Cari Blog Ini

Shahih Al-Bukhari hadits nomor 4785

٣ – بَابٌ قَوۡلُهُ: ﴿قُل لِأَزۡوَاجِكَ إِنۡ كُنۡتُنَّ تُرِدۡنَ الۡحَيَاةَ الدُّنۡيَا وَزِينَتَهَا فَتَعَالَيۡنَ أُمَتِّعۡكُنَّ وَأُسَرِّحۡكُنَّ سَرَاحًا جَمِيلًا﴾ ۝٢٨ 
3. Bab firman Allah (yang artinya), “Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu: Jika kamu sekalian menginginkan kehidupan dunia dan perhiasannya, maka marilah supaya kuberikan kepadamu mutah dan aku ceraikan kamu dengan cara yang baik.” (QS. Al-Ahzab: 28) 

وَقَالَ مَعۡمَرٌ: التَّبَرُّجُ: أَنۡ تُخۡرِجَ مَحَاسِنَهَا. ﴿سُنَّةَ اللهِ﴾ ۝٦٢ اسۡتَنَّهَا: جَعَلَهَا. 
Ma’mar berkata: tabarruj adalah seorang wanita menampakkan keindahannya. Sunnatallah, istannaha artinya menjadikannya. 
٤٧٨٥ - حَدَّثَنَا أَبُو الۡيَمَانِ: أَخۡبَرَنَا شُعَيۡبٌ، عَنِ الزُّهۡرِيِّ قَالَ: أَخۡبَرَنِي أَبُو سَلَمَةَ بۡنُ عَبۡدِ الرَّحۡمَٰنِ: أَنَّ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنۡهَا، زَوۡجَ النَّبِيِّ ﷺ أَخۡبَرَتۡهُ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ جَاءَهَا حِينَ أَمَرَ اللهُ أَنۡ يُخَيِّرَ أَزۡوَاجَهُ، فَبَدَأَ بِي رَسُولُ اللهِ ﷺ فَقَالَ: (إِنِّي ذَاكِرٌ لَكِ أَمۡرًا، فَلَا عَلَيۡكِ أَنۡ تَسۡتَعۡجِلِي حَتَّى تَسۡتَأۡمِرِي أَبَوَيۡكِ). وَقَدۡ عَلِمَ أَنَّ أَبَوَيَّ لَمۡ يَكُونَا يَأۡمُرَانِي بِفِرَاقِهِ، قَالَتۡ: ثُمَّ قَالَ: (إِنَّ اللهَ قَالَ: ﴿يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلۡ لِأَزۡوَاجِكَ﴾) [٢٨] إِلَى تَمَامِ الۡآيَتَيۡنِ، فَقُلۡتُ لَهُ: فَفِي أَيِّ هَٰذَا أَسۡتَأۡمِرُ أَبَوَيَّ؟ فَإِنِّي أُرِيدُ اللهَ وَرَسُولَهُ وَالدَّارَ الآخِرَةَ. [الحديث ٤٧٨٥ – طرفه في: ٤٧٨٦]. 
4785. Abu Al-Yaman telah menceritakan kepada kami: Syu’aib mengabarkan kepada kami dari Az-Zuhri. Beliau berkata: Abu Salamah bin ‘Abdurrahman mengabarkan kepadaku: Bahwa ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan kepadanya: Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam datang kepadanya ketika Allah memerintahkan untuk mengajukan pilihan kepada para istrinya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memulai denganku. Beliau bersabda, “Sesungguhnya aku akan menyebutkan kepadamu suatu perkara. Engkau tidak perlu terburu-buru menjawabnya sampai engkau bermusyawarah dengan kedua orang tuamu.” Beliau sudah tahu bahwasanya kedua orang tuaku tidak akan memerintahkanku untuk berpisah dengan beliau. ‘Aisyah berkata: Kemudian beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah berfirman (yang artinya): Wahai Nabi, katakan kepada istri-istrimu…” (QS. Al-Ahzab: 28) hingga sempurna dua ayat. Maka aku berkata kepada beliau: Apa dalam hal ini aku harus bermusyawarah dengan kedua orang tuaku? Sesungguhnya aku menginginkan Allah, Rasul-Nya, dan negeri akhirat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar