Shahih Al-Bukhari hadits nomor 3435

٤٩ - بَابُ قَوۡلِهِ عَزَّ وَجَلَّ:
49. Bab firman Allah azza wajalla

﴿يَا أَهۡلَ الۡكِتَابِ لَا تَغۡلُوا فِي دِينِكُمۡ وَلَا تَقُولُوا عَلَى اللهِ إِلَّا الۡحَقَّ إِنَّمَا الۡمَسِيحُ عِيسَى ابۡنُ مَرۡيَمَ رَسُولُ اللهِ وَكَلِمَتُهُ أَلۡقَاهَا إِلَى مَرۡيَمَ وَرُوحٌ مِنۡهُ فَآمِنُوا بِاللهِ وَرُسُلِهِ وَلَا تَقُولُوا ثَلاَثَةٌ انۡتَهُوا خَيۡرًا لَكُمۡ إِنَّمَا اللهُ إِلٰهٌ وَاحِدٌ سُبۡحَانَهُ أَنۡ يَكُونَ لَهُ وَلَدٌ لَهُ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَمَا فِي الۡأَرۡضِ وَكَفَى بِاللهِ وَكِيلًا﴾ [النساء: ١٧١].
(Yang artinya), “Wahai ahli kitab, janganlah kalian melampaui batas dalam agama kalian, dan janganlah kalian mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al-Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kalian kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kalian mengatakan: (Tuhan itu) tiga, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagi kalian. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Mahaesa, maha suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi pemelihara.” (QS. An-Nisa`: 171).
قَالَ أَبُو عُبَيۡدٍ: ﴿كَلِمَتُهُ﴾ كُنۡ فَكَانَ. وَقَالَ غَيۡرُهُ: ﴿وَرُوحٌ مِنۡهُ﴾ أَحۡيَاهُ فَجَعَلَهُ رُوحًا. ﴿وَلَا تَقُولُوا ثَلَاثَةٌ﴾.
Abu ‘Ubaid berkata: “kalimat-Nya” adalah “kun (jadilah)”, maka jadilah ia. Selain beliau berkata, “dan roh dari-Nya” artinya Allah menghidupkannya lalu menjadikannya roh. “Dan janganlah kalian mengatakan: (Tuhan itu) tiga.”
٣٤٣٥ - حَدَّثَنَا صَدَقَةُ بۡنُ الۡفَضۡلِ: حَدَّثَنَا الۡوَلِيدُ، عَنِ الۡأَوۡزَاعِيِّ قَالَ: حَدَّثَنِي عُمَيۡرُ بۡنُ هَانِىءٍ قَالَ: حَدَّثَنِي جُنَادَةُ بۡنُ أَبِي أُمَيَّةَ، عَنۡ عُبَادَةَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: (مَنۡ شَهِدَ أَنۡ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحۡدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبۡدُهُ وَرَسُولُهُ، وَأَنَّ عِيسَى عَبۡدُ اللهِ وَرَسُولُهُ، وَكَلِمَتُهُ أَلۡقَاهَا إِلَى مَرۡيَمَ وَرُوحٌ مِنۡهُ، وَالۡجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، أَدۡخَلَهُ اللهُ الۡجَنَّةَ عَلَى مَا كَانَ مِنَ الۡعَمَلِ).
قَالَ الۡوَلِيدُ: حَدَّثَنِي ابۡنُ جَابِرٍ، عَنۡ عُمَيۡرٍ، عَنۡ جُنَادَةَ، وَزَادَ: (مِنۡ أَبۡوَابِ الۡجَنَّةِ الثَّمَانِيَةِ أَيَّهَا شَاءَ).
3435. Shadaqah bin Al-Fadhl telah menceritakan kepada kami: Al-Walid menceritakan kepada kami dari Al-Auza’i, beliau berkata: ‘Umair bin Hani` menceritakan kepadaku, beliau berkata: Junadah bin Abu Umayyah menceritakan kepadaku dari ‘Ubadah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Siapa saja yang bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi kecuali Allah semata tidak ada sekutu bagi-Nya; bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya; bahwa ‘Isa adalah hamba Allah, rasul-Nya, kalimat-Nya yang Dia sampaikan kepada Maryam, dan roh dari-Nya; surga itu benar; neraka itu benar; maka Allah akan masukkan ia ke surga sesuai amal yang dahulu ia lakukan.”
Al-Walid berkata: Ibnu Jabir menceritakan kepadaku dari ‘Umair, dari Junadah dan beliau menambahkan, “Dari delapan pintu surga yang mana saja ia inginkan.”