Sunan Abu Dawud hadits nomor 1827

١٨٢٧ – (حسن صحيح) حَدَّثَنَا أَحۡمَدُ بۡنُ حَنۡبَلٍ، نا يَعۡقُوبُ، نا أَبِي، عَنِ ابۡنِ إِسۡحَاقَ، قَالَ: فَإِنَّ نَافِعًا مَوۡلَى عَبۡدِ اللهِ بۡنِ عُمَرَ حَدَّثَنِي، عَنۡ عَبۡدِ اللهِ بۡنِ عُمَرَ، أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللهِ ﷺ نَهَى النِّسَاءَ فِي إِحۡرَامِهِنَّ عَنِ الۡقُفَّازَيۡنِ وَالنِّقَابِ وَمَا مَسَّ الۡوَرۡسُ وَالزَّعۡفَرَانُ مِنَ الثِّيَابِ، وَلۡتَلۡبَسۡ بَعۡدَ ذٰلِكَ مَا أَحَبَّتۡ مِنۡ أَلۡوَانِ الثِّيَابِ مُعَصۡفَرًا أَوۡ خَزًّا أَوۡ حُلِيًّا أَوۡ سَرَاوِيلَ أَوۡ قَمِيصًا، أَوۡ خُفًّا.
(حسن) قَالَ أَبُو دَاوُدَ: رَوَى هَٰذَا [الۡحَدِيثَ] عَنِ ابۡنِ إِسۡحَاقَ: [عَنۡ نَافِعٍ] عَبۡدَةُ بۡنُ سُلَيۡمَانَ، وَمُحَمَّدُ بۡنُ سَلَمَةَ، [عَنۡ مُحَمَّدِ بۡنِ إِسۡحَاقَ] إِلَى قَوۡلِهِ: (وَمَا مَسَّ الۡوَرۡسُ وَالزَّعۡفَرَانُ مِنَ الثِّيَابِ) [وَ] لَمۡ يَذۡكُرَا مَا بَعۡدَهُ.
1827. Ahmad bin Hanbal telah menceritakan kepada kami, Ya’qub menceritakan kepada kami, ayahku menceritakan kepada kami, dari Ibnu Ishaq, beliau mengatakan: Sesungguhnya Nafi’ maula (bekas budak yang dimerdekakan) ‘Abdullah bin ‘Umar menceritakan kepadaku, dari ‘Abdullah bin ‘Umar, bahwa beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang para wanita dari sarung tangan, cadar, dan pakaian yang terkena wars (pewarna kuning dari tanaman) dan safron ketika ihram. Dan silakan para wanita memakai selain itu dari berbagai pakaian yang ia sukai baik mu’ashfar (pakaian yang dicelup menggunakan tanaman ‘ushfur / kesumba), pakaian dari sutra atau bulu domba, perhiasan, sirwal (celana), gamis, atau khuf.
Abu Dawud mengatakan: ‘Abdah bin Sulaiman dan Muhammad bin Salamah meriwayatkan hadis ini dari Ibnu Ishaq, dari Nafi’ sampai kepada ucapannya, “Dan pakaian yang terkena wars (pewarna kuning dari tanaman) dan safron.” Dan keduanya tidak menyebutkan kalimat setelahnya.