Cari Blog Ini

Shahih Al-Bukhari hadis nomor 2213

٩٦ - بَابُ بَيۡعِ الشَّرِيكِ مِنۡ شَرِيكِهِ
96. Bab Penjualan Seorang Mitra kepada Mitranya


٢٢١٣ - حَدَّثَنِي مَحۡمُودٌ: حَدَّثَنَا عَبۡدُ الرَّزَّاقِ: أَخۡبَرَنَا مَعۡمَرٌ، عَنِ الزُّهۡرِيِّ، عَنۡ أَبِي سَلَمَةَ، عَنۡ جَابِرٍ رَضِيَ اللهُ عَنۡهُ: جَعَلَ رَسُولُ اللهِ ﷺ الشُّفۡعَةَ فِي كُلِّ مَالٍ لَمۡ يُقۡسَمۡ، فَإِذَا وَقَعَتِ الۡحُدُودُ، وَصُرِّفَتِ الطُّرُقُ، فَلَا شُفۡعَةَ. [الحديث ٢٢١٣ - أطرافه في: ٢٢١٤، ٢٢٥٧، ٢٤٩٥، ٢٤٩٦، ٦٩٧٦].

2213. Mahmud telah menceritakan kepadaku: ‘Abdurrazzaq menceritakan kepada kami: Ma’mar mengabarkan kepada kami dari Az-Zuhri, dari Abu Salamah, dari Jabir—radhiyallahu ‘anhu—: Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—menetapkan hak syuf’ah (hak seorang rekan pemilik aset untuk mengambil atau membeli secara paksa bagian dari rekannya yang dijual kepada orang lain, dengan harga yang sama saat transaksi itu terjadi) pada setiap harta yang belum dibagi. Maka apabila batas-batas telah ditetapkan dan jalan-jalan telah ditentukan, maka tidak ada lagi hak syuf’ah.