Cari Blog Ini

Al-Ishabah - 1716. Husail bin Jabir

١٧١٦ – حُسَيۡلُ – بِالتَّصۡغِيرِ، وَيُقَالُ: بِالتَّكۡبِيرِ -، بۡنُ جَابِرِ بۡنِ رَبِيعَةَ بۡنِ فُرۡوَةَ بۡنِ الۡحَارِثِ بۡنِ مَازِنِ بۡنِ قُطَيۡعَةَ بۡنِ عَبۡسٍ الۡمَعۡرُوفُ بِالۡيَمَانِ الۡعَبۡسِيِّ بِسُكُونِ الۡمُوَحَّدَةِ

1716. Husail –dengan bentuk tashghir, ada yang mengatakan dengan bentuk takbir- bin Jabir bin Rabi’ah bin Furwah bin Al-Harits bin Mazin bin Quthai’ah bin ‘Abs, yang dikenal dengan sebutan Al-Yaman Al-‘Absi

وَالِدُ حُذَيۡفَةَ بۡنِ الۡيَمَانِ، اسۡتُشۡهِدَ فِي حَيَاةِ النَّبِيِّ ﷺ، وَقَدۡ وَقَعَ ذِكۡرُهُ فِي صَحِيحِ مُسۡلِمٍ مِنۡ طَرِيقِ أَبِي الطُّفَيۡلِ، عَنۡ حُذَيۡفَةَ بۡنِ الۡيَمَانِ، قَالَ: مَا مَنَعَنِي أَنۡ أَشۡهَدَ بَدۡرًا إِلَّا أَنِّي خَرَجۡتُ أَنَا وَأَبِي حُسَيۡلٌ، فَأَخَذَنَا كُفَّارُ قُرَيۡشٍ فَقَالُوا: إِنَّكُمۡ تُرِيدُونَ مُحَمَّدًا فَقُلۡنَا: مَا نُرِيدُهُ، فَأَخَذُوا مِنَّا عَهۡدَ اللهِ وَمِيثَاقَهُ لَنَنۡصَرِفَنَّ إِلَى الۡمَدِينَةَ، وَلَا نُقَاتِلُ مَعَهُ، فَأَتَانَا رَسُولَ اللهِ ﷺ فَأَخۡبَرۡنَاهُ فَقَالَ: (انۡصَرِفَا)، الۡحَدِيث[1].
Ayah dari Hudzaifah ibnul Yaman, beliau syahid pada waktu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam masih hidup. Terdapat penyebutan tentang beliau di dalam Shahih Muslim dari jalan Abuth Thufail, dari Hudzaifah ibnul Yaman, beliau berkata: Tidak ada yang menghalangiku mengikuti perang Badr kecuali ketika itu aku keluar bersama ayahku yaitu Husail. Kaum kafir Quraisy menangkap kami lalu berkata: Sungguh kalian pasti ingin bergabung Muhammad. Kami menjawab: Kami tidak bermaksud demikian. Kemudian mereka mengambil dari kami janji dan sumpah kepada Allah agar pulang ke Madinah dan tidak berperang bersama beliau. Lalu kami pun mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengabarkannya. Lantas beliau bersabda, “Pulanglah kalian berdua.” Al-Hadits.
وَقَالَ ابۡنُ إِسۡحَاقَ فِي الۡمَغَازِي عَنۡ عَاصِمِ بۡنِ عُمَرَ، عَنۡ مَحۡمُودِ بۡنِ لَبِيدٍ: لَمَّا خَرَجَ النَّبِيُّ ﷺ إِلَى أُحُدٍ رَفَعَ حُسَيۡلَ بۡنَ جَابِرٍ وَهُوَ وَالِدُ حُذَيۡفَةَ بۡنِ الۡيَمَانِ، وَثَابِتَ بۡنَ وَقۡشٍ إِلَى الۡآطَامِ مَعَ النِسَّاءِ، الۡحَدِيث[2] وَقَدۡ تَقَدَّمَ فِي تَرۡجُمَةِ ثَابِتِ بۡنِ وَقۡشٍ.
Ibnu Ishaq berkata di Al-Maghazi dari ‘Ashim bin ‘Umar, dari Mahmud bin Labid: Tatkala Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar menuju Uhud, beliau mengirim Husail bin Jabir -ayah Hudzaifah ibnul Yaman- dan Tsabit bin Waqsy ke benteng-benteng bersama para wanita. Al-Hadits. Dan telah berlalu pada biografi Tsabit bin Waqsy.
وَرَوَى الۡبُخَارِيُّ بَعۡضَ هَٰذِهِ الۡقِصَّةِ مِنۡ طَرِيقِ هِشَامِ بۡنِ عُرۡوَةَ عَنۡ أَبِيهِ، عَنۡ عَائِشَةَ فِي حَدِيثٍ أَوَّلُهُ: لَمَّا كَانَ يَوۡمُ أُحُدٍ هُزِمَ الۡمُشۡرِكُونَ فَصَاحَ إِبۡلِيسُ: أَيۡ عِبَادَ اللهِ، أُخۡرَاكُمۡ، فَرَجَعَتۡ أُولَاهُمۡ، فَاجۡتَلَدَتۡ هِيَ وَأُخۡرَاهُمۡ، فَنَظَرَ حُذَيۡفَةُ فَإِذَا هُوَ بِأَبِيهِ الۡيَمَانِ، فَقَالَ: أَيۡ عِبَادَ اللهِ أَبِي أَبِي، فَوَاللّٰهِ مَا احۡتَجَزُوا عَنۡهُ حَتَّى قَتَلُوهُ، فَقَالَ حُذَيۡفَةُ: غَفَرَ اللهُ لَكُمۡ، قَالَ عُرۡوَةُ: فَمَا زَالَتۡ فِي حُذَيۡفَةَ مِنۡهُ بَقِيَّةُ خَيۡرٍ، حَتَّى لَحِقَ بِاللهِ.
Al-Bukhari meriwayatkan sebagian kisah ini dari jalan Hisyam bin ‘Urwah dari ayahnya, dari ‘Aisyah dalam sebuah hadits. Awalnya: Pada perang Uhud, saat itu kaum musyrikin dalam keadaan kalah, lalu Iblis berteriak: Wahai hamba-hamba Allah, awas belakang kalian! Maka pasukan muslimin yang di depan berbalik ke belakang sehingga saling beradu dengan pasukan yang di belakang. Saat itu Hudzaifah melihat ternyata ada ayah beliau, yaitu Al-Yaman. Lalu ia pun menyeru: Wahai hamba-hamba Allah, ayahku ayahku. Namun, demi Allah, mereka tidak berhenti hingga mereka membunuhnya. Hudzaifah berkata: Semoga Allah mengampuni kalian. ‘Urwah berkata: Sejak saat itu, senantiasa yang tersisa pada diri Hudzaifah adalah kebaikan, sampai ia bertemu Allah.
وَرَوَى السَّرَّاجُ فِي تَارِيخِهِ مِنۡ طَرِيقِ عِكۡرِمَةَ: أَنَّ وَالِدَ حُذَيۡفَةَ بۡنِ الۡيَمَانِ، قُتِلَ يَوۡمَ أُحُدٍ، قَتَلَهُ رَجُلٌ مِنَ الۡمُسۡلِمِينَ، وَهُوَ يَظُنُّ أَنَّهُ مِنَ الۡمُشۡرِكِينَ، فَوَدَاهُ رَسُولُ اللهِ ﷺ، وَرِجَالُهُ ثِقَاتٌ مَعَ إِرۡسَالِهِ.
As-Sarraj meriwayatkan dalam tarikhnya dari jalan ‘Ikrimah bahwa ayah Hudzaifah ibnul Yaman terbunuh pada hari Uhud. Seseorang dari kalangan kaum muslimin telah membunuhnya dalam keadaan ia mengira bahwa ayah Hudzaifah termasuk pasukan musyrikin. Lalu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membayar tebusan darah (diat) kepadanya. Dan para periwayatnya adalah orang-orang yang tsiqah namun riwayat ini mursal.
وَلَهُ شَاهِدٌ أَخۡرَجَهُ أَبُو إِسۡحَاقَ الۡفَزَارِيُّ فِي كِتَابِ السِّيَرِ، عَنِ الۡأَوۡزَاعِيِّ، عَنِ الزُّهۡرِيِّ، قَالَ: أَخۡطَأَ الۡمُسۡلِمُونَ بِأَبِي حُذَيۡفَةَ يَوۡمَ أُحُدٍ حَتَّى قَتَلُوهُ، فَقَالَ حُذَيۡفَةُ: يَغۡفِرُ اللهُ لَكُمۡ وَهُوَ أَرۡحَمُ الرَّاحِمِينَ، فَبَلَغَتِ النَّبِيَّ ﷺ، فَزَادَهُ عِنۡدَهُ خَيۡرًا، وَوَدَاهُ مِنۡ عِنۡدِهِ.
Riwayat ini memiliki pendukung yang dikeluarkan oleh Abu Ishaq Al-Fazari dalam kitab As-Siyar, dari Al-Auza’i, dari Az-Zuhri, beliau berkata: Pasukan muslimin telah salah sangka terhadap ayahnya Hudzaifah pada hari perang Uhud sampai-sampai mereka membunuh beliau. Hudzaifah berkata: Semoga Allah mengampuni kalian dan Allah adalah Yang paling penyayang. Sampailah kabar ini kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka bertambahlah kebaikan Hudzaifah di sisi Nabi, lalu Nabi menebus diat dari harta beliau. 

[1] أَخۡرَجَهُ مُسۡلِمٌ فِي (٣٢) كِتَابِ: الۡجِهَادِ (٣٥) بَابِ الۡوَفَاءِ بِالۡعَهۡدِ (الۡحَدِيث: ٩٨). 
[2] أَخۡرَجَهُ الۡبُخَارِيُّ فِي (٢) كِتَابِ: فَضَائِلِ الۡمَدِينَةِ (١٠) بَابِ: الۡمَدِينَةُ تَنۡفِي الۡخُبۡثَ، (الۡحَدِيث: ١٨٨٤). وَأَخۡرَجَهُ الۡهَيۡثَمِيُّ فِي (مَجۡمَعِ الزَّوَائِدِ) (الۡحَدِيث: ١٠٠٨٦). وَأَخۡرَجَهُ أَبُو يَعۡلَى فِي (مُسۡنَدِهِ) (الۡحَدِيث: ٦٨٣).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar