Shahih Muslim hadits nomor 1437

٢١ - بَابُ تَحۡرِيمِ إِفۡشَاءِ سِرِّ الۡمَرۡأَةِ
21. Bab pengharaman menyebarkan rahasia istri

١٢٣ - (١٤٣٧) - حَدَّثَنَا أَبُو بَكۡرِ بۡنُ أَبِي شَيۡبَةَ: حَدَّثَنَا مَرۡوَانُ بۡنُ مُعَاوِيَةَ، عَنۡ عُمَرَ بۡنِ حَمۡزَةَ الۡعُمَرِيِّ: حَدَّثَنَا عَبۡدُ الرَّحۡمَٰنِ بۡنُ سَعۡدٍ قَالَ: سَمِعۡتُ أَبَا سَعِيدٍ الۡخُدۡرِيَّ يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (إِنَّ مِنۡ أَشَرِّ النَّاسِ عِنۡدَ اللهِ مَنۡزِلَةً يَوۡمَ الۡقِيَامَةِ، الرَّجُلَ يُفۡضِي إِلَى امۡرَأَتِهِ، وَتُفۡضِي إِلَيۡهِ، ثُمَّ يَنۡشُرُ سِرَّهَا).
123. (1437). Abu Bakr bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami: Marwan bin Mu’awiyah menceritakan kepada kami, dari ‘Umar bin Hamzah Al-‘Umari: ‘Abdurrahman bin Sa’d menceritakan kepada kami, beliau berkata: Aku mendengar Abu Sa’id Al-Khudri mengatakan: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya termasuk kedudukan manusia yang paling buruk di sisi Allah pada hari kiamat adalah seorang suami yang bercampur dengan istrinya dan istrinya bercampur dengannya, kemudian si suami menyebarkan rahasia istrinya.”
١٢٤ - (...) - وَحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ نُمَيۡرٍ وَأَبُو كُرَيۡبٍ. قَالَا: حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ، عَنۡ عُمَرَ بۡنِ حَمۡزَةَ، عَنۡ عَبۡدِ الرَّحۡمَٰنِ بۡنِ سَعۡدٍ قَالَ: سَمِعۡتُ أَبَا سَعِيدٍ الۡخُدۡرِيَّ يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (إِنَّ مِنۡ أَعۡظَمِ الۡأَمَانَةِ عِنۡدَ اللهِ يَوۡمَ الۡقِيَامَةِ، الرَّجُلَ يُفۡضِي إِلَى امۡرَأَتِهِ، وَتُفۡضِي إِلَيۡهِ، ثُمَّ يَنۡشُرُ سِرَّهَا).
وَقَالَ ابۡنُ نُمَيۡرٍ: (إِنَّ أَعۡظَمَ).
124. Muhammad bin ‘Abdullah bin Numair dan Abu Kuraib telah menceritakan kepada kami. Keduanya berkata: Abu Usamah menceritakan kepada kami, dari ‘Umar bin Hamzah, dari ‘Abdurrahman bin Sa’d, beliau berkata: Aku mendengar Abu Sa’id Al-Khudri mengatakan: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya termasuk pengkhianatan terbesar terhadap amanah di sisi Allah pada hari kiamat adalah seorang suami yang bercampur dengan istrinya dan istrinya bercampur dengannya, kemudian si suami menyebarkan rahasia istrinya.”
Ibnu Numair berkata, “Sesungguhnya sebesar-besar.”