Sunan An-Nasa`i hadits nomor 2173 dan 2174

٣٢ - ذِكۡرُ الۡاخۡتِلَافِ عَلَى يَحۡيَى بۡنِ أَبِي كَثِيرٍ وَمُحَمَّدِ بۡنِ عَمۡرٍو عَلَى أَبِي سَلَمَةَ فِيهِ
32. Penyebutan perbedaan riwayat Yahya bin Abu Katsir dan Muhammad bin ‘Amr pada riwayat Abu Salamah dalam hadis ini

٢١٧٣ – (صحيح) أَخۡبَرَنِي عِمۡرَانُ بۡنُ يَزِيدَ بۡنِ خَالِدٍ قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ شُعَيۡبٍ قَالَ: أَنۡبَأَنَا الۡأَوۡزَاعِيُّ عَنۡ يَحۡيَى قَالَ: حَدَّثَنِي أَبُو سَلَمَةَ قَالَ: أَخۡبَرَنِي أَبُو هُرَيۡرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ: (لَا يَتَقَدَّمَنَّ أَحَدٌ الشَّهۡرَ بِيَوۡمٍ وَلَا يَوۡمَيۡنِ؛ إِلَّا أَحَدٌ كَانَ يَصُومُ صِيَامًا قَبۡلَهُ؛ فَلۡيَصُمۡهُ) [انظر ما قبله].
2173. ‘Imran bin Yazid bin Khalid telah mengabarkan kepadaku, beliau berkata: Muhammad bin Syu’aib menceritakan kepada kami, beliau berkata: Al-Auza’i memberitakan kepada kami dari Yahya, beliau berkata: Abu Salamah menceritakan kepadaku, beliau berkata: Abu Hurairah mengabarkan kepadaku, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah seorang pun sekali-kali mendahului bulan Ramadan dengan puasa satu atau dua hari. Kecuali seseorang yang memang sudah rutin puasa sebelumnya, maka silakan berpuasa.”
٢١٧٤ – (حسن صحيح) أَخۡبَرَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ الۡعَلَاءِ قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو خَالِدٍ عَنۡ مُحَمَّدِ بۡنِ عَمۡرٍو عَنۡ أَبِي سَلَمَةَ عَنِ ابۡنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (لَا تَتَقَدَّمُوا الشَّهۡرَ بِصِيَامِ يَوۡمٍ أَوۡ يَوۡمَيۡنِ؛ إِلَّا أَنۡ يُوَافِقَ ذٰلِكَ يَوۡمًا كَانَ يَصُومُهُ أَحَدُكُمۡ) قَالَ أَبُو عَبۡدِ الرَّحۡمٰنِ: هَٰذَا خَطَأٌ. [انظر ما قبله].
2174. Muhammad bin Al-‘Ala` telah mengabarkan kepada kami, beliau berkata: Abu Khalid menceritakan kepada kami dari Muhammad bin ‘Amr, dari Abu Salamah, dari Ibnu ‘Abbas, beliau mengatakan: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah kalian mendahului bulan Ramadan dengan puasa sehari atau dua hari, kecuali bertepatan dengan hari kebiasaan kalian berpuasa.” Abu ‘Abdurrahman berkata: Ini keliru.