Sunan Abu Dawud hadits nomor 4607

٤٦٠٧ – (صحيح) حَدَّثَنَا أَحۡمَدُ بۡنُ حَنۡبَلٍ، نا الۡوَلِيدُ بۡنُ مُسۡلِمٍ، نا ثَوۡرُ بۡنُ يَزِيدَ، حَدَّثَنِي خَالِدُ بۡنُ مَعۡدَان، حَدَّثَنِي عَبۡدُ الرَّحۡمٰنِ بۡنُ عَمۡرٍو السُّلَمِيُّ وَحُجۡرُ بۡنُ حُجۡرٍ، قَالَا: أَتَيۡنَا الۡعِرۡبَاضُ بنُ سَارِيَةَ، وَهُوَ مِمَّنۡ نَزَلَ فِيهِ: ﴿وَلَا عَلَى الَّذِينَ إِذَا مَا أَتَوۡكَ لِتَحۡمِلَهُمۡ قُلۡتَ لَا أَجِدُ مَا أَحۡمِلُكُمۡ عَلَيۡهِ﴾ فَسَلَّمۡنَا، وَقُلۡنَا: أَتَيۡنَاكَ زَائِرِينَ وَعَائِدِينَ وَمُقۡتَبِسِينَ. فَقَالَ الۡعِرۡبَاضُ: صَلَّى بِنَا رَسُولُ اللهِ ﷺ ذَاتَ يَوۡمٍ، ثُمَّ أَقۡبَلَ عَلَيۡنَا، فَوَعَظَنَا مَوۡعِظَةً بَلِيغَةً ذَرَفَتۡ مِنۡهَا الۡعُيُونُ وَوَجِلَتۡ مِنۡهَا الۡقُلُوبُ، قَالَ قَائِلٌ: يَا رَسُولَ اللهِ كَأَنَّ هَٰذِهِ مَوۡعِظَةٌ مُوَدِّعٌ، فَمَاذَا تَعۡهَدُ إِلَيۡنَا؟ فَقَالَ: (أُوصِيكُمۡ بِتَقۡوَى اللهِ وَالسَّمۡعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنۡ [عَبۡدًا حَبَشِيًّا]، فَإِنَّهُ مَنۡ يَعِشۡ مِنۡكُمۡ بَعۡدِي فَسَيَرَى اخۡتِلَافًا كَثِيرًا، فَعَلَيۡكُمۡ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الۡخُلَفَاءِ [الرَّاشِدِينَ الۡمَهۡدِيِّينَ] تَمَسَّكُوا بِهَا وَعَضُّوا عَلَيۡهَا بِالنَّوَاجِذِ، وَإِيَّاكُمۡ وَمُحۡدَثَاتِ الۡأُمُورِ، فَإِنَّ كُلَّ مُحۡدَثَةٍ بِدۡعَةٌ، وَكُلَّ بِدۡعَةٍ ضَلَالَةٌ). [(ابن ماجه)(٤٢)].
4607. Ahmad bin Hanbal telah menceritakan kepada kami, Al-Walid bin Muslim menceritakan kepada kami, Tsaur bin Yazid menceritakan kepada kami, Khalid bin Ma’dan menceritakan kepadaku, ‘Abdurrahman bin ‘Amr As-Sulami dan Hujr bin Hujr menceritakan kepadaku, keduanya mengatakan: Al-‘Irbadh bin Sariyah datang kepada kami, beliau adalah yang termasuk dalam ayat, “dan tiada (pula) berdosa atas orang-orang yang apabila mereka datang kepadamu, supaya kamu memberi mereka kendaraan, lalu kamu berkata: "Aku tidak memperoleh kendaraan untuk membawamu". (QS. At-Taubah: 92). Kami memberi salam kepada beliau. Kami mengatakan: Kami mendatangi engkau untuk berkunjung, merujuk kepadamu, dan mengambil faidah darimu. Al-‘Irbadh mengatakan: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam salat mengimami kami pada suatu hari, lalu beliau berbalik menghadap kami. Beliau memberi nasihat kepada kami dengan nasihat yang menyebabkan air mata bercucuran dan hati-hati bergetar. Seseorang mengatakan: Wahai Rasulullah, seakan-akan ini adalah nasihat perpisahan. Apa yang engkau wasiatkan kepada kami? Beliau bersabda, “Aku berwasiat kepada kalian untuk bertakwa kepada Allah, mendengar dan taat meskipun budak Habasyah yang memimpin. Karena siapa saja di antara kalian yang hidup sepeninggalku, tentu ia akan melihat perselisihan yang banyak. Maka, wajib bagi kalian untuk berpegang dengan sunahku dan sunah para khalifah yang lurus dan terbimbing. Pegang erat-erat itu dan gigitlah dengan gigi-gigi geraham. Jauhilah perkara-perkara yang diada-adakan (dalam agama) karena setiap perkara yang diada-adakan adalah bidah dan setiap bidah adalah sesat.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar