Cari Blog Ini

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 7448 dan 7449

٢٥ - بَابُ مَا جَاءَ فِي قَوۡلِ اللَّهِ تَعَالَى: ﴿إِنَّ رَحۡمَةَ اللهِ قَرِيبٌ مِنَ الۡمُحۡسِنِينَ﴾ [الأعراف: ٥٦]
25. Bab Riwayat tentang Firman Allah Taala, “Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik” (QS Al-A’raf: 56)


٧٤٤٨ - حَدَّثَنَا مُوسَى بۡنُ إِسۡمَاعِيلَ: حَدَّثَنَا عَبۡدُ الۡوَاحِدِ: حَدَّثَنَا عَاصِمٌ، عَنۡ أَبِي عُثۡمَانَ، عَنۡ أُسَامَةَ قَالَ: كَانَ ابۡنٌ لِبَعۡضِ بَنَاتِ النَّبِيِّ ﷺ يَقۡضِي، فَأَرۡسَلَتۡ إِلَيۡهِ أَنۡ يَأۡتِيَهَا، فَأَرۡسَلَ: (إِنَّ لِلهِ مَا أَخَذَ، وَلَهُ مَا أَعۡطَى، وَكُلٌّ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى، فَلۡتَصۡبِرۡ وَلۡتَحۡتَسِبۡ). فَأَرۡسَلَتۡ إِلَيۡهِ، فَأَقۡسَمَتۡ عَلَيۡهِ، فَقَامَ رَسُولُ اللهِ ﷺ وَقُمۡتُ مَعَهُ وَمُعَاذُ بۡنُ جَبَلٍ وَأُبَيُّ بۡنُ كَعۡبٍ وَعُبَادَةُ بۡنُ الصَّامِتِ، فَلَمَّا دَخَلۡنَا، نَاوَلُوا رَسُولَ اللهِ ﷺ الصَّبِيَّ، وَنَفۡسُهُ تَقَلۡقَلُ فِي صَدۡرِهِ، حَسِبۡتُهُ قَالَ: كَأَنَّهَا شَنَّةٌ، فَبَكَى رَسُولُ اللهِ ﷺ، فَقَالَ سَعۡدُ بۡنُ عُبَادَةَ: أَتَبۡكِي؟ فَقَالَ: (إِنَّمَا يَرۡحَمُ اللهُ مِنۡ عِبَادِهِ الرُّحَمَاءَ). [طرفه في: ١٢٨٤].

7448. Musa bin Isma’il telah menceritakan kepada kami: ‘Abdul Wahid menceritakan kepada kami: ‘Ashim menceritakan kepada kami dari Abu ‘Utsman, dari Usamah. Beliau berkata:

Dahulu, seorang putra dari salah seorang putri Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—hampir meninggal. Lalu putri Nabi itu mengutus orang meminta beliau untuk datang. Namun Nabi menitipkan pesan, “Sesungguhnya hanya milik Allah segala apa yang Dia ambil dan hanya milik Allah segala apa yang Dia berikan. Segala sesuatu di sisi-Nya ada ajal yang telah ditentukan. Maka, hendaknya dia bersabar dan mengharap pahala.”

Putri Nabi kembali mengutus orang dan bersumpah meminta agar Nabi datang. Lalu Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—beranjak. Aku, Mu’adz bin Jabal, Ubayy bin Ka’b, dan ‘Ubadah bin Ash-Shamit berdiri menyertai beliau. Ketika kami masuk, Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—mengambil bayi itu yang nafasnya sudah tersengal. Aku mengira perawi berkata: Seperti kantong air yang kering. Lalu Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—menangis. Sa’d bin ‘Ubadah bertanya, “Apakah Anda menangis?”

Nabi menjawab, “Sesungguhnya Allah hanya merahmati orang-orang yang penyayang dari hamba-hamba-Nya.”

٧٤٤٩ - حَدَّثَنَا عُبَيۡدُ اللهِ بۡنُ سَعۡدِ بۡنِ إِبۡرَاهِيمَ: حَدَّثَنَا يَعۡقُوبُ: حَدَّثَنَا أَبِي، عَنۡ صَالِحِ بۡنِ كَيۡسَانَ، عَنِ الۡأَعۡرَجِ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: (اخۡتَصَمَتِ الۡجَنَّةُ وَالنَّارُ إِلَى رَبِّهِمَا، فَقَالَتِ الۡجَنَّةُ: يَا رَبِّ مَا لَهَا لَا يَدۡخُلُهَا إِلَّا ضُعَفَاءُ النَّاسِ وَسَقَطُهُمۡ، وَقَالَتِ النَّارُ - يَعۡنِي - أُوثِرۡتُ بِالۡمُتَكَبِّرِينَ، فَقَالَ اللهُ تَعَالَى لِلۡجَنَّةِ: أَنۡتِ رَحۡمَتِي، وَقَالَ لِلنَّارِ: أَنۡتِ عَذَابِي أُصِيبُ بِكِ مَنۡ أَشَاءُ، وَلِكُلِّ وَاحِدَةٍ مِنۡكُمَا مِلۡؤُهَا، قَالَ: فَأَمَّا الۡجَنَّةُ فَإِنَّ اللهَ لَا يَظۡلِمُ مِنۡ خَلۡقِهِ أَحَدًا، وَإِنَّهُ يُنۡشِىءُ لِلنَّارِ مَنۡ يَشَاءُ، فَيُلۡقَوۡنَ فِيهَا، فَتَقُولُ: هَلۡ مِنۡ مَزِيدٍ؟ ثَلَاثًا، حَتَّى يَضَعَ فِيهَا قَدَمَهُ فَتَمۡتَلِىءُ، وَيُرَدُّ بَعۡضُهَا إِلَى بَعۡضٍ، وَتَقُولُ: قَطۡ قَطۡ قَطۡ). [طرفه في: ٤٨٤٩].

7449. ‘Ubaidullah bin Sa’d bin Ibrahim telah menceritakan kepada kami: Ya’qub menceritakan kepada kami: Ayahku menceritakan kepada kami dari Shalih bin Kaisan, dari Al-A’raj, dari Abu Hurairah, dari Nabi—shallallahu ‘alaihi wa sallam—. Beliau berkata:

Janah dan neraka bertengkar di hadapan Rab mereka. Janah berkata, “Wahai Rabku, mengapa tidak ada yang memasuki janah kecuali orang-orang yang lemah dan hina?”

Neraka berkata, “Aku dikhususkan untuk orang-orang yang takabur.”

Allah taala berkata kepada janah, “Engkau adalah rahmat-Ku.”

Allah berkata kepada neraka, “Engkau adalah azab-Ku yang Aku timpakan kepada siapa saja yang Aku kehendaki dan setiap dari kalian akan dipenuhi.”

Nabi berkata:

Adapun janah, maka sungguh Allah tidak menzalimi satupun dari makhluk-Nya dan sungguh Allah akan menciptakan siapa saja yang Dia kehendaki untuk neraka lalu mereka akan dilemparkan ke dalamnya. Lalu neraka akan berkata, “Apakah masih ada tambahan?” Sebanyak tiga kali hingga Allah akan meletakkan telapak kaki-Nya ke dalam neraka sehingga neraka itu penuh dan sebagiannya mendorong sebagian lainnya. Neraka akan berkata, “Cukup, cukup, cukup.”