٧١٨٢ - حَدَّثَنَا إِسۡمَاعِيلُ قَالَ: حَدَّثَنِي مَالِكٌ، عَنِ ابۡنِ
شِهَابٍ، عَنۡ عُرۡوَةَ بۡنِ الزُّبَيۡرِ، عَنۡ عَائِشَةَ زَوۡجِ النَّبِيِّ ﷺ
أَنَّهَا قَالَتۡ: كَانَ عُتۡبَةُ بۡنُ أَبِي وَقَّاصٍ، عَهِدَ إِلَى أَخِيهِ
سَعۡدِ بۡنِ أَبِي وَقَّاصٍ: أَنَّ ابۡنَ وَلِيدَةِ زَمۡعَةَ مِنِّي،
فَاقۡبِضۡهُ إِلَيۡكَ، فَلَمَّا كَانَ عَامُ الۡفَتۡحِ أَخَذَهُ سَعۡدٌ
فَقَالَ: ابۡنُ أَخِي، قَدۡ كَانَ عَهِدَ إِلَيَّ فِيهِ، فَقَامَ إِلَيۡهِ
عَبۡدُ بۡنُ زَمۡعَةَ فَقَالَ: أَخِي وَابۡنُ وَلِيدَةِ أَبِي، وُلِدَ عَلَى
فِرَاشِهِ، فَتَسَاوَقَا إِلَى رَسُولِ اللهِ ﷺ، فَقَالَ سَعۡدٌ: يَا رَسُولَ
اللهِ ابۡنُ أَخِي، كَانَ عَهِدَ إِلَيَّ فِيهِ، وَقَالَ عَبۡدُ بۡنُ زَمۡعَةَ:
أَخِي وَابۡنُ وَلِيدَةِ أَبِي، وُلِدَ عَلَى فِرَاشِهِ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ
ﷺ: (هُوَ لَكَ يَا عَبۡدُ بۡنَ زَمۡعَةَ). ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ:
(الۡوَلَدُ لِلۡفِرَاشِ، وَلِلۡعَاهِرِ الۡحَجَرُ). ثُمَّ قَالَ لِسَوۡدَةَ
بِنۡتِ زَمۡعَةَ: (احۡتَجِبِي مِنۡهُ). لِمَا رَأَى مِنۡ شَبَهِهِ بِعُتۡبَةَ،
فَمَا رَآهَا حَتَّى لَقِيَ اللهَ تَعَالَى. [طرفه في:
٢٠٥٣].
7182. Isma’il telah menceritakan kepada kami. Ia berkata: Malik menceritakan
kepadaku dari Ibnu Syihab, dari ‘Urwah bin Az-Zubair, dari ‘Aisyah istri Nabi
Muhammad—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bahwa ia berkata:
Dahulu ‘Utbah bin Abu Waqqash berpesan kepada saudaranya, Sa’d bin Abu
Waqqash, “Anak dari budak perempuan Zam’ah adalah anakku, maka ambillah ia.”
Ketika tahun penaklukan Makkah, Sa’d mengambil anak itu dan berkata, “Ini anak
saudaraku. Ia telah berpesan kepadaku mengenainya.”
Lalu
‘Abd bin Zam’ah
berdiri mendatangi Sa’d dan berkata, “Ini saudaraku dan anak dari budak
perempuan ayahku, ia lahir di atas tempat tidur ayahku.”
Keduanya lalu menghadap Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—. Sa'd
berkata, “Wahai Rasulullah, ini anak saudaraku. Ia telah berpesan kepadaku
mengenainya.”
‘Abd bin Zam’ah berkata, “Ini saudaraku dan anak dari budak perempuan ayahku,
ia lahir di atas tempat tidur ayahku.”
Maka Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa sallam—bersabda, “Anak itu milikmu
wahai ‘Abd bin Zam’ah.” Kemudian Rasulullah—shallallahu ‘alaihi wa
sallam—bersabda, “Anak itu bagi pemilik tempat tidur, dan bagi pezina adalah
batu.” Kemudian beliau bersabda kepada Saudah binti Zam’ah, “Berhijablah
darinya,” karena beliau melihat kemiripannya dengan ‘Utbah. Maka anak itu
tidak pernah melihat Saudah sampai ia bertemu Allah taala.