Shahih Muslim hadits nomor 145

٢٣٢ – (١٤٥) – حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بۡنُ عَبَّادٍ وَابۡنُ أَبِي عُمَرَ، جَمِيعًا عَنۡ مَرۡوَانَ الۡفَزَارِيِّ. قَالَ ابۡنُ عَبَّادٍ: حَدَّثَنَا مَرۡوَانُ، عَنۡ يَزِيدَ – يَعۡنِي ابۡنَ كَيۡسَانَ -، عَنۡ أَبِي حَازِمٍ، عَنۡ أَبِي هُرَيۡرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: (بَدَأَ الۡإِسۡلَامُ غَرِيبًا، وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا، فَطُوبَىٰ لِلۡغُرَبَاءِ).
232. (145). Muhammad bin ‘Abbad dan Ibnu Abu ‘Umar telah menceritakan kepada kami, keduanya dari Marwan Al-Fazari. Ibnu ‘Abbas mengatakan: Marwan menceritakan kepada kami, dari Yazid bin Kaisan, dari Abu Hazim, dari Abu Hurairah, beliau mengatakan: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Islam mulai dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana permulaannya. Maka, berbahagialah orang-orang yang asing.”