٣٧٩٧ - حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بۡنُ عُبَيۡدِ اللهِ: حَدَّثَنَا ابۡنُ أَبِي
حَازِمٍ، عَنۡ أَبِيهِ، عَنۡ سَهۡلٍ قَالَ: جَاءَنَا رَسُولُ اللهِ ﷺ وَنَحۡنُ
نَحۡفِرُ الۡخَنۡدَقَ، وَنَنۡقُلُ التُّرَابَ عَلَى أَكۡتَادِنَا، فَقَالَ
رَسُولُ اللهِ ﷺ: (اللّٰهُمَّ لَا عَيۡشَ إِلَّا عَيۡشُ الۡآخِرَة، فَاغۡفِرۡ
لِلۡمُهَاجِرِينَ وَالۡأَنۡصَارِ). [الحديث ٣٧٩٧ - طرفاه في: ٤٠٩٨،
٦٤١٤].
3797. Muhammad bin ‘Ubaidullah telah menceritakan kepadaku: Ibnu Abu Hazim
menceritakan kepada kami dari ayahnya, dari Sahl. Beliau berkata:
Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—mendatangi kami ketika kami menggali
parit dan memindah tanah di atas pundak-pundak kami. Rasulullah—shallallahu
‘alaihi wa sallam—bersabda, “Ya Allah, tidak ada kehidupan (hakiki) kecuali
kehidupan akhirat, ampunilah orang-orang Muhajirin dan Ansar.”