Shahih Muslim hadits nomor 1121

١٧ – بَابُ التَّخۡيِيرِ فِي الصَّوۡمِ وَالۡفِطۡرِ فِي السَّفَرِ

17. Bab pilihan untuk berpuasa atau tidak ketika safar

١٠٣ – (١١٢١) – حَدَّثَنَا قُتَيۡبَةُ بۡنُ سَعِيدٍ: حَدَّثَنَا لَيۡثٌ، عَنۡ هِشَامِ بۡنِ عُرۡوَةَ، عَنۡ أَبِيهِ، عَنۡ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهَا؛ أَنَّهَا قَالَتۡ: سَأَلَ حَمۡزَةُ بۡنُ عَمۡرٍو الۡأَسۡلَمِيُّ رَسُولَ اللهِ ﷺ عَنِ الصِّيَامِ فِي السَّفَرِ. فَقَالَ: (إِنۡ شِئۡتَ فَصُمۡ، وَإِنۡ شِئۡتَ فَأَفۡطِرۡ).
103. (1121). Qutaibah bin Sa'id telah menceritakan kepada kami: Laits menceritakan kepada kami, dari Hisyam bin 'Urwah, dari ayahnya, dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha. Bahwa beliau berkata: Hamzah bin 'Amr Al-Aslami bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tentang puasa ketika safar. Maka beliau menjawab, “Jika engkau ingin, berpuasalah. Dan jika engkau ingin, tidak usah berpuasa.”
١٠٤ - (…) - وَحَدَّثَنَا أَبُو الرَّبِيعِ الزَّهۡرَانِيُّ: حَدَّثَنَا حَمَّادٌ - وَهُوَ ابۡنُ زَيۡدٍ -: حَدَّثَنَا هِشَامٌ عَنۡ أَبِيهِ، عَنۡ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهَا؛ أَنَّ حَمۡزَةَ بۡنَ عَمۡرٍو الۡأَسۡلَمِيَّ سَأَلَ رَسُولَ اللهِ ﷺ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ، إِنِّي رَجُلٌ أَسۡرُدُ الصَّوۡمَ، أَفَأَصُومُ فِي السَّفَرِ؟ قَالَ: (صُمۡ إِنۡ شِئۡتَ، وَأَفۡطِرۡ إِنۡ شِئۡتَ).
104. Abur Rabi' Az-Zahrani telah menceritakan kepada kami: Hammad bin Zaid menceritakan kepada kami: Hisyam menceritakan kepada kami dari ayahnya, dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha. Bahwa Hamzah bin 'Amr Al-Aslami bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku ini seseorang yang terbiasa puasa terus menerus. Apakah aku boleh berpuasa ketika safar? Beliau menjawab, “Puasalah jika engkau mau, dan tidak usah berpuasa jika engkau mau.”
١٠٥ - (…) - وَحَدَّثَنَاهُ يَحۡيَىٰ بۡنُ يَحۡيَىٰ: أَخۡبَرَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ، عَنۡ هِشَامٍ، بِهٰذَا الۡإِسۡنَادِ، مِثۡلَ حَدِيثِ حَمَّادِ بۡنِ زَيۡدٍ: إِنِّي رَجُلٌ أَسۡرُدُ الصَّوۡمَ.
105. Yahya bin Yahya telah menceritakan hadits itu kepada kami: Abu Mu'awiyah mengabarkan kepada kami, dari Hisyam, dengan sanad ini, semisal hadits Hammad bin Zaid: Sesungguhnya aku adalah seseorang yang terbiasa puasa terus menerus.
١٠٦ - (…) - وَحَدَّثَنَا أَبُو بَكۡرِ بۡنُ أَبِي شَيۡبَةَ وَأَبُو كُرَيۡبٍ. قَالَا: حَدَّثَنَا ابۡنُ نُمَيۡرٍ. وَقَالَ أَبُو بَكۡرٍ: حَدَّثَنَا عَبۡدُ الرَّحِيمِ بۡنُ سُلَيۡمَانَ. كِلَاهُمَا عَنۡ هِشَامٍ، بِهٰذَا الۡإِسۡنَادِ؛ أَنَّ حَمۡزَةَ قَالَ: إِنِّي رَجُلٌ أَصُومُ، أَفَأَصُومُ فِي السَّفَرِ؟
106. Abu Bakr bin Abu Syaibah dan Abu Kuraib telah menceritakan kepada kami. Mereka berdua berkata: Ibnu Numair menceritakan kepada kami. Abu Bakr berkata: 'Abdurrahim bin Sulaiman menceritakan kepada kami. Keduanya dari Hisyam, dengan sanad ini. Bahwa Hamzah berkata: Sesungguhnya aku ini seseorang yang biasa berpuasa. Apakah aku boleh berpuasa ketika safar?
١٠٧ - (…) - وَحَدَّثَنِي أَبُو الطَّاهِرِ وَهَارُونُ بۡنُ سَعِيدٍ الۡأَيۡلِيُّ - قَالَ هَارُونُ: حَدَّثَنَا. وَقَالَ أَبُو الطَّاهِرِ: أَخۡبَرَنَا ابۡنُ وَهۡبٍ - أَخۡبَرَنِي عَمۡرُو بۡنُ الۡحَارِثِ، عَنۡ أَبِي الۡأَسۡوَدِ، عَنۡ عُرۡوَةَ بۡنِ الزُّبَيۡرِ، عَنۡ أَبِي مُرَاوِحٍ، عَنۡ حَمۡزَةَ بۡنِ عَمۡرٍو الۡأَسۡلَمِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ؛ أَنَّهُ قَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ، أَجِدُ بِي قُوَّةً عَلَى الصِّيَامِ فِي السَّفَرِ، فَهَلۡ عَلَيَّ جُنَاحٌ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (هِيَ رُخۡصَةٌ مِنَ اللهِ، فَمَنۡ أَخَذَ بِهَا فَحَسَنٌ، وَمَنۡ أَحَبَّ أَنۡ يَصُومَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيۡهِ).
قَالَ هَارُونُ فِي حَدِيثِهِ: (هِيَ رُخۡصَةٌ) وَلَمۡ يَذۡكُرۡ: مِنَ اللهِ.
107. Abuth Thahir dan Harun bin Sa'id Al-Aili telah menceritakan kepadaku. Harun berkata: Telah menceritakan kepada kami. Abuth Thahir berkata: Ibnu Wahb mengabarkan kepada kami, 'Amr ibnul Harits mengabarkan kepadaku, dari Abul Aswad, dari 'Urwah bin Az-Zubair, dari Abu Murawih, dari Hamzah bin 'Amr Al-Aslami radhiyallahu 'anhu. Bahwa beliau berkata: Wahai Rasulullah, aku memiliki kekuatan untuk berpuasa ketika safar. Apakah aku berdosa jika berpuasa ketika safar? Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Itu adalah keringanan dari Allah. Barangsiapa yang mengambil keringanan itu maka bagus. Dan barangsiapa yang senang untuk berpuasa maka tidak ada dosa baginya.”
Harun berkata di dalam haditsnya: “Ini adalah keringanan.” Dan beliau tidak menyebutkan: dari Allah.