Cari Blog Ini

Dalil Khauf

Syekh Muhammad bin 'Abdul Wahhab rahimahullah berkata di dalam Al-Jami' li 'Ibadatillahi Wahdah:

وَدَلِيلُ الۡخَوۡفِ: قَوۡلُهُ تَعَالَى: ﴿إِنَّمَا ذ‌ٰلِكُمُ ٱلشَّيۡطَـٰنُ يُخَوِّفُ أَوۡلِيَآءَهُۥ فَلَا تَخَافُوهُمۡ وَخَافُونِ إِن كُنتُم مُّؤۡمِنِينَ﴾ [آل عمران: ١٧٥].
Dalil khauf adalah firman Allah taala yang artinya, “Itu hanyalah setan yang menakut-nakuti (kalian) dengan teman-temannya, maka janganlah kalian takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku jika kalian orang-orang yang beriman.” (QS. Ali ‘Imran: 175)[1]


Syekh Shalih bin Fauzan bin 'Abdullah Al-Fauzan hafizhahullah di dalam syarahnya berkata:

[1] لَمَّا تَوَعَّدَ الۡمُشۡرِكُونَ رَسُولَ اللهِ ﷺ وَأَصۡحَابَهُ بَعۡدَ وَقۡعَةِ أُحُدٍ وَقَالُوا: إِنَّا سَنَرۡجِعُ إِلَيۡكُمۡ وَنَسۡتَأۡصِلُكُمۡ، فَالۡمُؤۡمِنُونَ مَا زَادُوا عَلَى أَنۡ قَالُوا: ﴿حَسۡبُنَا ٱللَّهُ وَنِعۡمَ ٱلۡوَكِيلُ﴾ [آل عمران: ١٧٣]. يَعۡنِي نَحۡنُ نَعۡتَمِدُ عَلَى اللهِ وَلَا يَهُمُّنَا تَهۡدِيدُكُمۡ أَوۡ وَعِيدُكُمۡ، فَنَحۡنُ نَعۡتَمِدُ عَلَى اللهِ سُبۡحَانَهُ وَتَعَالَى، ثُمَّ قَالَ –جَلَّ وَعَلَا-: ﴿إِنَّمَا ذ‌ٰلِكُمُ ٱلشَّيۡطَـٰنُ يُخَوِّفُ أَوۡلِيَآءَهُۥ ﴾ [آل عمران: ١٧٥] هَٰذَا التَّخۡوِيفُ إِنَّمَا هُوَ مِنَ الشَّيۡطَانِ، ﴿يُخَوِّفُ أَوۡلِيَآءَهُۥ ﴾ يَعۡنِي: يُخَوِّفُكُمۡ بِأَوۡلِيَائِهِ ﴿فَلَا تَخَافُوهُمۡ وَخَافُونِ إِن كُنتُم مُّؤۡمِنِينَ﴾ [آل عمران: ١٧٥] هَٰذَا هُوَ مَحَلُّ الشَّاهِدِ، دَلَّ عَلَى أَنَّ الۡخَوۡفَ نَوۡعٌ مِنۡ أَنۡوَاعِ الۡعِبَادَةِ يَجِبُ أَنۡ يُفۡرَدَ اللهُ بِهِ. 

Ketika orang-orang musyrik mengancam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat beliau setelah perang Uhud dan berkata, “Sesungguhnya kami akan kembali kepada kalian dan kami akan menumpas kalian seakar-akarnya.” Maka orang-orang mukmin tidak lebih dari mengatakan, “Cukuplah Allah bagi kami dan Dia adalah sebaik-baik Pelindung.” (QS. Ali ‘Imran: 173). Yakni kami bersandar kepada Allah dan gertakan atau ancaman kalian tidak membuat kami sedih. Kami bersandar kepada Allah subhanahu wa taala. Kemudian Allah jalla wa ‘ala berfirman yang artinya, “Itu hanyalah setan yang menakut-nakuti kalian dengan kawan-kawannya.” (QS. Ali ‘Imran: 175). Upaya untuk menakut-nakuti ini hanyalah dari setan. “Menakut-nakuti (dengan) kawan-kawannya,” yakni menakut-nakuti kalian dengan kawan-kawannya. “Jadi janganlah kalian takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku jika kalian orang-orang yang beriman.” (QS. Ali ‘Imran: 175). Penggalan ayat inilah yang menjadi argumen yang menunjukkan bahwa khauf (rasa takut) adalah salah satu jenis ibadah yang wajib mengesakan Allah padanya.