Cari Blog Ini

At-Tuhfatul Wushabiyyah - Tempat Sukun

مَوۡضِعُ السُّكُونِ

قَالَ: فَأَمَّا السُّكُونُ فَيَكُونُ عَلَامَةً لِلۡجَزۡمِ فِي الۡفِعۡلِ الۡمُضَارِعِ الصَّحِيحِ الۡآخِرِ.
Adapun sukun merupakan tanda jazm pada fi'il mudhari' shahih akhir.
أَقُولُ: السُّكُونُ هُوَ الۡعَلَامَةُ الۡأَصۡلِيَّةُ لِلۡجَزۡمِ كَمَا تَقَدَّمَ؛ وَلِهَٰذَا بَدَأَ بِهِ الۡمُصَنِّفُ، وَهُوَ يَكُونُ عَلَامَةً عَلَى جَزۡمِ الۡكَلِمَةِ فِي مَوۡضِعٍ وَاحِدٍ، وَهُوَ: الۡفِعۡلُ الۡمُضَارِعُ الصَّحِيحُ الۡآخِرُ.
وَمَعۡنَى كَوۡنِهِ صَحِيحَ الۡآخِرِ: أَنَّ آخِرَهُ لَيۡسَ مُنۡتَهِيًا بِحَرۡفٍ مِنۡ حُرُوفِ الۡعِلَّةِ الثَّلَاثَةِ، وَهِيَ: الۡأَلِفُ، وَالۡوَاوُ، وَالۡيَاءُ.
Sukun adalah tanda asli untuk jazm sebagaimana telah berlalu. Oleh karena itulah, penyusun memulai dengannya. Sukun adalah tanda jazm suatu kata di satu tempat, yaitu: fi'il mudhari' shahih akhir.
Makna shahih akhir adalah bahwa akhir fi'il mudhari' tersebut tidak diakhiri dengan salah satu huruf dari huruf 'illah yang tiga, yaitu: alif, wawu, dan ya`.
فَمِثَالُ الۡفِعۡلِ الۡمُضَارِعِ الصَّحِيحِ الۡآخِرِ الۡمَجۡزُومِ قَوۡلُكَ: (لَمۡ يُهۡمِلۡ زَيۡدٌ أَوۡلَادَهُ) وَقَوۡلُهُ تَعَالَى: ﴿لَمۡ يَلِدۡ وَلَمۡ يُولَدۡ﴾ [الإخلاص: ٣] فَكُلٌّ مِنۡ (يُهۡمِلۡ وَيَلِدۡ وَيُولَدۡ) فِعۡلٌ مُضَارِعٌ مَجۡزُومٌ بِـ(لَمۡ) وَعَلَامَةُ جَزۡمِهِ السُّكُونُ الظَّاهِرُ عَلَى آخِرِهِ؛ لِأَنَّهُ صَحِيحُ الۡآخِرُ.
Contoh fi'il mudhari' shahih akhir yang dijazm adalah ucapanmu: لَمۡ يُهۡمِلۡ زَيۡدٌ أَوۡلَادَهُ dan firman Allah ta'ala: لَمۡ يَلِدۡ وَلَمۡ يُولَدۡ (QS. Al-Ikhlash: 3). Jadi setiap dari يُهۡمِلۡ, يَلِدۡ, dan يُولَدۡ adalah fi'il mudhari' yang dijazm dengan لَمۡ. Tanda jazmnya adalah sukun yang tampak di akhir kata, karena kata tersebut shahih akhir.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar