Shahih Muslim hadits nomor 759

٢٥ – بَابُ التَّرۡغِيبِ فِي قِيَامِ رَمَضَانَ وَهُوَ التَّرَاوِيحُ

25. Bab anjuran shalat malam bulan Ramadhan yaitu shalat Tarawih

١٧٣ – (٧٥٩) – حَدَّثَنَا يَحۡيَىٰ بۡنُ يَحۡيَىٰ. قَالَ: قَرَأۡتُ عَلَى مَالِكٍ، عَنِ ابۡنِ شِهَابٍ، عَنۡ حُمَيۡدِ بۡنِ عَبۡدِ الرَّحۡمٰنِ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ: (مَنۡ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحۡتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنۡ ذَنۡبِهِ).
173. (759). Yahya bin Yahya telah menceritakan kepada kami. Beliau berkata: Aku membaca di hadapan Malik, dari Ibnu Syihab, dari Humaid bin 'Abdurrahman, dari Abu Hurairah: Bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa shalat malam di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, niscaya akan diampuni dosanya yang telah lalu.”
١٧٤ - (…) - وَحَدَّثَنَا عَبۡدُ بۡنُ حُمَيۡدٍ: أَخۡبَرَنَا عَبۡدُ الرَّزَّاقِ: أَخۡبَرَنَا مَعۡمَرٌ، عَنِ الزُّهۡرِيِّ، عَنۡ أَبِي سَلَمَةَ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ؛ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللهِ ﷺ يُرَغِّبُ فِي قِيَامِ رَمَضَانَ مِنۡ غَيۡرِ أَنۡ يَأۡمُرَهُمۡ فِيهِ بِعَزِيمَةٍ. فَيَقُولُ: (مَنۡ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحۡتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنۡ ذَنۡبِهِ). فَتُوُفِّيَ رَسُولُ اللهِ ﷺ وَالۡأَمۡرُ عَلَى ذٰلِكَ. ثُمَّ كَانَ الۡأَمۡرُ عَلَىٰ ذٰلِكَ فِي خِلَافَةِ أَبِي بَكۡرٍ. وَصَدۡرًا مِنۡ خِلَافَةِ عُمَرَ عَلَىٰ ذٰلِكَ.
174. 'Abd bin Humaid telah menceritakan kepada kami: 'Abdurrazzaq mengabarkan kepada kami: Ma'mar mengabarkan kepada kami, dari Az-Zuhri, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah; Beliau berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam selalu menganjurkan untuk shalat malam di bulan Ramadhan, namun beliau tidak memerintahkannya sebagai kewajiban. Beliau bersabda, “Barangsiapa shalat tarawih karena iman dan mengharap pahala, niscaya akan diampuni dosanya yang telah lalu.” Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam wafat, perkara ini masih tetap berjalan seperti itu. Kemudian demikian pula perkara ini masih tetap demikian pada jaman khilafah Abu Bakr dan awal-awal masa khilafah 'Umar.