Shahih Muslim hadits nomor 1085

٢٥ – (١٠٨٥) – حَدَّثَنِي هَارُونُ بۡنُ عَبۡدِ اللهِ: حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بۡنُ مُحَمَّدٍ. قَالَ: قَالَ ابۡنُ جُرَيۡجٍ: أَخۡبَرَنِي يَحۡيَىٰ بۡنُ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ مُحَمَّدِ بۡنِ صَيۡفِيٍّ؛ أَنَّ عِكۡرِمَةَ بۡنَ عَبۡدِ الرَّحۡمٰنِ بۡنِ الۡحَارِثِ أَخۡبَرَهُ؛ أَنَّ أُمَّ سَلَمَةَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهَا أَخۡبَرَتۡهُ؛ أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ حَلَفَ أَنۡ لَا يَدۡخُلَ عَلَىٰ بَعۡضِ أَهۡلِهِ شَهۡرًا، فَلَمَّا مَضَىٰ تِسۡعَةٌ وَعِشۡرُونَ يَوۡمًا، غَدَا عَلَيۡهِمۡ – أَوۡ رَاحَ -. فَقِيلَ لَهُ: حَلَفۡتَ، يَا نَبِيَّ اللهِ، أَنۡ لَا تَدۡخُلَ عَلَيۡنَا شَهۡرًا. قَالَ: (إِنَّ الشَّهۡرَ يَكُونُ تِسۡعَةً وَعِشۡرِينَ يَوۡمًا).
25. (1085). Harun bin ‘Abdullah telah menceritakan kepadaku: Hajjaj bin Muhammad menceritakan kepada kami. Beliau berkata: Ibnu Juraij mengatakan: Yahya bin ‘Abdullah bin Muhammad bin Shaifi mengabarkan kepadaku; Bahwa ‘Ikrimah bin ‘Abdurrahman ibnul Harits mengabarkan kepadanya; Bahwa Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha mengabarkan kepadanya; Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersumpah untuk tidak masuk menemui sebagian istrinya selama satu bulan. Ketika telah berlalu dua puluh sembilan hari, beliau mendatangi mereka di pagi atau sore hari. Lalu dikatakan kepada beliau: Engkau telah bersumpah, wahai Nabi Allah, untuk tidak masuk menemui kami selama satu bulan. Beliau bersabda, “Sesungguhnya satu bulan ada yang dua puluh sembilan hari.”
(...) – حَدَّثَنَا إِسۡحَاقُ بۡنُ إِبۡرَاهِيمَ: أَخۡبَرَنَا رَوۡحٌ. (ح) وَحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ الۡمُثَنَّى: حَدَّثَنَا الضَّحَّاكُ – يَعۡنِي أَبَا عَاصِمٍ – جَمِيعًا عَنِ ابۡنِ جُرَيۡجٍ، بِهٰذَا الۡإِسۡنَادِ، مِثۡلَهُ.
Ishaq bin Ibrahim telah menceritakan kepada kami: Rauh mengabarkan kepada kami. (Dalam riwayat lain) Muhammad ibnul Mutsanna telah menceritakan kepada kami: Adh-Dhahhak, yakni Abu ‘Ashim, menceritakan kepada kami. Semuanya dari Ibnu Juraij, dengan sanad ini, semisal hadis tersebut.