Shahih Al-Bukhari hadits nomor 2659

١٣ - بَابُ شَهَادَةِ الۡإِمَاءِ وَالۡعَبِيدِ 
13. Bab kesaksian hamba sahaya perempuan dan laki-laki 

وَقَالَ أَنَسٌ: شَهَادَةُ الۡعَبۡدِ جَائِزَةٌ إِذَا كَانَ عَدۡلًا. وَأَجَازَهُ شُرَيۡحٌ وَزُرَارَةُ بۡنُ أَوۡفَى. وَقَالَ ابۡنُ سِيرِينَ: شَهَادَتُهُ جَائِزَةٌ إِلَّا الۡعَبۡدَ لِسَيِّدِهِ. وَأَجَازَهُ الۡحَسَنُ وَإِبۡرَاهِيمُ فِي الشَّيۡءِ التَّافِهِ. وَقَالَ شُرَيۡحٌ: كُلُّكُمۡ بَنُو عَبِيدٍ وَإِمَاءٍ. 
Anas berkata: Kesaksian budak adalah boleh jika dia seorang yang adil. Syuraih dan Zurarah bin Aufa membolehkannya. Ibnu Sirin berkata: Kesaksiannya boleh kecuali kesaksian budak terhadap tuannya. Al-Hasan dan Ibrahim membolehkannya dalam perkara yang sepele. Syuraih berkata: Setiap kalian adalah putra-putra dari seorang hamba laki-laki dan hamba perempuan. 
٢٦٥٩ - حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ، عَنِ ابۡنِ جُرَيۡجٍ، عَنِ ابۡنِ أَبِي مُلَيۡكَةَ، عَنۡ عُقۡبَةَ بۡنِ الۡحَارِثِ، ح. وَحَدَّثَنَا عَلِيُّ بۡنُ عَبۡدِ اللهِ: حَدَّثَنَا يَحۡيَى بۡنُ سَعِيدٍ، عَنِ ابۡنِ جُرَيۡجٍ قَالَ: سَمِعۡتُ ابۡنَ أَبِي مُلَيۡكَةَ قَالَ: حَدَّثَنِي عُقۡبَةُ بۡنُ الۡحَارِثِ، أَوۡ سَمِعۡتُهُ مِنۡهُ: أَنَّهُ تَزَوَّجَ أُمَّ يَحۡيَى بِنۡتَ أَبِي إِهَابٍ، قَالَ: فَجَاءَتۡ أَمَةٌ سَوۡدَاءُ، فَقَالَتۡ: قَدۡ أَرۡضَعۡتُكُمَا، فَذَكَرۡتُ ذٰلِكَ لِلنَّبِيِّ ﷺ فَأَعۡرَضَ عَنِّي، قَالَ: فَتَنَحَّيۡتُ فَذَكَرۡتُ ذٰلِكَ لَهُ، قَالَ: (وَكَيۡفَ وَقَدۡ زَعَمَتۡ أَنۡ قَدۡ أَرۡضَعَتۡكُمَا؟). فَنَهَاهُ عَنۡهَا. [طرفه في: ٨٨]. 
2659. Abu ‘Ashim telah menceritakan kepada kami dari Ibnu Juraij, dari Ibnu Abu Mulaikah, dari ‘Uqbah bin Al-Harits. (Dalam riwayat lain) ‘Ali bin ‘Abdullah telah menceritakan kepada kami: Yahya bin Sa’id menceritakan kepada kami dari Ibnu Juraij. Beliau berkata: Aku mendengar Ibnu Abu Mulaikah berkata: ‘Uqbah bin Al-Harits menceritakan kepadaku atau aku mendengar hadis ini darinya: Bahwa beliau pernah menikahi Ummu Yahya binti Abu Ihab. ‘Uqbah berkata: Lalu datang seorang budak wanita berkulit hitam seraya mengatakan, “Aku telah menyusui kalian berdua.” Aku menyebutkan hal itu kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu beliau berpaling dariku. ‘Uqbah berkata: Aku bergeser lalu menyebutkan hal itu lagi kepada beliau. Nabi bersabda, “Bagaimana (engkau masih dapat menggaulinya) sementara wanita itu sudah menyatakan bahwa dia telah menyusui kalian berdua?” Nabi pun melarang ‘Uqbah dari (melanjutkan hubungan pernikahan dengan) Ummu Yahya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar