Cari Blog Ini

Khudz 'Aqidatak - Syarat-syarat Diterimanya Amalan

شُرُوطُ قَبُولِ الۡعَمَلِ

س١٣ - : مَا هِيَ شُرُوطُ قَبُولِ الۡعَمَلِ؟
ج١٣ - : شُرُوطُ قَبُولِ الۡعَمَلِ عِنۡدَ اللهِ ثَلَاثَةٌ:
١ – الۡإِيمَانُ بِاللهِ وَتَوۡحِيدُهُ. قَالَ اللهُ تَعَالَى: ﴿إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ كَانَتۡ لَهُمۡ جَنَّـٰتُ ٱلۡفِرۡدَوۡسِ نُزُلًا﴾ (سورة الكهف).
وَقَالَ ﷺ: (قُلۡ آمَنۡتُ بِاللهِ ثُمَّ اسۡتَقِمۡ) (رَوَاهُ مُسۡلِمٌ).
٢ – الۡإِخۡلَاصُ: وَهُوَ الۡعَمَلُ لِلهِ مِنۡ غَيۡرِ رِيَاءٍ وَلَا سُمۡعَةٍ. قَالَ تَعَالَى: ﴿فَٱعۡبُدِ ٱللَّهَ مُخۡلِصًا لَّهُ ٱلدِّينَ﴾ (سورة الزمر)
٣ – الۡمُوَافِقَةُ لِمَا جَاءَ بِهِ الرَّسُولُ ﷺ. قَالَ اللهُ تَعَالَى: ﴿وَمَآ ءَاتَىٰكُمُ ٱلرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَىٰكُمۡ عَنۡهُ فَٱنتَهُوا۟﴾ (سورة الحشر)
وَقَالَ ﷺ: (مَنۡ عَمِلَ عَمَلًا لَيۡسَ عَلَيۡهِ أَمۡرُنَا فَهُوَ رَدٌّ) (أَيۡ مَرۡدُودٌ) (رَوَاهُ مُسۡلِمٌ).
Soal 13: Apakah syarat-syarat diterimanya suatu amalan?
Jawab 13: Syarat-syarat diterimanya amalan di sisi Allah ada tiga:
  1. Beriman kepada Allah dan mentauhidkanNya. Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shalih, bagi mereka surga Firdaus menjadi tempat tinggal.” (QS. Al-Kahfi: 107). Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Katakanlah aku beriman kepada Allah kemudian istiqamahlah.” (HR. Muslim).
  2. Ikhlas yaitu beramal karena Allah tanpa riya` dan sum’ah. Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya.” (QS. Az-Zumar: 2) .
  3. Sesuai dengan ajaran Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Dan setiap yang Rasul berikan kepada kalian, ambillah. Dan setiap yang beliau larang, maka tinggalkanlah.” (QS. Al-Hasyr: 7). Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa saja yang mengerjakan suatu amalan yang tidak ada perintahnya dari kami, maka ia tertolak.” (HR. Muslim 1718).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar