Shahih Al-Bukhari hadits nomor 954 dan 955

٥ – بَابُ الۡأَكۡلِ يَوۡمَ النَّحۡرِ
5. Bab makan di hari nahar

٩٥٤ – حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ قَالَ: حَدَّثَنَا إِسۡمَاعِيلُ، عَنۡ أَيُّوبَ، عَنۡ مُحَمَّدٍ، عَنۡ أَنَسٍ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: (مَنۡ ذَبَحَ قَبۡلَ الصَّلَاةِ فَلۡيُعِدۡ). فَقَامَ رَجُلٌ فَقَالَ: هَٰذَا يَوۡمٌ يُشۡتَهَى فِيهِ اللَّحۡمُ، وَذَكَرَ مِنۡ جِيرَانِهِ، فَكَأَنَّ النَّبِيَّ ﷺ صَدَّقَهُ، قَالَ: وَعِنۡدِي جَذَعَةٌ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنۡ شَاتَي لَحۡمٍ، فَرَخَّصَ لَهُ النَّبِيُّ ﷺ، فَلَا أَدۡرِي أَبَلَغَتِ الرُّخۡصَةُ مَنۡ سِوَاهُ أَمۡ لَا. [الحديث ٩٥٤ – أطرافه في: ٩٨٤، ٥٥٤٦، ٥٥٤٩، ٥٥٦١].
954. Musaddad telah menceritakan kepada kami: Isma’il menceritakan kepada kami, dari Ayyub, dari Muhammad, dari Anas, beliau mengatakan: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa saja yang menyembelih kurban sebelum salat, maka ia harus mengulang.” Seseorang bangkit berdiri dan berkata: Ini adalah hari saat daging sangat diinginkan. Dia menyebutkan tentang tetangga-tetangganya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam seakan-akan membenarkannya. Orang itu berkata: Aku memiliki seekor kambing kacang jadza’ah (berumur enam bulan) yang lebih aku cintai daripada dua ekor kambing sembelihan (yang bukan kurban) tadi. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi keringanan untuknya. Namun aku tidak tahu apakah keringanan tersebut juga untuk selain dia atau tidak.
٩٥٥ – حَدَّثَنَا عُثۡمَانُ قَالَ: حَدَّثَنَا جَرِيرٌ، عَنۡ مَنۡصُورٍ، عَنِ الشَّعۡبِيِّ، عَنِ الۡبَرَاءِ بۡنِ عَازِبٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُمَا، قَالَ: خَطَبَنَا النَّبِيُّ ﷺ يَوۡمَ الۡأَضۡحَى بَعۡدَ الصَّلَاةِ، فَقَالَ: (مَنۡ صَلَّى صَلَاتَنَا، وَنَسَكَ نُسُكَنَا، فَقَدۡ أَصَابَ النُّسُكَ، وَمَنۡ نَسَكَ قَبۡلَ الصَّلَاةِ، فَإِنَّهُ قَبۡلَ الصَّلَاةِ وَلَا نُسُكَ لَهُ). فَقَالَ أَبُو بُرۡدَةَ بۡنُ نِيَارٍ خَالُ الۡبَرَاءُ: يَا رَسُولَ اللهِ، فَإِنِّي نَسَكۡتُ شَاتِي قَبۡلَ الصَّلَاةِ، وَعَرَفۡتُ أَنَّ الۡيَوۡمَ يَوۡمُ أَكۡلٍ وَشُرۡبٍ، وَأَحۡبَبۡتُ أَنۡ تَكُونَ شَاتِي أَوَّلَ مَا يُذۡبَحُ فِي بَيۡتِي، فَذَبَحۡتُ شَاتِي وَتَغَدَّيۡتُ قَبۡلَ أَنۡ آتِيَ الصَّلَاةَ، قَالَ: (شَاتُكَ شَاةُ لَحۡمٍ). قَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ، فَإِنَّ عِنۡدَنَا عَنَاقًا لَنَا جَذَعَةً، هِيَ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنۡ شَاتَيۡنِ: أَفَتَجۡزِي عَنِّي؟ قَالَ: (نَعَمۡ، وَلَنۡ تَجۡزِيَ عَنۡ أَحَدٍ بَعۡدَكَ). [طرفه في: ٩٥١].
955. ‘Utsman telah menceritakan kepada kami, beliau berkata: Jarir menceritakan kepada kami, dari Manshur, dari Asy-Sya’bi, dari Al-Bara` bin ‘Azib radhiyallahu ‘anhuma, beliau mengatakan: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhotbah kepada kami pada hari Iduladha setelah salat. Beliau bersabda, “Siapa saja yang telah salat bersama kami lalu menyembelih kurban bersama kami, maka kurbannya benar. Dan siapa saja yang berkurban sebelum salat, maka berarti sebelum salat, tidak ada kurban baginya.” Abu Burdah bin Niyar, yaitu paman (dari jalur ibu) Al-Bara` berkata: Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku telah menyembelih kambingku sebelum salat dan aku mengetahui bahwa hari ini adalah hari makan dan minum. Aku senang apabila kambingku menjadi sembelihan paling awal di rumahku, sehingga aku menyembelih kambingku dan aku makan pagi sebelum datang untuk salat. Beliau bersabda, “Kambingmu adalah kambing sembelihan biasa (bukan kurban).” Abu Burdah berkata: Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami memiliki seekor anak kambing kacang betina berumur enam bulan. Ia lebih aku cintai daripada dua ekor kambing, apakah itu sudah cukup bagiku? Beliau bersabda, “Ya. Namun tidak cukup untuk seorang pun setelahmu.”