍ بَيۡنُهُ وَبَيۡنَ الۡبَيۡتِ، فَإِنۡ حِيلَ بَيۡنِي وَبَيۡنَهُ أَفۡعَلُ كَمَا فَعَلَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: ﴿لَقَدۡ كَانَ لَكُمۡ فِي رَسُولِ اللهِ أُسۡوَةٌ حَسَنَةٌ﴾ [الأحزاب: ٢١]. ثُمَّ قَالَ: أُشۡهِدُكُمۡ أَنِّي قَدۡ أَوۡجَبۡتُ مَعَ عُمۡرَتِي حَجًّا، قَالَ: ثُمَّ قَدِمَ، فَطَافَ لَهُمَا طَوَافًا وَاحِدًا.
[الحديث ١٦٣٩ – أطرافه في: ١٦٤٠، ١٦٩٣، ١٧٠٨، ١٧٢٩، ١٨٠٦، ١٨٠٧، ١٨٠٨، ١٨١٠، ١٨١٢، ١٨١٣، ٤١٨٣، ٤١٨٤، ٤١٨٥].
1639. Ya’qub bin Ibrahim telah menceritakan kepada kami: Ibnu ‘Ulayyah menceritakan kepada kami, dari Ayyub, dari Nafi’: Bahwa Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, anaknya yaitu ‘Abdullah bin ‘Abdullah masuk dalam keadaan tunggangan Ibnu ‘Umar (untuk berangkat haji) sudah berada di rumah. Dia berkata: Sesungguhnya aku tidak merasa aman karena tahun ini ada perang antara orang-orang, sehingga mereka akan menghalangimu dari Kakbah. Andai engkau tetap tinggal (tidak berangkat). Ibnu ‘Umar mengatakan: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah keluar kemudian orang-orang kafir Quraisy menghalangi beliau dengan Kakbah. Apabila aku dihalangi dengan Kakbah, maka aku akan mengerjakan sebagaimana yang diperbuat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Benar-benar pada diri Rasulullah ada teladan yang baik untuk kalian.” (QS. Al-Ahzab: 21). Kemudian beliau mengatakan: Aku mempersaksikan kepada kalian bahwa aku telah mewajibkan haji bersama umrahku. ‘Abdullah bin ‘Abdullah mengatakan: Kemudian Ibnu ‘Umar tiba dan beliau tawaf satu kali untuk keduanya.
١٦٤٠ – حَدَّثَنَا قُتَيۡبَةُ: حَدَّثَنَا اللَّيۡثُ، عَنۡ نَافِعٍ: أَنَّ ابۡنَ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا أَرَادَ الۡحَجَّ عَامَ نَزَلَ الۡحَجَّاجُ بِابۡنِ الزُّبَيۡرِ، فَقِيلَ لَهُ: إِنَّ النَّاسَ كَائِنٌ بَيۡنَهُمۡ قِتَالٌ، وَإِنَّا نّخَافُ أَنۡ يَصُدُّوكَ، فَقَالَ: ﴿لَقَدۡ كَانَ لَكُمۡ فِي رَسُولِ اللهِ أُسۡوَةٌ حَسَنَةٌ﴾ إِذًا أَصۡنَعُ كَمَا صَنَعَ رَسُولُ اللهِ ﷺ، إِنِّي أُشۡهِدُكُمۡ أَنِّي قَدۡ أَوۡجَبۡتُ عُمۡرَةً، ثُمَّ خَرَجَ، حَتَّى إِذَا كَانَ بِظَاهِرِ الۡبَيۡدَاءِ، قَالَ: مَا شَأۡنُ الۡحَجِّ وَالۡعُمۡرَةِ إِلَّا وَاحِدٌ، أُشۡهِدُكُمۡ أَنِّي قَدۡ أَوۡجَبۡتُ حَجًّا مَعَ عُمۡرَتِي، وَأَهۡدَى هَدۡيًا اشۡتَرَاهُ بِقُدَيۡدٍ، وَلَمۡ يَزِدۡ عَلَى ذٰلِكَ، فَلَمۡ يَنۡحَرۡ، وَلَمۡ يَحِلَّ مِنۡ شَيۡءٍ حَرُمَ مِنۡهُ، وَلَمۡ يَحۡلِقۡ وَلَمۡ يُقَصِّرۡ، حَتَّى كَانَ يَوۡمُ النَّحۡرِ، فَنَحَرَ وَحَلَقَ، وَرَأَى أَنۡ قَدۡ قَضَى طَوَافَ الۡحَجِّ وَالۡعُمۡرَةِ بِطَوَافِهِ الۡأَوَّلِ. وَقَالَ ابۡنُ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا: كَذٰلِكَ فَعَلَ رَسُولُ اللهِ ﷺ.
1640. Qutaibah telah menceritakan kepada kami: Al-Laits menceritakan kepada kami, dari Nafi’: Bahwa Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma ingin mengerjakan haji pada tahun ketika Al-Hajjaj menyerang Ibnu Az-Zubair. Ada yang berkata kepada Ibnu ‘Umar: Sesungguhnya terjadi perang antara orang-orang dan kami takut mereka akan menghalang-halangimu. Ibnu ‘Umar berkata: “Sungguh dalam diri Rasulullah ada teladan yang baik untuk kalian.” Jika demikian, aku akan berbuat sebagaimana yang diperbuat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sesungguhnya aku mempersaksikan kepada kalian bahwa aku telah mewajibkan umrah untuk diriku. Kemudian beliau keluar sehingga ketika beliau berada di Baida`, beliau mengatakan: Tidaklah pelaksanaan haji dan umrah kecuali satu saja. Aku mempersaksikan kepada kalian bahwa aku telah mewajibkan untuk diriku haji bersama umrahku. Beliau membawa hewan hadyu yang beliau beli di Qudaid dan beliau tidak menambahi hal itu. Beliau tidak menyembelih, tidak tahalul dari segala pantangan ihram, tidak menggundul dan memendekkan rambut, sampai hari nahar. Beliau menyembelih dan menggundul. Beliau berpandangan bahwa tawafnya yang pertama telah mencukupi untuk tawaf haji dan umrah. Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma mengatakan: Seperti itulah yang dikerjakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.